Find The KEY

Find The KEY
Ep. 51



"Apa Pa? Papa serius melihat mereka?" Keysha sangat terkejut dengan cerita Papanya.


Pacar sahabatnya? Maksud Papa pacarnya Rafa? Sepertinya ada yang harus aku tanyakan pada Aby mengenai perkataan Papa barusan.


Aby harus bisa memberikan penjelasan yang tepat. Kalau tidak aku tidak akan menerima lamarannya. Untung saja aku belum menerimanya. Batin Keysha.


"Iya, saat itu Papa baru keluar dari toilet dan melihat mereka berpelukan" ucap Kevin.


Aku tidak boleh menunjukkan kalau aku berpihak pada Aby.


"Kalau soal itu aku tidak tahu Pa. Itu kan masalah mereka, ngapain juga aku ikut campur. Dan aku juga tidak mengenal wanita yang Papa maksud. Aku cuma mengenal dua sahabat wanita mereka yang keduanya adalah pemilik ADS Butik tempat aku membeli gaun kantor dan gaun pesta" jawab Keysha.


"Kamu harus hati-hati di dekatnya Key, Papa tidak mau kamu terjebak bujuk rayu lelaki seperti dia. Pacara sahabat sendiri di embat" umpat Kevin.


"Papa jangan langsung menjudge orang seperti itu. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada mereka dan kita tidak boleh menilainya negatif. Mungkin ada alasan dari semua sikap mereka" bela Keysha.


"Papa hanya memperingatkan kamu saja Key. Papa gak mau kamu tersakiti" ucap Kevin.


"Iya Pa, aku tau Papa sangat menyayangiku" balas Keysha.


"Baiklah kalau begitu kamu kembali keruangan kamu. Papa mau bertemu dengan Omar dan August" ucap Kevin.


Keysha kembali keruangannya meninggalkan Papanya sendiri. Sedangkan Kevin menghampiri ruangan Omar untuk curhat pada dua sahabatnya itu mengurangi rasa kesalnya pada Aby karena mengetahui belang pemuda itu yang seorang play boy amatiran.


Dasar Playboy level rendah masak pacar sahabat sendiri di embat kayak gak ada lagi wanita lain dimuka bumi ini. Jangan sampai Keysha menjadi korbannya. Batin Kevin.


"Ada apa Bu? kenapa wajah kamu kesal banget? belum kebagian pisang kayaknya?" goda August.


"Barusan si Abyasa datang ke ruanganku" ucap Kevin.


"Ngapain dia datang ke ruangan kamu?" tanya Omar.


"Diskusi tentang proyek kerjasama perusahaan kita" jawab Kevin.


"Trus, ada yang salah?" tanya Omar penasaran.


"Nggak sih, malah apa yang dia jelaskan sangat bagus" ungkap Kevin.


"Jadi kenapa kamu kesal abuuuuu?" goda August.


"Kamu ya Jin iprit dari tadi godain aku terus" bentak Kevin.


"Hahahaha... habisnya wajah kamu itu lho gak enak banget di lihat. Hilang aura casanovanya" ledek August.


"Mantan... Si Abyasa itu yang play boy level rendah" ucap Kevin kesal.


"Maksud kamu?" tanya Omar.


"Tadi setelah dia pulang aku ngobrol sama Keysha. Aku tanya gimana pribadinya Si Cicak. Keysha muji-muji dia. Trus waktu aku bilang Si Cicak itu punya pacar eh Keysha bela. Katanya wanita yang selalu bersama Cicak itu sahabatnya. Karena kesal aku cerita sama Keysha kalau aku pernah lihat si Cicak sedang berpelukan dengan pacar sahabatnya saat pesta ulang tahun aku yang lalu. Keysha malah tidak percaya" ungkap Kevin kesal.


"Cicak?" tanya Omar.


"Iya Cicak, turunannya buaya. Karena dia play boy level rendah aku juluki dia Cicak" jawab Omar.


"Hahahah Abu... Abu.. kamu takut Keysha suka sama cicak itu?" tanya August.


"Ya iyalah Jin, mana ikhlas aku memberikan putri kesayanganku pada cicak seperti dia" jawab Kevin.


