Find The KEY

Find The KEY
Ep. 47



"Apaaaa?" tanya Dimas dan Sisil.


"Kamu serius Dis?" tanya Sisil.


"Kamu jangan main-main Dis. Ditha itu sahabat kamu dan dia juga anak dari sahabat Papa. Kalau kamu main-main bisa rusak hubungan kita dengan keluarga mereka" Dimas memperingatkan anaknya.


"Aku tidak main-main Pa, aku serius" ucap Disil tegas.


"Bukannya dari kamu kecil kamu menyukai Ela nak?" tanya Sisil lembut.


"Cintaku pada Ela sudah berakhir Ma, Ela hanya menganggapku sebagai sahabat. Lima tahun ini setelah Ela pergi ada Ditha yang selalu setia menemaniku. Tanpa aku sadari rasa itu tumbuh mengisi hatiku yang sudah kosong" jawab Disil.


"Apakah itu beneran rasa cinta kamu atau hanya pelampiasan?" tanya Sisil.


"Aku serius Ma, dan memang benar aku mencintainya" tegas Disil.


"Mama takut saat Ela pulang perasaan kamu kembali pada Ela. Itu akan membuat Ditha terluka" nasehat Sisil.


"Iya Dis, Papa tidak mau gara-gara itu tiga keluarga rusak dan persahabatan keluarga kita juga berantakan" Dimas mengingatkan.


"Aku yakin Pa, rasa cintaku saat ini hanya untuk Ditha. Ela hanya masa lalu lagian juga Ela tidak membalas perasaanku Pa" ungkap Disil.


"Ya sudah kalau begitu kapan kamu mau Papa datang ke rumah Sandy untuk melamar Ditha?" tanya Dimas serius.


"Bagaimana kalau besok siang Pa?" Disil balik bertanya.


"Sepertinya kamu sudah gak sabar ya?" goda Dimas.


"Kalau bisa dipercepat mengapa harus diperlambat Pa?" tanya Disil.


"Halaaaah kamu bisanya ngeles saja" oceh Dimas.


"Papa kyak gak pernah muda saja" balas Disil.


"Papa dulu lebih lama nikahnya dari kamu. Kamu masih umur dua puluh empat sudah mau nikah. Papa umur dua puluh tujuh tahun baru nikah sama mama kamu" ucap Dimas.


"Dari pada lama-lama berbuat dosa Pa, mending segera di halalin. Lagian sebentar lagi juga otw dua lima Pa" ucap Disil.


"Benar itu Pa yang dibilang Disil. Mending di segerakan banyak setan yang berbisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu di telinga. Jadi, jangan tunggu lama-lama nanti lama-lama Ditha di ambil orang. Kalau sudah tiada baru terasa " sambut Sisil.


"Mama ini kayak lagu dangdut aja" ucap Dimas.


"Hehehe... Papa lupa ya kalau Mama ini pecinta lagu dangdut" balas Ditha sambil tersenyu.


Dimas hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dari dulu kelebihan istrinya yang suka garing becandanya dan lemot tapi Sisil paling marah di bilang lemot mengingat riwayat dia kuliah di UI jadi sudah pasti Sisil adalah anak yang pintar.


"Ya sudah besok siang kita ke rumah Sandy untuk melamar Ditha" ucap Dimas.


"Alhamdulillah, terimakasih Pa" jawab Disil senang.


"Akhirnya anak kita mau nikah ya pa, gak nyangka anak kita yang duluan nikah padahal dulu kita yang terakhir menikah dari mereka" ucap Sisil.


"Iya ya Ma. Papa juga baru kefikiran setelah Mama bilang sepertu itu" sambung Dimas.


"Semoga kamu juga segera diberi keturunan biar nanti Mama juga yang duluan punya cucu dari mereka" ucap Sisil bahagia.


Disil tersenyum melihat tingkah orangtuanya, jarang - jarang mereka bisa akur dan kompak seperti ini biasanya sering bertengkar mesra.


Aneh kan betengkar mesra? Maksud bertengkar mesra oleh Disil adalah percekcokan receh yang gak ada artinya. Walaupun begitu Disil tidak pernah menganggap percekcokan otangtuanya itu serius. Malah dia menganggap setiap kedua orangtuanya bertengkar menambah ke mesraan diantar mereka.


