
Seperti saran August, Kevin segera menyuruh anak buahnya untuk memeriksa rekaman cctv di tempat lokasi pesta ulang tahunnya berlangsung kemarin.
"Halo Kim tolong kamu periksa seluruh rekaman cctv di gedung saat pesta ulang tahun saya berlangsung kemarin. Saya mau semuanya ya, jangan ada yang terlewatkan. Sore ini saya sudah mendapatkan semuanya" perintah Kevin kepada suruhannya.
"Nah gitu donk, mencari bukti lebih baik dari pada menuduh tanpa alasan" puji August.
"Diam kamu Jin Iprit" ucap Kevin.
"Gus jam berapa kita pertemuan dengan Perusahaan XYZ?" tanya Omar.
"Jam 12 di Restourant XXX Mar" jawab August.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang, aku tidak mau terlambat tiba di sana" perintah Omar.
"Oke Bos" jawab August.
"Kalian mau pergi?" tanya Kevin.
"Ya, siang ini ada pertemuan dengan Perusahaan XYZ membahas tentang kerjasama perusahaan kita yang baru" jawab Omar.
"Oke, kalau begitu aku akan jaga kantor. Semoga kerjasamanya lancar" ucap Kevin memberi semangat.
Omar dan August bersiap untul pergi menghadiri rapat kerjasama di sebuah restourant. Pertemuan kali ini memang di atur di sebuah Restourant dikarenakan waktunya tepat saat jam makan siang dan juga sengaja diatur lebih santai.
Omar dan August sedang menuju Restourant XXX dan segera memasuki ruangan privat tempat rapat berlangsung.
Saat hendak memasuki ruangan yang telah disediakan oleh pihak Restourant tiba-tiba Omar bertemu dengan Keysha dan Aby yang juga janjian makan siang di Restourant tersebut.
"Om Omar" sapa Keysha.
"Kalian juga makan siang di sini?" tanya Omar.
"Iya Pak, ketepatan jumpa Bapak disini. Apakah Bapak sedang sibuk?" tanya Aby.
"Kami ada rapat di Restourant ini" jawab Omar.
"Bolehkah setelah itu saya meminta sedikit waktu Bapak, yah kalau Bapak tidak keberatan?" pinta Aby.
"Bisa-bisa. Rapatnya tidak lama sekitar satu jam. Kalian nikmati saja makan siang kalian dulu. Nanti setelaj kami selesai rapat kita bisa berbincang-bincang" jawab Omar ramah.
Omar merasa waktunya sangat tepat bertemu Aby siang ini, dia teringat ucapak Kevin tadi sebelum mereka berangkat ke Restourant ini.
Sebenarnya Omar tidak yakin Aby akan berbuat seperti yang dituduhkan Kevin tadi, tapi alangkah lebih baiknya dia bertanya langsung kepada Aby agar Omar bisa mencocokkan dengan bukti yang didapatkannya dari Kevin nanti.
"Terimakasih Bapak bersedia meluangkan waktu untuk kami bertua. Kami akan dengan senang hati menunggu Bapak selesai rapat" jawan Aby.
"Kalau begitu kami masuk dulu ya. Santai saja anak muda, nikmati makan siang kalian" Omar menepuk bahu Aby.
Aby memberikan hormat kepada Omar dan August saat mereka berlalu dari hadapan Aby dan Keysha.
Aby dan Keysha duduk di meja yang telah mereka pesan tadi.
"Ada apa Key tiba-tiba kamu mengajak makan siang lewat telephon? Tadi saat di kantor kamu tidak ada mengatakan apapun?" tanya Aby penasaran.
"Ada yang ingin aku tanyakan pada kamu. Aku harao kamu bisa memberikan penjelasan yang memuaskan pada pertanyaanku" jawab Keysha.
Tak lama pelayan datang memberikan daftar menu kepada mereka. Setelah mereka memesan makanan pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.
"Setelah kamu pergi tadi siang dari ruangan kerja Papaku. Aku sempat ngobrol dengan Papa. Aku bertanya bagaimana penilaian dia terhadap kamu? Sejauh ini penilaian Papa bagus kalau menyangkut urusan pekerjaan. Tapi saat aku menyinggung sedikit masalah pribadi terus terang Papa punya penilaian buruk terhadap kamu" ungkap Keysha.
"Mungkin Papa kamu belum mengenal aku lebih dekat lagi" jawab Aby.
"Tidak By, akan sulit merubah penilaian Papa pada seseorang kalau dia pernah melihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri orang tersebut berbuat tidak baik" ucap Keysha.
