
"Dari mana saja kamu El?" tanya Aby yang berjalan di belakang mereka.
"O...oooo. Kita ketangkap basah El" bisik Catherine.
"Ket kamu masuk ke kamar duluan ya. Aku mau bicara berdua aja sama Kak Aby" pinta Ela.
"Okey.. aku tunggu di kamar ya" jawab Catherine.
Ela berbalik menatap Kakak kembarnya.
"Dari mana saja kamu? Malam - malam masih berkeliaran di luar. Jangan karena kamu bebas di London sana kamu samakan dengan di Indonesia. Di Indonesia beda El, perempuan baik - baik itu gak aka berkeliaran malam - malam di luar sana? Kalau di London orang bebas tidak akan ada yang memperdulikan dan menanyakan kemana dan kapanpun kamu pergi" ucap Aby denga suara tinggi.
"Maaf Kak, aku baru dari Bandara sama Catherine" jawab Ela.
"Ngapain kamu ke Bandara?" tanya Aby penasaran.
"Mengejar Fajar Kak" jawabnya singkat.
"Ada apa antara kamu dengan Fajar. Mengapa kamu mengejar - ngerjarnya sampai ke Bandara?" tanya Aby bingung.
"Bisa kita bicara di tempat lain Kak? Di sini aku rasa kurang nyaman" jawab Ela.
"Yuk kita duduk di sofa itu" tunjuk Aby ke arah sofa dekat resepsionis hotel.
Ela dan Aby berjalan menuju sofa kemudian duduk berhadapan.
"Tadi Fajar mendengar Rafa mengutarakan perasaannya padaku di taman samping Hall Kak" ucap Ela memulai pembicaraan.
"Rafa mengutarakan perasaannya pada kamu?" tanya Aby tak percaya. Dia tidak menyangka ternyata Rafa mempunyai perasaan lebih pada adiknya.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Trus gimana perasaan kamu padanya?" tanya Aby
Ela menarik nafas panjang.
"Aku sudah tidak mencintainya kak, rasa itu telah hilang. Aku hanya menyayanginya sebatas sahabat" ungkap Ela.
"Lalu kamu jawab apa sama Rafa?" desak Aby.
"Aku katakan yang sebenarnya. Dia tidak percaya, dia kira perasaanku masih belum berubah" jawab Ela.
"Rafa tau kalau dulu kamu menyukainya?" tanya Aby penasaran
"Saat aku baru pulang dari London dan kita semua kumpul kembali di rumah kita tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan aku dengan Disil Kak. Rafa bilang setelah aku pergi ke London dia merasa kosong dan hubungannya dengan Lisa mulai dingin sejak saat itu. Hanya saja dia tidak tega memutuskan Lisa. Sampai pada saat kejadian Lisa yang berkhianat dan menyukai Kakak. Rafa memiliki alasan untuk memutuskan Lisa. Kemudian aku pulang, di situ dia baru sadar akan perasaannya padaku. Tapi semua sudah terlambat. Hatiku telah diisi oleh yang lain" ungkap Ela.
"Fajar?" tebak Aby.
"Iya kak, Fajar mendengar Rafa mengutarakan perasaannya padaku. Fajar salah sangka kak, dia kira aku masih ada rasa dengan Rafa dan dia pergi tanpa pamit padaku. Kata Kak Key dia kembali ke London. Aku harus bagaimana kak?" tanya Ela bingung.
Aby mengerti sekarang permasalahan yang di alami Ela.
"Kata Key, Fajar hanya pergi sebentar. Ada sedikit masalah di London. Tadi asistennya menelephone dan Fajar harus segera berangkat ke sana. Kamu sabar ya, dia pasti kembali. Kamu kan antimonya Fajar kata Ela. Dia pasti akan pulang menemui kamu" Aby mengusap kepala adik kembarnya dengan lembut.
Ela tampak sangat sedih.
"Hey... jangan sedih. Mana Ela yang selalu ceria dan sedikit gila" canda Aby.
"Adik kakak sekarang sudah dewasa. Sudah tau belum bedanya cinta dulu dengan yang sekarang?" tanya Aby lembut.
"Maksud kakak?" tanya Ela.
