Find The KEY

Find The KEY
Ep. 131



"Eeeh calon mantu rupanya yang datang....." sambut Omar.


Ela tampak kikuk karena sambutan dari kedua orangtua Fajar.


"Om , Tante" sapa Ela sambil mencium tangan Omar dan Jasmine dengan hormat.


Diikuti Rafa dan Catherine setelahnya.


Papanya Fajar sudah manggil Ela calon mantu? Aku juga gak kalah kok, Papaku sudah dari dulu manggil Ela kesayangannya. Batin Rafa.


"Ini siapa?" tanya Jasmine ramah.


"Catherine Om, Tante. Temannya Ela di London" Catherine mengenalkan diri.


"Silahkan duduk sayang" ucap Jasmine lembut.


Mereka duduk di sofa ruang TV.


"Gile El Papa dan Mamanya Fajar udah panggil kamu calon mantu" bisik Catherine.


"Sssst.. diamin aja. Papanya sadis, suka ngehajar anak sendiri, apalagi kita" balas Ela sambil berbisik juga.


Catherine langsung diam dan tegang membuat Ela jadi tersenyum. Dikerjain mau aja si Keket. Tawa Ela dalam hati.


"Sudah dekat adzan maghrib, kita siap - siap shalat yuk" ajak Jasmine.


Mereka beranjak menuju mushalla di dalam rumah Fajar yang besar kalah besarnya rumah Ela. Maklum kalau Fajar kan anak Sultan sedangkan Ela anak Raja Minyak dari Medan. (Itu kata author 😜).


"Maaf Tante aku tunggu di sini saja ya" ucap Catherine.


"Eh iya gak apa - apa. Kamu duduk santai aja di sini ya" balas Jasmine ramah.


Catherine menunggu yang lainnya shalat maghrib. Dia duduk di ruang TV sambil menikmati minuman dan cemilan yang di sediakan Bi Iyem sebelumnya.


Omar, Jasmine dan yang lainnya sudah bersiap - siap untuk shalat maghrib berjamaah.


"Kamu saja yang jadi imam ya. Yang muda ambil peranan" ucap Omar sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Fajar.


Mungkin dia sengaja mengalah agar Ela melihat kelebihan putranya dalam mengaji. Satu lagi kelebihan Fajar selain pintar di pelajaran sekolah dia juga mengaji. Semua itu berkat kerja keras Jasmine dalam mendidiknya.


Jasmine tidak mau putranya kelak mengikuti jejak Trio Ambisi sewaktu muda yang suka ke diskotik dan minum. Apalagi Kevin suka main perempuan.


Jadi sejak lahir Jasmine sudah menanamkan ilmu agama pada anak - anaknya. Syukurnya Fajar mempunyai penyakit yang diturunkan dari Papanya yaitu alergi pada wanita jadi tidak susah menjaga Fajar dari pergaulan bebas.


Fajar mengambil posisi sebagai imam, Omar dan Rafa jadi makmum di baris pertama sedangkan Jasmine, Ela, Shakira dan Omanya jadi makmum di baris ke dua.


Entah mengapa kehangatan keluarga seperti ini membuat hati Ela tersentuh apalagi suara Fajar yang merdu sebagai imam menambah ke khusyukan shalat maghrib kali ini.


Setelah shalat mereka saling bersalaman.


"Ini siapa?" tanya Zahra yang shalat di atas kursi, maklum karena faktor usia.


"Saya Ela Oma adiknya Kak Abyasa suaminya Kak Keysha" jawab Ela mengenalkan diri.


"Oooh saudara kembarnya Abyasa ya?" tanya Oma Zahra yang mempunyai ingatan masih cemerlang.


"Iya Oma" balas Ela ramah.


"Mbak Ela senang ketemu lagi" sapa Shakira.


"Sama Sha, Mbak juga senang ketemu kamu lagi" balas Ela.


"Makan malam di sini ya El, Tante masak rendang. Kata Fajar tadi kamu dan teman bule kamu kepengen makan rendang buatan Tante" ucap Jasmine.


"Ha iya Tante hehe" Ela menjawab malu - malu.


"Yuk Sha bantu Mama menyiapkan hidangan makan malam" ajak Jasmine.


"Oke Ma" jawab Shakira.


Setelah selesai shalat Ela dan Rafa kembali ke ruang TV bersama Fajar dan Omar sedangkan Jasmine, Shakira dan Zahra ke dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk tamu yang datang dadakan.


"Catherine ini manager Princess kan di London?" tanya Omar memulai percakapan.


"Iya Om, Om kok tau?" tanyw Catherine penasaran.


"Gak ada yang nggak Om tau tentang Ela termasuk teman - temannya" jawab Omar tegas.