"Kamu jangan terlalu keras menjaga Keysha Vin, aku sudah sering ingatkan. Bisa-bisa tidak ada pria yang mau mendekati dia. Itu membuat jodohnya jauh" nasehat Omar.


"Mending gak punya jodoh dari pada dapat cicak" sambut Kevin.


"Yang aku lihat Abyasa adalah pemuda yang baik, jujur dan bertanggung jawab. Memang aku sempat terkejut tadi saat kamu katakan pernah melihat dia berpelukan dengan pacar sahabatnya di pesta ultah kamu kemarin. Tapi kita tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. Jangan asal nuduh, nanti bisa jadi fitnah" nasehat Omar.


"Gimana kalau kamu buktikan kalau omongan kamu itu benar? Biar kamu puas Bu?" tanya August.


"Gimana caranya Jin? Coba kamu terawang dulu kejadian saat aku ultah. Kamu kan Jin Iprit?" ledek Kevin.


"Sompret lu" umpat August.


"Kalian ini sudah tua masih saja begitu candaannya. Malu kalau dilihat anak-anak kita" Omar mengingatkan.


"Tumben kamu begok Vin. Itu karena rasa kesal kamu sudah menutupi fikiran kamu. Bahaya Vin.... Coba cek CCTV di gedung saat kejadian di malam itu" August memberi ide.


"Wah bagus banget ide kamu Jin. Itu hasil dari penerawangan kamu ya?" goda Kevin.


"Weish... makanya jangan marah-marah melulu bro" balas August.


"Aku akan cek cctv di gedung itu saat malam pesta ultahku. Akan aku tanyakan langsung pada petugas yang bertanggung jawab" ucap Kevin.


"Kalau seandainya apa yang kamu lihat kemarin salah gimana Vin?" tanya Omar.


"Ya gak ada masalah sih. Emangnya dia siapa aku" jawab Kevin.


"Apa kamu mau jodohin dia sama Keysha?" tanya Omar pura-pura.


"Belum aku fikirkan. Aku belum percaya sama cicak itu" jawab Kevin.


"Kalau dia tidak terbukti bersalah, jodohkan aja Vin sama Keysha. Dia menantu idaman zaman now. Sulit mendapatkan pemuda seperti itu zaman sekarang. Tampan, jabatan bagus, pintar dan juga berasal dari keluarga baik-baik. Aku kenal siapa orangtuanya, walau pernah sekali bertemu tapi yang aku dengar keluarganya baik. Papa Mamanya berasal dari Medan. Dan julukan mereka Raja Minyak dari Medan" ungkap Omar.


Kevin terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku belum percaya dengan apa yang kamu katakan, sebelum aku buktikan sendiri kejadian malam itu" tegas Kevin.


"Ya silahkan cek segera cctv di gedung itu. Kamu buktikan. Aku yakin dia pemuda yang baik. Bersiaplah menjadikannya target menantu di posisi teratas" goda August.


"Hah.. dasar Jin Iprit seperti gak ada kata-kata yang lebih baik lagi dari situ" ucap Kevin kesal.


"Jangan marah-marah bro nanti darah tinggi kamu kumat. Gak kebayang sang mantan casanova yang tampannya naudzubillah terbaring tak berdaya akibat stroke yang melanda. Bibir kamu petat petot Bu, hilang sudah ketampanan seorang casanova" goda August.


"Hei Jin Iprit jangan doain yang jelek-jelek donk" teriak Kevin.


August tertawa senang melihat wajah kesal Kevin.


"Udah cocok Bu. Abu dan Aby, serasi banget itu mertua dan menantu hahaha" goda August.


"Awas kamu ya ku kirim ke London baru tau rasa kamu. Biar kamu Jin Iprit masuk ke dalam lampu Aladin. Baru nyahok kamu di kurung sama Lampu Aladin selamanya di London gak pulang-pulang" ancam Kevin.


"Kamu mau tiap malam di datangi sama My Kunti hahaha" ledek August.


"Iiiih amit-amit deh, mana kuntimu cerewet banget. Sudahlah mendingan kamu di sini saja temani Aladin" oceh Kevin.


Omar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu bertengkar.


.


.


BERSAMBUNG