
Setelah menelepon Om Kevin, Papanya Keysha dengan pembicaraan yang sangat alot, menyebalkan dan buat naik darah. Ela menggerutu tak jelas sendirian di kursi belakang.
Sementara Papanya duduk di sebelah suaminya yang sedang menyetir.Fajar memperhatikan wajah kesal istrinya dari kaca spion.
"Kenapa yank kesal gitu? Om Kevin bilang apa?" tanya Fajar penasaran.
"Aku jawab salamnya di awal eeeh dia ngajak bercanda. Giliran aku ngomong serius bilang kalau Kak Key mau lahiran eeeeh dia malah bilang aku sedang bercanda" jawab Ela kesal.
"Panik kali El, namanya anak pertamanya mau melahirkan dan sebentar lagi akan melihat cucunya lahir" sambut Aditya.
"Papa juga sama kan mau lihat cucu pertama juga tapi gak panik" ujar Ela.
"Tetap panik El tapi kan Papa berusaha mengatasinya. Kalau semua dihadapi dengan panik ya hasilnya malah gak bagus. Kita harus tenang agar semua bisa diatasi dengan baik" jawab Aditya bijak.
"Huuuh dasar Om Kevin" umpat Ela.
"Yank kabari teman yang lain, siapa tau mereka juga mau ikutan datang menemani di rumah sakit" ujar Fajar.
"Ngapain rame - rame. Wong kita juga tetap nunggu di luar. Kan nanti yang boleh masuk melihat proses lahiran cuma Kak Aby doank" jawab Ela.
"Ya siapa tau mereka mau kasih semangat buat Aby dan Keysha" balas Aby.
"Benar itu, siapa tau juga mereka mau berdoa untuk kelancaran lahirannya Keysha. Jangan suudzon ah" sambung Aditya.
"Iya deh" jawab Ela.
Ela segera mengirimkan kabar Keysha yang mau lahiran ke group Geng ERASADIS.
Ela
Guys.. Kak Key mau lahiran. Saat ini kami sedang menuju rumah sakit
Sintia
Oke El, kami segera meluncur
Ditha
Aku dan Mas Disil juga menyusul.
Catherine
I am coming
Tak lama mereka sudah sampai di RS. Ibu dan Anak. Keysha segera di beriksa dokter di UGD.
"Tunggu sebentar ya Pak, Bu" ucap perawat.
Tak lama keluarga Kevin Barrakh juga sampai di Rumah Sakit.
"Bagaimana By, mana Keysha?" tanya Sheila.
"Masih di periksa Ma" jawab Aby tegang.
"Tenang By, kamu jangan gugup. Nanti istri kamu ikutan tegang" nasehat Aditya.
"Iya gak usah khawatir, Keysha bukan wanita yang lemah. Dia wanita mandiri dan Papa merasa dia sudah sangat siap untuk menjadi seorang Ibu" sambung Kevin.
"Iya Pa" jawab Aby.
Tak lama seorang perawat keluar dari ruang UGD.
"Bapak Abyasa" panggil perawat.
"Ya Sus" Aby berdiri dan berjalan mendekati perawat.
"Ibu Keysha sudah mulai pembukaan tiga Pak dan akan dibawa ke ruang bersalin karena prediksi dokter pembukaan ibu Keysha sangat baik dan cepat. Siapa yang akan menemani Ibu Keysha di dalam?" tanya perawat.
"Berapa orang Sus yang bisa menemani?" tanya Kevin.
"Hanya satu orang Pak" jawab Perawat.
"Saya aja Dok, saya ingin menemani istri saya melahirkan dan menyaksikan langsung proses persalinan anak saya" tegas Aby.
"Baik Pak, bersiaplah. Sebentar lagi Ibu Keysha akan di bawa ke ruang bersalin" perintah Aby.
Aby mengikuti perawat ke ruang steril. Untuk memakai pakaian khusus untuk dipakai di ruang bersalin.
Saat Aby sedang bersiap - siap. Teman-temannya yang lain pun tiba dan berkumpul di ruang tunggu.
"Gimana keadaan Keysha?" tanya Sintia.
"Sebentar lagi akan di pindah ke ruang bersalin. Tadi kata perawat sudah bukaan tiga" jawab Ela.
Ditha datang sambil berjalan pelan - pelan dan berpegangan pada Disil. Tampak wajahnya juga sedikit berubah. Agak pucat dan terlihat mulai meringis.
