Find The KEY

Find The KEY
Ep. 185



"Oh ya, serius kamu?" tanya Rafa terkejut.


"Serius" jawab Aby.


"Tadi waktu antar dia pulang dia gak ada bilang apa - apa By, dia juga gak pamitan" balas Rafa.


"Ya gak tau. Aku cuma mau ngasih tau kamu. Siapa tau kamu nyesal si Keket pergi. Aku cuma gak mau kamu kecewa untuk kedua kalinya. Dulu juga Ela pergi baru kamu menyesal. Mumpung si Keket baru pergi nih masih bisa kamu kejar ke Bandara" ungkap Aby.


"Makasih By" balas Rafa.


Rafa menutup teleponnya. Tiba - tiba dia teringat amplop pink yang dikasih Catherine tadi sore saat di rumah Ela. Rafa membukanya dan membacanya.


Dear Rafa..


Saat kamu baca surat ini mungkin aku sudah meninggalkan Indonesia dan mungkin tidak akan kembali lagi. Tapi melalui surat ini izinkan aku mengutarakan sesuatu kepada kamu.


Aku sudah lama mendengar cerita kamu dari Ela. Dulu saat di London dia sering cerita tentang kamu, tentang ketampanan kamu, kebaikan kamu dan juga kesabaran kamu. Aku seperti sudah lama mengenal kamu. Tapi saat itu aku hanya menganggap kamu adalah sosok pria yang dicintai sahabat aku dan ternyata cinta sahabat aku itu bertepuk sebelah tangan sehingga dia harus pergi meninggalkan Indonesia untuk melupakan kamu.


Setelah Ela sudah bisa melupakan perasaannya kepada kamu baru dia berniat untuk kembali ke Indonesia dan tanpa diduga aku juga dimintanya untuk menyusulnya.


Saat pertama kali ketemu kamu aku akui kamu memang tampan tapi saat itu aku belum memiliki perasaan apapun kepada kamu. Kita berteman, saling mengenal dan akhirnya akrab.


Aku terpesona akan kebaikan kamu dan kesabaran kamu. Kamu suka menolong aku belajar ilmu agama, kamu juga suka membelikan dan memberikan aku buku - buku yang bisa menambah ilmu agamaku.


Sejak saat itu perasaanku kepadamu perlahan tumbuh dan maaf tanpa seizin kamu aku selalu meminta kepada Allah agar kamu bisa menjadi imam dalam kehidupanku kelak.


Aku tidak tau apakah doaku akan terkabul tapi yang jelas aku sudah berusaha hanya saja aku masih melihat cinta dimata kamu hanya kepada Ela.


Walau Ela sudah menikah aku tau kamu masih mencintainya. Tapi izinkanlah aku yang lancang ini mengungkapkan perasaanku kepada kamu agar hatiku tenang kembali ke London.


Rafa Rahardian aku mencintai kamu karena Allah. Biarlah kita bersatu dengan izin Allah atau jika memang bukan itu yang terbaik semua aku kembalikan kepada Allah. Mungkin kamu bukan pasangan yang dikirim Allah untuk menuntunku.


Terimakasih atas persahabatan kamu yang tulus selama ini, terimakasih atas bimbingan kamu dan juga terimakasih atas kesabaran kamu menghadapiku. Aku tau dan sadar telah membuat kamu repot selama di Indonesia. Maaf atas semua kesalahanku.


Akhir kata, selamat tinggal Rafa. Semoga Allah mengirimkan pasangan yang terbaik untuk kamu. Siapapun itu aku yakin dia adalah wanita yang baik. Karena pria yang baik pasti akan mendapatkan wanita yang baik juga.


Salam buat seluruh keluarga kamu.


Dari aku yang mengagumimu diam - diam.


Catherine Wolter


Entah mengapa mata Rafa terasa sangat pedih, surat yang diberikan Catherine sangat menyentuh perasaannya.


Ternyata Catherine menyukainya? Rafa meraba dadanya sebelah kiri. Jantungnya berdetak kencang.


Ada rasa rindu dan takut kehilangan Catherine. Apakah dia memang mencintai Catherine juga?


Rafa segera ke kamar mandi dan mengambil wudhu. Mungkin shalat bisa membuat hatinya tenang. Rafa melaksanakan shalat isya dan kemudian shalat hajat.


Dia sudah memantapkan hatinya. Rafa segera mengambil kopernya kemudian menyusun beberapa pakaiannya dan berkasnya seperti pasport dan yang lainnya. Setelah semua dia rasa cukup Rafa segera keluar kamar dan mencari kedua orangtuanya.


