Find The KEY

Find The KEY
Ep. 105



"Dia... ternyata aku pernah melihatnya sebelumnya bahkan menyimpan fotonya" ucap Fajar frustasi.


Apa maksud dari semua ini? Mengapa dia ada di sekelilingku? Dan mengapa aku baru sadar dan terganggu akan hal itu? Tanya Fajar dalam hati.


Fajar langsung menutup album foto koleksi hasil karya pribadinya dan meletakkannya kembali ke dalam rak buku di ruang kerjanya. Dengan kesal dia kembali ke dalam kamarnya.


Huh dasar wanita jadi - jadian sekarang sudah berubah jadi hantu di dalam hidupku. Umpat Fajar.


Fajar membanting tubuhnya dengan kasar di atas tempat tidur mencoba menenangkan fikirannya. Malam ini dia harus istirahat karena besok ada hal penting yang harus dia kerjakan.


Besok dia akan mencari informasi mengenai Princessnya dan berharap semoga besok dia bisa bertemu dengan wanita impiannya itu.


Fajar tersenyum membanyangkan hari esok. Itu sangat ampuh mengusir keberadaan wanita jadi - jadian dalam benaknya dan Fajar pun kembali terlelap.


Keesokan harinya Fajar terbangun dengan hati riang gembira. Sambil bersiul dia bersiap hendak pergi ke kantornya.


Satu jam kemudian Fajar sudah tiba di ruangannya. Tak lama asistennya datang memberi laporan.


"Sudah kamu dapatkan alamat wanita itu?" tanya Fajar.


"Sudah Pak, ini dia alamat apartemennya" jawab sang asisten.


"Kalau begitu kamu susun ulang jadwalku hari ini. Aku ingin segera meluncur ke alamat yang kamu berikan ini" ucap Fajar.


"Baik Pak" balas asisten Fajar.


Fajar berdiri dan meraih hpnya kemudian pergi membawa selembar kertas yang berisikan alamat wanita yang bisa memberikan informasi mengenai wanita pujaan hatinya.


Satu jam kemudian Fajar sudah sampai pada alamat yang tertulis di kertas yang diberikan asistennya tadi.


Fajar memencet bel sebuah apartemen.


Ting.. tong..


"Siapa?" suara interkom dari dalam.


"Saya Fajar Pratama Barrakh ingin bertemu dengan Ibu Catherine" ucap Fajar.


"Maaf saya tidak mengenal anda" tolak Catherine manager Princesa.


"Saya GM di TBF Hotel. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan pada anda mengenai Miss Princess" jawab Fajar cepat.


Karena mendengar GM TBF Hotel Catherine memberanikan diri untuk membuka pintu apartemennya.


"Silahkan masuk" ucap Catherine.


Fajar masuk dan menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan Catherine. Dia takut alerginya akan kumat jika berdekatan dengan Catherine.


"Ada perlu apa anda datang kemari?" tanya Catherine tanpa basa basi.


"Aku ingin bertanya mengenai Princess, dari informasi yang aku dapatkan kamu adalah managernya" ucap Fajar.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Catherine penasaran.


"Mengenai data pribadinya, siapa nama aslinya dan dimana alamatnya juga bagaimana cara menghubunginya?" tanya Fajar.


"Maaf kalau mengenai data pribadinya aku tidak bisa memberikan informasi kepada kamu. Karena dia memang sengaja menyembunyikannya. Dia tidak mau privasinya terganggu" jawab Catherine.


"Tolong lah aku sangat membutuhkan informasi itu. Keberadaannya sangat penting untuk masa depanku" pinta Fajar.


"Maaf Sir aku tidak bisa" balas Catherine.


"Aku mengidap penyakit yang diturunkan dari Papaku. Aku tidak bisa terlalu dekat ataupun bersentuhan dengan wanita kecuali keluarga dekatku. Mungkin kamu merasa aneh pada penyakitku tapi ini adalah kenyataan. Dari kecil orangtuaku selalu berkata suatu saat nanti akan ada satu wanita yang akan menjadi penawar penyakitku ini. Sejak remaja aku mulai mencari wanita yang disebutkan oleh orangtuaku, sampai pada kejadian satu tahun yang lalu.....


Flash Back On


Satu tahun yang lalu di TBF Hotel.


Terjadi hiruk pikuk Hall TBF Hotel karena saat ini sedang diadakan peragaan busana yang menurut informasi yang Fajar dengar adalah seorang designer terkenal di London.


Sebagai seorang GM di TBF Hotel sudah menjadi tugas Fajar untuk mengecek segala sesuatunya berjalan dengan baik.


