
"Bisa kita pergi sekarang?" tanya Fajar.
"Ya sudah, kami pergi dulu ya Saboeum" ucap Ela pamit.
"Kami permisi dulu Saboeum, terimakasih atas waktu dan tempatnya" ucap Fajar sopan.
"Tidak masalah anak muda, kalian hati - hati ya. Selesaikan masalah kalian secara tenang dan kepala dingin" nasehat pelatih.
"Baik Saboeum" Jawab Fajar dan Ela.
Fajar dan Ela melangkah menuju parkiran mobil.
"Bisakah kita satu mobil saja, nanti aku akan menyuruh seseorang untuk menjemput mobil kamu" pinta Fajar.
"Tidak usah, biar saja mobilku tinggal di sini, besok aku akan mengambilnya" jawab Ela.
"Baiklah kalau begitu mari..." ajak Fajar.
Ela dan Fajar masuk ke dalam mobil Fajar, dan mobil melaju meninggalkan area parkir Dojang.
"Kita makan malam dulu ya baru pulang" ucap Fajar.
"Oke" jawab Ela singkat.
"Mengapa tiba - tiba kamu jadi pendiam Princess, kamu malu karena kalah dariku? Hey... tenang saja, tidak ada yang tau kekalahan kamu kecuali kita bertiga. Kalau aku, aku akan pastikan tidak akan ada orang yang mengetahuinya" janji Fajar.
Ela tetap diam dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"Kamu mau makan apa Princess?" tanya Fajar.
"Bisa gak kamu itu gak usah panggil aku Princess?" ucap Ela.
"Lho bukannya kamu sudah janji kalau aku menang kamu akan membebaskan aku mendekati dan melakukan apapun untuk kamu?" tanya Fajar.
"Tapi kamu juga sudah janji tidak akan memaksaku kan?" tanya Ela.
"Baiklah sesuka kamu. Aku akan memanggil nama kamu Ela" jawab Fajar.
"Kamu mau makan apa dan dimana El?" tanya Fajar lemah lembut.
"Aku pengen makan bakso. Dekat sini ada langganan bakso kami sejak SMU" jawab Ela.
"Ya udah kamu tunjukkan jalannya ya" pinta Fajar lembut.
Ela menunjukkan arah Bapak Tukang Bakso langganan Geng ERASADIS. Tak lama mereka sampai di warung bakso pasutri tersebut.
"Eh neng Ela datang, tumben neng datang sendiri, yang lain mana?" tanya si Bapak Tukang Bakso.
"Lagi gak jalan bareng mereka Pak" jawab Ela.
"Si Bapak, Neng Ela lagi jalan sama pacarnya tuh" istrinya melirik ke arah Fajar.
Fajar pun tersenyum memberi hormat kepada pasutri penjual bakso langganan Ela.
"Ganteng banget Neng, kalah Den Aby, Disil dan Rafa" ucap istri Tukang Bakso.
"Ih si Ibu gak bisa lihat orang ganteng, matanya langsung jelalatan" ucap si Bapak.
"Jangan marah atuh Pak, Ibu mau bilang gantengnya sebelas dua belas sama Bapak" goda si Istri.
"Ibu bisa aja" jawab Bapak malu - malu.
Fajar tersenyum lebar melihat candaan pasutri itu.
"Dia bukan pacarku Bu, dia musuhku" jawab Ela.
"Tapi baru baikan kan?" goda Fajar sambil tersenyum.
"Siapa bilang" jawab Ela ketus.
"Ih si Eneng gak boleh judes gitu. Benci itu artinya benar - benar cinta lho. Awas nanti jatuh cinta neng" nasehat si Ibu.
Ela cemberut membuat Fajar semakin gemas melihat wajah kesal Ela dan bahagia mendengar pembelaan istri tukang bakso.
"Mau pesan apa Den?" tanya si Bapak.
"Samain aja Pak dengan Ela" jawab Fajar.
Si Bapak langsung membuat bakso sesuai selera Ela dua mangkok. Bakso dengan mie putih, pakai taburan bawang goreng dan daun bawang yang banyak dan tak lupa baksonya di belah menjadi emoat bagian.
Alangkah terkejutnya Fajar melihat tampilan bakso di mangkok yang ada di hadapannya.
