Find The KEY

Find The KEY
Ep. 123



Hari yang dinanti - nantikan sudah tiba. Jam empat sore Fajar sudah keluar dari Barrakh Corp.


"Goodluck bro, semoga kamu berhasil memperjuangkan masa depan kamu" ucap Ryza memberi semangat.


"Aku akan berjuang sampai tetes darah penghabisan. Bila perlu nyawa ini pun akan kuserahkan" balas Fajar.


"Lah kalau kamu mati enak donk si Rafa ngerebut Ela" potong Keysha.


"Ye bukan gitu juga Key maksudnya. Udah ah, aku pergi dulu nanti telat My Princess kesal lagi" jawab Fajar.


"Iya Fa lebih bahaya, Aby pernah cerita kalau Ela lagi kesal dia harus cari sansak untuk ngeluarin emosinya. Semua di embat sama dia" ucap Keysha.


"Kok aku jadi ngebayangin Ela berubah jadi hulk ya" oceh Ryza.


"Ah gak mutu bayangan kamu. Dia itu Princess Elsa" sambung Fajar.


"Lebih ngeri lagi di kutuk jadi es kamu kayak si olaf padam deh Lampu Aladin kamu" kekeh Ryza.


"Hahahah kalian ada - ada saja" Keysha tertawa mendengar candaan teman - temannya.


"Aku pergi dulu ya. Doain aku menang" ucap Fajar.


Fajar bergegas menuju basement, dia segera masuk ke dalam mobil dan melaju menuju alamat Dojang yang di kirim Ela lewat pesan.


Tak sampai satu jam Fajar sudah tiba di Dojang tempat Ela, Aby dan Rafa biasa latihan. Fajar masuk ke dalam Dojang sambil mencari sosok Ela.


"Cari siapa anak muda? Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pria yang memakai pakaian lengkap taekwondo.


"Maaf saboeum, saya mencari Ela. Kami sudah buat janji ketemu di sini" jawab Fajar.


Sang pelatih memperhatikan fisik Fajar dari atas sampai bawah.


Sepertinya dia pria yang kuat, lawan yang seimbang untuk Ela. Batin Sang Pelatih.


"Kamu Fajar ya, pria yang di tantang Ela untuk bertanding sore ini?" tanya Pelatih.


"Benar Saboeum" jawabnya singkat.


"Silahkan masuk dan berganti pakaian. Kemudian kamu pemanasan, Ela juga sudah sampai dari tadi. Dia lagi ganti baju" sambut Pelatih.


"Terimakasih" jawab Fajar. Fajar masuk ke dalam ruang ganti setelah berganti pakaian dia melakukan pemanasan di ruang latihan.


Fajar melihat Ela juga sedang melakukan pemanasan.


Tak lama pelatih yang ditemui Ela tadi berdiri di tengah - tengah arena pertandingan. Sore ini suasana Dojang sepi. Ela memang sengaja merancang pertandingan tertutup. Hanya dia, Fajar dan Pelatih saja yang ada di Dojang itu. Ela ingin lebih berkonsentrasi melawan Fajar.


"Kalian sudah siap?" tanya pelatih.


"Siap Saboeum" jawab mereka bersamaan.


Fajar dan Ela maju ketengah arena pertandingan. Terlebih dahulu mereka saling berjabat tangan dan memberi salam hormat. Kemudian mereka mulai mengambil kuda - kuda.


Ela mulai mengeluarkan jurusnya dia melakukan pukulan Eolgol Jirugi \= Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala).


Fajar langsung menangkisnya dengan jurus tangkisan Eolgol Makki \= Tangkisan ke arah kepala. Dilanjutkan dengan tusukan Kawison Keut Chireugi \= Tusukan dengan 2 Jari ke Arah Mata.


Ela menangkisnya dengan tendangan Ap Chagi \= Tendangan depan menggunakan kaki depan. Segera Fajar menangkisnya dengan tangkisan Are Maki \= Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan.


Pelatih tersenyum. Benar yang aku duga, pertandingan ini seimbang. Ela dan Pria ini sama - sama kuat dan pintar. Batin Sang Pelatih.


Pertandingan berlangsung agak lama. Masing - masing saling menyerang, menangkis, memukul dan menendang.


Sial, ternyata aku sudah anggap remeh padanya. Pria menyebalkan ini kuat juga ternyata. Batin Ela.


Fajar tetap tenang dan tersenyum melihat wajah Ela yang terlihat semakin kesal.


Sepertinya aku harus mengerjain kamu My Princess biar kamu lengah dan aku bisa mengakhiri pertandingan ini dengan indah. Lihatlah aksiku kali ini. Kamu pasti terkejut. Tawa Fajar dalam hati.


Fajar memelintir tangan Ela kini posisinya Fajar sedang memeluk Ela dari belakang. Kesempatan ini tidak di sia siakan Fajar dia membisikkan sesuatu kepada Ela.


"Kamu sengaja ya mengeluarkan jurus itu, bilang saja minta aku peluk" goda Fajar.


