Find The KEY

Find The KEY
Ep. 213



Berita Ela ngidam sangat cepat menyebar sampai ke telinga kedua orangtuanya. Sepulang kerja Keysha menceritakannya pada suaminya setelah itu beritanya disampaikan Aby kepada Aditya dan Alexa.


"Ya ampun Mas anak kamu ngidamnya kelewatan" ucap Alexa.


Aditya menggelengkan kepalanya.


"Jadi gak enak Mas sama Mas Omar, Ela benar - benar ngerjain mertuanya habis - habisan" sambung Alexa.


Aditya meraih ponselnya dan mencari nama putrinya di daftar kontak hpnya.


"Assalamu'alaikum Pa" sapa Ela.


"Wa'alaikumsalam sayang" jawab Aditya.


"Papa Mama sehat?" tanya Ela.


"Alhamdulillah kami sehat nak" jawab Aditya lagi.


"Ada apa Papa nelpon Ela?" ucap Ela.


"Papa dapat cerita dari Kakak kamu, katanya kamu ngidam yang aneh - aneh ya?" Aditya bertanya langsung pada intinya.


"Maksud Papa?" Ela berusaha mengelak.


Huh.. kabar berita ini sudah sampai ke telinga Papa dan Mama. Batin Ela.


"Katanya kamu pengen melihat mertua kamu pakai baju Aladin, Mama mertua kamu pakai baju Jasmine, August pakai baju Jin dan Kevin pakai baju monyet. Ada apa ini sayaaaaang? Kamu tau kan mereka itu siapa? Mereka sudah orangtua, kamu jangan mempermainkan mereka, berdosa sayang" nasehat Aditya.


"Hiks.. hiks.. Ela tau Pa, maaf Ela sama sekali tidak mau mempermainkan mereka. Ela sudah tahan sekuat hati tapi permintaan itu mengalir begitu saja dari mulut Ela dan Ela tidak bisa mencegahnya" Ela menangis lagi setiap membicarakan tentang permintaan ngidamnya.


Sebenarnya Ela merasa sangat bersalah tapi mau bagaimana lagi, anak - anak yang ada dalam kandungannya yang meminta seperti ini.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Aditya bingung.


"Mas tolong di speakerkan, aku mau dengar suara Ela" bisik Alexa.


"Ela gak tau Pa, airmata ini mengalir begitu saja gak bisa Ela tahan sama seperti permintaan Ela itu. Sebenarnya sebagian hati Ela menolaknya tapi sebagian lagi pengen banget dikabulkan. Ela juga bingung kenapa Ela jadi seperti ini" isaknya.


"Sayang... udahan donk nangisnya, nanti anak kamu juga ikutan sedih lho di dalam perut kamu" ucap Alexa mengingatkan.


"Jadi gimana tanggapan mertua kamu?" tanya Aditya.


"Kata Mas Fajar, Papa, Om Kevin dan Om August bersedia kok Pa untuk mengabulkan permintaan Ela" suara Ela terlihat sedikit lebih tenang.


"Nak.. nak.. kamu tuh hamil kok ngerepotin orang banyak sih" ucap Aditya.


"Ya habis aku hamil juga karena dikerjain rame - rame" jawab Ela.


"Enak aja ngomong gitu, yang ngerjain kamu itu cuma Fajar. Yang buat kamu hamil kan Fajar" potong Aby.


"Kakaaaak.. Maksud aku waktu honeymoon kan kalian ngerjain aku dan Mas Fajar rame - rame termasuk mertua aku. Mungkin anakku mau balas dendam" jawab Ela seenaknya.


"Huss.. pantang bilang gitu sayang... Gak ada balas dendam.. balas dendam. Kita gak boleh menyimpan dendam apalagi anak kamu yang masih ada di dalam perut" nasehat Alexa.


"Maaf Ma.. aku gak ada niat balas dendam. Seperti yang aku bilang tadi semuanya mengalir begitu saja tanpa bisa aku cegah dan tidak ada sedikitpun aku sengaja merencanakannya Ma" bela Ela.


"Iya Mama mengerti sayang" jawab Alexa.


"Tapi kok ngidam kamu aneh - aneh sih El, dulu Mama kamu gak pernah ngidam yang aneh - aneh seperti itu" protes Aditya.


"Iya kan aku anak Papa dan Mama, sedangkan anak - anakku ini anak aku dan Mas Fajar Pa. Mungkin Mamanya Mas Fajar dulu juga seperti itu waktu hamilin Mas Fajar. Au... ah bingung Pa jawabnya gimana. Pokoknya Ela ngidam itu dan tidak direncanakan dengan sengaja" tegas Ela.


