
"Eh Fajar kan? Gak nyangka bisa ketemu di sini?" sapa seorang wanita.
"Kamu siapa?" tanya Fajar pura - pura lupa.
"Lisa dari PT. XXX. Kamu lupa ya? Yang kemarin Keysha kenalkan saat di pesta pernikahan Sintia dan Ryza" ungkap Lisa.
"Oooh mantannya Rafa?" balas Fajar.
"Iya tapi semua sudah selesai kok. Aku dan Rafa sudah putus. Aku sekarang jomblo" jawab Lisa.
Siapa yang nanya, emang gua fikirin. Batin Fajar.
"Eh iya, sebentar lagi kita akan ada rapat lho di kantor, sampai ketemu lagi ya Fajar. Senang bertemu kamu di sini. Kapan - kapan boleh kan kalau kita ketemu di lain tempat?" ucap Lisa mencoba menggoda.
"Aku gak janji, maaf kedepannya aku pasti akan sibuk urusan kantor" tolak Fajar.
"Oke deh gak apa - apa" jawab Lisa.
"Sorry Lis aku tinggal ya, udah kebelet nih" ucap Fajar
"Eh iya silahkan Fajar. Aku juga sudah mau pergi. Sampai ketemu dilain waktu ya. Daaa" balas Lisa.
Fajar segera meninggalkan Lisa.
Huh.. aku udah mual dari tadi lihat wanita itu. Benar kata si Keket si Lisa udah kayak mak lampir nyeremin. Ueeek... Batin Fajar.
Tak lama Fajar kembali ke tempat Ela dan teman - temannya menunggu.
"Kok lama?" tanya Ela.
"Gak sengaja ketemu client tadi pas mau ke kamar mandi" jawab Fajar.
"Oooo" Ela menganggukkan kepalanya.
Clientnya mak lampir El, sorry aku gak mau bilang sama kamu takutnya kamu emosi lagi dengarnya. Batin Fajar.
"Kita pulang yuk, kakiku udah pegal" ajak Catherine.
"Yuk lah udah sore juga" balas Ela.
Mereka pun kemudian keluar dari Mall dan menuju arah pulang ke rumah Ela. Sesampainya di rumah ternyata ada Reza dan Lidya, Papa dan Mamanya Rafa di rumah Ela.
"Assalamu'alaikum. Eh ada Om Reza dan Tante rupanya" sapa Ela.
"Iya El tadi Mama kamu manggil Om ke sini" jawab Reza.
"Ketemu yang di cari El?" tanya Lidya.
"Ketemu donk Tante kalau gak si Ela mana mau pulang sebelum dapat apa yang dia inginkan" potong Catherine.
"Hehehe.. ketemu Tante, nih udah dapat" Ela menunjukkan kantongan yang dari tadi dia pengang.
"Aku simpan ini dulu ya ke kamar. Kamu duduk dulu Fa" ucap Ela.
"Tante tadi kami ketemu Mak Lampir waktu di Mall" adu Catherine.
"Mak Lampir? Siapa Mak lampir?" tanya Lidya bingung.
"Itu lho calon mantunya Tante yang gak jadi" sambut Catherine.
"Lisa? trus kalian ribut lagi di sana?" tany Lidya penasaran. Pertengkaran Lisa dan Catherine di pesta Sintia dan Ryza yang lalu bukan lagi menjadi rahasia. Semua orang sudah mengetahuinya.
"Ribut sedikit Tante tapi aku udah skakmat dia. Dia tanya ngapain kami berdua di toko perhiasan? Dia gak lihat Ela dan Fajar di situ lihatnya cuma Rafa dan aku doank. Jadi sekalian aja aku bilang kami lagi cari cincin nikah. Aku gak bohongkan? Kan emang cari cincin nikah tapi cincinnya Ela dan Fajar hehehe" ungkap Catherine.
"Bagus... bagus.. biar aja si Lisa salah sangka biar dia gak gangguin Rafa atau kamu lagi" sambung Lidya.
"Kalau ketemu dia lagi kamu harus lebih tegas Raf, biar dia jangan coba deketin kamu lagi. Semakin lama Papa semakin gak suka lihat sikapnya. Akhirnya kelihatan juga sifat asli gadis itu. Untung saja dulu kamu gak jadi nikah sama dia" ungkap Reza.
