Find The KEY

Find The KEY
Ep. 117



Ela menceritakan bagaimana awalnya dia menjadi designer hingga sampai dia terkenal seperti sekarang ini kepada teman - temannya.


"Nah begitulah ceritanya teman - teman. Intinya aku ingin hidup bebas, tidak mau terganggu karena popularitasku sebagai designer. Dengan begitu aku bisa santai menikmati hidup, jalan - jalan, belanja, melukis, semua bisa dengan tenang aku jalani di London" ungkap Ela.


"Hebat kamu El, walaupun kamu sudah terkenal tetapi kamu tetap rendah hati. Kamu memang sahabat terbaik kami" ucap Ditha sambil memeluk Ela.


"Betul... betul.. betul.." sambung Sintia juga ikut memeluk Ela.


"Tapi mengapa kamu memakai nama Princess El?" tanya Rafa.


"Aku ambil dari nama tengah aku Raf, Putri yang artinya Princess" jawab Ela.


"Iya ya benar benar..." ucap Ditha dan Sintia bersamaan.


Rafa terus menatap kagum kepada Ela tapi sudut hatinya yang lain ada perasaan takut dan tidak percaya diri.


Bagaimanapun aku adalah masa lalu dalam hidupnya. Mengapa aku merasa kecil di hadapannya ya, dia yang sudah menggengam dunia apakah pantas bersanding dengan aku yang bukan siapa - siapa. Hanya asisten pribadi kakaknya di perusahaan orangtuanya. Batin Rafa.


"Ada apa nih rame - rame pada ngumpul, tumben. Ngumpulnya berenam lagi, Aby istri kamu mana?" tanya Alexa penasaran. Di belakangnya ada Aditya yang juga ikut naik karena penasaran suara di lantai dua begitu riuh.


"Keysha di kantornya Ma" jawab Aby.


"Tante... Tante pasti akan terkejut kalau aku ceritain sesuatu yang spektakuler tentang anak tante yang nakal itu" ucap Disil mendekati Alexa.


"Siapa, Ela?" tanya Alexa bingung.


"Iya Tante. Om dan Tante duduk dulu biar aku tunjukkan sesuatu" pinta Disil.


Alexa dan Aditya duduk di sofa sementara yang lain mengalah duduk di karpet. Disil kembali meraih hpnya dan mencari data tentang Princess. Setelah itu menunjukkannya kepada Alexa dan Aditya.


Aditya dan Alexa membaca semua berita tentang Princess.


"Apa maksudnya ini, siapa Princess?" tanya Aditya tidak mengerti.


"Tuh Pa, anak Papa yang nakal itu" jawab Aby.


"Ariella?" tanya Aditya penasaran.


"Yup, tepat sekali Om" sambut Disil.


"Princess ini kamu sayang?" tanya Alexa lemah lembut.


"Iya Ma. Maaf Pa, Ma teman - teman semua. Aku merahasiakannya pada kalian" Ela tertunduk merasa bersalah dan menyesal.


"Pantesan kamu sulit sekali diminta untuk pulang ke Indonesia selama enam tahun ini ya nak, ternyata kamu mengukir prestasi secemerlang ini di sana" ucap Alexa sembari matanya berkaca - kaca.


"Maaf Ma" Ela melangkah ke arah Mamanya dan memeluknya.


"Mama bangga sekali sama kamu sayang. Ternyata anak Mama gadis yang hebat. Tapi mengapa kamu menutupinya pada kami" Alexa meneluk putrinya penuh kasih sayang.


"Aku hanya ingin kehidupan pribadiku tidak di usik. Saat aku terkenal tentu nanti informasi kalian juga akan di cari - cari. Kehidupan kita akan terganggu. Aku ingin bebas Ma, menjalani kehidupan seperti yang aku suka. Tidak ada yang bisa mengganggu aku dan kalian semua. Oleh sebab itu aku merahasiakan semua ini" ungkap Ela.


"Papa dan Mama tidak marah kepada kamu. Papa yakin kamu sudah berfikiran jauh. Buktinya kamu juga memikirkan kehidupan kami. Kamu tidak mau kehidupan kami terusik karena kamu terkenal di sana. Papa mengerti sayang" ungkap Aditya.


"Terimakasih Pa, Ma" ucap Ela.


"Sama - sama sayang" Ela dan Alexa saling berpelukan.


"Sudah - sudah, pada baper semua. Yuk kita pesta lagi merayakan keberhasilan Princess menembus fashion dunia" Disil teriak dengan semangat.


