Find The KEY

Find The KEY
Ep. 254



Sesampainya di kamar rawat inap Ela.


"Gimana Mas?" ucap Ela yang sudah berhenti menangis tapi dia masih syok karena kehilangan anaknya.


"Dugaan semakin kuat yank si Lisa yang menculik Elfa" jawab Fajar


"Oh Ya Allah anakku... " Ela terlihat sangat sedih.


"Dasar wanita gila. Dia baru kehilangan anaknya dua bulan yang lalu karena dia jatuh sehingga pendarahan dan harus melahirkan prematur. Tapi anaknya tidak bisa bertahan" ungkap Aditya.


"Apa motif dia menculik anak kita Mas?" tanya Ela sambil kembali menangis.


"Masih belum bisa dipastikan yank, apakah dia memang ingin balas dendam pada kita atau dia memang gila ingin memiliki anak kita karena anaknya yang meninggal juga perempuan" jawab Fajar.


"Elfaaaa... dimana kamu naaaaak" tangis Ela.


"Sabar El, Fael dan Fela butuh kamu. Jangan sampai kamu sakit" ucap Jasmine.


"Iya sayang, kamu harus kuat" sambut Alexa.


"Ya sudah Ma kita siap - siap pulang" ucap Omar pada istrinya.


"Tidak Pa... Aku tidak mau. Aku mau menunggu Elfa di sini" isak Ela.


"Sayaaaang tempat paling aman saat ini adalah rumah kita. Kita tidak tau apakah Lisa sudah jauh atau masih berkeliaran di sekitar kita. Kamu lupa, saat menculik Elfa dia menyamar sebagai perawat. Aku takut dia berbuat nekat dan melakukan hal yang buruk lagi kepada anak kita yang lain. Aku tidak mau itu" ucap Fajar meyakinkan Ela.


"Kita pulang ya nak.. Di rumah juga kita tetap mencari info tentang Elfa. Kamu harus kuat, kita semua tidak akan tinggal diam. Papa sudah kabari Om Reza dan yang lainnya" ucap Aditya memberi semangat.


"Papa juga sudah kabari Kevin dan August" sambung Omar.


"Iya sayang, aku sudah kabari semua sahabat kita. Mereka semua menunggu kita di rumah. Nanti setelah sampai rumah kita akan bahas langkah kita selanjutnya" bujuk Fajar.


"Ya sudah Mas, ayo kita pulang secepatnya. Aku ingin kita segera menyusun rencana untuk menemukan putri kita. Aku harus menemukan Elfa secepat, kasihan dia" entah datang dari mana, Ela seperti mendapat semangat untuk segera menemukan anaknya.


"Ayo sayang kita pulang" Fajar memapah istrinya keluar dari ruangan dan segera menuju loby rumah sakit.


Mobil langsung menjemput mereka di depan pintu masuk rumah sakit. Fajar sudah menyuruh supirnya untuk membawa mobil mereka. Sedankan ke dua bayi kembarnya masing-masing di gendong oleh Mama dan Mama mertuanya. Mereka naik ke mobil masing-masing dengan supir yang sudah siaga menunggu mereka keluar dari rumah sakit.


Sesampainya di rumah keluarga Omar Barrakh Ela disambut haru oleh Oma Zahra dan Oma Sena. Ela kembali menangis mengingat putri bungsunya yang sampai sekarang tidak tau dimana keberadaannya.


"Kamu sabar ya sayang, Oma yakin Elfa cicit Oma pasti akan di temukan" hibur Oma Zahra.


"Iya sayang, kamu harus kuat. Ada dua anak kamu yang lain yang membutuhkan kamu. Jangan sampai kamu sakit, kasihan Fael dan Elfa. Mereka sangat butuh kamu sayang" sambut Oma Sena.


"Iya Oma" jawab Ela.


Tak lama bergantian Sheila, Mitha, Sisil, Sintia, Lidya dan Oryza memeluk dan menghibur Ela. Setelah itu baru para sahabatnya.


"Aku tidak menduga Lisa bisa segila itu" ucap Dimas.


"Raf kamu sudah selidiki ke rumah Lisa, apakah dia ada di rumah orangtuanya?" tanya Reza kepada Rafa mengingat Rafa sempat berpacaran selama enam tahun dengan Lisa dan sempat dekat dengan kedua orangtua Lisa.


"Aku sudah menyuruh orangku untuk menyelidiki ke rumah Lisa Pa tapi sepertinya Lisa tidak ada di rumah" jawab Rafa.


