Find The KEY

Find The KEY
Ep. 195



Setelah selesai acara lamaran romantis Rafa, keesokan harinya Rafa di temani Fajar, Ela, Jimmy dan Bella datang kerumah orangtua Catherine untuk melamar Catherine secara resmi pada kedua orangtuanya.


"Maaf Mr dan Mrs. Wolter kalau kedatangan kami ke sini terkesan mendadak. Tapi izinkanlah saya meminta izin kalian untuk menikahi putri kesayangan kalian Catherine Wolter" ucap Rafa.


"Apapun yang Catherine inginkan asalkan dia bahagia kami tidak akan melarangnya Rafa. Kami merestui kalian" jawab Mr. Wolter.


"Karena kamu akan segera menikahi putri kami, walaupun hal itu belum terlaksana tapi kami sudah menganggap kamu sebagai anak kami sendiri. Jadi jangan panggil kami dengan sebutan Mr dan Mrs. Wolter. Panggil dengan sebutan Mom and Dad" tegas Mrs. Wolter.


"Baik Mom" jawab Rafa.


"Mom, karena keluarga besar kami semuanya ada di sana apakah kalian bersedia kembali ke Indonesia untuk membicarakan pernikahan mereka?" tanya Ela.


"Bagaimana Dad?" tanya Mrs. Wolter pada suaminya.


"Iya Dad, aku dan Cat setelah menikah akan menetap di Indonesia dan Catherine meminta pernikahannya juga dilaksanakan disana. Apakah kalian setuju?" sambung Rafa.


"Dad, pleaseee.... Aku ingin menikah di Indonesia, rasanya disana pestanya lebih kekeluargaan dan aku suka" pinta Catherine.


"Baiklah honey kami setuju. Kami akan ikut kalian kembali ke Indonesia" jawab Mr. Wolter.


"Alhamdulillah.. " jawab mereka bersama - sama.


"Kalau begitu Rabu kita terbang dari London ke Indonesia ya. Masih ada waktu 3 hari lagi untuk kalian mempersiapkannya" tegas Fajar


"Kalau begitu pembicaraan kita tentang rencana pernikahan Raket sudah selesai kan? Kita bisa pergi berbelanja mencari oleh-oleh untuk yang lain" ucap Ela.


"Baik kalau begitu kita pergi" jawab Fajar


"Kalian ikut saja sekalian, sekalian cari barang - barang untuk pernikahan kalian. Tenang ada suamiku yang akan mendanai semua kebutuhan pernikahan kalian. Percuma aku menikah dengan worang kayaaah" celetuk Ela seenaknya.


Fajar hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Catherine dan Rafa ikut jalan - jalan bersama Ela dan Fajar sedangkan Jimmy dan Bella pamit pulang duluan.


Mereka memasuki pusat perbelanjaan terkenal di London. Mereka berkeliling untuk mencari oleh - oleh buat para sahabatnya.


"Eh Raket itu ada toko perhiasan, sekalian aja kalian cari cincin nikah di sini siapa tau lebih bagus dari yang ada di Indonesia. Mumpung kalian ke sini" suruh Ela.


Mereka masuk ke toko perhiasan dan memilih sepasang cincin pernikahan. Keputusan mereka jatuh pada sepasang cincin permata biru yang terbuat dari tembaga kualitas terbaik dengan hiasan berlian.



"Aku suka yang ini" tunjuk Catherine.


"Kamu mah emang suka warna biru" celetuk Ela.


"Ya sudah kita beli, apapun yang kamu suka aku setuju" balas Rafa.


"Maaas" panggil Ela.


"Cukup El, kalau untuk cincin nikah biar aku yang beli. Masak cincin nikah kami juga harus dibelikan Sultan. Malu dong" ucap Rafa.


"Oh ya sudah" jawab Ela.


Rafa mengeluarkan kartu debit nya dan membayar sepasang cincin yang akan menjadi cincin pernikahannya dengan Catherine.


"Beneran cantik Ket, cincin lamaran kamu juga bagus, unik gitu gambar kucing. Emang si Rafa matanya bagus ya cari yang beling - beling" puji Ela.


"Siapa dulu sohib kamu ini" jawab Rafa percaya diri.


"Gelaaay" ejek Ela.


"Yank ada kalung cantik tuh. Gambar mahkota, kamu mau?" tanya Fajar pada Ela.



