
Hp Aby berbunyi tanda seseorang sedang menghubunginya.
"Assalamu'alaikum Key?" sapa Aby memulai pembicaraan.
"Aku lagi di apartemen Disil dan Ditha bantuin mereka pindahan. Kamu dimana sepertinya lagi di luar?" tanya Aby.
"Apa lagi jalan sama Ryza? Dekat tuh dari sini. Ya udah main aja ke sini sekalian bantuin kami pindahan biar nanti kalau kita pindahan mereka berhutang budi pada kita jadi mereka ikutan bantuin kita juga pindahan" ucap Aby.
Disil melemparkan sesuatu ke arah Aby ketika mendengar Aby bicara seperti itu.
"Oke aku shareloc ya ke kamu alamatnya. Daaah.. hati-hati" sambung Aby kemudian menutup teleponnya.
Setelah itu Aby mengirimkan lokasi apartemen Disil.
"Mereka mau kemari By?" tanya Rafa.
"Iya katanya tadi lagi cari sesuatu ditemani Ryza ketepatan dekat dari sini jadi aku suruh mampir" jawab Aby.
"Ooo" jawab Rafa.
"Siapa yang mau mampir kak?" tanya Ela yang tiba-tiba keluar dari kamar pengantin baru. Diikuti Ditha dan Sintia di belakangnya.
"Keysha dan Ryza" jawab Aby.
"Waaah babang tamfannya Sintia datang. Cuit... cuit... ada yang berdebar karena mau di lamar romantis" goda Ela.
"Apa? Sintia udah dilamar?" tanya Disil semangat.
"Masih lamar alakadarnya Bambang, sebentar lagi tanggal mainnya. Tunggu aja berita panasnya" potong Ela.
"Ada ya lamar alakadarnya?" tanya Disil bingung.
"Maksudnya yank, Ryza baru ngungkapin perasaannya aja dulu sama Sintia tapi janji dalam waktu dekat dia akan melamar Sinti" Ditha menjelaskan pada suaminya.
"Oooh gitu. Kamu sih El ceritanya abstrak gitu" celetuk Disil.
Ela tersenyum karena telah membuat Disil bingung.
"Eh berarti akan ada pernikahan berantai nih? Habis kami sambung Aby trus Sintia. Nah siapa selanjutnya diantara kalian?" tanya Disil pada Ela dan Rafa.
"Rafa aja dulu, aku masih mau nyari Pak Lek biar bisa jadi Bu Lek" potong Ela.
"Dengar Raf, Ela nyuruh kamu yang nyusul dulua. Dia mau jadi penutup sebagai ketua Geng" ucap Disil.
"Betul itu, aku selaku ketua Geng menunggu kalian nikah duluan baru aku bisa nikah dengan tenang. Seperti nakhoda kalau kapalnya karam kan dia harus pastikan keselamatan penumpang dan anak buahnya dulu baru dia berfikir untuk selamat" oceh Ela.
"Huuu.. sok pahlawan lu" ledek Disil.
Ting.. tong...
"Haaa siapa tuh?" tanya Ela terkejut.
"Ye.. biasa aja lu El, kayak nenek - nenek suka latah. Ya orang datang lah, emangnya hantu" jawab Disil.
Yang lain ketawa melihat tingkah dua anak ini yang tak pernah aku. Disil berjalan menuju pintu dan membukakannya untuk Ryza dan Keysha.
"Eh babang tampan pujaan hati Sintia rupanya yang datang" sapa Ela ceria.
Sintia mencubit lengan Ela.
Ryza tersenyum sambil melirik ke arah Sintia.
"Dari mana kakak ipar? bawa apa tuh?" tanya Ela sambil menunjuk bungkusan yang dibawa Keysha.
"Tadi kami lagi cari sesuatu dekat sini. Nih aku bawain makanan" jawab Keysha.
"Waaah kakak ipar aku emang Te Oo Pe. Tau aja kalau kami lagi lapar. Yang punya apartemen pelit dari tadi gak ditawari makan" ucap Ela.
"By adik lu otaknya aja yang di sekolahin mulutnya kagak, pengen gua jambak tuh mulut" ucap Disil kesal.
Yang lain tersenyum melihat tingkah mereka.
"Bambang maraaaah hahaha" ledek Ela.
Setelah selesai bantuin Disil dan Ditha pindahan akhirnya Aby and the Geng pulang dengan alasan tidak ingin berlama-lama gangguin pengantin baru.
