
Tepat jam sepuluh akhirnya Fajar dan Ela pergi mencari cincin pernikahan mereka di temani Catherine dan Rafa.
Mereka berangkat menuju Mall terbesar di Jakarta dan langsung menuju toko yang khusus menjual perhiasan yang ingin mereka cari.
Tibalah mereka di dalam toko perhiasan dan memilih cincin yang mereka inginkan. Fajar dan Ela terlihat sedang memilih cincin pernikahan mereka.
"Mau cari apa Mas, Mbak?" tanya pelayan toko.
"Mau cari cincin nikah" jawab Ela.
"Bisa lihat yang terbaru dan terbaik di toko ini?" tanya Fajar
"Eits kalau bisa cincinnya jangan terbuat dari emas ya. Pasangan saya gak bisa pakai emas" ucap Ela.
"Baik Mbak, Mas, tunggu sebentar ya" jawab pelayan tersebut.
Tak lama kemudian pelayan toko membawa beberapa pasang cincin pernikahan di hadapan Ela dan Fajar.
"Coba yang ini Mas" Ela menunjuk sepasang cincin pernikahan yang menurutnya paling dia suka.
"Ini terbuat dari apa?" tanya Ela.
"Kalau cincin cowoknya platinum Mbak. Garansi seumur hidup tidak akan berubah warna. Kalau cincin yang perempuan terbuat dari mas putih dengan berlian terbaik di toko ini" jawab pelayan tersebut.
Ela meraihny dan mencoba ke tangannya.
"Kamu suka?" tanya Fajar.
"Iya aku suka, tapi gak tau kalau kamu suka atau tidak?" Ela tanya balik.
"Apapun pilihan kamu, aku pasti suka" jawab Fajar.
"Kalau begitu kita pilih yang ini saja ya" pinta Ela.
"Oke, sesuka kamu My Princess. Apapun yang kamu inginkan akan aku kabulkan.
"Terimakasih" ucap Ela sambil tersenyum senang.
"Kembali kasih" balas Fajar
"Mas kami pilih yang ini ya" pinta Fajar.
Fajar memberikan kartu debitnya kepada pelayan toko perhiasan tersebut untuk membayar cincin yang akan mereka beli.
Sementara Rafa dan Catherine merasa tidak enak hati mengganggu calon pengantin itu.
Mereka memilih untuk melihat - lihat di sisi lain dalam toko tersebut.
"Hai Raf, ngapain kamu di sini?" sapa seorang wanita.
"Kamu lagi" jawab Rafa kesal.
"Kenapa? gak nyangka bisa ketemu aku lagi di sini? Ternyata Jakarta itu sempit Raf atau mungkin ini yang dinamakan jodoh. Dimana pun kamu kita selalu saja ketemu" balas Lisa.
"Jodoh? Gak salah tuh mak lampir? Kamu gak lihat Rafa sedang sama siapa?" ucap Catherine.
"Kamu? Ngapain kalian di sini?" tanya Lisa terkejut. Dia tidak mengira Rafa sedang bersama dengan bule gila temannya Ela.
"Ya cari cincin nikahlah emangnya cari alat masak di sini?" jawab Catherine.
"Cincin nikah? Ka.. kalian mau nikah?" tanya Lisa terkejut. Dia tidak menyangka secepat itu Rafa akan menikah dengan wanita lain setelah putus darinya.
"Seperti yang kamu lihat sendiri Nona. Sudah sana pergi gak usah gangguin kami. Kasian perhiasan di sini jadi kurang bersinar karena ada kamu" ejek Catherine.
"Awas kamu ya bule gila" ancam Lisa.
"Yeee.. siapa takut. Kamu yang nyamperin dan gangguin duluan. Tamu tak di undang datang tak di jemput pulang tak diantarkan hus..hus... sanaaaaa" ucap Catherine dengan gaya manjanya inces syah**ni.
Lisa keluar dari toko perhiasan tersebut dengan wajah kesal dan penuh amarah.
"Sorry Raf dia jafi berfikir kalau kita.." ucap Catherine.
"Gak apa - apa Ket, biarin aja dia mikirnya apa. Aku gak peduli. Lagian kyaknya mending dia salah sangka deh biar besok - besok gak usah nyapa aku lagi" jawab Rafa.
Fajar dan Ela datang menghampiri mereka.
"Kalian sudah siap?" tanya Catherine.