"Dulu kamu kan masih remaja baru mengenal cinta, bisa jadi cinta kamu sama Rafa hanya cinta monyet. Atau cinta sahabat, kamu kan paling dekat dengan Rafa jadi waktu Rafa punya pacar kamu pasti merasa kehilangan dan tersisihkan. Sebelumnya kan kalian sering bareng kemana - mana selain dengan kakak. Trus cinta pada Fajar bagaimana?" tanya Aby.
"Aakh ... bingung kak. Aku merasa nyaman dekat dengannya. Beberapa kali dia menyelematkan aku dalam situasi aku sedang trauma bahkan perlahan - lahan dia membantu aku menghilangkan trauma itu. Dia sabar menghadapi sikapku yang yaaah kakak taulah... Dan mmmm.... sepertinya dia setia. Aku merasa menjadi wanita paling istimewa dan hanya satu - satunya untuknya. Karena tidak ada wanita lain yang bisa menyaingiku. Rasanya kalau bersamanya aku benar - benar menjadi Princess" ucap Ela dengan mata berbinar.
"Ah lega aku kak, udah curhat sama kakak. Tadi rasanya seperti ada beban yang mengganjal di dadaku karena kecewa akan kepergian Fajar" ucap Ela.
"Syukurlah kalau Kakak bisa membantu mengurangi beban kamu. Sekarang balik ke kamar gih udah malam. Keysha juga sudah nungguin kakak di kamar" balas Aby.
"Sorry kakak aku jadi ganggu acara kalian malam ini" jawab Ela dengan perasaan bersalah.
"Kami tidak acara lagi malam ini" jawab Aby jujur.
"Gak usah malu - malu Kak, aku ngerti kok. Hotel ini kan tempat kalian menikah dan di hotel ini juga kalian mmmm... pom poooooom..." ledek Ela.
"Sialan kamu" Fajar menyentil kening adiknya.
"Hahaha... buruan gih, kasih aku ponakan secepatnya" balas Ela.
"Ya sudah kita naik yuk ke atas. Kakak mau buat ponakan untuk kamu" canda Aby.
"Aseeeeek" sambut Ela.
Kedua saudara kembar itu berjalan menuju lift dan naik ke lantai atas tempat kamar mereka berada.
Sementara di kamar pengantin baru.
"Tumben semua berjalan normal Mas" ucap Sintia.
"Maksud kamu?" tanya Ryza bingung.
"Dulu waktu Disil dan Ditha menikah di kerjain sama Ela. Waktu Aby dan Keysha menikah mereka juga di kerjain Ela. Untung saat kita nikah gak dikerjain juga" ucap Sintia lega.
"Si Ela lagi pergi tadi sama si Keket. Tadi Aby sibuk nyariin mereka" jawab Ryza.
"Oh ya, malam - malam begini, kemana mereka ya?" tanya Sintia.
"Aku gak tau sayaaang. Jadi malam ini kita mau membahas Ela pergi kemana nih? Atau sekalian kita bantuin Aby cariin Ela?" goda Ryza.
"Eh nggak - nggak Mas. Ela pasti gak pergi kemana - mana. Lagian dia juga jagoan mana ada preman yang berani ganggu bisa habis di tendang si Ela" jawab Sintia.
Ryza tertawa mendengar jawaban istrinya.
"Lantas mau sampai kapan kamu memeriksa semua isi kamar ini sayaaaaang? Kamu gak mau ganti bersih - bersih dan berganti pakaian hemmm??" tanya Ryza tak sabaran.
"Iya iya Mas maaf. Aku agak parno sama Ela. Takut dia letakin benda yang aneh - aneh di kamar kita. Secara dia kan anak sableng" umpat Sintia.
"Hahaha..." Ryza tertawa lebar melihat tingkah istrinya.
"Ya udah Mas tolong bukain resleting gaun aku ini. Aku mau ke kamar mandi bersih - bersih dan ganti baju dulu ya" pinta Sintia.
"Baiklah sayang, sini Mas bukain gaunnya. Buka semua juga gak apa - apa" goda Ryza.
"Maaaaas" balas Sintia malu.
Ryza membuka resleting gaun Sintia dan Sintia kemudian langsung masuk ke kamar mandi karena malu pada Ryza.
Sesampainya di kamar mandi Sintia melihat lingerie hitam transparan tergantung indah di belakang pintu kamar mandi.
Sontak Sintia terkejut dan berteriak histeris.
"Elaaaaaa"
.
.
BERSAMBUNG