Find The KEY

Find The KEY
Ep. 290



Papa


Ryza, mengapa bisa F3STER mogok makan dan kelaparan? Papa gak mau tau, sepulang kerja bilang sama anggota ERASADIS untuk kumpul di rumah Fajar. Kami ( Papa, Om Omar dan Om Kevin) ingin bicara dengan kalian mengenai hal ini.


Ryza sangat terkejut mendapat pesan seperti itu dari Papanya. Pesan itu langsung di teruskan Ryza ke group ERASADIS.


Ryza


Pesan dari Papaku barusan untuk kita semua.


Aby


Gawat bro ternyata anak - anak kita cari pendukung😱


Disil


Pinter banget mereka cari deking ya🤨


Fajar


Dekingnya berat, langsung kalah kita 😟


Rafa


Waaah bakalan kena sidang nih ☹️


Ela


Aku tau siapa biang keroknya? 🤔


Disil


Siapa lagi kalau bukan anak-anak kamu 😜


Catherine


Sepertinya kita harus mengibarkan bendera putih nih


Keysha


Kita harus cepat pulang Fa, Ryza. Jangan sampai duluan mereka yang sampai ke rumah kamu. Bisa bahaya nasib kita.


Sintia


Iya takut lihat Papa mertua marah


Ditha


Betul.. betul... kita juga harus gerak cepat El


Ela


Oke jam empat kita gerak dari butik ya. Yang lain juga, kalian gerak dari kantor masing-masing.


Rafa


Oke El


Fajar


Oke yank


Pesan berakhir mereka segera menuntaskan pekerjaan mereka agar bisa pulang lebih cepat dari biasanya.


Sementara F3STER sedang asik berenang di kolam rumah keluarga Barrakh. Triplet emang sudah terkenal hobby berenang sehingga pakaian renang mereka banyak yang tertinggal di rumah Opa dan Oma mereka.


Jadi saat seperti ini tidak sulit bagi mereka mendapatkan baju renang untuk mereka pakai berenang. Seperti surga dunia bagi anak-anak itu.


Setelah lelah berenang mereka di hidangkan cake dan makanan lain yang enak - enak dan langsung di masak oleh pemilik Toko Roti Jasmine yang kini sudah memiliki beberapa toko di kota Jakarta.


Lidah mereka benar-benar di manjakan oleh cita rasa koki handal yang tak lain adalah Oma mereka.


Jasmine dan Omar juga sangat senang dengan kedatangan tujuh kurcaci itu di rumah mereka. Membuat rumah mereka ramai. Biasanya hanya ada suara Shakira saja yang memecah kesunyian di rumah itu.


"Aunty Shak mana Oma?" tanya Elfa.


Sangat lucu kedengarannya mereka memanggil Shakira dengan sebutan Shak. Walaupun Shakira sudah protes ribuan kali tetapi tetap saja mereka memanggil Shakira dengan sebutan itu.


"Aunty kamu masih kerja sayang" jawab Oma.


"Eh iya aku lupa" jawab Elfa.


"Kalian sering-sering ya datang dan main di rumah Opa seperti ini" ajak Omar.


"Kalau kami main ke sini dimasakin yang enak - enak gak Opa?" tanya Sitha.


"Tentu donk, nanti Oma yang masak untuk kalian" jawab Omar.


"Iya, Oma janji akan masakin sesuatu yang enak setiap kalian datang" jawab Jasmine.


"Asiiiiiiik" jawab Fela dan Elfa.


"Horeeeee... " ucap yang lain


Omar dan Jasmine tersenyum bahagia melihat tujuh kurcaci itu tertawa senang.


"Memang benar kata orang perlakukan kita pada cucu akan berbeda dengan anak sendiri. Kalau kepada anak, mungkin saat mereka salah kita bisa marah. Tapi kalau cucu, walaupun aku tau perbuatan mereka salah dengan mogok makan untuk mengancam orang tua mereka entah mengapa hatiku sangat sakit melihat mereka kelaparan seperti itu" ucap Omar pada istrinya.


Jasmine tersenyum menatap suaminya.


