
Seminggu sudah berlalu, baik Ela dan Fajar sama - sama sibuk dengan urusan mereka masing - masing sehingga mereka belum sempat bertemu seminggu ini.
Fajar sibuk dengan persiapan pelantikannya sebagai CEO sedangkan Ela sibuk mengurus gaun pengantinnya beserta gaun keluarga dan sahabat - sahabatnya.
Keysha yang sedang hamil tidak diberikan beban berat sehingga Fajar dan Ryza yang bekerja lebih keras lagi. Begitu juga dengan Ela. Ditha juga sendang hamil, untung masih ada Sintia dan Catherine yang membantunya.
Hari minggu ini sebenarnya hari libur buat mereka tapi karena esok adalah hari pelantikan Fajar sebagai CEO terpaksa Fajar dan Ryza tetap masuk kantor.
Ela sudah mengetahui kesibukan Fajar karena Fajar sudah memberikan kabar kepadanya melalui pesan singkat dari hpnya. Dan juga Ela mendapat informasi dari Keysha apa aja kegiatan Fajar di kantor sehingga Ela tidak ingin menganggu Fajar bekerja di kantor.
Hari ini Keysha sengaja tidk diperbolehkan Fajar dan Ryza masuk. Mereka memberikan hari libur karena Keysha sedang hamil tetapi ada berkas yang harus di sampaikan kepada Keysha secara langsung.
Dengan senang hati Fajar yang mengantarkan berkas itu ke rumah orangtua Ela karena sejak hamil Keysha dan Aby kembali tinggal di rumah itu. Fajar sekalian ingin melepas rindu pada kekasih hatinya yang sudah seminggu ini tidak dia temui.
"Assalamu'alaikum" Fajar mengucap salam saat dia masuk ke rumah Aditya.
"Wa'alaikumsalam. Lho Fa kamu datang? Kok Ela gak ada ngabari ya. Biasanya tuh anak pasti ribut deh kalau kamu mau datang" ucap Alexa.
"Ela memang gak tau Ma kalau aku mau datang dan aku gak ada ngabari dia, sengaja mau buat kejutan" balas Fajar.
"Sebentar Mama panggil Ela dulu ya, sepertinya dia sama Keket lagi asik mayet di atas. Kejar tayang nyiapkan gaun dia" ujar Alexa.
"Iya Ma" jawab Fajar
Fajar duduk di ruang TV bersama Aditya.
"Gimana Fa persiapan pelantikan kamu besok?" tanya Aditya.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar Pa sejauh ini. Aku ke sini juga sekalian mau antar berkas pada Keysha untuk dia baca dan tanda tangani" jawab Fajar.
"Panjang umur tuh suaminya datang" ucap Aditya ketika melihat Aby turun dari lantai dua kamar mereka.
"Dah lama datang Fa?" tanya Aby.
"Belum, baru aja kok. Keysha sudah tidur By?" tanya Fajar.
"Belum masih tiduran sambil nonton TV di kamar" jawab Aby.
"Titip ini By, biar nanti di baca Keysha" Fajar mengerahkan berkas yang dia bawa dari kantor tadi.
"Oke, aku antar langsung aja deh ke kamar. Takut dia ketiduran, maklum kalau hamil muda gampang lelah dan mengantuk" balas Aby.
Aby naik kembali ke lantai dua mengantarkan berkas yang dibawa Fajar kepada istrinya di kamar.
Tak lama Ela turun dari atas.
"Kok kamu gak ngabari kalau mau datang?" tanya Ela terkejut.
"Sengaja El buat kejutan" jawab Fajar.
"Ke teras belakang aja yuk. Tinggal sebentar ya Pa" ucap Ela.
Ela dan Fajar jalan ke teras belakang dan mereka duduk di dekat kolam renang.
"Kamu sudah makan?" tanya Ela.
"Duh ademnya di perhatiin gini, rasanya lelahku bekerja seharian hilang. Jadi gak sabar pengen secepatnya menikah" goda Fajar.
"Ye ditanya lain jawabnya malah lain" ledek Ela.
"Sudah My Princess, tadi di kantor Ryza pesan online" jawab Fajar.
"Bagus. Sesibuk apapun jangan sampai lupa makan, entar sakit lho" nasehat Ela.
"Iya calon makmumku" jawab Fajar dengan lembut sambil tersenyum.