"Kalau begitu Disil ke kamar dulu ya Pa. Disil mau ngabari Ditha kalau besok siang kita mau datang kerumahnya" ucap Disil.


"Mama juga mau kabari yang lain biar besok rame yang datang, jangan cuma keluarga kita saja. Kalau yang ngumpul ramai kan suasana jadi semakin asik. Lagian Mama mau pamer sama Sandra dan Lidya kalau anak Mama dan Mitha yang lebih dulu menikah" sambut Sisil bangga.


"Ih Mama itu namanya sombong Ma" ujar Disil.


"Gak apa-apa sombong karena mampu. Yang gak boleh itu udah gak mampu sombong pula" oceh Sisil sambil tersenyum.


"Mama ini lebay ah" Disil bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan kedua orangtuanya.


Sisil langsung mengirim pesan pada teman-temannya.


Sisil


Sandra, Lidya.. besok temani aku ke rumah Mitha ya.


Sandra


Tumben Sil, emangnya ada acara apa?


Sisil


Aku mau ngelamar anak mereka.


Lidya


Ditha?


Sisil


Ya iyalah, siapa lagi? ya kan besan? colek @Mitha.


Cinta


Waaaah kabar gembira nih?


Aditya


Serius Dimas, Sandy? Kalian akan besanan?


Dimas


Sandy


Eits belum tentu aku setuju


Dimas


Udahlah San terima saja. Kan kamu gak rugi dapat anak tampan yang mirip aku.


Sandy


Aslinya pengen banget tadi aku nolak pas anak kamu datang kerumah ngutarain isi hatinya. Tapi aku kasihan lihat dia nangis-nangis bombay dirumahku. Sampai satpam dan Pak RT datang menenangkannya.


Dimas


Lebay banget lo. Yang ada juga kamu bangga punya menantu seperti anakku. Nanti cucu kamu pasti akan setampan opanya?


Sandy


Pede banget.


Reza


Jadi kapan acaranya Kak? @Dimas, @Sandy


Dimas


Sebaiknya jam berapa San? Kabar gembira seperti ini harusnya memang kita rayakan.


Sandy


Gimana kalau kalian semua makan siang di rumahku.


Reza


Setuju banget


Sandy


@Dimas nanti aku kirim struk belanjaannya ya. Kan anak kamu yang mau melamar anakku


Dimas


Waaah besanku matre ni, batu juga melamar udah kelihatan belangnya. Bahaya nih?


Sandy


Hahahahaha candra bro.


Aditya


Selamat ya buat kalian. semoga langgeng sampai kakek nenek.


Dimas


Serasa doa pengantin baru ya?


Sandy


Iya aku juga rada-rada gimana gitu dapat doa seperti itu.


Aditya


Ya sebentat lagi kan kalian akan segera menjadi kakek dan nenek. Jadi saling akurlah dari sekarang.


Sisil


Aamiin... Makasih ya Kak Adit.


Satria


Selamat ya Sandy dan Dimas juga Sisil dan Mitha. Sebentar lagi kalian akan berbesan.


Cinta


Siapa ya yang akan menyusul selanjutnya? colek @satria.


Satria


Tenang yank gak usah buru-buru.


Pembicaraan group yang aneh ya, padahal masing-masing mereka berpasangan. Gak kebayang lima pasangan suami istri balas group di hp masing-masing.


Padahal pasangannya ada disamping mereka masing-masing. Tapi itulah persahabatan mereka. Gak kalah seru dengan cerita persahabatan anak-anaknya.


Terlebih pasangan Dimas dan Sandy yang sangat senang malam ini karena anak-anak tersayang mereka akan segera menuju pernikahan.


Bahagia mendapat besan dari sahabat sendiri. Mereka sudah saling kenal bahkan calon menantu mereka sudah mereka kenal sejak kecil.


Tidak pernah ada niat untuk menjodohkan anak-anak mereka tapi kalau memang si anaknya sendiri yang saling suka kenapa tidak. Selama mereka serius menjalaninua tentunya mereka sebagai orangtua akan selalu mendukung keputusan anak-anaknya.


.


.


BERSAMBUNG