"Sudah lama ya Mas rumah kita tidak ramai seperti ini. Dulu paling hanya Fajar, Keysha dan Ryza yang sering bermain seperti ini. Pasti Alexa dan Aditya senang punya sahabat banyak sehingga anak - anak mereka juga punya sahabat yang banyak. Beruntung anak - anak kita berjodoh dengan anak mereka, jadi ramai" sambut Jasmine.


"Kamu kan memang paling senang sama anak - anak sejak dulu yank" ujar Omar.


"Iya Mas, karena dunia anak - anak itu tidak rumit seperti orang dewasa. Mereka tidak punya perasaan ingin tahu kehidupan orang lain, tidak berburuk sangka dan tidak sibuk ngurusin orang lain. Mereka tidak mempunyai dendam. Taunya kalau tidak suka ya bertengkar tapi setelah itu akan cepat berteman lagi" ungkap Jasmine.


"Benar kamu bilang yank. Kalau melihat mereka seperti ini aku baru tersadar kalau aku sudah semakin tua. Cucuku sudah mulai besar" ujar Omar.


"Siapa bilang kamu sudah tua. Kamu masih muda kok Mas" goda Jasmine.


"Masih muda untuk bertempur dengan kamu yank" Omar balik menggoda.


"Hahaha... kamu ada - ada saja" balas Jasmine.


*******


Setelah puas berenang dan makan F3STER pulang di antar Opa Omar ke rumah Fajar. Disana sudah menunggu anggota Geng ERASADIS formasi lengkap.


Fajar dan teman-temannya sudah mempersiapkan alasan mereka kalau para tetua menyidang merek sore ini.


Tak lama Omar sampai di rumah Fajar, mobil Kevin dan August juga memasuki halaman rumah Fajar.


Terlihat sudah banyak mobil di sana, seperti sedang ada acara keluarga jika tetangga melihat.


F3STER turun dari mobil Omar dan bertemu dengan Opa Kevin dan Opa August.


"Hai Opa" sapa F3STER.


"Hai F3STER" jawab Kevin dan August sambil menyambut jabat tangan tujuh kurcaci.


"Kalian sudah kenyang? Mau Opa belikan sesuatu?" tanya Kevin.


"Tidak Opa. Kami sudah kenyang sekali makan di rumah Opa Omar" jawab Shaby.


"Anak pintar, kalau begitu kalian masuk ke dalam rumah dan bermain di kamar bermain milik Triplet ya. Opa mau bicara sama Papa dan Mama kalian semua" perintah August.


"Baik Opa" jawab F3STER kompak.


Mereka berlari memasuki rumah Fajar dan melihat semua orang tua mereka sudah berkumpul di dalam rumah.


Dengan sopan mereka menyalam tangan para orang tua.


"Siapa yang menyuruh kalian ke rumah Opa Omar tanpa izin?" tanya Fajar tegas.


Semua tertunduk karena takut di marahin.


"Maafkan Elfa Pa, Elfa yang ajak mereka semua ke rumah Opa. Soalnya kami semua lapar Pa, di sana kan ada Oma yang pintar masak" Elfa mengaku.


"Jadi menurut kalian masakan Mama tidak enak?" Sindir Ela.


"Masakan Mama yang terbaik, tetapi kan kami lagi mogok makan" jawab Fela jujur.


"Trus kalau mogok makan kenapa pergi ke rumah Opa Omar untuk makan?" tanya Aby.


"Kami... kami kan mogok makannya di rumah Pa. Kalau di rumah Opa Omar kami gak mogok makan" jawab Shaby Jujur.


Sebenarnya personil ERASADIS sudah mau tertawa dari tadi mendengar jawaban anak - anak mereka tapi mereka tahan karena menjaga wibawa mereka di depan anak - anak.


"Tapi ada juga tuh yang minum susu di rumah" sindir Disil pada putrinya.


"Aku kan cuma minum susu Pa, bukan makan. Mogok nya kan cuma makan bukan minum" bela Sitha.


"Sudah.. sudah... jangan kalian marahin mereka. Anak-anak pergi ke dalam dan main di kamar bermain ya. Opa mau bicara sama Papa Mama kalian" ucap Omar yang baru masuk ke dalam rumah bersama Kevin dan August.


Sontak personil ERASADIS terdiam karena kedatangan para tetua Barrakh Corp.


.


.


BERSAMBUNG