
Ryza menyentuh tubuh istrinya yang sudah di tutupi baju Mermaid.
"Keren yank, siapa yang punya ide begini. Aku sama sekali gak menyangka" puji Ryza.
"Hebat kan kami?" tanya Sintia.
"Iya, salut sama kalian. Ada aja ide kalian lain dari yang lain. Dimana - mana wanita hamil kalau foto maternity pengen kelihatan cantik bak princess. Tapi ide kalian ini unik" puji Ryza.
"Kamu suka Mas?" tanya Sintia bahagia. Dia tidak menyangka suaminya malah mendukung perbuatan mereka.
"Asalkan kamu bahagia aku suka yank" jawab Ryza lembut.
"Terimakasih sayangku. Sekarang pindahin aku ke kursi roda ya" pinta Sintia.
"Siap istriku" jawab Ryza.
Dan terakhir di kamar Rafa dan Catherine.
"Ya Allah istriku berubah jadi Kermaid" Ucap Rafa.
"Mermaid Maaaas bukan Kermaid. Ada - ada saja" balas Catherine.
"Kamu pasti sudah diracuni Ela nih. Pasti dia yang punya ide gila seperti ini" tebak Rafa.
"Kamu salah yank, kali ini ide aku" jawab Catherine bangga.
"Aku gak percaya, kemarin aja si Ela ngidam Opera Aladin di rumah Fajar, aku sangat yakin kali ini ide gila dia juga" ujar Rafa yakin.
"Ih Mas ini bandel, sudah di bilang ini ide aku masih juga gak percaya" jawab Catherine ngambek.
"Bukan gak percaya yank, kamu kan kucing bukan ikan. Harusnya kamu pakai kostum kucing, makan tuh empat ikan diluar" ucap Rafa.
"Gak mau ah, gak seru. Aku sendiri yang lain kostumnya. Sementara mereka kompakan. Ya udah Mas cepetaaan" desak Catherine.
"Oke.. Oke.. baik. Sekarang kalian mau apa?" tanya Rafa pusing.
Pusing melihat istrinya menjelma jadi putri duyung. Tapi putri duyung hamil.
"Kamu bawa aku keluar, angkat aku ke kursi roda. Kami mau melakukan foto maternity" jawab Catherine.
"Baiklah My Cat, asalkan kamu senang dan anak kita sehat" balas Rafa.
Haaah.. tidak akan pernah menang melawan wanita hamil. Batin Rafa.
Dengan tubuh kekarnya dia mengangkat tubuh istrinya yang lebih berisi karena saat ini sedang hamil, kemudian meletakkan istrinya ke atas kursi roda dan mendorongnya keluar dari kamar.
Satu persatu pasutri itu keluar dari kamar mereka dan berkumpul di ruang santai.
"Ya Allah... ada - ada saja ya keinginan hamil kalian" ujar Aby.
"My honey bunny sweety.. aku sangat yakin pasti kamu nih yang punya ide seperti ini dan meracuni fikiran istri kami yang masih polos" tuduh Disil.
"Betul, apalagi istriku polos sekali" Rafa menimpali.
"Polos dari mana? Hey.. Rafa ini semua justru ide istri kamu. Yaaah karena mikir seru dan unik gak ada salahnya kami ikutin" jawab Ela.
"Betul, hitung - hitung sekali seumur hidup seperti ini gak apa - apa deh" sambut Keysha.
"Iya apalagi nanti kita di foto pasti cantik. Nanti kalau anak - anak kita sudah lahir kita tunjukin pada mereka kalau sejak dalam kandungan mereka udah temenan" ujar Sintia senang.
"Ya Allah cantik dari manaaa? buntel gini" ejek Rafa.
"Iya kalian itu bukan seperti Mermaid lagi tapi malah mirip kuda laut" ejek Disil.
"Huuuus... istri kita lagi hamil" Aby mengingatkan.
"Gak apa - apa aku suka, lucu" ujar Ryza tersenyum memandang wajah istrinya.
"Iya, aku juga setuju. Asalkan istri dan anak - anakku senang gak apa deh. Lagian juga di sini ruangannya tertutup. Cuma ada kita - kita saja dan fotografer. Biar mereka buat kenangan yang gak terlupakan seumur hidup. Kalau kisah ini diceritakan pada anak-anak kita pasti mereka senang melihat perjuangan Papanya memenuhi semua keinginan Mamanya" ungkap Fajar.
