
"Lho kamu disini?" tanya Sintia refleks ketika melihat Ryza datang ke Butiknya.
"Hay Sintia, aku datang memenuhi janjiku beberapa waktu yang lalu" sapq Ryza.
"Kamu datang sendiri? Kamu yang mencari gaun yang disebut karyawan aku tadi?" tanya Sintia terkejut.
"Bukan, aku kesini bersama saudaraku. Dia yang ingin mencari gaun pesta" jawab Ryza.
"Mbak, ini Ibu yang mau bertemu dengan designer kita" ungkap karyawan Butik.
"Selamat sore Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sintia ramah.
"Kenalkan saya Keysha" sapa Keysha tak kalah ramah.
"Saya Sintia" balas Sintia.
"Ini Sin saudara aku yang aku bilang tadi" sambung Ryza.
"Owh senang berkenalan dengan kamu Keysha. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sintia.
"Begini, saya sangat tertarik dengan model gaun-gaun di Butik ini jadi saya penasaran sama designernya. Saya ingin bertemu langsung dengan beliau dan meminta di rancangkan gaun pesta yang cantik sama beliau" ungkap Keysha.
"Maaf Keysha" ucap Sintia.
"Panggil Key juga tidak apa-apa biar lebih akrab" potong Keysha sambil tersenyum kearah Sintia.
"Eh iya Key, jadi begini designer di Butik ini adalah salah satu pemilik Butik ini. Dia kuliah fashion design di London dan saat ini dia belum pernah pulang ke Indonesia selama lima tahun ini. Semua gaun-gaun yang ada disini adalah rancangan beliau. Sistem pemesanan di Butik ini biasanya customer kita menjelaskan gaun yang dia inginkan ada juga yang ingin memesan langsung bahannya terbuat dari jenis kain apa. Setelah itu kami akan jelaskan ke designer Butik ini, dalam beberapa hari gambar designnya akan dikirim melalui email. Baru kita sampaikan ke customer, setelah customer oke baru gaunnya kita jahit. Memang prosesnya agak ribet dan lama, tapi InsyaAllah hasilnya sangat memuaskan dan tidak akan mengecewakan. Kalau customer ingin yang cepat ya silahkan aja pilih gaun-gaun yang sudah ada di sini" ungkap Sintia.
"Hem... begitu ya. Baiklah aku akan mencobanya. Jadi semakin penarasan dengan butik ini. Aku ingin memesan sebuah gaun disini" pinta Keysha.
"Okey kalau begitu kita catat ya gaun yang kamu inginkan seperti apa?" tanya Sintia.
"Aku ingin gaun pesta berwarna biru, bagian atas dari bahan renda tapi untuk bawahannya baham yang lembut dan jatuh kemudian kembang dibagian roknya" pinta Keysha.
Sintia mencatat semua keinginan Keysha.
"Ow yah kalau begitu sekalian deh sama baju kerja muslimah yang trendi dan nyaman, kalau untuk baju kerja ini aku inginnya bawahannya pakai celana. Mengenai bentuknya bebas. Aku pengen lihat hasil rancangan designer Butik ini" pinta Keysha lagi.
"Bisa kita ukur dulu badan kamu Key?" tanya Sintia.
"Silahkan Sin" Keysha berdiri tegak.
Sintia menyuruh bagian penjahit untuk mengukur badan Keysha, setelah selesai catatannya segera diserahkan pada Sintia.
"Baik, semua sudah aku catat, secepatnya akan aku kirim dan meminta pada sahabatku disana untuk segera menggambarnya. Boleh saya minta nomor hp atau email kamu?" pinta Sintia.
"Boleh, nomor hp aku 081xxxxxxxx dan email aku key_sha@gmail.com" jawab Keysha.
"Oke Key, kalau design baju kamu sudah sampai akan aku kirim pesan dan email ke kamu ya" balas Sintia.
Ryza dari tadi memperhatikan komunikasi antara saudaranya Keysha dengan wanita yang sudah dua bulan ini mencuri hatinya.
Senang rasanya dua bulan ini dia memendam rindu ingin bertemu lagi dengan calon pemilik hatinya akhirnya tersampaikan juga.
Tambah cantik aja kamu Sintia. Aku ingin sekali mendekati dan mengenal kamu lebih dalam. Kata hatiku mengatakan kamu wanita yang baik dan cantik. Cantik luar dalam, cantik hati dan paras kamu.