Wajah Ela langsung memerah karena malu. Ela memijak telapak kaki Fajar. Membuat Fajar kesakitan.


"Jangan curang donk Princess" pancing Fajar agar Ela semakin kesal. Tujuan Fajar ingin memecah konsentrasi Ela.


Betapa terkejutnya sang Pelatih melihat sikap Ela seperti ini karena baru kali ini Pelatih melihat Ela bermain curang.


Mereka kembali mengambil kuda - kuda untuk menyerang. Ela bersiap - siap ingin melakukan tendangan tapi jurusnya sudah terbaca oleh Fajar.


Saat Ela melakukan tendangan Ap Chagi \= Tendangan depan menggunakan kaki depan Fajar menangkap kaki Ela kemudian memelintirnya sehingga Ela terjatuh tetapi sialnya Fajar juga ikut terjatuh tepat di atas Ela.


Sehingga posisi mereka jatuh Ela seperti di tindih Fajar. Jantung Ela berdetak sangat kencang. Fajar tersenyum dan terus menatap wajah Ela dari dekat.


Ela mencoba membuang muka, mengelakkan tatapannya bertabrakan dengan tatapan Fajar. Ela mendorong tubuh Fajar untuk menjauh dari tubuhnya.


Sial kenapa jantungku jadi tidak karuan seperti ini ya. Batin Ela.


Lihatlah Princess kamu sudah salah tingkah. Tinggal selangkah lagi kamu akan aku kalahkan. Aku akan akhiri pertandingan ini dengan indah El. Kamu tidak akan bisa mengelak lagi dariku, biarkan aku masuk ke dalam hatimu. Aku akan menghapus perasaan kamu pada Rafa. Aku berjanji akan selalu menjadi pelindung dan penjagamu. Bersiaplah menerima besarnya rasaku padamu. Batin Fajar.


Fajar dan Ela kembali mengambil kuda - kuda. Ela bersiap mengeluarkan jurus tendangan Twieo Ap Chagi \= Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat.


Seketika juga Fajar mengeluarkan jurus tendangan Dwi Huryeo Chagi \= Tendangan berputar melalui belakang. Fajar berputar kebelakang sambil melakukan tendangan. Ela terkena tendangan dari belakang dan langsung tersungkur.


Pelatih mengangkat tangan pertanda pertandingan berakhir. Pertandingan selesai dengan dimenangkan oleh Fajar.


Fajar mengulurkan tangannya dan membantu Ela untuk berdiri. Mereka melakukan salam hormat pertanda pertandingan berakhir.


Ela segera undur diri dan berlalu menuju ruang ganti.


"Kamu hebat anak muda, kamu berhasil memancing emosi Ela. Biasanya Ela akan semakin kuat kalau sedang emosi tapi kamu pintar mengecohkan emosinya sehingga konsentrasinya buyar. Jarang sekali anak itu kalah dalam pertandingan" puji pelatih.


"Aku sudah dua kali bertanding dengannya saboeum, jadi aku sedikit mempelajari titik lemahnya. Kali ketiga aku tidak mau kalah lagi saat bertanding dengannya" jawab Fajar.


"Selamat, kamu memenangkan pertandingan ini. Mudah - mudahan kamu juga bisa memenangkan hati Ela" ucap Pelatih.


"Terimakasih saboeum. Aku permisi dulu untuk berganti pakaian" ujar Fajar dan dia pun berjalan menuju ruang ganti.


Ela telah selesai berganti pakaian, sambil menunggu Fajar selesai dia sempat berbincang dengan pelatih.


"Aku lihat dia pria yang baik, kamu tau beberapa kali dia punya kesempatan untuk menaklukkan kamu tapi dia tidak melakukannya. Aku rasa dia ingin kamu kalah secara terhormat. Dia terlihat sangat menghargai kamu" ucap Pelatih.


Ela hanya diam dan tertunduk.


"Entah mengapa dari sikap kamu bertanding tadi, aku merasa kamu sudah mempunyai suatu perasaan padanya, mungkin kamu tidak menyadari dan tak mau mengakuinya tapi dari sikap kamu aku sudah tau. Tidak biasanya kamu ragu - ragu dalam mengeluarkan jurus - jurus kamu" ungkap Pelatih.


Ela masih tetap diam.


"Seperti yang aku ucapkan kemarin, ini kali terakhir kamu menyelesaikan masalah secara jantan setelah ini selesaikanlah dengan penuh kelembutan. Sudah saatnya kamu berubah menjadi wanita yang seutuhnya" nasehat Pelatih.


Ela ingin mengatakan sesuatu tetapi Fajar sudah keluar dari ruang ganti.


"Bisa kita pergi sekarang?" tanya Fajar.


.


.


BERSAMBUNG


Selamat Pagi readers... nih aku kasih kejutan di pagi hari.


Semoga kalian suka ya. Like dan komentnya donk yang banyak biar aku tambah semangat. 😍😍