Find The KEY

Find The KEY
Ep. 308



"Elfa........ " teriak Ela dan Fajar bersamaan.


Jimmy, Aby, Rafa dan Disil berlari mendekati Fajar dan Ela. Mereka melihat Elfa sedang melakukan kuda - kuda untuk menyerang anak laki-laki. Sedangkan anak laki-laki itu sudah jatuh tersungkur di lantai.


Dua orang pria berbadan tegap juga datang menangkap anak laki-laki itu.


"Ada apa ini Tuan?" tanya mereka kearah Fajar dan teman-temannya.


"Aku tidak tau Tuan, kami juga baru datang dan melihat mereka berkelahi" jawab Fajar.


"Elfa ada apa ini sayang?" tanya Ela mendekati putri bungsunya.


"Kamu lagi?" tanya Jimmy terkejut ketika melihat anak laki-laki yang berkelahi dengan Elfa di Toko Coklat.


"Siapa dia Jim?" tanya Fajar.


"Anak laki-laki yang berkelahi dengan Nona di Toko Coklat Bos" lapor Jimmy.


"Elfa apa yang kamu lakukan?" tanya Fajar.


"Dia menggangguku Pa, dan dari kata - katanya tadi sepertinya dia juga sempat mengganggu Kak Fela tadi sebelumnya. Dia tidak tau kalau kami kembar dan dia mengejekku" jawab Elfa tegas tanpa takut sedikitpun.


"Tapi tidak dengan kekerasan seperti ini sayang untuk menyelesaikan masalah" larang Fajar.


"Dia mengejekku buta, lupa ingatan dan terakhir aku tukang ngompol" ungkap Elfa.


"Mas anak itu kelewatan. Kalau aku jadi Elfa aku juga akan menghajarnya Mas" bela Ela.


"Yah karena sifat kalian sama, gampang tersulut emosi sayang. Tapi tidak seperti ini cara menyelesaikannya. Kan bisa di selesaikan secara baik - baik" balas Fajar.


"Dia yang memulai duluan Pa, Ma. Dan dia juga yang menyerang aku duluan. Aku kira dia pintar bela diri sehingga bersikap sok jagoan seperti itu ternyata mental tempe" ejek Elfa.


"Apa maksud kamu tempe? What the meaning of TEMPE?" Teriak anak laki-laki itu.


Sontak Disil, Rafa dan Aby tertawa karena merasa lucu. Wajar saja anak laki-laki itu bertanya apa arti tempe. Wong anak itu bule, mana dia kenal tempe.


"Tempe itu sejenis makanan ringan di Indonesia. Nanti kalau kita bertemu di Indonesia aku akan mengajakmu makan tempe sampai muntah. Tapi aku rasa hal itu tidak akan pernah terjadi. Karena aku tidak akan bertemu dengan kamu lagi" jawab Elfa.


"Jimmy selesaikan masalah ini secara baik - baik dengan keluarga anak laki-laki itu. Aku tidak ingin pesawat terlambat berangkat. Kamu cek CCTV Bandara, cari siapa yang salah dari kejadian barusan. Kalau memang Elfa yang salah segera berdamai dan siapkan ganti rugi. Dan kamu Elfa, bersiaplah kamu akan mendapat hukuman kalau kamu berbohong dan sudah membuat onar" tegas Fajar.


"Aku siap Pa, aku tidak takut karena memang bukan aku yang salah" jawab Elfa.


Fajar menemui dua pengawal yang berada di samping anak laki-laki itu.


"Maafkan aku Tuan, pesawatku akan segera berangkat. Aku minta maaf atas apa yang telah dilakukan oleh putriku tapi tenang saja kami tidak akan pergi begitu saja. Kami akan bertanggung jawab kalau memang putri kami yang bersalah. Silahkan kalian berhubungan dengan teman saya, Mr. Jimmy. Sekali lagi maaf atas perlakukan putriku pada anak laki-laki ini" Fajar menjabat tangan kedua pengawal anak laki-laki itu.


"Ayo Elfa kita berangkat, kita sudah di tunggu" ucap Fajar tegas.


