Find The KEY

Find The KEY
Ep. 210



Beberapa hari berlalu sejak honeymoon Rafa dan Catherine. Mereka kembali ke rutinitas seperti biasanya.


Kini Rafa dan Catherine sudah tinggal di sebuah apartemen milik mereka hadiah dari Mr dan Mrs. Wolter yang bekerjasama dengan Reza dan Lidya.


Sebelum kepulangan Mr dan Mrs. Wolter ke London mereka sempat mengutarakan maksud mereka kepada kedua orangtua Rafa.


Reza dan Lidya menyambut hangat keinginan kedua orangtua Catherine. Mereka sepakat untuk membelikan anak mereka sebuah apartemen mewah di tengah Kota Jakarta. Letaknya sangat strategis tak jauh dari ADS Corp dan ADS Butik.


Setelah pulang dari honeymoon Rafa dan Catherine dikejutkan dengan hadiah pernikahan istimewa dari kedua orangtua mereka.


Akhir pekan setelah mereka kembali dari honeymoon mereka Rafa dan Catherine pindah ke apartemen mereka dibantu oleh para sahabat mereka yang lain.


Dihari yang sama Ryza dan Sintia juga pulang ke Indonesia. Dari Bandara mereka langsung meluncur menuju apartemen Rafa dan Catherine sesuai dari intruksi teman - teman mereka di pesan group.


"Assalamu'alaikum... " sapa Ryza dan Sintia ketika masuk ke apartemen Catherine dan Rafa.


"Wa'alaikumsalam" jawab teman - temannya.


"Eh pengantin telat honeymoon udah pulang. Mana oleh-oleh untuk kami" tagih Ela.


"Baru juga sampai udah di tagih oleh - oleh" Jawab Sintia.


"Aku udah ngences nih pengen makan permen yang aku pesan" balas Ela.


"Nih permen permintaan kamu" Ryza menyerahkan beberapa bungkusan yang berisi oleh - oleh untuk teman - temannya yang wanita.


"Ini untuk kalian" Ryza memberikan bingkisan untuk para sahabatnya laki - laki.


"Apa ini?" tanya Disil.


"Buka saja sendiri" jawab Ryza.


Disil membuka bingkisan yang diberi Ryza, mereka melihat ada beberapa barang antik yang dibawa Ryza dari London.



"Lampu ajaib?" tanya Aby.


"Yup, awalnya aku mau kasi Fajar karena dia adalah si Lampu Aladin. Tapi aku takut kalian minta juga jadi sekalian aja aku beli untuk kalian" ungkap Ryza.


"Aku yang biru, karena My Cat suka warna biru" Rafa mengambil lampu yang berwarna biru.


"Mas kita yang pink" teriak Ela.


Fajar segera meraih lampu berwarna pink.


"Kita warna apa sayang?" tanya Aby pada Keysha.


"Putih Mas" jawab Keysha.


Aby segera meraih lampu berwarna putih.


"Yah gak adil, aku yang buka duluan kok malah aku yang pilih terakhir?" protes Disil.


"Siapa suruh kamu slow motion.. Garcep bro.. hare gene lambat ya di embat" sambut Aby.


"Gak apa Mas, hijau juga cantik kok. Aku suka" ucap Ditha.


"Sini Mas, aku letak di sini aja ya. Pasti cantik" Catherine meraih lampu ajaib berwarna biru dan meletakkannya di lemari dekat TV.


"Iya yank bagus" jawab Rafa.


"Melihat ini aku jadi pengen sesuatu" ucap Ela.


"Apa yank? kamu pengen apa?" tanya Fajar.


"Sini donk kamu biar aku bisikin. Aku gak yakin yang lain mau dengar atau nggak" pinta Ela.


Fajar mendekati istrinya dan meletakkan wajahnya kedekat istrinya. Ela membisikkan sesuatu ke telinga Fajar.


"Nggak yank, aku gak mau" tolak Fajar ketika mendengar permintaan suaminya.


"Yaaaah sayaaaang aku pengen lihatnya" wajah Ela memelas.


"Mohon maaf sayang.. permintaan kamu itu bukan mainan. Aku gak setuju dan tidak akan mengabulkannya" elak Fajar.


"Emangnya si Sableng ini minta apa Fa?" tanya Aby penasaran.


"Ya biasa permintaan yang nggak - nggak dan aneh" jawab Fajar.


