
Tiga bulan berlalu, kini Aby and the geng sudah duduk dikelas 3 SMU, itu artinya hanya tinggal satu tahun lagi waktu kebersamaan mereka.
Setelah itu mereka akan menempuh jalan masing-masing sesuai dengan cita-cita dan keinginan mereka.
Aby masuk ke kamar Ela mencari headset dia yang dipinjam Ela kemarin. Aby mencari diatas meja belajar Ela.
Tanpa sengaja Aby melihat diary Ela yang sedang terbuka. Alangkah terkejutnya Aby membaca isinya. Sebenarnya Aby bukan tipe pria yang ingin tahu, dia malah terkesan cuek dan dingin.
Tapi namanya juga diary Ela terbuka dan terbacanya sekilas dan ternyata isinya sangat menarik sehingga Aby jadi keterusan baca diary Ela sampai lupa tujuan utama dia masuk ke kamar Ela.
"Kak Aby apa yang kamu lakukan?" Ela merebut diarynya yang ada di tangan Aby.
"Ela kamu suka sama..." tanya Aby.
"Kakak membaca diaryku?" tanya Ela kesal.
"Sorry aku tidak sengaja tadi. Aku melihat diary kamu terbuka dan refleks membacanya" jawab Aby jujur.
"Jawab pertanyaan kakak, kamu menyukainya?" tanya Aby kembali.
"Sssst.... kak tolong simpan rahasia ini, pleaseeeee" potong Ela.
Aby melihat kali ini wajah Ela sangat serius dan sedih membuat Aby tidak sampai hati untuk menggoda adik kembarnya ini.
"Kak tolong rahasiakan ini dari siapapun, aku mohon. Aku tidak ingin ada yang tau bahkan aku tidak ingin geng ERASADIS mengetahuinya" pinta Ela sambil memelas.
"Sejak kapan kamu menyukainya?" tanya Aby.
"Aku gak tau kak, tapi semenjak kalian suka memperhatikan si Kunci itu saat di Dojang dan saat kita lomba cerdas tangkas aku mulai merasa tersisih dan menyadari kalau ada sesuatu yang lain dihatiku padanya" ucap Ela sedih.
Aby dan Ela sedang duduk di pinggir tempat tidur Ela.
"Kamu mau kakak bantu?" Ucap Aby menawarkan bantuan pada adiknya.
"Gak usah kak, biar aja mengalir begitu saja. Aku akan mengikuti kemana hatiku membawanya pergi jauh. Apakah akan sampai pada tujuan atau malah mentok ditengah jalan" jawab Ela.
"Hey... aku seperti mendengar sebuah kata putus asa dan aku sangat tidak menyangka kalau adikku Ela yang kukenal selalu semangat dan tak kenal kata menyerah bisa berkata seperti itu" ucap Aby menghibur.
"Soal hati gak bisa dipaksa kak, apalagi aku wanita. Aku ingat pesan Mama, wanita itu lebih baik di kejar kak dari pada mengejar. Lebih baik dicintai dari pada mencintai. Kalau dicintai kelak akan menjadi ratu dihati pasangannya tapi kalau mencintai sangat berat kak. Iya kalau dia juga mempunyai perasaan yang sama, kalau gak. Aku gak mau hubungan kita jadi hancur karenanya" jawab Ela.
"Duh adikku ini ternyata sudah dewasa, aku kalah jauh darinya" puji Aby sambil mengelus kepala adik kembaranya.
"Kalau begitu kamu harus kuat dan sabar. Mudah-mudahan dia melihat isi hati kamu dan menyadari perasaan kamu padanya. Aku berharap dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan kamu. Tapi ingat ditolak ataupun menolak harus mempunyai hati baja. Gak boleh lemah, aku sudah pernah bilang sama kamu kan. Bicara yang baik -baik dengannya jangan sampai hubungan persahabatan kita hancur karena masalah ini" nasehat Aby.
"Iya kak, aku masih ingat kok pesan kakak" jawab Ela.
"Trus kakak gimana dengan si Kunci itu?" tanya Ela.
"Dia punya nama Elaaaa" ucap Aby mengingatkan.
"Oke.. oke... Gimana dengan si Key?" tanya Ela kembali.
"Cie..cie...cie... kakakku malah jauh lebih dewasa. Sudah memikirkan masa depan dan jodoh" goda Ela.
"Ya iyalaaah, aku kan laki-laki. Aku ingin seperti papa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya. Aku tidak akan main-main pada masa depanku. Apa lagi aku seorang anak laki-laki dan anak paling tua di keluarga kita. Aku harus bisa menjadi pria kuat yang bisa melindungi kalian" balas Aby.
"Uuuuh so sweet... jadi makin sayang sama kakak, cinta keduaku" ucap Ela.
"Jadi dia cinta ketiga kamu?" Aby balik menggoda adiknya.
"Tuh kan kakaaaak. Nyebut-nyebut dia lagi. Kan udah janji ini rahasia. Gak boleh sebut-sebut dan singgung-singgung tentang dia ya. Aku gak mau dengar lagi, ntar ada yang tau aku kan malu. Pokoknya ini adalah rahasia terbesar kita. Kalau sampai bocor aku gak mau bicara sama kakak lagi, titiiiiiiiik" ucap Ela tegas.
"Iya adikku sayaaaaang" jawab Aby.
"Janji ya nanti saat kita bersama jangan kasi kode atau nyindir-nyindir. Kalau gak aku akan marah sama kakak" pinta Ela.
"Iya kakak janji. Puas????" tanya Aby.
"Makasih kak. Oh iya kakak mau ngapain ke kamarku? Ela balik bertanya.
"Mau ambil heatset aku yang kamu pinjam kemarin. Jadi lupa gara-gara keasikan baca diary kamu" jawab Aby.
"Ooh itu. Nih aku kembalikan. Makasih ya" Ela mengambil barang kakaknya di laci meja belajarnya.
"Sama-sama. Selamat ngeyal ya jangan sampai lupa waktu, lupa makan dan lupa belajar" goda Aby.
"Yeeee... gak lah yaw" balas Ela.
Aby keluar dari kamar adik kembarnya dan kembali ke dalam kamarnya. Aby memasang heatset di telinganya yang sebelumnya telah disambungkan ke hpnya.
Aby memutar lagi favouritenya yang selalu dia dengarkan, yang bisa memberikan ketentraman dan kenyamanan dirinya.
Dia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang dikamarnya. Sambil memikirkan apa yang barusan dia bicarakan dengan Ela adik kembarnya.
Masa remaja, masa dimana saatnya bertemu cinta pertama. Walau begitu Aby tidak mau terburu-buru menyimpulkan isi hatinya. Biarlah seperti air mengalir.
Yang penting dia harus menggapai cita-citanya dulu setelah itu baru mikirin masalah hati. Kalau memang Key adalah jodohnya pasti kelak mereka akan bertemu lagi dan kalau mereka tidak berjodoh Aby yakin dia akan segera bisa melupakannya.
Dan tentang adiknya, sesuai janjinya dengan Ela dia tidak akan ikut campur. Walau sebenarnya dia ingin sekali membantu adiknya itu.
Aby berharap adiknya bahagia dan dia akan mendukung siapa kelak yang akan menjadi pilihan Ela. Siapapun itu yang penting pria itu baik, bertanggung jawab dan menyayangi Ela seperti dia dan keluarganyanya menyayangi saudara kembarnya itu.
Tanpa terasa rasa kantuk menghampirinya. Aby menutup matanya dan terbang membawanya kedalam alam mimpi.
.
.
BERSAMBUNG