Find The KEY

Find The KEY
Ep. 59



Di rumah keluarga Kevin Barrakh.


Tok..tok..


"Ma... boleh aku masuk" ucap Keysha lembut.


"Boleh sayang. Masuk aja, Mama juga lagi santai sambil istirahat" jawab Sheila.


Keysha masuk ke kamar Mamanya. Untung Papanya pulang malam karena ada janji sama Omar dan August ketemu client sekalian makan malam di luar.


Keysha naik diatas tempat tidur dan duduk di samping Mamanya yang sedang duduk santai sambil membaca majalah.


"Tumben kamu main ke kamar Mama? Pasti ada sesuatu kan? Wajah kamu sudah sangat kelihatan sayang?" tanya Sheila lemah lembut.


Keysha menyandarkan kepalanya di bahu Mamanya dengan manjanya.


"Ma, aku mau curhat sekalian minta bantuan Mama" ucap Keysha.


"Kamu mau curhat?" tanya Sheila.


Keysha menganggukkan kepalanya.


"Ya udah kamu cerita aja, Mama akan dengar" ucap Sheila.


"Ma... ada seorang pria yang dekat denganku. Awalnya kami hanya rekan kerja karena Perusahaan kita dengan perusahaannya bekerjasama. Dia pria yang baik, soleh, pekerja keras dan bertanggung jawab. Di usia yang menjelang dua puluh lima dia sudah menjabat menjadi seorang CEO di Perusahaan Papanya. Sebenarnya kami sudah pernah bertemu dua kali saat SMU dan setelah itu bertemu lagi saat Ulang Tahun Papa kemarin. Kemudian aku diutus perusahaan sebagai kepala proyek mewakili perusahaan dan bekerjasama dengan perusahaannya. Sejak saat itu kami semakin dekat. Aku sudah kenal dengan para sahabatnya. Dan seminggu yang lalu dia melamarku Ma. Dia bilang dia merasa cocok denganku dan dia mau serius tidak mau pacaran jadi dia mau langsung melamar aku dan menikah denganku" Keyhsa mulai curhat pada Mamanya.


"Wah bagus itu. Berarti dia pria yang bertanggung jawab dan serius mengukai kamu sayang. Jarang lho ada pria seperti itu zaman sekarang" ucap Sheila.


"Masalahnya Papa tidak setuju Ma" jawab Keysha sedih.


"Sayang... jawab pertanyaan Mama dengan jujur. Kamu suka sama dia?" tanya Sheila.


Keysha menganggukkan kepalanya. Dia tidak bisa berbohong pada wanita yang sangat dia sayangi ini.


"Tapi aku belum menerima lamarannya Ma. Aku bilang padanya dia harus mendapatkan restu Papa dulu baru aku mau menikah dengannya" jawab Keysha.


Sheila memegang lembut wajah putrinya dengan kedua tangannya.


"Anak Mama sudah dewasa ya sekarang. Sudah datang seorang pria untuk melamarnya. Mama senang sekali mendengarnya" puji Sheila.


Tapi wajah Keysha kelihatan sedih dihadapan Sheila.


"Kanapa sedih sayang?" tanyq Sheila.


"Aku takut Ma. Takut Papa menolaknya dan aku akan terluka" ucapnya jujur.


"Hei... jangan sedih. Kamu perbanyak shalat dan doa semoga Allah membukakan hati Papa kamu untuk melihat apakah dia memang jodoh yang tepat untuk kamu. Kamu juga harus belajar bersabar dan ikhlas sayang. Kalau seandainya dia memang bukan yang terbaik dan bukan jodoh kamu. Kamu harus kuat yakinlah sebesar apapun kamu mencintainya jika dia memang bukan jodoh kamu pasti kalian tidak akan bersatu. Dulu Mama mati-matian menolak Papa karena masa lalunya seorang casanova. Playboy kadal titisan buaya. Dan ternyata Papa itu jodoh Mama. Sekuat apapun Mama menolaknya akhirnya memang dialah jodoh Mama. Dan sekarang ada kamu dan adik kamu bukti cinta Mama dan Papa" nasehat Sheila.


Keysha mulai menangis. Airmatanya menetes dari sudut matanya.


"Ingat pesan Mama tadi ya, perbanyaklah shalat dan berdoa. Pasrahkan semua pada Allah, pelan-pelan Mama akan coba bicara sama Papa juga. Semoga hati Papa bisa lembut dan mau menerimanya" ucap Sheila.


"Terimakasih Ma" Keysha menghapus airmatanya.


"Abyasa Putra Gunadi" jawab Keysha.