"Untuk apa Mas?" jawab Ela.


"Ya untuk kamu pakai donk yank masak untuk kamu makan. Kamu kan Princess, jadi kalungnya juga lambang Princess. Aku beli ya khusus buat kamu" ucap Fajar.


Fajar membayar kalung untuk istrinya.


"Mau di pasang sekarang?" tanya Fajar.


"Nanti aja di hotel" balas Ela.


Setelah keluar dari toko perhiasan Ela dan Catherine pamit kepada Fajar dan Rafa untuk mencari sesuatu yang katanya rahasia wanita.


Fajar dan Rafa menunggu mereka di sebuah cafe sambil menikmati kopi di Mall tersebut.


"Kamu mau cari apa El?" tanya Catherine penasaran.


"Aku mau cari sesuatu, kemarin waktu Rafa menang bertarung melawan Jimmy aku dan Fajar buat kesepakatan. Siapa yang kalah harus pasrah diperlakukan apapun. Tadi malam kan kita kemalaman pulangnya di acara lamaran kamu jadi kesepakatan kami belum terlaksana. Rencananya malam ini aku akan menjalankan misiku" ucap Ela dengan tegas.


"Kamu kalau udah punya ide membara seperti ini nyeremin ah. Jangan kamu kerjain suami kamu dengan ide - ide gila kamu El" cegah Catherine.


"Tenang aja, dia gak akan sampai pingsan aku kerjain" jawab Ela.


Mereka masuk ke toko pakaian dalam khusus wanita. Dan Ela berjalan ke arah baju tidur.


"Oh mau beli lingerie toh.. aku kira Fajar mau kamu kerjain apa gitu sampai aku merinding membayangkannya. Aku kira kamu mau mutilasi Fajar" ucap Catherine lega.


Kamu emang akan merinding Ket, tapi merinding enak hihihi... baju ini aku persiapkan untuk amunisi aku ngerjain kalian di malam pernikahan kalian. Kena batunya kamu. Ela tertawa licik dalam hati.


Dasar sableng... Baru juga di lamar, si Ela idenya udah jauh - jauh hari direncanakan ( Batin author 🤣🤣).


Pilihan Ela jatuh pada lingerie berwarna putih yang terbuat dari bulu - bulu halus pada kedua lingkarang yang menutup dada kemudian ditengahnya ada pita besar menghubungkan bagian dada dengan segitiga di bawah tak lupa juga di bagian segitiga ada bulu halusnya juga. Trus tali dadanya dihubungkan dengan pengikat di leher seperti kalung di tambah pernak pernik bando berbentuk telinga kucing dan sepasang gelang yang terbuat dari bulu - bulu.


(haluin sendiri ya readers... entar kalau aku buat fotonya di sini buahayaaa bisa kena pasal penyebaran foto suuuuuur...) 😇😇


Udah mirip kucing. Pas banget. Batin Ela.


"Waaaah ekstrim juga halu kamu ya El" puji Catherine.


"Bagus kan?" tanya Ela.


"Bagus, pasti sexy banget nih pakai beginian. Di jamin suami akan lari, lari mendekat maksudnya" jawab Catherine.


Rasain deh kamu Ket, aku kerjain pakai beginian hohoho... Tawa jahil Ela dalam hati.


Ela juga memilih lingeria sederhana satu lagi untuk dia pakai.


"Jangan sampai ketahuan mereka para lelaki, entar jadi gak surprise lagi" ucap Ela.


"Sip.. sip.. gak nyangka aku sama ide gila kamu" puji Catherine lagi.


Ela tersenyum licik.


Kamu tidak akan menyangkanya Catherine, dengan pakaian ini kamu akan lemas tak berdaya xixixixi 👹👹👹


Batin Ela.


Ela membayar pakaian yang mereka beli dan menyembunyikannya dalam tasnya.


"Untung kalau di bungkus jadi kecil ya, muat di tas kamu" ucap Catherine.


"Bahaya nanti kalau kita tenteng, bisa dilihat sama dua pria itu. Kalau suami aku sih gak masalah apa yang ada di fikirannya bisa langsung di praktekkan. Kalau yang lihat si Rafa mau praktek dimana dia. Bahaya... " ucap Ela.


Mereka tertawa bersama...


Dasar Ela sableng.


.


.


BERSAMBUNG