Find The KEY

Find The KEY
Ep. 142



"Kamu menyukai Fajar?" tanya Rafa terkejut.


Hatinya terasa sakit. Seperti ada beribu jarum yang menyucuk di dadanya.


Apakag seperti ini dulu yang kamu rasakan saat aku mengatakan pada kamu kalau aku menyukai Lisa El? Oh betapa kejamnya aku dulu El. Maafkan aku... kini semua sudah terlambat. Batin Rafa.


"Iya Raf, maaf perasaan ini tidak bisa ku cegah atau ku tahan. Aku tidak ingin membohongi perasaanku sendiri, aku tidak ingin membohongi kamu dan aku juga tidak mau menyakiti perasaab Fajar. Tadi malam dia mendengar pembicaraan kita dan dia salah sangka. Dia pergi ke London tadi malam tanpa pamit padaku terlebih dahulu" ucap Ela sedih.


"Maaf El ternyata aku dulu begitu menyakiti perasaan kamu ketika aku pacaran dengan Lisa. Pasti sakit banget ya El sampai kamu harus melarikan diri ke London untuk menghindariku? Kini aku merasakannya El" balas Rafa.


"Maaf Raf aku tidak bermaksud balas dendam" jawab Ela.


"Aku tau dan aku mengerti, kamu bukan tipe seperti itu. Kamu memang usil tapi kamu baik. Kamu tidak akan tega melakukan itu apalagi aku adalah sahabat kamu. Aku menerimanya El. Menerima penolakan kamu. Hati tidak bisa dipaksakan kan? Dan aku menyesal kesempatanku telah habis. Aku menyia - nyiakan perasaan kamu selama tujuh tahun. Kini semua sudah terlambat" ucap Rafa.


"Sudahlah Raf semua sudah masa lalu. Dan aku harap tidak ada yang bisa merusak persahabatan kita. Aku tetap sayang pada kamu tapi sebagai sahabat. Kita masih bisa berteman kan?" tanya Ela.


Walau hatinya sangat sakit tapi Rafa berusaha tegar. Dia seorang laki - laki tidak boleh cengeng apalagi di hadapan Ela.


"Tentu saja. Kamu adalah sahabat terbaik aku" jawab Rafa sambil tersenyum.


"Terimakasih Raf" jawab Ela.


"Kita balik ke dalam yuk, yang lain pasti pada nungguin kita" ajak Rafa.


"Kamu duluan aja gih, aku masih mau di sini sebentar" jawab Ela.


"Baiklah, aku tinggal ya" balas Rafa.


Kini tinggal Ela sendiri duduk di taman belakang hotel sambil menikmati pemandangan di sekitar. Dia kembali terkenang saat datang ke sini bersama Fajar.


Kamu tau Fa? Aku datang ke sini lagi tapi tidak bersama kamu. Rasanya berbeda Fa tidak sama seperti saat bersama kamu. Kini di sini terasa semakin sepi.


Akh... benar kata Dilan rindun itu berat. Mengapa aku tidak bisa menitipkan rasa rinduku pada Dilan ya biar aku tidak bisa merasakan keberatan lagi. Kan Si Dilan bilang 'biar aku saja'?


Xixixixi... Ela tertawa sendiri dalam hati. Seandainya seluruh rasa rindu di dunia ini Dilan yang tampung bisa megap tuh si Dilan. Batin Ela.


Fa.. kamu kapan pulang? Jangan lama - lama di sana ya Fa. Ada yang harus aku sampaikan pada kamu. Kamu tau Fa... ternyata perlahan - lahan kamu telah berhasil mencuri hatiku.


Kamu jahat Fa sudah mengikat lengan aku kuat pada lengan kamu. Ela menatap jam tangan couple mereka.


Kini baru aku mengerti apa arti semuanya Fa. Tanpa kita sadari tangan kita sudah saling mengikat. Bahkan hati kita sudah saling terikat sejak kecil. Kita saling menyembuhkan dan melindungi kan Fa?


Capat pulang ya Fa, aku butuh kamu di sini. Batin Ela.


Tanpa Ela sadari ait matanya jatuh menetes.


