Find The KEY

Find The KEY
Ep. 152



Malam harinya keluarga Fajar sudah berangkat menunu rumah Ela. Begitu juga dengan keluarga Kevin dan August yang mengikuti mereka dari belakang.


Tidak sampai satu jam mereka sudah sampai dikediaman rumah Aditya dan disambut hangat oleh keluarga Adit beserta para sahabatnya.


Dua keluarga besar sudah berkumpul di ruang keluarga. Mereka tampak akrab bercengkrama karena mereka sudah merasa tidak asing lagi.


"Ket, panggil Ela gih biar acaranya kita mulai" suruh Alexa.


"Oke Ma" jawab Catherine. Sejak Catherine tinggal di Indonesia Aditya dan Alexa sudah menganggap Catherine seperti anak sendiri. Bahkan dia juga memanggil Papa dan Mama kepada Aditya dan Alexa.


Tok..tok..


"El turun yuk, semua sudah berkumpul. Acaranya mau segera di mulai" ucap Catherine.


"Iya Ket. Yuk kita turun" jawab Ela.


"Waaah cantik banget calon pengantin" puji Catherine.


"Iya donk Ket, ini kan hari spesial jadi aku ingin terlihat berbeda. Aku harus terlihat ayu dan anggun" balas Ela.


"Plus kalem juga ya" sambung Catherine.


"Nah itu yang aku gak bisa janji. Tergantung, kalau gak ada yang mancing mungkin aku akan jadi kalem" ucap Ela.


Ela dan Catherine turun ke lantai bawah.


"Waaah cantinya calon menantu kita Mas" ucap Jasmine.


Ela tersenyum malu - malu sesekali melirik ke arah Fajar yang menatapnya terpesona.


Setelah semua duduk acarapun segera di mulai.


"Karena sebelumnya dua keluarga sahabat plus keluarga saya sudah menikah dengan keluarga besar kalian jadi kita tidak perlu basa basi lagi ya. Kedatangan keluarga kami ke sini adalah untuk melamar anak kamu Dit yang bernama Ariella Putri Gunadi secara resmi sekaligus kita menetapkan tanggal pernikahannya" ucap Omar.


"Kami sangat menyambut baik niat keluarga Barrakh datang ke rumah ini. Mengenai tanggal pernikahan bisa saling kita musyawarahkan waktunga. Semua tanggal dan hari adalah baik tapi kita sesuaikan dengan waktu kita yang agak luang. Agar semuanya bisa terlaksana dengan baik" sambut Aditya.


"Gimana kalau tiga minggu dari sekarang?" tanya Omar.


"Bagaimana Fa, Ela?" tanya Aditya.


"Mmm.. aku sih setuju saja Pa. Bukankah lebih cepat lebih baik?" jawab Fajar.


"Apa gak terlalu terburu - buru Pa" ucap Ela sedikit keberatan.


"Kenapa El, bukankah sketsa gaun pernikahan kamu sudah kamu buat sejak dulu? Kita kan tinggal memotong kain dan menjahitnya. Lagian rancangan baju pengantin kamu tidak terlalu ribet. Dua minggu udah bisa selesai tuh selebihnya kita buat gaun untuk keluarga dan bridesmaid" ungkap Catherine.


"Iya El kalau kita saling bantu pasti bisa segera selesainya" sambung Sintia.


"Tapi Ditha kan sedang hamil?" ucap Ela khawatir.


"Aku cuma sedang hamil El bukan sedang sakit. Lagian seperti yang kamu lihat aku tidak apa - apa kan? Alhamdulillah sepertinya kehamilanku ringan kok. Aku bisa bantu" sambut Ditha.


"Soal gedung sudah ada WO nya juga sudah langganan keluarga kita. Gampang kan?" ucap Kevin.


"Ya sudah terserah saja. Aku ikut apapun keputusan kalian" jawab Ela malu.


Fajar tersenyum menatap kekasih hatinya itu. Malam ini dia benar - benar menjelma menjadi Princess seperti yang selama ini dia impikan.


"Oke semua sudah setuju jadi kita tetapkan tiga minggu dari hari ini ya" putus Omar.


"Iya Mar" jawab Aditya.


"Sudah clearkan urusan penetapan tanggal pernikahannya sekarang kita makan yuk" ajak Alexa.


Semua yang hadir di rumah Aditya secara rapi dan antri mengambil makanan ya g telah di hidangkan di ruang makan.


Sambil makan mereka saling ngobrol ringan.


"Kata Fajar Keysha dan Ditha hamil ya?" tanya Jasmine.