"Maksud kamu Papa kamu perbah melihat aku berbuat kejahatan gitu?" tanya Aby bingung.
"Ya bisa di bilang begitu. Aku bukan menuduh kamu By tapi untuk saat ini tentu saja aku berada di pihak Papaku" jawab Keysha.
"Emangnya Papa kamu melihat kejahatan aku yang seperti apa Key, aku jadi penasaran?" tanya Aby.
"Papa pernah melihat kamu berpelukan dengan pacar sahabat kamu di malam pesta ulang tahun Papa kemarin" ungkap Keysha.
"Pacar sahabat aku? Pasti bukan Ditha karena dia juga sahabat aku. Apa maksud kamu Lisa, mantan pacarnya Rafa?" tanya Aby.
"Mantan pacar? jadi maksud kamu Rafa sudah putus dari pacaranya dan sekarang dia sudah menjadi pacar kamu gitu?" tanya Keysha bingung.
"Ya ampun Key, sepertinya ada kesalah pahaman di sini. Apa yanh di lihat Papa kamu memang tidak salah. Tadi aku tidak berpelukan dengan Lisa yang benar Lisalah yang tiba-tiba memelukku dan aku tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu" ungkap Aby.
Keysha diam dan menunggu penjelasan Aby selanjutnya.
"Papa kamu mungkin hanya melihat adegan itu saja tapi tidak lengkap. Apa yang terjadi setelah itu dilewatkan oleh Papa kamu. Aku bisa membela diri Key, karena yang melihat kejadian itu bukan hanya Papa kamu saja. Tapi ada Rafa dan Disil yang melihat kejadian itu" sambung Aby.
Keysah terdiam.
"Kalau kamu tidak percaya karena mereka adalah sahabat aku. Aku bisa membuktikannya dengan rekaman cctv. Aku bisa meminta rekaman cctv pada malam itu" ucap Aby meyakinkan.
"Coba kamu ceritakan apa yang terjadi pada saat itu?" tanya Keysha penasaran.
"Saat itu aku baru keluar dari toilet, tiba-tiba Lisa datang meminta bantuanku untuk mencari gelangnya yang jatuh. Dia mengajak aku ketempat yang sepi karena dia bilang disitulah tempat gelangnya jatuh. Saat aku ingin membantunya mencari gelangnya tiba-tiba Lisa memelukku dan aku sangat terkejut. Dengan spontan aku melepaskan pelukannya. Selanjutnya Lisa menangis dan mengatakan kalau dia menyukaiku. Aku menolaknya Lis, selain dia adalah pacar sahabatku aku juga mengatakan kalau aku sudah menyukai wanita lain. Aku sudah mempunyai wanita lain di hatiku. Lisa tidak bisa menerima penjelasanku, dia mengancamku. Dia akan menjerit mengatakan kalau aku mau mencoba melakukam pemerkosaan padanya. Saat itu Rafa dan Disil datang, mereka melihat semua kejadian itu. Aku menyuruh Rafa membawa Lisa keluar dari ruangan itu dan menyelesaikan masalah mereka berdua saja. Sejak malam itu dan karena kejadian itu Rafa dan Lisa putus" jelas Aby.
Aby menghembuskan nafasnya kemudian berbicara lagi kepada Keysha.
"Apakah kamu tidak percaya dengan penjelasanku? Sudah aku katakan Key, kamulah wanita pertama di hatiki dan aku ingin kamu jualah yang terakhir. Makanya aku melamar kamu dan berjuang sudah sejauh ini mendapatkan restu dari Papa kamu. Aku tidak berbohong, kamu bisa bertanya pada Rafa dan Disil tentang kejadian malam itu atau kamu bisa mencari rekaman cctv di gedung pada malam pesta ulang tahun Papa kamu. Bagiamana Key? Kamu mau aku temani untuk mencari bukti pembelaan aku?" Aby mencoba meyakinkan Keysha.
Lama Keysha menatap wajah Aby, mencari kebenaran dan kejujuran dari kata-kata Aby. Keysha melihat keseriusan dari wajah Aby. Keysha menarik nafasnya dalam.
"Aku percaya kamu"
.
.
BERSAMBUNG
Hari readers... selamat malam minggu ya. Rasanya romantis banget ya kalau malam gini kalian memberiku kembang. Pasti aku akan lebih semangat lagi untuk Up Bab selanjutnya..
Selamat malam minggu buat kalian semua..