Find The KEY

Find The KEY
Ep. 184



Tiga hari ini Catherine, Ditha dan Sintia sibuk menyiapkan gaun yang akan dibawa ke London.


"Fiuuuuh akhirnya selesai juga" ucap Sintia.


"Alhamdulillah" sambut Ditha.


"Kamu gak apa - apa kan Tha?" tanya Catherine khawatir.


"Nggak apa - apa kok Ket. Kan kerjainnya rame - rame. Lagian cuma pilih kain dan finishing doank. Yang motong dan jahit kan pegawai kita yang tukang jahit" jawab Ditha.


"Kapan semua gaun ini di jemput Jimmy Ket?" tanya Sintia.


"Nanti malam. Dia jemput ke rumah Ela" ucap Catherine.


"Trus gimana kamu bawa semua ini ke rumah Ela?" tanya Ditha.


"Naik ojollah. gampang itu" balas Catherine.


"No.. no.. no.. aku telepon Rafa aja ya, rumah dia kan dekat rumah Ela jadi sekalian pulang" sambut Sinta.


Sintia meraih ponselnya kemudian menghubungi Rafa.


"Hallo Raf, kamu sudah mau pulang?" tanya Sintia.


"Sebentar lagi, ini lagi siap - siap. Ada apa Sin?" tanya Rafa.


"Bisa minta tolong gak. Ela kan ada pesan tiga gaun buat dibawa Jimmy nanti malam ke London. Sekarang gaunnya sudah siap nih di Butik. Kamu bisa gak jemput Catherine ke Butik trus antarin ke rumah Ela? Bisa ya tolong pleaseeee... " pinta Sintia.


"Bisa Sin, sebentar ya aku beres - beres dulu kemudian segera meluncur ke Butik. Suruh aja si Keket siap - siap" jawab Rafa.


"Terimakasih Rafa, kamu emang paling baaaaaik deeeh" balas Sintia senang.


"Ada maunya baru bilang baik" sindir Rafa.


"Hahahahahaha" tawa Sintia mengakhiri.


"Gimana Sin?" tanya Ditha.


"Beres, Rafa mau. Sebentar lagi dia jalan dari kantor trus jemput Keket kemari. Ya udah yuk kita bungkus gaunnya biar gak kotor" ajak Sintia.


Ditha, Sintia dan Catherine segera merapikan tiga gaun yang baru selesai di jahit kemudian mereka membungkusnya dan meletakkannya di ruangan Ela.


"Pak Jono tolong ke atas Pak" perintah Ditha lewat interkom.


"Baik Bu" jawab salah satu karyawan Butik.


Tak lama Pak Jono sudah sampai di lantai empat.


"Ada apa Bu?" tanya Pak Jono.


"Tolong bawakan gaun - gaun ini ke bawah, sebentar lagi Rafa akan datang menjemput Keket" perintah Ditha


Pak Jono adalah karyawan lama di Butik jadi dia kenal siapa Rafa. Karena dari dulu Rafa sering datang ke Butik bersama Disil dan Aby.


"Baik Bu" balas Pak Jono.


Pak Jono meraih tiga gaun tersebut dan segera membawanya ke lantai dasar.


Ditha dan yang lainnya beres - beres dan bersiap untuk pulang karena hari sudah sangat sore. Sudah waktunya pulang.


Satu jam kemudian Rafa sudah tiba di halaman ADS Butik.


Rafa


Ket, aku sudah dibawah.


Catherine


Oke Raf, sebentar ya aku turun dulu.


Catherine memasukkan hpnya ke dalam tas kemudian dia meraih sebuah amplop pink yang sudah dari tiga hari yang lalu dia persiapkan.


Catherine meninggalkan ruang kerja Ela dan segera turun ke bawah karena Rafa sudah menunggunya.


Dengan bantuan Pak Jono tiga gaun yang akan dikirim ke London dibawa masuk ke dalam mobil Rafa.


"Udah masuk semua?" tanya Rafa.


"Udah, yuk jalan" jawab Catherine.


Rafa mengemudikan mobilnya meninggalkan ADS Butik.


"Kita singgah dulu yuk Ket, makan sebentar" ajak Rafa.


"Kamu udah laper banget?" tanya Catherine.


"Nggak juga, kenapa?" Rafa balik bertanya.


"Kalau langsung pulang aja gimana? Ada yang harus aku kerjakan sesampainya di rumah. Takut gak terkejar keburu Jimmy datang menjemput" Jawab Catherine.


Entah mengapa Rafa merasa kecewa atas penolakan Catherine tapi karena memang waktunya kurang pas untuk makan malam akhirnya Rafa melanjutkan perjalanan pulang.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di rumah Ela. Rafa membantu Catherine membawa gaun - gaun yang dibawa dari ADS Butik masuk ke dalam rumah Ela.