"Iya Pa. Aku juga udah tegas kok sama dia, dianya aja yang suka nyamperin kalau ketemu" jawab Rafa.
"Masih ngarep balikan lagi kali" sambut Alexa.
"Iya bisa jadi. Gadis itu matre sepertinya, setiap ada celah ketemu sama pria yang berpotensi pasti akan dia dekati. Hati - hati kamu Raf, bisa - bisa dia menghalalkan segala cara lagi. Bisa jadi dia ngejebak kamu supaya balikan lagi sama dia" Aditya mengingatkan.
"Iya Om aku akan lebih hati - hati" jawab Rafa.
Wah aku juga harus hati - hati nih, perasaanku jadi semakin tidak enak waktu Lisa menyapa aku tadi. Semoga dia tidak mempunyai niat lain deh. Doa Fajar dalam hati.
Tak lama Ela datang dengan membawa buku gambarnya.
"Ini Tante sketsa gaun pernikahan untuk pesta pernikahan aku nanti. Aku mau tunjukin sama Mama dan semua. Siapa tau ada yang bisa kasih saran" jawab Ela.
"Mana? Sini coba Mama lihat sayang" sambut Alexa.
"Nih Ma.. Ini gaun pernikahanku" Ela menunjukkan sketsa gambar gaun pernikahannya.
"Simpel aja, cantik gak Ma?" tanya Ela.
"Cantik sayang, kamu banget ini. Kamu kan sukanya emang gak mau ribet - ribet. Tapi bagus ini. Mama suka" jawab Alexa.
Lidya juga ikut nimrung.
"Jadia hiasan dan pernak perniknya cuma di selendangnya aja El?" tanya Lidya.
"Iya Tante, gaunnya putih polos aja. Biar aku gak ribet kalau mau jalan dan duduk" jawab Ela.
"Bagus, cantik ini" puji Lidya.
"Ini apa El?" tanya Alexa.
"Ini untuk resepsi Ma, gimana bagus gak?" tanya Ela.
"Cantik banget El" puji Keysha yang juga ikut nimbrung.
"Namanya yang nikah dia sendiri Key, ya gaunnya harus lebih bagus dari yang lainnya" sambut Lidya.
"Ini untuk keluarga tinggal pakai manset dalaman dengan warna senada, Mama dan Kak Key suka?" tanya Ela.
"Suka, suka banget. Ya kan Ma" ucap Keysha.
"Iya Mama suka, cantik" balas Alexa.
"Ini untuk para Tante - tante" ucap Ela.
"Waaah kami kebagian juga?" tanya Lidya.
"Tentu donk, aku sudah siapkan designya jauh - jauh hari, paling tinggal tambah tenaga yang jahit biar gaunnya selesai sesuai target.
"Dan ini untuk para bridesmaid" yang ini biar tugas Catherine. Siap Ket?" tanya Ela.
"Siap Bos, untuk kamu apa sih yang nggak" balas Catherine.
"Oh iya Ket, kamu hubungi Mom and Dad di London ya, suruh mereka datang" pinta Ela.
"Oke El nanti aku kabari mereka. Pasti mereka senang banget jalan - jalan ke Indonesia" sambut Catherine.
"Nanti Papa sama Mama kamu sekalian aja Ket datang sama Jimmy asisten pribadiku yang di London. Biar nanti dia yang aku suruh urus tiket orangtua kamu" sambung Fajar.
"Waaah gini nih kalau nikah sama anak Sultan" jawab Catherine.
"Iya Sultan dari Arab" potong Keysha.
"Ha iya Kak Key betul. Dia kan anaknya Aladin hahaha" goda Ela.
"Huss... gak sopan nanti dengar mertua kamu kan bahaya" ucap Aby.
"Gak apa - apa By, di keluargaku juga sudah biasa bercanda seperti itu" jawab Fajar.
Bahkan lebih parag By kalau Papaku sudah ketemu sama mertua kamu dan Om jin. Aku rasa akan lebih klop lagi kalau Ela masuk grup mereka. Apa jadinya ya kalau mereka berempat kerja sama. iiiih aku kok tiba - tiba merinding. Ucap Fajar dalam hati sambil dia membayangkan wajah usil Papanya, Kevin, August dan Ela.
.
.
BERSAMBUNG