"Uuuh suamiku keren banget, jadi tambah sayang" balas Ela sambil memeluk Fajar.
"Gak seperti si Bambang, taunya ngejek istrinya doank, bukannya berusaha membuat istri dan anaknya bahagia" sindir Ela.
"Iya deh, semau kalian aja" Disil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Jadi kalian mau foto dimana?" tanya Aby.
"Kami mau foto dekat kolam renang Mas" pinta Keysha.
"Kalian juga ganti pakaian ya, pakai celana renang. Nanti kita mau foto bareng. Biar makin seru" ucap Keysha.
"Iya.. iya... " balas Aby dengan sabar.
Walau kesal Disil dan Rafa tetap ikutan mendorong kursi roda istri mereka sampai di kolam renang.
Mereka di dudukkan di atas kursi santai di pinggir kolam renang. Dengan berbagai gaya sang fotografer mulai mengambil foto mereka.
Para lelaki juga dengan kompak berganti pakaian dan memakai kelengkapan renang.
Cekrek.... cekreeeek....
Para ibu - ibu hamil dengan senyum bahagia mereka berfoto dengan ceria. Wajah mereka terlihat sangat senang.
Fajar di tepian kolam renang menatap lurus ke wajah istrinya yang semakin cantik dengan senyum indahnya. Fajar jadi ikutan tersenyum bahagia menyaksikan istrinya berfoto dengan berbagai gaya.
"Ayo Bapak - Bapak sekarang kita foto bersama kalian" ujar sang Fotografer.
"Gimana nih gayang?" tanya Disil.
"Tadi dia yang protes keras sekarang malah paling semangat" sindir Ela.
"Udah kadung basah, dilarang gak bisa ya udah ikutan aja sekalian" jawab Disil cuek.
"Ayo Bapak - Bapak di peluk istrinya masing-masing" intruksi fotografer.
"Ingat istrinya ya Pak, jangan istri orang lain" canda fotografer yang satunya.
"Ya iyalah, kalau senggol istri orang lain bisa nyawa melayang Mas" jawab Disil.
Yang lain tertawa mendengar jawaban Disil yang seenaknya.
Para lelaki mendekati istrinya masing-masing dan bergaya romantis.
"Yup baguuuuss.. tahaaaan... Senyuuuuum" intruksi fotografer.
Cekreeeek...
Mereka mulai berfoto dengan berbagai gaya. Saling bercanda dan tertawa.
Perlahan - lahan suasana mencair dan mereka merasa nyaman dan asik menjalani pemotretan.
"Sekarang foto di tepian kolam renang ya" ujar fotografer.
"Bapak - Bapak bisa kan gendong istrinya masing-masing?" tanya Fotografer satu lagi.
"Ya bisalah, angkat istri orang aja bisa, apalagi istri sendiri" potong Disil.
"Maaaaas" cubit Ditha.
"Sakit yank, cubitnya jangan di perut tapi di bawah perut dikit" ujar Disil sambil tersenyum nakal.
"Maunya tuuuh" ledek Ela.
Para suami sudah dengan enjoy mengikuti pemotretan, jadi di suruh ngapain dan gaya apa saja sekarang mereka sudah manut.
Dan itu membuat para ibu hamil senangnya bukan main. Mereka di gendong ala bridal style. Masing-masing memegang erat bahu dan leher suaminya untuk berpegangan.
Ekor para Mermaid terlihat menjuntai di pinggiran kolam renang. Dengan didampingi suami masing-masing mereka kembali memulai pemotretan.
"Ayo Pak, Bu, sekarang fotonya di dalam kolam renang. Sambil main air biar seru" perintah Fotografer.
Secara perlahan para lelaki menarik istri mereka dengan pelan masuk dan berenang di kolam. Tentu tetap di pegang oleh para suami karena sulit berenang dengan kostum seperti itu apalagi mereka saat ini sedang hamil.
(Susah cari mermaid pakai jilbab dan lagi hamil. Jadi kalian bayangin aja ya sendiri 😃)
Acara pemotretan tidak terasa berjalan dan mengalir begitu saja, banyak foto mereka secara berpasangan atau beramai-ramai diambil oleh sang fotografer.
Semua sangat bahagia siang itu dan tanpa sadar waktu berlalu hingga mereka semua kelaparan karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang di tambah mereka lelah berenang dan sedang hamil. Membuat para emak - emak comingsoon lapar berat.
.
.
BERSAMBUNG