Karena mereka sudah sepakat akan honeymoon bareng jadi Disil tidak cuti setelah menikah. Nanti setelah pesta Aby baru Disil dan Aby cuti bersamaan untuk pergi ke London.
Mereka sepakat kalau Ryza yang akan mengantar Sintia pulang sedangkan Aby, Keysha, Ela dan Rafa naik mobil Aby pulang bersama. Mereka mengantarkan Keysha pulang terlebih dahulu ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Keysha mereka di sambut hangat oleh Kevin dan Sheila.
"Masuk dulu El, Tante mau ngomong sesuatu sama kamu" pinta Sheila.
"Iya Tante" jawab Ela ramah.
Aby, Ela dan Rafa masuk ke dalam rumah Keysha. Mereka duduk di ruang tamu.
"El Tante mau ngucapain terimakasih sama kamu. Tante suka sekali sama gaun yang akan di pakai saat acara nanti" ucap Sheila.
"Alhamdulillah kalau Tante suka, aku senang mendengarnya" jawab Ela.
"Selanjutnya Tante akan jadi langganan di Butik kamu deh. Tapi gimana cara pesannya ya?" tanya Sheila.
"Tante kan tinggal cerita saja sama Sintia atau Ditha, gaun seperti apa yang Tante mau, nanti aku buat designnya. Kalau Tante setuju baru di jahit" jelas Ela.
"Mmm... gitu ya, baju Keysha kapan selesai?" tanya Sheila.
"Mmm beberapa hari ini Tante, tinggal finishing. Kemarin kan kami kejar gaunnya Ditha dulu karena mereka yang duluan nikah" jawab Ela.
"Oh iya Key, siapa yang akan jadi bridesmaid dari keluarga kemarin? Besok tolong suruh ke Butik ya biar fitting baju" suruh Ela.
"Oh Auza El adiknya Fajar. Besok aku suruh dia ke Butik kamu ya" ucap Keysha.
"Sekalian sama ukuran kemejanya Fajar biar langsung disesuaikan" sambung Ela.
"Nanti aku bilang juga sama Shakira ya El" jawab Keysha.
"Btw si cowok pendendam itu gak punya pacar Key, masak pasangan dia adik sendiri?" tanya Ela heran.
"Belum, karena dia gak ada pasangan makanya adiknya yang dampingi. Dia memang agak susah dekat-dekat cewek El" ungkap Keysha.
"Ya jelas lah, mana ada cewek yang mau dekat dia wong dia orangnya pendendam gitu. Walau ganteng tapi wajahnya nyeremin. Aku kalau disuruh jadi pasangan dia ogah Key" oceh Ela tanpa sadar.
"Deeek" potong Aby.
"Ups... maaf sodara kamu ya" ucap Ela sambil menutup mulutnya.
"Tidak apa-apa El. Aby memang agak sulit dekat sama cewek yang belum dikenalnya. Tapi kalau udah kenal dekat sebenarnya dianya asik juga kok" jawab Keysha.
"Nanti Om kenalin El kamu sama dia. Sepertinya dia harus sering-sering dekat sama kamu. Om suka lihat kamu menghajar dia kemarin biar dia gak jaim-jaim lagi kalau dekat cewek" ucap Kevin sambil mengedipkan matanya ke arah Keysha.
"Kayaknya lebih baik jangan deh Om yang ada nanti akan jadi perang dunia ketiga. Sepertinya aura kamj saling bertentangan Om. Kalau aku sih emang lebih banyak punya teman cowok tapi kalau dia malah sepertinya enggan banget dekat-dekat cewek. Lagian gak ada manfaatnya juga kenal dia Om" tolak Ela.
"Kaliankan sama-sama tinggal di London El, kalau di urut - urut setelah pernikahan Aby dan Keysha kita akan menjadi saudara. Siapa tau di sana nanti kamu butuh sesuatu kan bisa Fajar bantuin kamu" ucap Kevin.
"Emangnya di sana cowok pendendam itu kerjanya apa sih Om. Kok kayaknya sombong banget?" tanya Ela.
"Dia memegang anak Perusahaan dan Hotel kami di sana" jawab Kevin.
"Hotel apa Om? Aku kok gak tau ya ada hotel di London milik orang Indonesia?" tanya Ela penasaran
"TBF Hotel. The Barrakh Family Hotel" ungkap Kevin.
"Apa TBF Hotel????"
.
.
BERSAMBUNG