Find The KEY

Find The KEY
Ep. 284



"Apa? " teriak Catherine.


"Ket ada apa? Kamu kok teriak - teriak begitu?" tanya Ditha.


"Ryntia Tha.. " jawab Catherine.


"Ryntia kenapa?" tanya Ditha ikutan khawatir.


"Ryntia tenggelam. Barusan Bik Munah telepon, katanya F3STER sedang menolongnya" jawab Catherine sambil menatap wajah Sintia.


"Ya Allah... " ujar Sintia lemas.


"Ayok kita ke rumah kamu" ajak Ela dan Ditha.


Mereka langsung pergi dan keluar dari Butik dengan wajah panik.


"Tha hubungi yang lain" perintah Ela.


"Baik El" jawab Ditha.


Sedangkan Sintia terlihat sudah mulai menangis membayangkan sesuatu terjadi pada anaknya.


Group ERASADIS


Ditha


Guys cepat ke rumah Keket. Ryntia tenggelam.


Ryza


Apa?? Sintia mana?


Ditha


Sintia bareng kami menuju rumah Keket. Dia lagi nangis.


Keysha


Kok bisa Tha? Mereka kan semuanya pintar berenang?


Ditha


Gak tau gimana kejadiannya, tadi Bik Munah telepon. Katanya yang lain sedang berusaha menyelamatkannya.


Disil


Aku coba hubungi Sitha


Fajar


Oke, kami juga sedang otw rumah Rafa


Rafa


Kami juga segera pulang


Aby


Yank @Keysha, aku bareng Rafa dan Disil. Kamu langsung ke sana ya


Keysha


Iya Mas


Pesan terputus.


Sepuluh menit kemudian.


Disil


Guys Ryntia aman dia selamat. Mereka berhasil membantu Ryntia. Tapi Sitha bilang keadaan Ryntia masih lemas.


Ryza


Syukurlah, kami sudah jalan ke arah rumah Rafa. Sebentar lagi sampai.


Ditha


Alhamdulillah ya Allah...


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah tiba di rumah Rafa dan Catherine. Sintia langsung memeluk putrinya yang terlihat masih lemas masih dengan pakaian renangnya dibalut handuk tebal.


"Sayang kamu kenapa bisa tenggelam. Kamu kan bisa berenang nak?" tanya Sintia.


"Aku berenang Ma tiba-tiba kakiku kram dan sangat sakit. Aku tidak bisa bergerak akhirnya kehilangan keseimbangan" jawab Ryntia.


"Yang lainnya pada kemana? Mengapa ini bisa terjadi? Kalian semua kan bisa berenang?" Fajar terlihat marah.


"Maaf Pa, kami tadi sedang asik bermain jadi gak lihat Ryntia sedang berenang di tengah" jawab Fael.


Semua saling pandang dan menundukkan wajah mereka.


Gawat becandanya sepertinya kelewatan. Papa benar-benar marah. Kalau ketahuan bohong lebih parah lagi. Batin Triplet.


"Fathir kamu dimana saat kejadian?" tanya Rafa serius.


"Aku.. aku lagi duduk di bawah pohon mangga Daddy" jawab Fathir.


"Ngapain kamu duduk di situ?" tanya Rafa.


"Aku.. aku lagi duduk saja dan bersantai" jawab Fathir.


"Pasti kamu melamun kan, sampai gak lihat Ryntia tenggelam" todong Rafa.


Aduh.. Daddy beneran marah nih. Batin Fathir.


"Mereka gak salah uncle. Mereka sudah menyelamatkan aku. Malah tadi Fathir duluan yang tarik aku sampai ke atas" bela Ryntia.


"Ini berbahaya sayang, kalau mereka lalai semenit saja, itu sangat membahayakan nyawa kamu" ucap Rafa.


"Iya tapi aku yang salah karena kurang pemanasan tadi sebelum berenang sehingga kakiku kram" jawab Ryntia mulai menangis.


Sintia mencoba mendiamkan putrinya dan mengelus lembut punggungnya.


"Sudah.. sudah.. yang penting kamu sudah selamat sayang. Jangan nangis lagi ya" ucap Sintia.


"Terimakasih F3STER kalian sudah menyelamatkan Ryntia hari ini. Yang penting Ryntia tidak apa-apa. Kalian jangan bersedih lagi dan merasa bersalah ya" sambung Ryza.


"Iya uncle" jawab F3STER sambil saling lirik. Sedikit senyuman mereka terbit tapi langsung di sembunyikan takut ketahuan Mama Papa mereka.


"Kalian sudah makan?" tanya Catherine penuh kasih sayang.


"Sebelum berenang kami sudah makan pizza mommy tapi sekarang kami lapar lagi" jawab Sitha.


"Nyonya saya udah panasin KF* yang dibawa Non Sitha, kalau mau makan sudah siap" ucap Bik Munah.


"Sebentar Bik, pasti gak cukup untuk kita semua yang ada di sini. Sebentar aku pesan lagi ya makanan lainnya. Bibik siapkan aja semua perlengkapan makannya" perintah Catherine.


