Find The KEY

Find The KEY
Ep. 206



"Yup. Anak kami kembar. Bukan hanya dua tapi TIGA" jawab Ela bangga.


"APA????" ucap Aby, Keysha, Disil dan Ditha.


"Gila bro gak percuma mereka di hukum kurungan di Villa selama seminggu" ucap Disil.


"Kan udah aku bilang, anakku pasti lebih banyak dari kalian" ucap Ela penuh percaya diri.


"Mas, mau anak kembaaar" rengek Keysha.


"Sabar sayang, nanti saat anak kedua, kita coba lagi. Peluang kita juga sama besar dengan mereka" jawab Fajar menenangkan.


"Waaaah hebat kamu El. Selamat ya... " ucap Ditha senang.


"Hati - hati kamu dek, jangan lasak. Langkah kamu harus selalu di perhatikan. Kamu kan suka sembrono. Jalan aja suka nabrak - nabrak" oceh Aby.


"Iya Kakakku yang cereweeeet" jawab Ela.


"Tapi tolong rahasiakan kehamilan kembarku ini pada Sintia ya. Aku gak enak kalau kabar ini akan membuatnya sedih" pinta Ela.


"Tenang sayang, Ryza kan berjanji akan mengajak Sintia periksa ke dokter di London. Aku yakin mereka berdua pasti sehat, cuma masalah waktu" jawab Fajar menenangkan istrinya.


Walaupun Ela suka usil tapi aslinya dia itu sangat perhatian pada semua teman - temannya. Sangkin perhatiannya dia sampai memikirkan hal yang sekecil kecilnya.


Dan Fajar sangat bangga memiliki istrinya yang berhati mulia seperti Ela.


"Iya El, sementara ini kita akan rahasiakan kehamilan kembar tiga kamu pada Sintia" ucap Ditha.


"Okey baiklah" sambut Disil.


Sedangkan Aby dan Keysha mengangguk tanda setuju.


Pulang dari praktek dokter kandungan mereka singgah ke apotek untuk menebus obat dan vitamin tak lupa juga mereka memborong susu hamil untuk para istri mereka.


Setelah itu mereka singgah ke restoran untuk makan malam.


"Maaaas aku lapar" rengek Ela.


"Iya sabar sayang sebentar lagi kita sampai di restoran favorit kamu" jawab Fajar.


"Aku pengennya makan bakso di warung Pak Bejo Mas" rengek Ela.


Fajar sudah mulai paham keinginan istrinya yang sedang ngidam karena kehamilannya. Ela segera menelpon teman- temannya.


"Guys.. Ela pengen makan bakso di tempat biasa. Ada yang mau ikut?" tanya Fajar.


"Oke kami ikut" jawab Disil dan Aby.


Mobil melaju ke warung bakso langganan mereka.


"Waaaah tamu jauh Pak datang" sambut Istrinya Tukang Bakso.


"Ibu... aku pesan bakso dua mangkok ya, kali ini aku mau makan bakso bulat. Gak perlu di potongan-potongan ya Pak" perintah Ela.


"Tumben Neng Ela permintaannya gak seperti biasa" ucap si Bapak Tukang Bakso.


"Maaf Pak, istri saya lagi hamil" sambung Fajar.


"Neng Ela hamil? Waaah selamat atuh Neng" ucap Si Bapak dan Istrinya.


"Semoga Neng dan anak neng sehat" doa istrinya.


"Tambahin Bu, semoga saya, anak, anak dan anak saya semuanya sehat" ucap Ela.


"Banyak banget anaknya Neng?" tanya Si Bapak.


"Emang banyak Pak, nih di sini dalam perut saya ada tiga anak - anak saya Pak" jawab Ela.


"Neng hamil kembar tiga?" tanya isti Tukang Bakso terkejut.


"He.. emmmm" jawab Ela sambil menganggukkan kepalanya.


"MasyaAllah Neng. Rezeki banget ya Neng sekali hamil langsung tiga" sambut istri Bapak Tukang Bakso.


"Ini Neng Ditha dan istrinya Den Aby hamil juga?" tanya si Bapak Tukang Bakso.


"Iya Pak" jawab Aby.


"Waaah hebatnya hamil bisa bareng - bareng kayak janjian" balas si Bapak.


"Ya nikahnya juga deketan Pak, prosesnya pasti juga gak jauh beda waktunya" jawab Disil.


"Iya ya.. bener juga Den Disil" sambung Bapak Tukang Bakso.


