Find The KEY

Find The KEY
Ep. 263



"Istri anda masih belum sadar karena efek obat bius nya. Dan masih terus kami pantau jangan sampai tekanan darahnya naik lagi. Kita tunggu sampai besok pagi" ungkap Dokter.


"Baiklah dokter. Apakah saya bisa melihat dan menemui istri saya?" Rafa bertanya lagi.


"Tunggu sampai istri anda di pindah ke ruang pemulihan pasca operasi" jawab Dokter.


"Terimakasih Dokter" Rafa sedikit merasa lega, setidaknya operasi telah berhasil, walau istrinya belum sadar tapi sebentar lagi dia bisa bertemu istrinya.


"Anda bisa melihat bayi anda di ruang bayi dan bisa segera mengadzankannya" perintah Dokter.


"Baik Dok, saya akan segera ke sana" balas Rafa.


Rafa dan yang lainnya menuju ruang bayi. Rafa segera masuk ke dalam sedangkan yang lain menunggu di luar dan mereka bertemu dengan August, Satria dan istri mereka.


Rafa mengadzankan putranya dengan berurai airmata. Setelah selesai dia menciumi wajah anaknya dengan penuh rasa haru dan rasa syukur.


Bersyukur karena Allah telah memberikan mereka putra yang sangat tampan dan sehat. Walau sisi hati Rafa yang lain sangat sakit karena istrinya belum sadar.


Rafa menggendong Putranya dan berjalan mendekat ke dinding kaca agar keluarga dan teman-temannya bisa melihat wajah putranya.


"Ya Allah... Mas cucu kita tampan sekali" ucap Lidya sambil menangis. Begitu juga Ela dan Alexa.


"Sayang... Doakan mommymu secepatnya sadar. Agar kamu bisa di gendongnya sayaaaang" ucap Ela.


Rafa terus menangis mengingat bagaimana tadi istrinya sangat lemah saat terakhir dia menemani istrinya sebelum dokter memutuskan Catherine untuk operasi.


"Kalian semua jangan bersedih, sudah biasakan melahirkan secara operasi. Papa yakin Catherine tidak apa - apa. Dia pasti sadar" ucap Aditya memberi semangat.


Tiba-tiba ponsel Ela berdering dan Ela menerima telepon masuk.


"Ya mom.. " ucap Ela.


"Bagaimana keadaan Catherine sayang. Apakah operasinya sudah selesai?" tanya Mrs. Wolter.


"Alhamdulillah operasinya sudah selesai dan berhasil Mom. Anaknya laki-laki, dia sangat tampan dan sehat" jawab Ela kembali menangis.


"Kenapa kamu menangis? Bagaimana dengan My daughter?" tanya Mrs. Wolter.


"Keket masih tidak sadarkan diri karena pengaruh obat biusnya tapi dokter bilang Keket masih terus di pantau takut tekanan darahnya naik lagi" jawab Ela.


"Ya Tuhaaaan semoga dia secepatnya sadar. Mommy dan Daddy sudah di Bandara, sebentar lagi kami akan terbang ke Indonesia" ucap Mrs. Wolter.


"Oke Mommy. Hati - hati ya. Kami di sini akan terus menjaga Catherine bergantian" balas Ela.


"Pleaseee honey... Jaga Catherine untuk kami ya. Love you" ucap Mrs. Wolter.


"Me too Mommy" balas Ela.


"Mommy Keket yang nelepon yank?" tanya Fajar. Fajar mengusap airmata yang jatuh di pipi istrinya.


Fajar sangat tau kalau Catherine memiliki tempat tersendiri di hati Ela. Selama enam tahun Catherine lah yang menghibur dan menemani Ela yang sendiri dan kesepian di London.


Bahkan Catherinelah yang membantu Ela melupakan kesedihannya karena patah hati dengan Rafa cinta pertamanya.


Selama ini Catherine juga yang membantu Ela ketika Ela merintis kariernya sebagai Princess di London.


"Iya Mas, mereka sebentar lagi akan terbang ke Indonesia" jawab Ela.


"Terimakasih Mas, Catherine sangat berarti bagiku. Dia sudah seperti saudaraku. Dia anak tunggal, aku juga anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Bagiku Keket sudah kuanggap sebagai kakak perempuanku" jawab Ela.


