Find The KEY

Find The KEY
Ep. 316



Kehamilan Keysha dan Catherine sudah memasuki usia lima bulan. Kehamilan yang mereka sebut kehamilan manja karena selama hamil baik Keysha ataupun Catherine tidak boleh banyak - banyak bergerak.


Setiap mereka mau melakukan sesuatu selalu di larang oleh keluarga dan teman-temannya.


"Key kita foto maternity yuk seperti kehamilan kita yang pertama" ajak Catherine saat mereka sedang jalan santai di taman komplek.


"Boleh Ket, kali ini apa temanya?" tanya Keysha.


"Belum tau, kamu ada ide?" tanya Catherine.


"Mmmm.... saat ini aku belum punya ide. Kita fikirkan aja beberapa hari ini idenya. Nanti kalau sudah baru kita bicarakan dengan Elfa, aku rasanya dia mau membantu kita" jawab Keysha.


"Oke.. oke.. " balas Catherine.


Dulu waktu Sintia dan Ditha hamil mereka memakai tema yang sedikit maskulin karena anak mereka laki- laki. Sintia memakai pakaian berkuda sedangkan Ditha memakai baju pembalap.


Siapa lagi yang punya ide aneh seperti itu kalau bukan Ela. Ada saja ide yang nyangkut di kepalanya dan anehnya memang semuanya sangat keren.


Hasilnya Sintia dan Ditha sangat keren berfoto dengan tema seperti itu.


"Key dulu kan Sintia dan Ditha yang kasih ide si Ela. Gimana kalau kita tanya Ela juga" usul Catherine.


"Iya ya.. tapi tunggu setelah hasil pemeriksaan dokter aja Ket. Biar kita tahu apa jenis kelamin anak kita yang ada di dalam perut ini" Keysha mengelus lembut perutnya.


"Iya ya, besok kan jadwal kita ke dokter kandungan. Setelah itu baru kita bilang ke Ela. Trus suruh dia yang memikirkannya. Kita mah terima bersih saja" ucap Catherine.


"Hahaha.... benar kamu" sambut Keysha.


Ke esokan harinya tibalah waktu kunjungan Keysha dan Catherine ke dokter kandungan.


Shaby dan Fathir selalu antusias minta ikut setiap orangtua mereka ke Dokter. Mereka ingin melihat adik mereka yang ada di dalam perut Mamanya.


"Fath malam kamu ikut? Mommy dan Daddy mau ke dokter kandungan" ajak Rafa.


"Ikuuuut, aku mau lihat adik bayi sekaligus mau tanya Dokter apakah Mommy dan adikku baik - baik saja" jawab Fathir.


"Kamu tenang saja sayang, Mommy dan adik kamu pasti akan baik - baik saja" ucap Lidya lembut kepada cucunya saat mereka sedang sarapan pagi bersama.


"Sudah berapa bulan usia kehamilan kamu?" tanya Reza.


"Sudah lima bulan Pa" jawab Catherine.


"Kalian harus lebih berhati - hati ya, sudah semakin dekat dengan waktu lahiran" ujar Reza.


"Maaaas jangan nakut - nakuti ah" potong Lidya.


"Lho Mas bukan mau menakut-nakuti sayang. Mas hanya menyuruh mereka bersiap terhadap suatu hal yang mungkin saja terjadi. Sembari kita juga tak berhenti bedoa semoga semuanya baik - baik saja" jawab Reza.


"Iya Pa, InsyaAllah kami sudah siap apapun yang terjadi" tegas Rafa.


Sore harinya Aby sengaja pulang cepat karena hari ini jadwal Keysha ke Dokter kandungan. Jam lima sore mereka sudah berangkat karena takut macet di jalan.


Mereka shalat maghribsi mesjid yang mereka temui di tengah jalan setelah itu baru melanjutkan perjalanan. Jam tujuh malam mereka sudah sampai di praktek Dokter Kandungan.


Ternyata di dalam sudah menunggu Rafa bersama istri dan anaknya juga. Mereka juga baru sampai lima menit sebelum keluarga Aby.


"Ibu Keysha Barrakh" panggil perawat.


"Kami duluan ya" ucap Keysha.


"Oke" jawab Catherine.


Keysha, Aby dan Shaby masuk bersama - sama.


"Selamat malam Ibu Keysha... wah.. si Kakak selalu ikut ya menemani Mamanya" sapa Dokter ramah.


"Iya Dok, dia pengen lihat adek twinsnya. Katanya hari ini dia mau tau adik-adiknya ini laki - laki atau perempuan" jawab Keysha.


"Hahaha... udah gak sabar ya Kaaak.. pengen cepat - cepat tau jenis kelamin adiknya" balas Dokter.


Shaby hanya tersenyum malu kepada Dokter.