Sesampainya di dalam rumah Rafa meletakkan gaun tersebut di ruangan keluarga.


"Terimakasih ya Raf" ucap Catherine.


Catherine berjalan mengantar Rafa sampai ke depan. Tiba - tiba Catherine ingat apa yang ingin dia berikan kepada Rafa.


"Raf tunggu sebentar" cegah Catherine.


Rafa berhenti dan berbalik melihat Catherine yang ada di belakangnya. Catherine mengambil amplop pink yang tadi dia simpan di dalam tasnya.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kamu" Catherine menyerahkan amplop pink tersebut.


"Apa ini?" tanya Rafa bingung.


"Aku tidak bisa mengatakannya lewat telepon ataupun messenger. Tapi kamu harus janji ya membacanya saat mau tidur nanti malam. Apakah kamu mau berjanji?" tanya Catherine.


"Oke.. Kamu membuat aku penasaran aja Ket" jawab Rafa.


Rafa menerima amplop pink yang diberikan Catherine.


"Kalau begitu aku pulang ya Ket" pamit Rafa.


"Daah.. sampai jumpa lagi" balas Catherine.


Entah mengapa kata - kata terakhir Catherine sangat aneh terdengar tapi Rafa tidak ingin menanyakannya kembali pada Catherine.


Rafa masuk ke dalam mobil kemudian melaju menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Rafa membawa amplop pink yang diberikan Catherine ke dalam kamarnya dan meletakkannya di nakas samping tempat tidur.


Setelah itu Rafa mandi, berganti baju kemudian shalat maghrib.


Sekitar pukul delapan malam Jimmy datang ke rumah Ela untuk menjemput gaun yang dipesan istri Bosnya untuk dibawa ke London.


"Selamat malam Mr. Gunadi" sapa Jimmy pada Aditya.


"Malam Jim. Mau jemput gaun pesanan Ela ya?" tanya Aditya.


"Iya Mr" jawab Jimmy.


Tak lama Catherine keluar dari kamar dengan membawa kopernya.


"Lho kamu mau kemana Ket?" tanya Alexa.


"Maaf Ma tiba - tiba. Ela baru ngabarin aku kalau dia butuh bantuanku untuk mengurus pesanan para pelanggan di London. Jadi aku sekalian ikut sama Jimmy balik ke London. Nanti kalau semua sudah selesai aku akan kembali ke Jakarta lagi" ungkap Catherine.


"Oh begitu, baiklah. Tapi secepatnya kamu pulang ya. Kan kita masih punya misi yang belum selesai" Alexa mengedipkan sebelah matanya kepada Catherine.


"Iya Ma, InsyaAllah" balas Catherine sambil tersenyum.


"Kak Aby, Keysha, Pa aku pamit ya balik ke London" pamit Ela.


Ela menjabat tangan hangat seluruh keluarga Ela.


Maafkan aku sudah membohongi kalian. Ini adalah usaha terakhirku untuk mendapatkan Rafa tapi kalau gagal mungkin aku tidak akan berani datang ke Indonesia lagi. Biarlah aku terlihat pengecut tapi sungguh aku tak sanggup kalau harus bertemu Rafa lagi. Batin Catherine.


Jimmy membantu Catherine membawa kopernya ke dalam mobil kemudian gaun yang akan di bawa ke London. Setelah pamitan pada keluarga Ela mereka segera bergegas ke Hotel untuk menjemput Mommy dan Daddy Catherine kemudian langsung menuju Bandara.


Selamat tinggal Rafa. Ucap Catherine dalam hati.


Setelah Catherine pergi rumah Ela terasa sepi. Karena Catherine dan Ela sifatnya hampir sama, selalu recok dan ceria.


"By, Mama punya ide ni. Coba kamu hubungi Rafa, bilang si Keket pulang ke London dan gak balik lagi. Siapa tau Rafa kesepian dan kehilangan" suruh Alexa.


"Iya bener juga tuh ide Mama. Si Rafa harus di gituin Ma. Dulu waktu Ela pergi baru dia merasa kehilangan. Saat Ela kembali perasaan Ela sudah berganti. Dasar Rafa gerak lambat makanya kalah cepat" umpat Aby.


Aby meraih ponselnya dan menghubungi Rafa.


"Hallo Bro, kamu dimana?" tanya Aby.


"Aku di rumah. Ada apa By?" tanya Rafa.


"Kamu sudah dengar berita gak?" tanya Aby.


"Berita apa?" Rafa semakin penasaran.


"Catherine balik ke London dan katanya gak akan kembali lagi" jawab Aby.


"Oh ya, serius kamu?" tanya Rafa terkejut.


.


.


BERSAMBUNG