"Sudah. Yuk kita maksi" ajak Ela.
"Apa lagi tuh?" tanya Catherine bingung.
"Makan siang cuy" jawab Ela.
"Ooo kirain sejenis terumbu karang" balas Catherine.
Fajar tertawa mendengar perkataan Catherine. Dasar anak murid sama gurunya sama - sama gilanya.
"Terserah kalian maunya dimana. Tanya si Keket tuh dia pengen makan apa?" tanya Fajar.
"Kamu mau makan apa Ket?" tanya Ela pada Catherine.
"Gimana kalau seafood aja?" Fajar memberi ide.
"Lho kok kamu tau fikiran aku Fa? barusan aku mau jawab itu lho tadi" ucap Catherine.
"Ya taulah habis tadi kamu bilang terumbu karang. Aku asal nebak aja Ket" balas Fajar.
"Ya udah yuk kita kesana" ajak Ela.
Fajar, Ela, Rafa dan Catherine berjalan menuju Restourant seafood. Sesampainya di sana mereka mencari tempat yang nyaman dan memesan makanan.
"Eh El tadi waktu kalian lagi asik pilih cincin nikah kami gak sengaja ketemu mak lampir" ucap Catherine.
"Mak lampir?" tanya Ela bingung dan melirik ke arah Rafa.
"Lisa El" jawab Rafa.
"Oooo... trus kamu berantem lagi sama dia?" tanya Ela penasaran.
"Adu bibir aja" jawab Catherine.
"Wah *ipokan donk" sambung Ela.
"Iiiih jijay... Rafa kali tu yang udah" sindir Catherine.
"Enak aja. Selama tujuh tahun pacaran aku gak pernah ya sentuh yang macam - macam" elak Rafa.
"Weeeeiiis jadi Rafa masih orisinil?" goda Catherine.
"Luar dalam" jawabnya cepat.
"Aseeeeek zaya zuka itu" sambut Catherine.
"Ya zudah zikat zanaaaa" sambung Ela.
Catherine dan Ela tertawa ngakak...
"Mereka dua sama sablengnya ta Fa? Kamu gak nyesal dapat calon istri seperti dia?" Rafa menunjuk ke arah Ela.
"Nggak. Kalau aku lepas entar kamu sambar lagi" goda Fajar.
"Dasar... kamu juga sama aja udah ketularan gadis tengil ini" umpat Rafa kesal.
"Hahaha... mereka ini langka Raf perlu dilestarikan. Makanya kamu sama Catherine aja biar nasib kita sama. Kan seru punya istri seperti mereka. Hidup lebih berwarna, gak serius mulu" ungkap Fajar
Rafa menatap ke arah Catherine di balas sama kedipan mata.
"Iiiiih bule gila. Dimanalah lo nampung bule gila ini di London El?" tanya Rafa kesal.
"Yang ada juga dia yang nampung aku di sana Raf. Kamu lupa ya London tu kampungnya dia?" ucap Ela.
"Eh iya aku lupa, kirain dia gak punya kampung" balas Rafa.
"Kamu kira aku bidadari yang turun dari langit ya. Makanya aku gak punya kampung?" balas Catherine dengan percaya dirinya.
"ueeek tiba - tiba aku mual" ucap Rafa.
"Kamu ketularan penyakitnya Fajar? Sini aku sembuhin?" goda Catherine.
"Udah ah Ket, geli aku lihat kamu" jawab Rafa.
"Hahahaha..." Ela dan Fajar tertawa melihat Rafa kalah di godain Catherine.
Tak lama makanan mereka datang, mereka langsung menikmati hidangan makan siang mereka dengan lahapnya.
Setelah selesai makan siang mereka melanjutkan dengan berkeliling di Mall.
"Sebentar ya aku mau ke toilet dulu" ucap Fajar
"Ya sudah kami tunggu di sini ya Fa" ucap Ela.
Fajar berjalan menuju ke arah toilet. Ketika hendak menuju pintu toilet pria tiba - tiba dia bertemu seseorang.
"Eh Fajar kan? Gak nyangka bisa ketemu di sini?" sapa seorang wanita.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers... selamat sahur.. yang semangat ya puasanya karena lebaran sebentar lagi. tinggal hitungan jari lho.
Aku sempetin up pagi. Takutnya siang aku sibuk lupa pegang hp. Semoga kalian suka ya 😍😍