"Kenapa senyum - senyum?" tanya Ela penasaran.
"Tau gak El, lihat kamu gini rasanya pengen banget saat ini juga jabat tangan Papa kamu untuk ijab kabul" ungkap Fajar.
"Enak aja, dua minggu lagi" balas Ela
"Habis kamu ngangenin, apa lagi kasih perhatian gitu sama aku. Udah beneran kayak seorang istri"goda Fajar.
Blush... Pipi Ela memerah karena malu.
"Tuh kan makin gemesin pakai malu - malu meong gitu" goda Fajar.
"Ih gombal receh" elak Ela.
"Gak gombal, aku serius. Gak percaya? Aku ke depan ya ngajak Papa kamu ijab kabul" ancam Fajar.
"Eits... gak boleh. Dua minggu lagi udah fix" ucap Ela.
"Iya deh harus sabar..." jawab Fajar pura - pura sedih.
"El besok datang ke kantor ya pagi" pinta Fajar.
"Ngapain, bukannya kamu sibuk?" tanya Ela.
"Besok aku mau di lantik jadi CEO, aku mau sekalian kenalin kamu sebagai calon istriku" ucap Fajar.
"Harus ya? Aku malas banget datang ke acara resmi seperti itu. Kamu tau sendiri kan dulu waktu aku jadi Princess aku harus pakai topeng?" balas Ela.
"Kamu gak suka ya di kenal orang?" tanya Fajar.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Tapi kali ini harus kan El. Biar orang tau kalau kamu memang calon istriku. Kamu mau aku di ganggu orang karena di kira masih jomblo?" tanya Fajar.
"Emang bisa? Boleh di coba tuh biar penyakit kamu kumat" jawab Ela.
"Eh iya lupa, salah ya. Aku yang gak mau kamu di ganggu orang. Kalau besok semua orang tau kamu itu calon istriku pasti gak akan ada pria yang gangguin kamu lagi. Kamu adalah milikku" tegas Fajar.
"Belum Mas, masih ada dua minggu lagi. Sebelum janur kuning disco tuh di depan rumah aku masih milik umum" ucap Ela bangga.
"Ayo donk El datang besok ke kantor. Biar aku tambah semangat kerjanya. Kan aku kerja juga nanti untuk kamu dan anak - anak kita kelak" goda Fajar.
"Mmmmm..." Ela tampak sedang berfikir.
"Duh lamanya mikir doank, tinggal jawab yes" ucap Fajar
"Ya udah. Oke besok aku akan ke kantor kamu bareng Kak Keysha dan Kak Aby aja ya" jawab Ela akhirnya.
"Terimakasih My Princess" balas Fajar sambil tersenyum.
"Oh iya udah sampai mana gaun pernikahan kita?" tanya Fajar.
"Sudah 60% selesai. Dalam minggu ini harus selesai karena aku mau ngerjain gaun yang lainnya. Kan masih banyak gaun yang belum siap" jawab Ela.
"Jangan terlalu capek ya, kita kan mau nikah. Aku gak mau kamu kecapekan" ucap Fajar lembut.
"Iya, kan banyak yang bantuin aku" balas Ela.
"Kita honeymoonnya kemana? Dua minggu lagi sepertinya aku sudah tidak terlalu sibuk" ucap Fajar
"Kamu bisa atur honeymoon kita rahasia gak? Jangan sampai ada yang tau kita pergi ke mana" pinta Ela.
"Kamu takut diketahui sama yang lain?" tanya Fajar tersenyum.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Katanya gak takut di kerjain sama teman - teman kamu? salah sendiri kenapa selama ini usil" goda Fajar
"Bukan takut, aku cuma mau bebas aja perginya tanpa beban gitu" ucap Ela pura - pura.
Tapi Fajar sangat mengerti isi dalam hati calon istrinya itu. Pasti dia takut dikerjain teman - temannya. Fajar menarik nafas panjang.
"Oke deh aku janji honeymoon kita akan rahasia. Kamu pengen kita pergi ke mana?" tanya Fajar penasaran.
Ela mendekatkan tubuhnya ke arah telinga Fajar kemudian berbisik tepat di telinganya. Tiba - tiba...
"Ehm.. Ehm..." ucap seseorang dari belakang.
.
.
BERSAMBUNG