"Baik Nya" jawab Bik Munah sigap.


"Anak-anak sebaiknya kalian pakai baju ganti ya. Kalau kelamaan seperti ini bisa - bisa nanti kalian sakit" ucap Ditha.


"Iya. Lebih baik sekarang kalian mandi dan ganti baju" perintah Sintia.


"Iya Ma" jawab Ryntia dan anggota F3STER lainnya.


Fathir dan teman-temannya mandi dan berganti pakaian. Anak cowok mandi di kamar Fathir sedangkan para anak cewek mandi di kamar tamu.


Setelah kepergian F3STER tinggallah para orangtua yang duduk dengan lega di ruang keluarga.


"Fa coba cek CCTV kamu apakah penjelasan mereka sama dengan yang kita lihat di rekaman CCTV?" suruh Fajar.


"Iya betul, siapa tau ada yang disembunyikan oleh mereka" sambut Aby.


"Oke, mari kita lihat di ruang kerjaku" ajak Rafa.


Para Pamud ( Papa Muda) berjalan mengikuti Rafa masuk ke ruang kerja Rafa. Di sana mereka melihat rekaman CCTV kejadian siang itu di kolam renang rumah Rafa.


Sedangkan para Mamud ( Mama Muda ) bertempur di dapur mempersiapkan makan siang bersama mereka. Sudah lama juga mereka tidak kumpul seperti ini.


Mumpung lagi kumpul semua tidak ada salahnya sekali - sekali mengabaikan pekerjaan mereka apalagi ini adalah weekend. Sebenarnya memang saatnya waktu bersama keluarga.


Rafa, Aby, Disil, Ryza dan Fajar melihat hasil rekaman CCTV kolam belakang. Mereka melihat kejadian sesuai dengan penjelasan anak - anak mereka. Hanya saja ada sebuah keanehan yang dirasakan Rafa saat melihat rekaman CCTV tersebut.


"Jarak Fathir dan Ryntia sangat dekat saat itu. Tapi mengapa dia sangat lambat menolong Ryntia. Harusnya Ryntia tidak sampai tenggelam" ucap Rafa.


"Iya, kenapa Fathir diam saja ya dan sepertinya pandangannya kosong Raf. Dia seperti sedang melamun" sambung Disil.


"Ada apa dengan Fathir Raf?" tanya Aby.


Mereka mengulang kembali kejadian dimana Fathir berjalan ke bawah pohon mangga dan mengasingkan diri jauh dari teman - temannya.


Fathir terlihat duduk di pinggir kolam renang dan melamun. Bahkan saat Ryntia meminta tolong dia hanya diam dan tidak melihat Ryntia yang akan tenggelam.


"Memang aku dan Keket perhatikan sejak dia pingsan kemarin di sekolah dia sedikit berubah. Bahkan sampai tadi pagi, Keket sempat bertanya apakah dia sedang sakit? Karena gak biasanya dia jadi lebih pendiam" ungkap Rafa.


"Terus dia jawab apa?" tanya Fajar.


"Dia bilang kalau dia kangen Granpa dan GrandManya di London dan dia meminta saat dia ulangtahun nanti kami pergi ke London menjenguk Mertuaku. Dia meminta itu sebagai hadiah ulang tahunnya" ungkap Rafa.


"Ulang tahun Fathir sama dengan Ryntia kan?" tanya Fajar pada Ryza.


"Iya, dua minggu lagi mereka akan ulang tahun" jawab Ryza.


"Mengapa tidak kamu kabulkan saja Raf?" tanya Aby.


"Dua minggu lagi tinggal sebentar By, kita kan lagi sibuk di kantor mempersiapkan proyek di Kalimantan" jawab Rafa.


"Iya juga ya" balas Aby.


"Tapi kasian Fathir Raf, mungkin dia sangat rindu pada mertua kamu sehingga jadi kefikiran. Takutnya dia sakit karena rindu. Bukannya kata Dilan rindu itu berat bro" tegas Disil.


"Kamu Dis.. Dis.. sempat - sempatnya berpuitis saat seperti ini" sindir Fajar.


"Hahaha biar gak terlalu tegang bro" balas Disil.


"Kita fikirkan jalan keluar proyek di Kalimantan Raf. Kalau cepat selesai, kamu boleh pergi ke London bersama istri dan anak kamu" tegas Aby.


"Baiklah kalau begitu By, aku akan berusaha proyek kita itu selesai sebelum dua minggu. Kalau Fathir tau dia pasti senang sekali" jawab Rafa.


"Jangan kamu kabari dulu Bro, kalau gak tercapai takutnya dia kecewa" cegah Disil.


"Iya juga, biarlah ini jadi kejutan saat dia ultah nanti" balas Rafa.


"Ya sudah yuk kita keluar, aku sudah lapar. Gak sabar lihat para Mamud masak apa" ajak Ryza.


"Oke bro" balas yang lain.


.


.


BERSAMBUNG