Sementara di London.


Fajar baru saja sampai di apartemennya. Perjalanan panjang dan melelahkan yang dia tempuh dari Jakarta menuju London.


Saat ini pukul dua malam waktu London, dia harus istirahat karena besok dia harus ke kantor menemui Jimmy dan menyelesaikan pekerjaan secepatnya agar dia bisa segera pulang ke Jakarta dan menyelesaikan urusannya dengan Ela.


"Aku juga menyayangi kamu Raf" ucap Ela.


Kata - kata Ela tadi malam terus terngiang di dalam fikiran Fajar.


Apakah perasaan kamu belum berubah El? Apakah masih ada Rafa di hati kamu? Apakah aku gagal menghapus perasaan kamu pada Rafa?


Akh.. Fajar mengacak acak rambutnya.


Elaaaa aku mencaintai kamu. Ucap Fajar lirih.


Fajar menutup matanya. Dia pun terlelap.


Kembali ke Jakarta.


Rombongan keluarga sudah pulang ke rumah masing - masing. Kini anggota Geng ERASADIS beserta pasangan mereka masing - masing membantu Ryza dan Sintia pindahan ke apartemen baru mereka.


Seperti biasanya para cewek mmembantu merapikan di dalam kamar sedangkan para cowok beresin di luar.


"Sepi ya gak ada Fajar" sindir Keysha.


"Biasa aja Kak Key" jawab Ela pura - pura cuek dalam hati wuaaah.


"Muna lu, padahal kangen buangeeet" goda Catherine.


"Apaan sih kamu Ket" balas Ela.


"Eh El aku jadi ingat syair lagu ke dua kalian yang di pilih Fajar. Siapkah kamu tuk jatuh cinta lagi. Aku rasa itu kode keras tuh El" ucap Ditha.


"Iya benar tuh" sambut Sintia.


"Tenang tha, Sin lagi on proses" jawab Catherine.


Ela memberi kode ke Catherine untuk merahasiakan isi hatinya. Untung aja Catherine ngerti dan mau kerjasama.


"Sudah saatnya berfikir dan menjalin hubungan serius El. Tinggal kamu sendiri nih" ucap Sintia.


"Siapa yang sendiri, masih ada Keket" jawab Ela.


"Keket kan nanti balik ke London kamu tinggal sendiri" balas Ditha.


"Nggak kan Ket, katanya kamu suka di Indonesia. Suka sama orang Indonesia, suka lingkungan di Indonesia dan suka sama budaya Indonesia" balas Ela.


"Iya teman - teman hampir satu bulan aku di Indonesia aku nyaman tinggal di sini. Kekeluargaan di Indonesia sangat kental, apalagi aku melihat dari persahabatan kalian bukan hanya kalian bahkan orangtua kalian juga bersahabat seperti keluarga. Kerukunan beragama di sini juga sangat bagus. Saling menghargai dan kalian sangat taat dengan aturan ajaran agama kalian. Aku sangat suka kalau melihat kalian shalat berjamaah. Diamana pun kalian sangat kompak. Di rumah Ela, rumah Fajar semua shalatnya bareng - bareng. Sudah lama sebenarnya aku tertarik dengan agama kalian. Duli waktu di London aku sangat suka melihat Ela shalat, kalau mengaji suaranya sangat merdu. Suara Rafa dan Fajar juga sangat merdu ketika memimpin shalat. Entah mengapa hatiku sangat senang mendengarnya dan air mataku tanpa terasa keluar sendiri. Kalau kalian mau membantuku tolong aku ingin seperti kalian" ungkap Catherine.


"Apa maksud kamu Ket?" tanya Ela terkejut.


Keysha, Ditha dan Sintia juga sama terkejutnya dengan Ela. Mereka tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Catherine.


"Maksud aku... aku ingin seperti kalian. Beribadah seperti kalian. Bimbing aku menjadi muallaf.Aku ingin masuk Islam" ucap Catherine tegas.


"Apa?????"


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers.... Selamat sahur ya bagi yang menjalankan puasa hari ini.


Tetap semangat semua....


😍😍😍