Dia tidak ingik ada komplain dari pelanggan ataupun pengguna ruangan ini. Kesuksesan acara ini juga menjadi sebuah promosi untuk perkembangan TBF Hotel.


Acara segera di mulai, Fajar sudah duduk di kursi VIP menyaksikan dan memastikan acara berjalan lancar. Para model satu persatu sudah masuk ke panggung dan berjalan di atas catwalk untuk mengenalkan busana rancangan designer terkenal yang bernama Princess.


Fajar memperhatikan secara detail semua acara, tidak ada satupun yang terlewatkan.


Bagus - bagus memang busana yang di pakai para model ini, pantas saja designer ini sangat terkenal di London ini. Puji Fajar dalam hati.


Saat acara selesai keluarlah designer yang merancang semua busana yang dipakai oleh para model tadi. Designernya adalah seorang wanita yang memakai topeng di wajahnya, dia juga memakai jilbab untuk menutupi kepalanya.


Wanita itu berjalan di atas catwalk dengan sangat anggun dan tersenyum manis. Walau Fajar tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi Fajar bisa menerka bahwa wanita dibalik topeng itu adalah wanita yang cantik.


Entah mengapa Fajar terpesona dengan kemisteriusan wanita itu tapi sayang Fajar sadar akan penyakit yang di deritanya. Sehingga Fajar segera menepis rasa penasarannya pada wanita itu.


Sebenarnya wanita seperti itulah tipe wanita idaman Fajar hanya saja dia tidak berani berharap karena penyakitnya.


Setelah acara selesai Fajar keluar dari Hall tetapi entah mengapa hatinya masih memikirkan tentang wanita itu. Dia penasaran dan ingin tau wajah wanita dibalik topeng itu.


Fajar berjalan ke arah belakang pentas dan mencari sosok wanita bertopeng yang sudah mencuri hatinya tanpa dia sadari.


Tiba - tiba... Braaaak ... $@#%£¥₩


Tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang wanita dan alangkah terkejutnya Fajar ternyata wanita itu adalah wanita bertopeng yang dia cari tadi.


Yang membuat Fajar lebih terkejut lagi dia tidak merasakan tanda - tanda kalau alerginya kumat. Padahal jarak dia dengan wanita itu sangat dekat bahkan tadi dia sempat bersentuhan dengan wanita itu saat tabrakan.


Fajar semakin semangat, dia segera membantu wanita itu berdiri.


"Maaf aku tidak sengaja, aku sedang terburu - buru" ucap wanita itu.


Belum sempat Fajar mengeluarkan sepatah kata wanita itu sudah berlalu dari hadapannya sambil membawa sebuah lukisan di tangnnya.


Fajar sempat memperhatikan isi lukisan itu. Gambar seorang wanita yang sedang memegang topeng.



Fajar mencoba mengejar wanita itu tapi wanita itu cepat sekali menghilang. Sejak saat itu Fajar terus mencari informasi mengenai wanita yang bernama Princess.


Flash Back Off


"Begitulah kejadiannya. Aku yakin dialah wanita masa depanku. Karena hanya ada satu wanita yang apabila aku berdekatan dengannya alergiku tidak akan kumat. Aku harap kamu mau memberi informasi tentang dia kepadaku" pinta Fajar.


"Maaf Sir aku tidak bisa percaya dengan semua kata - katamu" tolak Catherine.


"Baiklah kalau begitu aku akan membuktikan kepada kamu, agar kamu percaya. Tapi sebelumnya aku ingin menanyakan dimana letak kamar mandi?" tanya Fajar.


"Untuk apa dan apa hubungannya dengan semuanya?" tanya Catherine penasaran.


"Kamu akan lihat nanti apa yang akan terjadi padaku nanti. Dimana letak kamar mandi?" tanya Fajar lagi.


"Di sana" Catherine menunjuk arah kamar mandi di apartemennya.


"Baiklah kalau begitu sentuh aku" ucap Fajar sambil berdiri dan berjalan mendekati Catherine.


Catherine terlihat ragu - ragu. Dia takut Fajar merencanakan sesuatu yang membahayakan.


"Jangan takut, di sini aku lah sebenarnya yang takut pada kamu. Karena kalau kamu dekat dan menyentuhku penyakitku akan kambuh" ucap Fajar meyakinkan.


"Sentuh lah" Fajar menyodorkan tangannya ke arah Catherine.


Dengan ragu - ragu Catherine mengangkat tangannya dan mencoba menyentuh tangan Fajar.


Seketika wajah Fajar berubah pucat, keringat mulai mengucur di kening dan wajahnya. Tak lama kemudian...


"Ueeeeeeeek.... ueeeek....."


.


.


BERSAMBUNG