"Silahkan berbaring Bu" perintah Dokter.


Setelah perawat mengolesi perut Keysha dengan gel, Dokter langsung memeriksa kandungan Keysha.


Dokter tersenyum penuh arti ke pada keluarga Aby.


"Sepertinya keinginan Kakaknya terkabul ya. Baby twinsnya perempuan" jawab Dokter.


"Benarkah Dokter?" tanya Shaby tak percaya.


"Iya, kamu akan mendapat dua adik perempuan yang cantik - cantik" jawab Sang Dokter.


"Yeaaaay... aku sama seperti Fael punya dua adik perempuan" teriak Shaby senang.


"Bagaimana kondisi dua anak saya Dok?" tanya Aby.


"Alhamdulillah dua - duanya sehat dan aktif Pak. Ibu ada keluhan gak?" tanya Dokter.


"Saya hanya lebih mudah letih dari kehamilan pertama dulu Dok" ucap Keysha.


"Wajar Bu, usia Ibu kan tak semuda dulu di tambah juga Ibu hamil bayi kembar pasti lebih menguras tenaga" jawab Dokter.


"Iya Dok" balas Keysha.


"Ini resep vitaminnya ya Bu" Dokter memberikan resep obat yang harus mereka tebus.


Setelah Itu Keysha, Aby dan Shaby keluar dari ruangan praktek dokter.


"Alhamdulillah Key, sesuai keinginan" ucap Keysha melirik ke arah Catherine


"Semoga aku juga sama ya, biar kira bisa satu tema" jawab Catherine.


.


"Aamiin... " balas Keysha.


"Ibu Catherine Wolter" panggil Perawat.


Rafa dan keluarga kecil ya masuk ke dalam ruang praktek Dokternya.


"Waah Kakak yang satu ini ikut juga. Gak mau kalah sama Shaby" goda Dokter yang sudah kenal mereka semua karena dia adalah Dokter kandungan F3STER saat kehamilan jamaah mereka pertama kali.


"Fathir mau lihat Mommy di periksa" jawab Fathir.


"Duuuh sang penjaga Mommy, takut ya Mommy kenapa - kenapa?" Dokter terus saja menggoda Fathir peranakan bule yang ganteng.


"Iya Dok protec banget sama Mommynya. Dia yang lebih cerewet dirumah. Mommynya gak boleh kerja apapun. Kalau mau minta ambilin sesuatu laporkan semua sama Fathir" jawab Rafa.


"Mau jadi Kakak siaga ya sayaang" puji Dokter sambil mengelus puncak kepala Fathir dengan lembut.


"Mari Bu Catherine kita periksa kondisi fisik Ibu dan bayinya" dengan bantuan perawat Dokter memeriksa tensi Catherine.


"Tekanan darah Ibu stabil dan normal. Di pertahankan ya Bu. Pola makannya masih teratur kan?" tanya Dokter.


"Teratur donk Dok, ada dokter kecil di rumah" jawab Catherine sambil melirik putranya.


"Hahaha... sayang banget sama Mamanya ya" Dokter kembali tersenyum kepada Fathir.


Perawat mengoleskan gel ke perut Catherine kemudian Dokter memeriksa keadaan kandungan Catherine


"Bagus... semuanya baik, bayinya sehat" ucap Dokter sambil menatap layar monitor.


"Sudah bisa lihat babynya Dok?" tanya Catherine tak sabar.


"Sebentar ya Bu" Dokter memutar alat diatas perut Catherine yang sudah diolesi gel seperti mencari posisi yang pas.


"Haaa... sudah ini, kelihatan jelas. Maunya apa? Ayo... Kakak Fathir mau punya adik perempuan atau laki-laki?" tanya Dokter ramah.


"Mau perempuan seperti Fael dan Shaby" jawab Fathir polos.


"Waaaah sayaaaaang" ucap Dokter.


"Wajah Fathir terlihat kecewa


" Sayaaaang ternyata keinginan Fathir terkabul. Adiknya perempuan " sambung Dokter.


"Yeeeeees..... " ucap Fathir.


"Kok cuma Yes doank sayang. Ucap Alhamdulillah donk" ujar Rafa.


"Alhamdulillah.... " sambung Fathir.


Setelah dokter memberikan obat pengontrol tekanan darah untuk Catherine dan memberikan beberapa Vitamin untuk Catherine. Mereka akhirnya keluar dengan perasaan lega.


"Gimana Fath?" tanya Shaby tak sabar.


"Kita sama Shab.. adikku juga perempuaaan" jawab Fathir.


"Alhamdulillah.... " sambut Keysha dan Aby.


Mereka bahagia mendapat kabar menggembirakan bagi keluarga kecil mereka.


.


.


BERSAMBUNG