"Yeaaaay horeeew" sambung Sintia.


Mereka melahap pizza yang tadi mereka beli sebelum sampai di rumah Aby dan Ela.


Sementara di Barrakh Corp.


"Jadi bagaimana Fa, kamu sudah menemukan Princess kamu kan? Sekarang Papa tagih janji kamu" ucap Omar.


"Iya, setelah ini aku akan penuhi janjiku pada Papa. Aku akan menggantikan Papa untuk mengurus Perusahaan ini. Terimakasih Pa, aku yakin pertemuan aku dan Princess maksud aku Ela tadi ada campur tangan Papa, Om Kevin dan Om August kan? Kalau tidak mengapa kalian bisa ada di sana?" tebak Fajar.


"Iya, habis Papa kesal sama kamu. Sudah sejak awal Papa katakan antimo kamu adalah Ela tapi kamu tetap saja ngeyel, terus mencari Princess yang ada di depan mata kamu. Harusnya kamu itu selidiki dulu si Ela pasti kamu akan menemukan jawabannya. Dia kuliah dimana, tinggal dimana dan apa kerjaannya. Kamu ini sangat lamban sekali jadi laki - laki" ejek Omar.


"Maaf Pa, karena Ela sangat berbeda dengan Princess. Princess itu anggun dan feminim Pa, jauh banget dengan Ela yang tomboy seperti laki - laki. Aku sampai tertipu dengan penampilannya" ungkap Fajar.


"Itu namanya profesional Fa, tuntutan pekerjaan. Saat dia menjadi seorang designer apalagi designer terkenal dia harus totalitas. Tampil dengan sangat anggun dan memukau, kalau tidak ya gak laku lah baju - baju rancangannya. Nah diluar pekerjaannya dia menjadi diri sendiri. Gadis yang ceria, jujur, blak - blakan tanpa pernah malu - malu. Kalau suka dia bilang suka, kalau nggak ya dia tolak. Tidak munafik dan plin plan" ucap Omar.


"Benar kata Papa. Dia tidak pernah berbohong, apa yang ada di dalam hatinya tidak pernah di simpan - simpan, semua keluar saja seperti itu. Walau kesannya dia kasar tapi aslinya baik dan setia kawan" puji Fajar.


"Nah baru ngaku kamu sekarang. Dulu selalu menolak pesona si Ela. Malah nyebut dia wanita jadi - jadian. Rasain sekarang kena karma. Lamaran kamu di tolak mentah - mentah" goda Omar.


"Tenang Pa, Papa kayak gak kenal aku aja. Kalau Fajar sudah putuskan kejar... InsyaAllah akan Fajar dapatkan Pa. Dengan beribu cara akan Fajar lakukan. Bila perlu pakai kekuatan Om Jin untuk menyulap hati Ela hehehe" ucap Fajar.


"Enak saja pakai kekuatan Om, sudah cukup Om direpotkan sama Papa kamu dulu waktu ngejar Mama kamu. Om mau pensiun jadi Jin. Capek" balas August yang datang tiba - tiba dari luar.


"Eh Om Jin dengar rupanya. Kalau gitu aku minta bantuan si Tuyul aja deh buat curi hati My Princess" jawab Fajar


"Noh Din, anakmu udah mulai bucin. Dulu aja dikasih clue dia antimo kamu kagak konek - konek. Sampai kita bela - belain ngejebak mereka di dalam lift. Tetap juga masih gak ngeeeh" oceh Kevin yang datang bersamaan dengan August.


"Jadi bener kan, ternyata kalian bertiga yang jebak aku dan Ela di dalam lift. iih tega banget kalian. Benar kata Mama Trio Ambisi kalau sudah menjalankan misi pasti gila. Ntar aku aduin ke Mama ya Papa dan Om - om sekalian, biar di hajar pakai rendang Mama baru tau rasa" ucap Fajar kesal.


"Hehehe... sorry Fa, semua kami lakukan demi kamu. Agar kamu sadar kalau Ela itu adalah antimo kamu. Kirain langsung sadar rupanya begok. Din... Din... anakmu begok banget ngenalin kekasih hatinya sama kayak kamu dulu waktu mau nikah sama Jasmine" ledek Kevin.


"Dasar abu...." Omar dan Fajar sama - sama melemparkan bantal sofa ke arah Kevin.


.


.


BERSAMBUNG