"Pa, Ma.. Rafa pergi dulu ya. Malam ini Rafa ingin pergi ke London" ucap Rafa.


"Ngapain Raf?" tanya Lidya.


"Jangan bilang kamu ingin menemui Ela dan mengganggu honeymoonnya. Papa tau perasaan kamu pada Ela tapi dia sudah menikah Raf. Kamu terlambat, kesempatan kamu sudah habis. Jangan rusak rumah tangga orang lain yang merupakan sahabat kamu sendiri" nasehat Reza.


"Aku ke London bukan untuk menemui Ela Pa, perasaanku pada Ela sudah aku lepas dan ikhlaskan saat dia menerima lamaran Fajar" jawab Rafa.


"Lantas?" tanya Reza penasaran.


"Aku ingin menemui Catherine dan ingin melamarnya kepada orangtuanya. Nanti setelah dari London aku ceritakan semuanya pada Papa. Sekarang aku cuma meminta doa Papa dan Mama semoga aku berhasil menemui Catherine dan semoga dia mau menerima lamaranku" ungkap Rafa.


"Iya Ma. Sudah ya Ma, Pa, waktuku tidak banyak. Nanti keburu Catherine pergi. Aku harus segera menyusulnya ke Bandara" jawab Rafa.


"Ya sudah kamu hati - hati ya di sana. Papa dan Mama selalu berdoa yang terbaik untuk kamu" sambut Reza.


Rafa segera memesan taksi online dan meluncur ke Bandara. Diperjalanan dia mencoba menghubungi Ryza dan menanyakan jadwal keberangkatan pesawat Barrakh Corp.


"Hallo Raf ada apa menelepon malam - malam begini. Apa ada yang penting?" tanya Ryza.


"Ry tolong aku. Aku ingin tau jadwal keberangkatan pesawat Barrakh Corp. Malam ini Catherine pulang ke London bersama orangtuanya dan juga Jimmy menaiki pesawat keluarga kalian. Aku ingin menemui Catherine. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya" ucap Rafa.


"Catherine, kenapa kami tiba - tiba ingin menemui Catherine?" tanya Ryza penasaran.


"Ini tentang masa depanku. Tolonglah Ry aku butuh bantuan kamu. Aku harus mencegah Catherine berangkat ke London malam ini" pintar Rafa.


"Oke.. Oke.. sebentar ya" jawab Ryza.


Ryza menutup telepon Rafa kemudian dia mencoba menghubungi pihak yang mengurusi pesawat keluarga mereka.


Akhirnya Ryza mendapatkan informasi lengkap mengenai jadwal keberangkatan pesawat Barrakh Corp.


Ryza langsung menelpon Rafa kembali.


"Hallo Raf aku sudah dapat jadwalnya. Pesawat akan berangkat tiga puluh menit lagi. Aku harap kamu sudah di jalan menuju Bandara Bro. Kalau tidak kamu akan kehilangan kesempatan kamu untuk mencegah Catherine pergi" ucap Ryza.


"Baik, terimakasih atas bantuan kamu Ry" balas Rafa.


Rafa segera menutup teleponnya dan memasukkannya ke kantong jaketnya.


"Pak tolong lebih kencang sedikit" perintah Rafa pada supir taksi tersebut.


"Baik Pak" Jawab supir tersebut. Mobil meluncur dengan sangat kencang dan melaju menuju Banda Internasional Soekarno-Hatta.


Rafa sampai di keberangkatan luar negeri. Dia segera mencari informasi keberangkatan pesawat kepada pusat informasi.


"Mbak apakah pesawat Barrakh Corp sudah berangkat menuju London?" tanya Rafa.


"Tunggu sebentar Pak saya periksa dulu" jawab karyawan yang bertugas malam itu.


Karyawan tersebut melihat layar komputernya dan mencari nama pesawat yang diminta Rafa. Beberapa menit kemudian informasi yang dibutuhkan Rafa muncul.


"Pesawat berangkat pukul 22.00 WIB Pak. Itu artinya pesawat sudah berangkat sekitar lima menit yang lalu" ucap petugas tersebut sambil melirik ke arah jam tangannya.


"Sial.... " umpat Rafa kesal.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers.. Selamat Pagi...


Udah lama sepertinya saya tidak menyapa kalian.


Terimakasih sudah menjadi pembaca setia novel saya.


Jangan lupa like dan comentnya ya.


Ngopi yuk biar tambah semangat upnya 😁🤣🥰😘