Jadi makin cinta deh abang. Sorak hati Ryza.
"Ry... halooow yah melamun dia" Keysha memukul bahu Ryza yang sedang melamun sambil menatap wajah Sintia.
Membuat wajah Sintia memerah karena menahan malu dilihatin Ryza dengan tatapan yang seperti itu.
Duh kenapa Ryza melihat aku seperti itu. Aku kan jadi malu. Batin Sintia.
"Eh udah kelar Key?" tanya Ryza.
"Jadi setelah ini kita kemana?" tanya Ryza lagi.
"Makan malam yuk, aku lapar. Bagaimana kalau kita ajak Sintia bareng sebagai tanda perkenalan?" ucap Keysha memberi ide. Keysha mengedipkan sebelah matanya memberi kode kapada Ryza.
Goodjob Sis... gua suka gaya lo. Puji Ryza pada Keysha dalam.hati.
"Iya Sin, makan malam bareng kami yuk. Anggaplah ini sebagai salam perkenalan dari aku. Sudah dua kali kan kita ketemu. Kamu mau kan berteman dengan kami?" ajak Ryza.
"Mmm... baiklah. Tapi sudah adzan maghrib. Bagaimana kalau kita shalat dulu?" ucap Sintia mengingatkan.
"Oke kita shalat aja dulu sudah masuk waktu shalat" sambut Keysha.
"Yuk ke lantai empat, disana ada mushallanya" ajak Sintia.
Sintia mengajak Ryza dan Keysha naik ke lantai empat untuk melaksanakan shalat maghrib yang sudah tiba waktunya. Mereka menaiki lift menuju lantai empat.
Sesampainya di lantai empat mereka bertemu dengan Ditha.
"Lho Sin kamu ada tamu rupanya?" tanya Ditha.
"Eh iya Tha, calon pelanggan baru. Ketepatan aku ketemu Ryza dimalam pesta ulang tahun Barrakh Corp beberapa waktu yang lalu jadi dia mengajak saudaranya ke sini untuk memesan gaun di Butik kita" ungkap Sintia.
"Kenalkan ini sahabat saya salah satu pemilik Butik ini" Sintia mengenalkan Ryza dan Keysha kepada Ditha.
"Ditha" sapa Ditha mengenalkan diri.
"Keysha panggil saja Key" sambut Keysha.
"Ryza" sambung Ryza.
"Senang berkenalan dengan kalian" ucap Ditha.
"Boleh aku tebak ADS Butik, S nya dari nama Sintia dan D dari nama Ditha tinggal A nya ini yang aku belum tau dan belum kenal" sambut Sandy.
"A nya Ariella, dia sahabat kami yang saat ini ada di London. Dialah designer di butik ini" ungkap Ditha.
"Owh.. jadi itu kepanjangan dari ADS Butik?" tanya Keysha yang baru mendengarkan penjelasan Ditha.
"Iya Key. Butik ini awalnya kami bangun kecil hanya sebuah toko kecil saat kami masih SMU. Setelah tamat kuliah toko ini lebih kami kembangkan ditambah lagi sahabat kami sudah menjadi designer di luar negeri jadi dengan cepat Butik ini bisa berkembang menjadi sebesar ini" jawab Sintia.
"Waaah hebat kalian bisa membangun usaha sendiri sejak masih muda. Aku saja setelah tamat kuliah hanya bisa masuk kerja di perusahaan orangtua" balas Keysha.
"Yah kalau perusahaan orangtua kamu memang sangat membutuhkan keahlian kamu mengapa tidak? Kalau kami memang ahlinya di bidang ini. Kerja kantoran kami gak bisa. Bakatnya di sini" ucap Sintia.
Ryza semakin bangga mengenal Sintia yang sudah mandiri sejak SMU. Rasanya memang tidak salah hatiku memilih kamu. Wanita hebat. Puji Ryza dalam hati.
"Eh malah asik ngobrol. Shalat yuk keburu habis waktu shalat maghrib" ajak Sintia.
"Iya jadi keasikan ngobrol sampai lupa waktu" sambut Keysha.
"Tha setelah shalat kami mau makan malam bareng, kamu mau ikut?" ajak Sintia.
"Maaf Sin, aku ada janji sama Disil jadi gak bisa ikut bersama kalian" tolak Ditha.
"Oke... yuk shalat dulu" balas Sintia.
.
.
BERSAMBUNG