"Emang apa El?" tanya Disil curiga.


"Jangan pernah kamu ucapkan itu pada siapapun" larang Fajar.


Ela tidak berani melanggar peringatan dari suaminya.


"Sayaaaaaaaang" ucap Ela dengan wajah memelas.


"Nggak yank, aku gak mau ngabulin permintaan kamu itu. Yang lain aja ya. Yang lain aku pastikan akan memenuhinya apapun itu asal jangan permintaan kamu yang tadi" tegas Fajar.


Ela terlihat sedikit kesal.


"Kamu harus dengan ucapan suami kamu dek. Dia kan sudah menjadi imam kamu. Jadi semua perkataannya wajib kamu ikuti dan tidak boleh kamu bantah" ucap Aby.


"Iya kak" jawab Ela dengan wajah muram.


"Kalau begitu kami pulang dulu ya guys, masih capek perjalanan jauh. Kami pulang istirahat, besok mau balik kerja" ucap Ryza.


"Iya gak apa - apa. Udah selesai kok" jawab Rafa.


"Maaf ya Ket kami gak bisa lama - lama" sambung Sintia.


"Gak apa - apa Sin, kami ngerti kok" balas Catherine.


"Kami duluan ya Key, Ela" ucap Sintia.


"Oke hati - hati ya Sin" balas Keysha.


"Daah Sintia" sambung Ela.


Ryza dan Sintia keluar dari gedung apartemen Raket. Mereka segera masuk ke dalam mobil dan meluncur menuju apartemen mereka agar bisa segera istirahat.


"Mas kita pulang juga yuk" ajak Ela.


"Kalau gitu kami sekalian juga ya" ucap Keysha.


"Terimakasih ya.. " ucap Catherine.


Fajar - Ela, Keysha - Aby juga berpamitan dari rumah Raket. Mereka kembali ke rumah masing-masing.


Di mobil Fajar kembali memikirkan permintaan Ela tadi saat mereka masih di rumah Rafa dan Catherine.


"Yank maaf ya aku tidak bisa memenuhi permintaan kamu yang tadi" ucap Fajar.


"Tapi Mas... " ucap Ela.


"Yank tolong pleaseee... permintaan kamu itu bukan mainan yank, mereka orangtua kita. Sulit sekali memenuhinya. Aku takut mereka tersinggung" ungkap Fajar.


"Tapi kita kan belum tau Mas, bisa saja mereka mau memenuhi permintaan aku. Bukan.. ini permintaan anak kita Mas" ucap Ela sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.


Ela terlihat sedih, matanya mulai berkaca - kaca. Sejak hamil entah mengapa perasaannya sering jungkir balik. Menjadi lebih mellow.


Tak lama mobil mereka memasuki area pekarangan rumah keluarga Barrakh. Ela turun dari mobil dengan wajah sedih dan itu dapat di lihat jelas oleh Omar dan Jasmine.


Mereka heran melihat tingkah anak dan menantunya. Apakah mereka baru saja bertengkar? Fikir Omar dan Jasmine.


"Assalamu'alaikum Ma" ucap Ela dan Fajar.


"Wa'alaikumsalam sayang" jawab Jasmine.


"Ada apa dengan kalian? Mengapa wajah menantuku murung Fa?" tanya Omar.


"Ela ngidam yang nggak - nggak Pa" jawab Fajar.


"Ngidam itu memang sering gak masuk akal nak, harusnya kamu mengerti itu. Dulu waktu Mama kamu hamil juga begitu apalagi saat hamilin kamu, suka minta yang aneh dan macam - macam" ungkap Omar.


"Tapi permintaannya ini sangat mustahil Pa" balas Fajar.


"Emangnya kamu mau minta apa El?" tanya Omar.


"Mmmm... anu Pa. Papa jangan marah ya" jawab Ela takut.


"Kenapa Papa yang marah?" tanya Omar penasaran.


"Aaa.. anu tadi kan Ryza bawa oleh - oleh untuk Mas Fajar. Oleh - olehnya adalah lampu ajaib jadi Ela ngidamnya itu.. mmm.. Ela pengen lihat Papa pakai baju Aladin, Om August pakai baju Jin dan Om Kevin pakai bajunya si Abu" ucap Ela pelan karena takut.


"APAAAAAA????? "


.


.


BERSAMBUNG