Find The KEY

Find The KEY
Ep. 187



"Kamu" ucap Mrs. Wolter.


"Maaf Mrs. Wolter, aku ingin bertemu Catherine" ucap Rafa sedikit bergetar karena grogi.


Mommy Catherine tersenyum dan mengerti akan ketegangan yang melanda Rafa. Pemuda ini adalah pria yang dicintai putrinya, pasti putrinya sangat bahagia karena pemuda ini menyusulnya sampai ke London. Fikir Mrs. Wolter.


"Silahkan masuk Rafa" perintah Mommy Catherine.


"Terimakasih Mrs. Wolter" Jawab Rafa.


Rafa masuk ke dalam rumah Catherine dan duduk di sofa ruang tamu rumah orangtua Catherine.


"Honye... ada tamu yang sedang mencari kamu" panggil Mommy Catherine.


"Siapa Mom?" tanya Catherine dari dalam.


"Lihatlah sendiri siapa yang datang" jawab Mrs. Wolter.


Tak lama Catherine keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu. Alangkah terkejutnya Catherine saat melihat sosok Rafa sedang duduk di sofa rumahnya.


"Kamu, ngapain kamu disini? Kapan kamu datang?" tanya Catherine tak percaya.


Oh Tuhan... benarkah pria ini Rafa? Apakah aku berhalusinasi karena begitu mendamba dan merindukannya. Batin Catherine.


"Ehm.. aku.. " ucap Rafa.


"Sorry, Mommy tinggal kalian berdua ya. Silahkan kalian bicara berdua saja. Santai saja ya Nak Rafa" ucap Mrs. Wolter ramah.


Mrs. Wolter melangkah ke dalam rumah meninggalkan putrinya dan Rafa bicara berdua di ruang tamu.


Rafa memandang wajah Catherine dengan intens, sedangkan Catherine tertunduk malu.


Ada apa Rafa datang ke London, apakah dia menyusulku? Mengapa dia bisa cepat sekali sampai di London? hanya beda beberapa jam dari kami sampai? Apakah dia sudah membaca suratku? Catherine mengalami perang batin.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu akan pulang ke London dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia?" desak Rafa.


"Kenapa aku harus memberitahu kamu? Kamu kan bukan siapa - siapaku?" tanya Catherine.


"Jadi apa arti isi surat kamu?" Rafa balik bertanya.


Deg... jantung Catherine berdetak cepat.


Dia sudah membacanya. Ucapnya dalam hati.


"Kamu sudah membacanyakan? artinya ya sesuai dengan apa yang ada di dalamnya. Tapi kan kita tidak mempunyai hubungan apapun. Dan aku.. aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku. Itu saja" jawab Catherine.


"Apa kamu tidak mau tau apa yang ada di dalam hatiku? Apa kamu sudah tidak berharap lagi doa - doa kamu akan terkabul? Dan apa kamu tidak tau kalau aku jadi gila begitu tau kamu pergi dan tidak akan kembali?" tanya Rafa tegas.


Dag.. dig... dug... Jantung Catherine berpacu kencang.


"Ma... maksud kamu?" Catherine tidak percaya pada pendengarannya.


"Seperti yang kamu dengar barusan. Aku hampir gila mengejar kamu sampai Bandara dan ternyata aku telat lima menit. Pesawat kalian sudah terbang lima menit sebelum aku tiba di Bandara. Aku hampir gila mencari tiket pesawat ke London tengah malam. Aku hampir gila tidak tidur sedetikpun di pesawat karena memikirkan kamu. Dan aku nyaris gila saat tiba di Bandara London dan tidak mengetahui sedikitpun informasi alamat rumah kamu" ungkap Rafa.


Catherine menatap Rafa dengan tatapan tidak percaya.


"Mengapa kamu menatapku seperti itu Ket? Kamu gak percaya?" tanya Rafa.


Catherine terdiam tanpa kata. Dia tidak tau apa yang harus dia katakan. Hatinya mulai berbunga-bunga dan mulai berharap.


"Ehm.. Hai Raf? Ada urusan apa kamu ke London? Apakah kamu ingin menyusul Mrs. Fajar?" tanya Jimmy yang datang dari dalam ruang keluarga rumah orangtua Catherine.


"Tidak, aku tidak ada hubungannya dengan Ela. Aku ke sini ingin bertemu dengan Keket" jawab Rafa dingin.