"Baksonya emang seperti ini ya Pak tampilannya. Perasaan baru kali ini aku makan bakso, baksonya gak bulat gini" ucap Fajar.
"Lho tadi si Aden minta baksonya di samain aja sama Neng Ela. Neng Ela seleranya seperti ini Den sudah sejak dulu" jawab Si Bapak.
Fajar menyembunyikan rasa terkejutnya, dia menatap Ela yang cuek dan mulai menyantap baksonya.
Ini namanya malas makan bakso El, baksonya sudah terbelah jadi empat tinggal makan. Perlahan - lahan aku jadi tau selera kamu. Suka makan KF*, nasi rendang dan bakso yang seperti ini. Hemmm... apa lagi kejutan dari kamu ya. Aku jadi gak sabar mengetahuinya. Sorak hati Fajar.
Fajar kemudian melahap baksonya.
"El, jadi sekarang kita sudah berdamai kan? Gak musuhan lagi?" tanya Fajar.
"Hemmm..." jawab Ela.
"Aku bisa bebas dekatin kamu kan?" tanya Fajar lagi.
"Hemmm..." ucap Ela cuek.
"Trus kamu terima lamaran aku kan?" goda Fajar.
"Apa? enak aja sembarangan kamu. Gak semudah itu mau melamar aku" tolak Ela.
"Habis dari tadi kamu hem.. hem.. melulu. Gak ada suaranya. Kesambet baru tau. Malam sabtu ini" goda Fajar.
"Kalau malam sabtu kenapa emangnya, gak malam jumat juga kok" tanya Ela.
"Aku cuma mau hitung hari, berarti besok malam minggu. Aku bisa ajak kamu keluar jalan - jalan, dinner atau apalah" jawab Fajar.
"Aku gak mau" balas Ela.
"Lho jangan curang donk El, kamu kan janji kalau aku menang kamu akan bebasin aku buat deketib kamu" ucap Fajar.
"Tapi kamu juga janji gak mau maksa aku" balas Ela.
"Kamu mah kalau gak di paksa dikit tetap nolak El. Tuh buktinya sejak dari Dojang wajah kamu cemberut terus. Jadi tambah cantik" goda Fajar.
"iiih.. kamu itu emang pria menyebalkan" umpat Ela.
Si Bapak Tukang Bakso dan istrinya saling senggol mendengar pembicaraan Ela dan calon pacarnya. Begitu perkiraan mereka.
"Serasi ya Pak? Yang satu cantik dan yang satunya tampan" puji si Istri.
"Iya, penyabar lagi ngadepin Neng Ela yang ngambekan" balas si Bapak.
"Ibu doain mereka berjodoh ah.." ucap si Ibu.
"Aamiin" sambut si Bapak.
"El..." panggil Fajar.
"Apa?" potong Ela.
"Uh galak amat, kalah galaknya sama anjing sebelah rumahku" goda Fajar.
"Oh jadi kamu sekarang sudah makin berani ya, nyamain aku sama anjing tetangga kamu?" tanya Ela kesal.
"Sorry... sorry.. becanda El jangan marah donk, jadi tambah cantik" Fajar semakin tersenyum melihat Princessnya marah.
"Elaaa" panggil Fajar lagi.
"Heemmm..." jawab Ela.
"Besok jalan yuk" ajak Fajar.
Ela mempunyai ide untuk membalas keusilan Fajar hari ini.
"Boleh, tapi aku yang nentuin kemana kita pergi ya?" pinta Ela.
"Oke, apapun yang membuat kamu bahagia" jawab Fajar.
"Ya sudah besok jam sepuluh jemput aku di rumah. Kamu pakai baju santai aja gak usah kaku dan sok pejabat gitu pakaiannya. Sok gaya eksekutif muda" ejek Ela.
"Iya My Princess apapun yang kamu suka" jawab Fajar lembut.
Ela mencibirkan mulutnya kesal.
"Ariella Putri Gunadi" paggil Fajar lembut.
"Hemm... " jawab Ela sambil makan bakso.
"Jadi pasangan aku di acara nikahan Ryza ya. Kamu bridesmaidnya aku" pinta Fajar.
.
.
BERSAMBUNG