"Ya sudah yang penting kamu dan kandungan kamu sehat. Jangan lasak - lasak dan jangan merepotkan mertua kamu di sana ya. Kalau pengen sesuatu dari Papa dan Mama di sini kamu pinta aja ya sayang" ucap Aditya.


"Oke Papa.. Mama.. dan Kak Aby awaaaas ya kakak udah ember banget sama Papa dan Mama. Tukang ngadu" umpat Ela.


"Biarin aja weeek" jawab Aby.


"Aku doain anak kakak mirip aku, karena kakak suka ngeselin aku" ancam Ela.


"Sudah.. sudah.. " ucap Alexa melerai anaknya yang bertengkar lewat telepon.


"Udah dulu ya sayang, istirahat yang banyak dan jangan lasak ya" Ujar Alexa mengingatkan.


"Iya Mama... Dah Mama.. Papa.. Assalamu'alaikum" ucap Ela mengakhiri teleponnya.


"Wa'alaikumsalam" jawab Aditya, Alexa dan Aby bersamaan.


"Anak kita itu memang ada - ada saja ulahnya" ucap Aditya sambil menggelengkan kepalanya.


*******


Di rumah keluarga Barrakh saat makan malam bersama keluarga.


"Ela" panggil Omar.


"Ya Pa" jawab Ela sedikit takut.


Pasti Papa akan membahas tentang keinginan aku kemarin.


"Apa Fajar sudah menyampaikan pesan Papa pada kamu soal keinginan kamu kemarin?" tanya Omar.


"Sudah Pa" jawab Ela sambil menunduk.


Sungguh dia sangat merasa bersalah pada mertuanya itu.


"Papa, Om Kevin dan Om Omar bersedia mengabulkan permintaan kamu. Tapi kami kesulitan untuk mencari kostumnya. Bagaimana kalau kamu yang urus semua. Nanti kalau semua sudah beres kamu tinggal bilang sama kami. Nanti Papa yang akan panggil Kevin dan August datang ke sini" perintah Omar.


"Mmm.. baik Pa. Tapi Pa agar lebih lengkap, Mama mau gak beneran jadi Jasmine juga?" pinta Ela pada Jasmine mertuanya.


"Waaaah Mama mau banget sayang, kan nama Mama emang Jasmine" jawab Jasmine senang.


"Makasih Ma, nanti aku cari deh kostum untuk semua. Aku ingin diadakan peragaan busana Aladin di rumah kita, walau kecil - kecilan tapi meriah. Gak apa - apa kan Pa, Ma" pinta Ela.


"Sesuka hati kamu saja" jawab Omar.


"Pasti seru nih, aku sudah gak sabar pengen nonton pertunjukannya" ucap Shakira dengan riang.


"Aku sudah bisa membayangkannya, pasti wajah Kevin nanti tuh yang paling menyebalkan" sambut Oma Zahra.


"Hahaha... aku juga dari kemarin sudah ketawa sampai sakit perut Ma, membayangkan Kevin pakai kostum monyet" tawa Jasmine.


"Iya ya Ma pasti Om Kevin lucu banget hahaha" sambung Shakira.


"Anak kamu benar - benar ngerjain si Abu itu. Biar saja, biar dia tau rasa. Kali ini dia kena batunya dan sialnya dia tak bisa mengelak dan menolak. Kalah sama cucu - cucuku yang belum lahir" ucap Omar tersenyum.


"Yah tapi jangan kelewatan juga donk yank sama Om Kevin. Aku kan jadi gak enak sama dia. Secara kamu istri aku dan itu permintaan dari anak - anakku. Aku kok ngerasa gak sopan sama orangtua" ucap Fajar.


"Gak apa - apalah sekali - sekali. Kamu kan gak tau kalau dulu Om kamu itu juga sableng, suka punya ide gila. Kali ini dia kena batunya" ucap Omar.


"Iya salah satu korbannya ya Mama. Mereka menjebak Mama agar bisa menikah dengan Papa kamu. Akhirnya rasa kesalku di balas sama cucuku Mas" sambung Jasmine.


"Tapi kan kamu akhirnya bahagia yank menikah denganku" balas Omar.


"Iya sih tapi kan dia bisa pakai cara lain" ucap Jasmine.


"Saat itu memang itu satu - satunya ide yang kami fikirkan sayang" jawab Omar.


"Ya sudah El, kamu siapkan semua sesuai dengan keinginan kamu ya, kami cukup ikuti intruksi dari kamu" perintah Omar pada Ela.


"Iya Pa, makasih ya Pa" balas Ela.


.


.


BERSAMBUNG