"Kamu kenapa datang sayang? Kamu kan lagi hamil besar juga?" tanya Alexa.
"Gak apa-apa Tante, aku ingin memberi semangat pada Keysha dan Aby" jawab Ditha.
"Kamu gak apa - apa Tha? Wajah kamu kok agak pucat?" tanya Sintia.
"Sini Tha duduk" ajak Catherine. Dia kasihan melihat Ditha yang sudah kewalahan jalan karena sedang hamil besar.
Tak lama Keysha keluar dari UGD didorong di atas tempat tidur menuju ruang bersalin. Semua berdiri memberikan semangat ke pada Keysha.
"Semangat sayang, jangan lupa terus berdoa ya" ucap Sheila lembut.
"Yang kuat ya Key" ujar Kevin.
"Semangat sayaaang" sambung Alexa.
"Semangat Keyshaaaa... " ucap teman - temannya.
"Terimakasih semuanya, doain ya" jawab Keysha.
Aby dan Keysha masuk ke ruang bersalin. Seluruh keluarga dan teman-teman menunggu dengan sabar.
Saat mereka sedang menunggu proses persalinan Keysha tiba-tiba.
"Allahu akbar sayaaaaaang... Sakiiit banget" teriak Disil.
Sontak semua melirik ke arah Disil yang sedang menahan sakit.
"Kamu kenapa Dis?" tanya Rafa.
Disil tak mampu berkata-kata karena tangan Ditha mencengkarang lengannya dengan kuat. Bahkan kuku Ditha menancap di kulit tangan Disil. Disil merasa perih sampai ketulang.
"Emmmm.... mmmm.... " gumam Disil menahan sakit.
"Ya Allah Sayaaaaang... " ujar Disil lagi sambil teriak.
"Kamu kenapa Tha?" tanya Alexa curiga.
"Sakit Tante, sakit banget. Perutku sakiiiiiit" jawab Ditha terbata-bata.
"Ada perasaan mules? Pengan ngajak pup?" tanya Sheila.
Ditha menganggukkan kepalanya menahan sakit.
"Aaaaaw..... " rintih Ditha.
"Ya Allaaaah... ampuni dosa hambaaaa" teriak Disil.
"Dis, bawa istri kamu ke UGD cepat, biar di periksa dokter. Sepertinya istri kamu sudah mau melahirkan" perintah Alexa.
"I.. iya Tante" jawab Disil.
"Perawaaat" panggil Fajar.
"Tolong nih, ada yang mau melahirkan lagi" sambung Ela.
Tak lama perawat datang dengan membawa kursi roda.
Ditha duduk di kursi roda dan segera di bawa ke UGD untuk di periksa.
"El tolong kabari Mama dan mertuaku ya" perintah Disil.
"Iya Dis" jawab Ela.
"Raf tolong ambilkan tas dan perlengkapan bersalin di bagasi mobilku. Jauh - jauh hari kami sudah persiapkan di bagasi" sambung Disil lagi.
"Oke Dis" balas Rafa.
Disil pun pergi meninggalkan mereka semua dan menyusul Ditha di ruang UGD.
"Gitu Fa seperti Disil. Sedia payung sebelum hujan. Dia sudah mempersiapkan semuanya di bagasi mobilnya. Jadi kapanpun istri kamu kontraksi ingin melahirkan semua sudah sedia" ujar Aditya.
"Iya Pa" jawab Fajar sigap.
"Gak nyangka ya Disil bisa dewasa gitu dan sepertinya sudah siap menanti kelahiran anaknya" puji Ryza.
"Mungkin karena mereka tinggal di apartemen dan hanya berdua sedangkan kalian tinggal di rumah orangtua terkecuali Rafa dan Keket. Jadi mereka lebih siap untuk menjalani kemungkinan yang terjadi. Tidak santai seperti kalian yang mikirnya masih banyak yang akan membantu" nasehat Aditya.
"Iya juga, betul kamu Dit" sambung Kevin.
"Nah bisa di contoh tuh buat yang lain. Kalau yang baik di contoh, yang buruk di perbaiki" nasehat Sheila.
"Iya Tante" jawab mereka kompak.
"Lho El cepetan hubungi Tante Mitha dan Tante Sisil" perintah Alexa.
"Kamu juga Raf ambil perlengkapan Ditha di mobil" sambung Aditya.
.
.
BERSAMBUNG