"Ayo duduk semua silahkan pesan, yang lainnya seperti biasa kan?" tanya Pasutri penjual bakso yang sudah sangat kenal dengan Geng ERASADIS.


"Iya Bu" jawab Ditha.


"Neng Sintia dan Den Rafa beserta pasangannya mana?" tanya Si Bapak.


"Mereka lagi honeymoon Pak" jawab Ela.


"Honeymoon juga kompakan, bisa - bisa barengan juga hamilnya" ucap si Bapak.


Tak lama pasutri penjual bakso selesai menyiapkan bakso pesanan mereka dengan lahapnya mereka menyantap bakso sebagai pengganti menu makan malam mereka.


Satu jam kemudian dirumah keluarga Barrakh.


"Assalamu'alaikum" ucap Ela dan Fajar ketika masuk rumah.


Omar, Jasmine, Shakira dan Oma Zahra langsung berdiri menyambut kedatangan Ela dan Fajar. Mereka sudah menanti - nanti kepulangan Ela dan Fajar untuk bertanya hasil pemeriksaan dokter.


"Gimana Kak hasilnya?" tanya Shakira penasaran.


Ela mengeluarkan hasil USG anak - anaknya di dalam perut. Shakira langsung mengambilnya dari tangan Ela.


"Apaan ini, kenapa ada 3 lingkaran?" tanya Shakira.


Jasmine langsung mendekat ke arah Shakira dan melihat hasil USG Ela.


Ela dan Fajar tersenyum bahagia.


"Anak kalian kembar?" tanya Oma Zahra.


Ela dan Fajar mengangguk sambil tersenyum.


"Kembar tiga?" tanya Jasmine tak percaya.


"Iya Maaaa" jawab Fajar.


"Apa, kembar tiga?" ulang Omar.


"Iya Pak, kembar tiga. Cucu Papa nanti lahir langsung ada tiga" sambung Fajar.


"Kamu serius nak?" tanya Jasmine masih belum percaya.


"Serius Mamaaaa" jawab Fajar.


"Alhamdulillah... " ucap mereka.


"Waaah hebat kamu Fa, Ela. Gak percuma Papa bekerja sama dengan teman - teman kamu untuk memberi hukuman seminggu di Villa" ucap Omar.


"Yah berkat hukuman Papa kami jadi fokus dan khusyuk" canda Fajar.


"Ayo duduk sayang" perintah Oma pada cucu menantunya.


"Sudah dikasi obat pereda mual?" tanya Oma Zahra lembut.


"Sudah Oma" jawab Ela.


"Sudah dibeli obat dan vitaminnya semua?" tanya Zahra lagi.


"Sudah" jawab Ela singkat.


"Susu hamil?" sambung Oma Zahra.


"Sudah semua Omaaaa" balas Fajar.


"Mulai sekarang kamu jangan capek - capek ya. Jangan lasak - lasak. Kalau pengen sesuatu pinta aja sama semua orang yang ada di rumah ini" perintah Zahra


"Iya Omaaaa" jawab Ela dan Fajar kompak.


"Senang banget ya Mas sekalinya di kasi cucu langsung tiga" ucap Jasmine.


"Iya yank gak kebayang rumah kita langsung jadi rame" sambut Omar.


"Duh pasti lucu - lucu ya. Apalagi kalau semuanya tingkahnya kayak Kak Ela" ucap Shakira.


" Jangaaaan " teriak Omar dan Fajar bersamaaan.


Oma Zahra tersenyum melihat wajah anak dan cucunya yang terlihat panik. Dia mengerti maksud mereka mengatakan jangan karena apa.


"Kenapa yank kalau semua mirip aku?" tanya Ela bingung.


"Aku gak mau ada yang lain, cukup kamu saja di hati aku" jawab Fajar.


"Bener, Ela itu unik" sambut Omar.


"Bukannya kalau unik harus di lestarikan?" tanya Shakira.


"Betul" sambut Ela.


"Nggak, unik itu kalau satu. Kalau lebih sudah biasa" jawab Omar lagi.


"Oooh gitu ya?" Jasmine manggut-manggut.


Hancur rumah kalau ada empat orang di rumah ini tingkahnya seperti Ela semua. Gak kebayang rumah pasti seperti kapal pecah. Apalagi kalau mereka semua bereksperimen di dapur. Ancoooor... Batin Fajar dan Omar.


Perusahaan asuransi kebakaran meski kudu menyiapkan dana jauh - jauh hari.


.


.


BERSAMBUNG