
Saat pintu mobil hendak di tutup tiba - tiba terdengar suara.
"Tunggu...." teriak Fajar.
"Kamu bisa ikutan juga Fa?" tanya Keysha terkejut.
"Kerjaanku sudah selesai" jawab Fajar.
Fajar hendak naik ke mobil dan mengambil posisi, dia melihat tinggal kursi di samping Ela yang kosong.
"Hey... wanita jadi - jadian kamu pindah ke belakang gih" usir Fajar.
"Enak aja. Kamu yang datang belakangan kok malah usir - usir aku. Jangan kira karena ini semua falisitas dari kamu aku mau mengalah. Kamu salah besar" tolak Ela.
Ela tetap bertahan di tempat duduknya.
"Hey cowok pendendam kalau mau ikut ya naik, kami udah kelamaan ni nungguin kamu. Buruaaan" desak Ela.
Fajar terlihat berfikir sebentar beberapa menit kemudian dia naik dan duduk di samping Ela.
Keysha dan Ryza sangat terkejut melihat tingkah laku Fajar hari itu.
Ryza langsung meraih hpnya dan mengetik pesan.
Tuyul
Bro... lo serius duduk di situ? Gimana perasaan kamu?
Kunci Serep
Alergi kamu gak kumat Fa?
Lampu Aladin
Tenang sama cewek jadi - jadian emang gak kumat. Dia ini bukan wanita, kalau dia wanita pasti alergiku kumat.
Tuyul
Serius lo gak apa - apa? nanti jadi panjang urusannya. Kan kamu sendiri yang gak mau penyakit kamu diketahui banyak orang?
Kunci Serep
Iya Fa, mending kamu tukaran aja sama Ryza. Biar Sintia yang duduk dekat Ela, kamu duduk dekat Ryza
Lampu Aladin
Kalian tenang saja. Kan sudah aku bilang dia ini bukan wanita makanya aku aman.
Lampu Serep
Baiklah kalau begitu
Tuyul
Oke bro, hati - hati
Mobil pun melaju, hari ini rencana mereka adalah shopping untuk oleh - oleh yang akan dibawa pulang.
"Kita mau kemana ini?" tanya Aby.
"Mau belanja kan kak, kita ke Camden Lock Market" jawab Ela.
"Jangan.. jangan ke sana, mending belanja di Bond Street" sambut Fajar.
"Camden Lock Market aja banyak barang bagus dan murah di sana" balas Ela.
"Cih dasar gak berkelas taunya barang murahan" ejek Fajar.
"Sembarangan aku juga ngerti fashion ya, disana banyak barang - barang murah dengan kualitas bahan gak murahan" bela Ela.
"Mending ke Bond Street aja banyak barang - barang branded" ucap Fajar.
"Ye gak seru ah, seninya berbelanja itu ya mengejar barang murah. Eh tapi mana kamu tau ya, kamu kan worang kayaaaah" sindir Ela.
"Cih kamu gak usah pura - pura miskin. Aku yakin kamu juga sanggup membeli barang - barang di Bond Street tapi emang kamu aja yang seleranya rendahan" jawab Fajar dengan suara yang mulai meninggi.
"Enak aja aku punya selera rendah. Asal kamu tau saja ya semua tas, pakaian dan sepatu merk apa saja coba kamu tanya aku pasti tau" balas Ela dengan suara yang tak kalah lebih tinggi.
"Yaelaaa... dua makhluk ini sekali - sekali ikut malah buat gaduh" celetuk Disil.
"Sudah... sudah... supaya adil kita pergi kedua tempat itu" Aby menengahi.
"Jadi kemana duluan?" tanya Ryza.
"Camden Lock Market" ucap Ela.
"Bond Street" potong Fajar
"Camden Lock Market" teriak Ela.
"Bond Street" teriak Fajar.
"Sudah - sudah mending suit aja" usul Disil.
"Ih gak zaman main suit" ejek Fajar.
"Nih anak mau minta di hajar rupanya" Ela mengenal tangan kanannya dan mengangkatnya.
"Eeeeel" panggil kakaknya.
"Ya udah Fa kita ke Camden Lock Market dulu aja ya. Aku juga mau cari sesuatu di situ" ucap Keysha mencoba menengahi sepupu dengan saudara iparnya itu.
"Ya sudah kalau begitu" jawab Fajar mengalah.
"Yeeees ... aku menang" sindir Ela mengejek.
Fajar mendelikkan matanya menatap Ela tapi Ela cuek saja dan tidak peduli. Akhirnya mobil meluncur ke Camden Lock Market.
"Nggak, aku tunggu di mobil saja" jawab Fajar jengkel.
Karena penyakit yang di deritanya Fajar tidak mau turun dari mobil. Pasalnya di tempat ini sangat ramai pengunjung pasti berdesak - desakan.
Fajar tidak bisa berdekatan dengan lawan jenis, itu yang membuatnya menolak diajak turun. Akhirnya Ela dan teman - temannya yang turun dari mobil dan mencari oleh - oleh untuk dibawa ke Indonesia.
Dua jam berlalu Ela dan teman - temannya kembali ke mobil dengan membawa banyak kantong belanjaan.