"Waaah kejutan, ngapain kamu nyusul Catherine sampai ke London. Apa ada sesuatu yang penting sampai kamu harus terbang langsung ke London?" tanya Jimmy pura - pura.


"Ya aku punya urusan penting dengan Keket tapi tidak ada hubungannya dengan kamu" balas Rafa ketus.


"Kamu lupa dengan apa yang aku katakan waktu di Indonesia. Saat pesta Mr. dan Mrs Fajar aku memang membiarkan kamu menjadi pasangan Catherine tapi setelah itu dia bebas dan aku juga bebas mendekati Catherine. Dia bukan milik siapapun saat ini. Tapi mengingat keadaan saat ini sepertinya peluangku sangat besar untuk menjadi pasangannya" tegas Jimmy.


"Cih.. percaya diri sekali kamu. Belum tentu Keket mau menjadi pasangan kamu. Dan sebelum hal itu terjadi aku pastikan aku yang akan menang dari kamu" ancam Rafa.


"Baik. Kita bersaing dengan adil. Kita lihat siapa yang akan di terima, bukan hanya Keket tapi juga keluarganya" ungkap Jimmy.


Berani sekali bule tengil ini mengancamku. Walaupun ini di negaranya tapi sedikitpun aku tidak takut akan ancamannya.


"Siapa takut" jawab Rafa dengan cepat. Setidaknya walaupun dia belum mempunyai hubungan resmi dengan Catherine tapi dia sudah mengantongi surat cinta Catherine untuknya.


Lihatlah Ket, secepatnya aku akan melamar kamu dan membawa kamu kembali ke Indonesia. Janji Rafa dalam hati.


"Sudah.. sudah.. kalian jangan bertengkar disini. Kita semua baru sampai di London dan baru melakukan perjalanan jauh. Aku yakin bukan hanya aku saja tapi kalian juga pasti masih merasa capek dan ngantuk. Lebih baik kalian keluar dari rumahku" usir Catherine.


Dia pusing memikirkan apa yang ada di dalam kepala dua pria di depannya ini. Ditambah lagi jantungnya masih berdetak kencang karena ucapan Rafa sebelumnya.


Catherine masih bingung harus bersikap bagaimana. Lebih baik istirahat dan menenangkan diri. Mungkin bisa mengistirahatkan jantungnya juga. Fikir Catherine.


"Kalau begitu aku pulang dulu Cathy sampai ketemu lagi besok. Dan kamu Rafa ayo kita keluar dari rumah Cathy. Aku tidak mau kamu berbuat curang. Mari kita bersaing secara adil" tegas Jimmy.


"Baik, aku akan ikuti semua syarat dari kamu. Aku pastikan kalau aku akan menang" balas Rafa tak kalah percaya diri.


"Mom, Dad aku pulang dulu" ucap Jimmy agak keras berpamitan dengan Orangtua Catherine.


Apa? Dia sudah memanggil Mom dan Dad kepada orangtua Catherine. Wah bisa - bisa aku tidak dapat dukungan dan izin dari orangtua Keket nih. Batin Rafa.


Mr dan Mrs. Wolter keluar dari ruang keluarga rumahnya melihat kepergian Jimmy.


"Apakah kamu juga ikut pergi?" tanya Mr. Wolter.


"Iya Mr. besok saya akan kembali lagi ke sini. Aku tau kalian pasti sangat lelah setelah perjalanan dari Indonesia jadi aku tidak mau mengganggu kalian. Selamat istirahat dan sampai jumpa lagi esok hari" jawab Rafa.


"Senang bertemu kamu lagi Rafa, kalau kamu butuh bantuan di London jangan segan - segan untuk menghubungi kami" balas Mrs. Wolter.


"Terimakasih Mrs. Wolter. Ket aku pergi dulu ya, nanti aku akan hubungi kamu lagi" ujar Rafa.


"Cathy aku pamit, see you again" Jimmy mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Catherine.


Rafa sangat merasa panas terbakar api cemburu melihat tingkah Jimmy yang berusaha menggoda Catherine.


Jimmy dan Rafa pergi dari rumah Catherine dan berangkat menuju TBF Hotel. Bagaimanapun juga Rafa adalah sahabat dari istri Bosnya dan sebelumnya dia mendapat pesan dari Fajar agar menservice Rafa selama dia ada di London termasuk tempat tinggal dan fasilitas lainnya.


.


.


BERSAMBUNG