Sedangkan Jimmy bersama pengawal anak laki-laki tersebut pergi ke ruang keamanan dimana rekaman CCTV bisa dilihat. Sedangkan anak laki-laki itu sudah pergi dibawa pengawal yang lain untuk diobati karena akibat pukulan dari Elfa sudut bibir anak laki-laki tersebut berdarah.


Jimmy menemui pihak Bandara dan meminta izin untuk melihat rekaman CCTV yang baru saja terjadi di toilet dekat ruang tunggu Bandara.


Setelah mendapatkan izin mereka melihat hasil rekaman CCTV itu dan ternyata apa yang Elfa katakan benar.


Jimmy melihat awalnya anak laki-laki itu mengganggu Fela tapi Fela berhasil menghindar dan tak lama Elfa yang muncul. Mereka sempat adu mulut, kemudian Elfa lari masuk ke dalam toilet tapi anak laki-laki itu tetap menunggu Elfa di depan pintu masuk toilet perempuan.


Kemudian terjadilah perkelahian itu dan anak laki-laki itu yang duluan menyerang Elfa.


Jimmy tersenyum melihat hasil rekaman CCTV itu kemudian dia meminta copyan hasil rekaman tersebut untuk dia kirimkan kepada Bosnya Fajar yang tak lain adalah Papa Elfa.


Kamu memang sangat berani Nona Cilik dan aku sangat suka gaya kamu. Kamu tidak takut melawan sesuatu yang ingin menyerang dan menghadang kamu. Tapi bukan kamu yang menyerang, kamu hanya membela diri. Sikapmu sungguh kuacungi jempol. Kamu anak wanita yang kuat. Aku tidak sabar menunggu kamu kembali ke negara ini untuk melatih dan mengajari kamu menjadi penerus bisnis keluarga Barrakh.


Akh... jiwa mudaku rasanya kembali lagi. Entah mengapa aku jadi lebih semangat menyambut kedatangan kamu beberapa tahun lagi. Pasti TBF Hotel akan lebih maju jika berada di tangan kamu.


Dengan kepintaranmu dan bakatmu itu juga sikapmu yang pemberani aku sangat yakin kamu akan menjadi wanita yang tangguh. Batin Jimmy.


Kedua pengawal anak laki-laki itu meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukan oleh anak dari Bos mereka. Di karenakan Elfa tidak mengalami luka sedikitpun Jimmy menerima permintaan maaf dari pihak anak laki-laki itu dan mereka berdamai tidak ingin memperpanjang masalah ini lebih lanjut.


Lagian kesombongan anak laki-laki itu sudah mendapatkan hasil berupa pukulan dan tendangan berkali-kali dari Elfa.


Jimmy sangat puas melihat rekaman CCTV itu. Dia tertawa dalam hati karena Elfa bisa menang melawan anak tengil itu.


Masih kecil saja sombongnya sudah luar biasa. Mungkin anak laki-laki itu anak seorang bangsawan atau pengusaha kaya. Buktinya dia pergi ditemani beberapa pengawal tapi sayang anak itu sendiri tidak dibekali ilmu bela diri.


Buktinya dia bisa kalah sama Elfa yang seorang perempuan. Tapi Elfa juga bukanlah perempuan biasa. Dia anak perempuan tangguh, pintar dan kuat tapi juga pintar masak.


Lagi - lagi Jimmy tersenyum mengenang Elfa. Akh... baru saja kamu pulang aku sudah merindukan kamu Nona Cilik.


Jimmy segera kembali ke TBF Hotel dan masuk ke ruang kerjanya. Dia memanggil Andre si Kepala Koki untuk datang ke ruang kerjanya.


Sesampainya Andre di ruang kerja Jimmy langsung menunjukkan rekaman CCTV di Bandara. Andre sangat terkejut melihat video Nona Ciliknya baru saja menghabisi seorang anak laki-laki dengan tendangannya.


"Dia memang Nona Cilik yang sangat luar biasa Jim. Entah mengapa aku sudah jatuh cinta padanya. Aku tidak sabar menunggunya kembali ke sini beberapa tahun lagi" ucap Andre.


"Sama, aku juga merasakan hal yang sama. Aku sangat yakin Hotel ini akan sangat maju jika dikelola olehnya. Dan aku siap untuk membantunya dan menjadi pembela dan pendukungnya" tegas Jimmy.


.


.


BERSAMBUNG