"Bagaimana kalau kita langsung ke sana?" tanya Reza tak sabar.


"Iya Za, kamu kan sudah kenal dekat dengan orangtua Lisa. Mungkin kalau kita bicarakan secara baik - baik mereka mau bekerjasama mencari keberadaan Lisa" sambut Sandy.


"Bagaimana Dit?" tanya Reza.


"Boleh juga itu" Jawab Aditya.


"Bagaimana informan kamu Vin?" tanya Omar.


"Menurut informasi yang aku dapat sejak menikah dia memang jarang tinggal di rumah orangtuanya" sambung August.


"Jadi dia tinggal dimana? Apa kalian sudah mendapatkan alamat dia yang baru?" tanya Omar lagi.


"Itu dia yang belum. Karena Lisa suka berpindah-pindah, dan lebih sering tinggal di hotel tapi satu yang aku curigai. Ada satu apartemen yang sering dia kunjungi. Menurut informasi Rudy lah pemilik apartemen itu" jawab August.


"Bisa di cek ke apartemen itu?" desak Omar.


"Bisa, orang kita sedang melacak dan mengadakan pendekatan dengan pihak pengelola apartemen tersebut" balas August.


"Seingatku orangtua Lisa juga punya villa di Bogor Fa, itu bisa kita jadikan target juga. Siapa tau dia melarikan diri keluar kota Jakarta" ucap Rafa.


"Simpan semua informasi rumah yang mungkin dia singgahi" perintah Fajar.


"Akan kami catat dan selidiki semuanya Fa" tegas Ryza.


"Ya Tuhan, mengapa dia menjadi segila ini?" ucap Lidya.


"Syukurlah Rafa gak jadi menikah dengannya. Ternyata dia benar-benar iblis" sambut Sisil.


"Anakku Ma, kasihan sekali dia. Minum apa dia Maaaa" ucap Ela sambil menangis.


"Tenang sayang, secepatnya kita akan mencarinya" jawab Jasmine.


"Sebaiknya kita segera berpencar. Reza ke rumah orangtua Lisa. Kita ke apartemen yang kamu katakan tadi Gus sedangkan kalian berpencar ke beberapa hotel yang sering di datangi Lisa. Aku rasa Lisa belum keluar dari Jakarta" perintah Omar.


"Iya benar, kita harus gerak cepat sebelum dia pergi terlalu jauh" sambut Aditya.


"Ayo kita bergerak" Ucap Fajar.


"Para wanita di sini saja ya tunggu kabar dari kami sekalian kalian hibur Ela. Kalau rame kan setidaknya dia tidak terlalu sedih" ujar Oma Zahra.


"Iya Oma" jawab para wanita.


Sesuai pembagian, Aditya dan teman-temannya pergi ke rumah orangtua Lisa. Omar, Kevin dan August ke apartemen Rudy sedangkan Fajar berpencar ke beberapa hotel yang sering di singgahi Lisa.


Fajar membagi teman-temannya menjadi dua tim. Dia bersama Ryza sedangkan Aby bersama dan Reza.


Mereka keluar masuk hotel yang sering di datangi Lisa sesuai informasi yang di dapatkan August tapi hari ini tak satupun hotel yang ada di dalam daftar di datangi Lisa. Bahkan seminggu terakhir ini tidak ada nama Lisa dalam daftar tamu di hotel tersebut.


Sedangkan Aditya sudah sampai di rumah orangtua Lisa.


"Assalamu'alaikum" ucap Reza ketika bertamu di rumah orangtua Lisa.


"Wa'alaikumsalam. Reza? Sudah lama kita tidak bertemu, ada keperluan apa kalian datang kemari?" tanya Papa Lisa.


"Begini Farhan kedatangan kami ke sini adalah untuk mencari Lisa. Apakah Lisa ada di rumah?" tanya Reza tanpa basa basi.


"Lisa? Ada apa kalian mencari Lisa?" tanya Papa Lisa terkejut.


"Begini ya, karena ini sangat penting aku langsung pada intinya saja. Ela anaknya Aditya baru saja melahirkan tiga hari yang lalu. Dia melahirkan bayi kembar tiga. Dan pagi ini saat mereka hendak pulang ke rumah terjadi sesuatu yang buruk. Salah satu putrinya di culik dan penculiknya adalah Lisa " ungkap Reza.


"Apa? Tidak mungkin...... "


.


.


BERSAMBUNG