"Aku mengerti sayang" balas Fajar


Waktu sudah menjelang senja, aura tegang masih terasa di rumah sakit.


Malam ini Catherine masih tidur di ruang pemulihan belum bisa pindah ke ruang rawat inap. Sementara Sintia sudah lebih dulu dipindahkan ke ruang rawat inap.


Teman-teman juga sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Juga kedua orang tua Rafa. Hanya kedua orangtua Ryza dan Sintia yang menginap di rumah sakit, di kamar tempat Keysha, Ditha dan Ela saat mereka melahirkan.


Setelah selesai shalat maghrib Rafa diperbolehkan masuk ke ruang pemulihan. Rafa melihat wajah pucat istrinya yang terbaring seperti sedang tidur.


Rafa meraih tangan istrinya, menggenggam dan menciumnya.


"Sayaaaang terimakasih kamu sudah melahirkan putra kita. Yah dia seorang bayi laki-laki. Seperti kita sepakati kita akan memberi namanya Fathir Rahardian. Tapi melihat perjuangan kamu izinkan aku menambah namanya sedikit saja. Agar kelak saat dia bertanya apa arti dari namanya dia akan ingat perjuangan kamu melahirkannya. Aku menambahkan namanya menjadi Fathir Juang Rahardian. Yang artinya seorang pejuang dan penguasa dari keluarga Rahardian. Kamu setuju kan sayang?" Rafa mengecup kening Catherine.


Tanpa sadar air matanya mengalir deras.


"Sayang kamu yang kuat ya, besok pagi saat mentari terbit dengan cerahnya aku ingin melihat senyum manis kamu My Cat. Aku ingin mendengar suara kamu, melihat kamu ngambek dan marah. Belum sampai satu hari sejak dari tadi pagi kita sarapan pagi dan ngobrol bersama, aku sudah sangat merindukan kamu. Kamu harus kuat ya sayaaang.. Ada aku dan anak kita menunggu kamu sadar. Ada keluarga dan teman-teman kita yang juga menunggu kamu" ucap Rafa.


Rafa menyeka airmatanya.


"Mommy dan Daddy juga sedang dalam perjalanan ke sini, besok kamu sudah bisa bertemu mereka. Kamu senang kan? Besok kamu harus bangun, kamu bilang kamu sudah kangen Mommy dan Daddy. Saat kamu terbangun besok kamu pasti senang banget sayang bisa melihat mereka" sambung Rafa.


Rafa melihat air mata menetes di sudut mata Catherine.


"Jangan nangis My Cat, saat ini aku menangis karena kangen kamu. Kamu jangan sedih ya, istirahat dengan tenang. Kamu bobok yang nyenyak. Besok pagi kamu pasti bangun dengan segar. Aku akan menunggu kamu di sini sayaaang" Raga mencium tangan Catherine.


Tiba-tiba alat yang dipasang ke tubuh Catherine berbunyi.


Tuuuuuuuuuuuuuuuuuut........


Tubuh Catherine bergetar, dia mengalami kejang. Rafa sangat panik, mendengar dan melihat sendiri bagaimana keadaan Catherine saat ini.


Rafa segera menekan tombol emergency yang ada di kamar itu tapi dia tidak sabar. Rafa segera keluar dari ruang pemulihan dan berlari kencang ke ruangan perawat.


"Dokteeeer... Susteeeeer.. tolong istri saya. Toloooooong. Istri saya kejaaaaang" teriak Rafa.


"Ba.. baik Pak, kami akan segera ke sana" jawab seorang perawat.


Tak lama perawat menghubungi dokter yang tadi mengoperasi Catherine. Hanya hitungan menit seorang Dokter datang dengan dua perawat di belakangnya memeriksa keadaan Catherine.


"Maaf Pak, bisa Bapak menunggu di luar? Kami akan memeriksa keadaan Ibu Catherine" perintah Dokter.


Rafa keluar dari ruang pemulihan dan menyaksikan istrinya sedang diperiksa dari pintu kaca.


Jantungnya berdetak kencang, mulutnya tak berhenti berucap doa.


"Ya Allah selamatkan istriku.... "


.


.


BERSAMBUNG