"Dasar perempuan sukanya belanja" sindir Fajar.
"Akhirnya kamu ngakuin aku perempuan?" tanya Ela
"Iya tapi jadi - jadian" jawabnya ketus.
"Sudah jangan bertengkar terus" ucap Keysha.
Ela dan yang lain masuk ke dalam mobil setelah itu mobil meluncur menuju Bond Street.
Tak lama mereka sudah sampai di area perbelanjaan Bond Street.
Fajar dan rombongan turun dari mobil dan mengunjungi shopping center yang satu ini karena Bond Street merupakan salah satu tempat untuk berburu barang branded. Berbagai luxury brand seperti, Chanel, Cartier, LV hingga Rolex semuanya tersedia.
Di tempat ini keluarga kerajaan Inggris, artis Holywood, sosialita internasional juga menjadikan Bond Street ini sebagai tempat favorit untuk shopping.
"Di sini kalian bisa mencari barang - barang bagus" ucap Fajar menjelaskan.
"Sudah tau" potong Ela.
"Aku tidak bicara pada kamu, aku bicara pada Abyasa dan teman - temannya" balas Fajar.
"Tapi mereka juga teman - temanku" bela Ela.
"Kalian ini selalu saja bertengkar. Ku doain berjodoh baru tau" oceh Disil.
"Amit - amit" ucap Fajar dan Ela bersamaan
"Aku juga merasa seperti itu bro" bisik Ryza ke telinga Fajar.
"Awas kamu ya" ancam Fajar dengan wajah kesal ke arah Ryza.
Ryza tidak merasa takut sama sekali dia malah tertawa melihat wajah kesal Fajar. Baru kali ini Ryza melihat Fajar jadi banyak berbicara.
Biasanya dia lebih pendiam dan tidak banyak bicara. Hari ini Ryza mendengar Fajar terus saja bertengkar selama perjalanan mereka hari ini.
Aby dan rombongan masuk ke dalam toko yang menjual barang - barang branded.
Ela melirik ke arah jam tangan rolex, dia melihat model jam tangan terbaru. Pandangannya berhenti pada sepasang jam tangan rolex.
"Jam tangan couple yang bagus" ucapnya sendiri.
Fajar yang berdiri tak jauh darinya ikut menimpali.
"Tumben mata kamu sehat" sindir Fajar.
"Yeee... kan sudah aku bilang tadi. Gini - gini aku juga tau mana barang bagus dan branded. Hanya saja aku tidak suka kalau orang - orang selalu berfikir barang mahal itu yang bagus. Gak selamanya berlaku seperti itu. Barang murah juga banyak yang bagus asal pinter memilih aja" jawab Ela.
Ela segera bertanya pada pegawai toko.
"Apakah jam tangan ini bisa di beli terpisah?" tanya Ela.
"Maaf tidak bisa, harus di beli sepasang" jawab pegawai toko.
"Yaaaah sayang" balas Ela.
"Beli aja keduanya" suruh Fajar.
"Mubazir. Aku kan cuma butuh satu" ucap Ela.
"Mubazir apa gak sanggup beli?" sindir Fajar.
"Eh cowok pendendam jangan sepele kamu. Dengar ya gini - gini aku punya tabungan dengan hasil jerih payahku sendiri dan dengan perjuanganku sendiri bukan seperti kamu yang dapat gaji dari hanya dari hasil mengelola harta orang tua" jawab Ela kesal.
"Sembarangan. Kamu kira aku kerja juga cuma duduk - duduk saja di belakang meja? Aku bekerja juga dengan kerja keras dan sejak aku jadi GM di TBF Hotel, Hotel itu berkembang dengan pesat. Itu semua karena kerja kerasku" bela Fajar.
"Cih sok hebat" umpat Ela.
"Berapa harga jam tangan couple ini?" tanya Fajar pada pegawai yang ada di depan Ela.
"Hey.. ini jam tanganku. Jangan coba - coba membelinya. Kamu fikir aku tidak sanggup membeli keduanya?" ucap Ela panik.
"Aku juga menginginkannya. Dari tadi aku juga suka melihat jam tangan ini" jawab Fajar.
"Eh tidak bisa. Aku duluan yang melihatnya" tegas Ela.
"Tapi aku duluan yang bertanya harga dan ingin membelinya. Kamu kan cuma mau beli satu sedangkan aku ingin membeli keduanya" ucap Fajar.
"Aku berubah fikiran. Aku ingin membeli keduanya" potong Ela sambil mengeluarkan kartu kredit dari tasnya.
Pegawai toko tersebut bingung melihat tingkah dua orang yang bertengkar di hadapannya.
"Maaf Pak, Bu, dari pada kalian bertengkar bagaimana kalau kalian membeli jam tangan ini bersama - sama. Jadi kalian berdua sama - sama bisa memiliki jam tangan ini" ucap pegawai memberi ide.
"TIDAK BISA"...
.
.
BERSAMBUNG
Selamat pagi readers... semoga pagi ini cerah dan membuat kita lebih semangat ya.
Semoga kalian terhibur.. Jangan lupa like , komen dan kembangnya.
Terimakasih