"Nama yang bagus. Apakah wajahnya sebagus namanya?" goda Sheila.


Keysha membuka hpnya dan mencari informasi mengenai CEO ADS Corp. Kemudian muncullah foto Aby.


"Ini Ma orangnya" Keysha memberikan hpnya kepada Sheila.


"Waaah pria yang tampan dan gagah, pantesan anak gadis Mama jatuh hati" goda Sheila.


Keysha menundukkan wajahnya malu. Sheila membelai lembut rambut anaknya.


"Semoga Allah memberikan jalan terbaik buat kalian ya sayang... Mama mendukung apapun keputusan kamu asalkan kamu bahagia" ucap Sheila.


Keysha memeluk erat tubuh Mamanya.


"Kamu jangan marah sama Papa kamu ya. Papa merasa bersalah pada dirinya sendiri karena dulu waktu dia muda dia nakal, suka mempermainkan wanita. Itu sebabnya dulu Mama menolak saat Opa mau menikahkan Mama dengan Papa kamu. Nah sekarang dia seperti ketakutan karma akan menghampirinya. Dia tidak mau kesalahannya dulu harus ditebus dengan kebahagiaan kamu. Makanya Papa kamu sangat menjaga kamu, dia tidak ingin kamu disakiti oleh pria hidung belang seperti dia dulu. Tolong kamu mengerti ya atas kerasnya hati Papa kamu untuk bisa menerima Abyasa menjadi pendamping kamu" pinta Sheila.


"Iya Ma, aku mengerti" jawab Keysha.


"Papa kamu sangat menyayangi kamu. Sejak kamu kecil dia yang sangat ketat menjaga kamu. Dia selalu memperhatikan kebutuhan kamu dan keselamatan kamu. Nanti saat kamu sudah menikah dan mempunyai anak, kamu akan tau kasih sayang orangtua pada anaknya tanpa batas dan tidak mengharapkan balasan" nasehat Sheila.


"Aku menyayangi Papa dan Mama. Aku tidak akan kesal lagi pada Papa karena seperti memberikan rintangan yang berat kepada Aby untuk syarat agar bisa menikahiku" balas Keysha.


"Anak Mama memang paling pengertian sedunia. Terimakasih sayang kamu sudah tumbuh menjadi wanita yang kuat dan menjadi kebanggaan kami. Jagalah diri kamu sebaik mungkin, hargai diri kamu di depan pria, agar pria tersebut juga hormat dan menghargai kamu. Jangan terlalu mengejar dunia. Tidak akan pernah cukup dunia ini untuk kamu miliki. Seandainya diberikan kepada kamu satu gunung emas kamu pasti akan meminta lebih. Perbanyaklah bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini niscaya Allah akan melebihkan rezekimu sayang" Sheila mengelus lembut punggung anaknya.


"Iya Ma, aku akan ingat semua perkataan Mama" jawab Keysha.


"Sekarang hapus airmata kamu, jangan tangisi yang belum terjadi. Jangan fikirkan apa yang ada di depan tapi jalani saja dan berpegang hanya kepada Allah niscaya kamu akan diberi petunjuk untuk berjalan kearah yang sesuai dengan jalurnya. Allah pasti akan berikan kamu kebahagian. Yakinlah itu sayang" sambung Sheila.


"InsyaAllah Ma. Haaaah rasanya lega sekali sudah cerita sama Mama" ucap Keysha.


"Lain kali kalau kamu mempunyai masalah jangan kamu pendam sendiri. Kalau kamu tidak menemukan jalan keluarnya bertanyalah pada Mama dan Papa. Kami sebagai orangtua akan berusaha membantu kamu dengan sekuat tenaga" ungkap Sheila.


"Iya Ma, aku akan mengingatnya. Terimakasih ya Ma. Malam ini aku benar-benar senang bisa cerita ke Mama dan aku sudah mendapatkan jawaban dari kegalauan hatiku" balas Keysha.


"Mama juga senang bisa ngobrol seperti ini sama kamu. Sudah lamaaa banget kita tidak bicara seperti ini. Waktu kamu lebih banyak di curi Papa kamu. Mama hanya kebagian saat kamu sakit. Kalau kamu sakit baru deh manjanya ke Mama tapi kalau sehat mainnya sama Papa" ucap Sheila sambil tersenyum pada anaknya.


Mereka tertawa bersama...


.


.


BERSAMBUNG


Semangat pagi semuaaaaa... Semoga hari kalian hari ini cerah yaaa...


Jangn lupa like dan kopinya ya.. biar aku semangat up yg banyak hari ini.


Terimakasih.