"Iya Tante" jawab Keysha dan Ditha barengan.


"Waaaah Selamat ya untuk kalian berdua, semoga hamilnya lancar dan sehat - sehat sampai lahiran. Semoga nanti setelah nikah Ela segera menyusul kalian ya" sambut Jasmine.


"Uhuuuukkk" Ela yang sedang minum tersedak karena terkejut mendengar perkataan calon Mama Mertuanya. Catherine yang ada di sampingnya membantu menepuk punggung Ela agar lebih ringan.


Fajar tersenyum melihat sikap terkejutnya Ela. Bisa juga dia kalem seperti saat ini. Pujinya dalam hati.


"Tersedak Tante" jawab Ela.


"Jangan panggil Tante lagi donk. Kan sudah di lamar jadi sudah bisa sejak sekarang di biasakan panggil Mama. Bukan begitu Pa?" ucap Jasmine sambil melirik suaminya Omar.


"Betul itu, panggil kami Papa dan Mama ya" sambut Omar.


"Iya Pa, Ma" jawab Ela.


"Kalau begitu berlaku hal yang sama ya untuk Fajar. Waaah anak kami jadi bertambah ya kan Mas" giliran Alexa melirik ke arah suaminya.


Aditya tersenyum menatap istrinya.


"Iya yank anak kita dua kini jadi empat. Sebentar lagi juga akan lebih ramai ditambah sama cucu - cucu" balas Aditya.


"Rencana honeymoon kemana Fa, El?" tanya Keysha.


Fajar menatap ke arah Ela.


"Masih rahasia. Entar kalau di bilang sekarang ada yang minta ikut" jawab Ela.


"Haaaalaaaah bilang aja kamu takut di kerjain kan?" sindir Disil.


"Kali ini kamu tidak akan bisa lari dari kami. Kemana pun kalian akan honeymoon bersiap - siaplah untuk menerima pembalasan dari kami" ujar Aby.


"Gimana Fa?" bisik Ela.


"Kamu takut?" Fajar balik bertanya.


"Ngapain takut, dulu aku sendirian aja gak takut sekarang tambah ada kamu ya lebih gak takut lagi" jawab Ela.


"Bagus apapun itu kita hadapi bersama - sama, oke?" bisik Fajar.


"Oke" Ela dan Fajar melakukan tos.


"Waaaah mereka merencanakan sesuatu untuk lari dari kit nih By, Dis" ucap Ryza.


"Oh gak bisa.. bila perlu setelah akad nikah kita ikat mereka tujuh hari tujuh malam di kamar pengantin" balas Aby.


"Itu lebih bagus Kak, aku pastikan jumlah anakku lebih banyak dari anak kalian hahahaha" balas Ela tanpa ada rasa takut.


"Dasar anak tengil" umpat Kevin yang merasa lucu dengar jawaban gila Ela di depan semua orang.


Omar hanya tersenyum menanggapi candaan para anak muda.


"Oma boleh minta sesuatu gak sama kalian?" ucap Oma Zahra kepada Fajar dan Ela.


"Oma mau minta apa pada kami?" tanya Fajar.


"Oma mau setelah menikah kalian tinggal bersama kami ya biar rumah tidak sepi. Maaf ya besan, saya tau setelah Ela pergi tentu kalian juga akan merasa sepi di sini. Tapi izinkan saya meminta permohonan ini" ungkap Zahra.


"Gimana El?" tanya Fajar lembut.


"Kalau sudah menikah kemana pun suami aku harus ikut" jawab Ela.


"Sep" balas Fajar.


"Gimana besan?" tanya Oma Zahra.


"Tidak apa - apa Oma Zahra. Kami berencana ingin meminta Aby dan Keysha kembali ke rumah. Apalagi saat ini Keysha sedang hamil dan dia juga sibuk bekerja. Kalau mereka kembali ke sini kan kami bisa memperhatikan kebutuhan Ibu hamil. Itu pun kalau besan mengizinkan" ungkap Aditya.


"Kalau kami sih terserah anak - anak saja Dit, kami tidak keberatan. Tapi memang Papa rasa lebih baik baik kalau kalian kembali ke rumah ini. Selain kondisi Keysha sedang hamil, besan juga tidak kesepian di rumah setelah Ela menikah" jawab Kevin.


"Gimana Mas?" tanya Keysha.


"Mas sih tergantung kamu aja" jawab Aby.


"Iya Ma, Pa kami mau" ucap Keysha.


"Alhamdulillah" jawab Aditya dan Alexa.


.


.


BERSAMBUNG