Membuat Catherine tersenyum kecut. Benar kata Ela Papa Fajar nyeremin. Tampangnya saja udah kayak mafia yang sudah pensiun. Batin Catherine.


"Sudah berapa lama kamu di Indonesia?" tanya Omar lagi.


"Sekalian bantuin dia buat gaun dia sendiri" balas Omar.


"Ha.. eh iya Om sudah" jawab Catherine bingung dengan maksud perkataan Omar.


Maksud Omar itu gaun pernikahan Ela karena sebentar lagi akan di lamar Fajar. Untung saja Catherine, Rafa maupun Ela sendiri tidak mengerti dengan perkataan Omar. Mereka kira baju Ela sendiri untuk menjadi bridesmaid di acara Sintia dan Ryza.


Hanya Fajar yang mengerti maksud perkataan Papanya dan itu mampu membuat hatinya berbunga - bunga.


Dasar bucin. Umpat Omar ketika melihat senyuman Fajar yang terbit dari bibirnya.


"Ayok semua ke ruang makan, hidangan sudah selesai" panggil Shakira.


"Yuk El, Rafa dan Catherine kita makan" ajak Fajar.


Omar beserta yang lainnya sudah duduk di meja makan dan mulai menikmati rendang yang di masak Jasmine.


"Waow... enak banget Tante rendangnya" ucap Catherine.


"Terimakasih" jawab Jasmine.


"Kak Catherine ini lucu ya Ma, bule tapi bahasa Indonesianya lancar banget" sambut Shakira.


"Itu semua berkat si Ela gokil ini dek, enam tahun berteman dengannya aku di paksa ngomong pakai bahasa Indonesia. Alasannya karena kangen kampung halaman. Di sana gak ada teman yang bisa dia ajak ngomong bahasa Indonesia jadi deh aku yang dia paksa sampai bahasa yang lagi ngetrend di Indonesia aja aku tau" ungkap Catherine.


"Mbak Ela keren bisa buat Kak Catherine pinter bahasa Indonesia" puji Shakira.


"Biasa aja Sha, habis cuma dia aja yang bisa di buly di London sana" kekeh Ela.


Fajar terus tersenyum melihat ke akraban adiknya dengan pujaan hatinya.


Setelah selesai makan malam Jasmine menghidangkan dessert setup roti es teler lumer.



"Waaaah keren banget dessertnya Tante. Emmm enak lagi. Tante pinter banget masak" puji Ela.


"Iya Tante uenaak, apa nama dessert ini?" tanya Catherine.


"Setup Roti Es Teler Lumer" jawab Jasmine.


"Tante yang ciptain dessert seperti ini?" tanya Catherine.


Jasmine menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Mama kan punya toko kue Mbak" jawab Shakira.


"Oh ya.. pantesan Tante hebat banget pinter masak. Sayang kan hobby masaknya kalau gak di salurkan" puji Ela.


"Tiap orang kan punya kelebihan dan hobby berbeda - beda Ela. Seperti kamu hobbynya buat gaun yang bagus" Jasmine balik memuji.


"Hobby aku itu melukis Tante, dari situlah modal aku pinter ngedesign. Kalau buat gaun itu kan karena aku perdalam di kuliah. Aku belajar bahan dan cara membuat pola dan akhirnya berkembang jadi seperti sekarang ini" ungkap Ela.


"Nah lebih keren lagi tuh" puji Jasmine.


"Kalau begitu bisa donk kita ajak Ela kerjasama buat isi lukisan di hotel kita yang akan di bangun di Bandung Fa" sambung Omar.


"Nanti akan aku bicarakan sama Ela Pa, sekarang kan dia lagi sibuk buat gaunnya Sintia" jawab Fajar.


Mereka melanjutkan makan malam sambil bersenda gurau. Setelah selesai makan malam Ela dan teman - temannya pamit pulang di antar oleh Fajar sampai ke rumahnya.


"Terimakasih ya Fa" ucap Ela ketika mengantar Fajar di depan rumahnya.


"Biasa aja My Princess, harusnya aku yang ngucapin terima kasih karena kamu sudah mau aku ajak seharian jalan bersamaku. Terimakasih juga kamu sudah mau jadi pasanganku di acara Ryza nanti. Tampil yang cantik ya, aku sudah gak sabar menunggu saat itu. Aku pamit pulang dulu ya. Daah Princess, selamat malam. Mimpi indah ya..." ucap Fajar sebelum berlalu dari hadapan Ela.


Kepergian Fajar masih meninggalkan semu merah di raut wajah Ela. Entah mengapa dia tersipu - sipu mendengar ucapan selamat malam Fajar tadi.


"Ehmmm.. sepertinya ada yang sedang falling in love..."


.


.


BERSAMBUNG


Selamat sahur readers


ngopi yuk