
Keesokan harinya adalah weekend, setelah mandi dan shalat subuh berjamaah Rafa dan Catherine kembali bersantai di atas tempat tidur.
Lagi - lagi Catherine terlihat sangat manja dan tak mau lepas dari Rafa.
"Tumben yank kamu manja - manjaan pagi gini. Biasanya udah sibuk buat sarapan kita" ucap Rafa.
"Gak tau, hari ini aku kok malas banget ya, pengen tetap dipeluk Mas aja deh" jawab Catherine.
"Oke deh, kamu manja gak masalah aku sangat senang sekali tapi perut kita harus di isi yank, aku laper" ucap Rafa.
"Pesan ojol aja ya Mas, aku malas banget masak hari ini" rengek Catherine.
"Iya deh, asalkan istriku senang" jawab Rafa.
Rafa meraih ponselnya kemudian membuka aplikasi ojol.
"Kamu pengen makan apa?" tanya Rafa.
"Apa ya... Mas pengen makan apa? Ada ide? Siapa tau aku juga suka" tanya Catherine.
"Aku pengen makan lontong Medan yank, kamu belum pernah rasa kan?" tanya Rafa.
"Iya belum, aku lupa Papa kamu berasal dari Medan" jawab Rafa.
"Iya, kalau pulang jenguk Oma di Medan aku paling suka sarapan lontong Medan. Enak deh, kamu pasti suka" sambung Rafa.
"Boleh deh Mas, Ela juga pernah cerita kalau dia ke rumah Oma dan Opanya yang letaknya tetanggaan, setiap pagi dia pasti sarapan lontong Medan" balas Catherine.
"Sebentar ya aku cari dulu" Rafa mencari penjual lontong Medan kemudian memesan makanan tersebut untuk sarapan mereka pagi ini.
"Dapat Mas?" tanya Catherine tak sabar.
"Udah, udah aku pesan. Gak lama lagi juga nyampe" jawab Rafa.
Mereka kembali berpelukan dalam selimut di dalam kamar apartemen mereka.
Hari ini dia akan menuruti sikap manja istrinya, gak ada salahnya menyenangkan perasaan istrinya. Apalagi di malam istrinya untuk pertama kalinya terlihat sedih dan menangis karena ingin hamil.
Mudah-mudahan istrinya segera hamil, biar istrinya gak kefikiran terus dan gak sedih lagi.
Satu jam bermalas-malasan di atas tempat tidur tiba-tiba bel apartemen berbunyi.
Ting.. tong...
"Siapa tuh Mas yang datang pagi - pagi begini?" tanya Catherine heran.
"Ojol sayaaaang, kamu lupa tadi kita pesan apa?" jawab Rafa.
"Eh iya aku lupa. Mas yang ambil ya, aku mager nih" pinta Catherine.
"Iyaaaa... apa sih yang nggak buat My Cat" balas Rafa.
Rafa segera turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar menuju pintu apartement. Setelah selesai mengambil pesanan mereka Rafa membawanya ke dapur.
"Yank, makan yuk" ajak Rafa.
Tak lama Catherine keluar kamar masih dengan baju piyamanya.
Rafa sudah menghidangkan dua piring di atas meja makan. Kemudian dia membuat coklat hangat untuk Catherine sedangkan untuknya kopi.
"Jadi malu, pagi ini Mas yang siapin sarapan" ucap Catherine.
"Gak apa - apa sekali - sekali manjain istri" jawab Rafa tersenyum penuh kelembutan.
"Maaf ya Mas aku males banget mau ngapa - ngapain hari ini. Pengennya seharian di atas tempat tidur" ucap Catherine sendu.
"Kok sedih?" tanya Rafa bingung.
Ada apa dengan istriku? Dari kemarin sikapnya aneh? Apa benar dia PMS? Batin Rafa.
"Aku merasa tidak bisa menjadi istri solehah Mas" ucap Catherine sambil menangislah.
"Lho yank, gitu aja kok nangis? Aku kan gak marah dan semua yang aku lakukan pagi ini aku ikhlas. Memang ingin membuat istriku bahagia" jawab Rafa.
"Tapi aku istri jahat Mas hiks.. hiks.. " isaknya.
"Udah... udah.. jangan nangis lagi, pantang lho nangis di depan makanan. Rezekinya gak berkah, sekarang kita makan ya. Habis itu kamu boleh minum es krim lagi, kemarin kan masih ada sisa di kulkas" ucap Rafa mengingatkan.
Tiba-tiba Catherine tersenyum bahagia mendengar masih ada es krimnya di kulkas.
Apa istriku ke sambet ya? Tanyanya dalam hati.
Rata meletakkan tangannya di kening istrinya.
"Kenapa Mas, aku emang gak demam. Aku sehat - sehat aja" jawab Catherine.
"Dari kemarin kamu aneh, gak biasanya manja dan cengeng seperti ini. Dan tiba - tiba kayak anak kecil kesenangan minum es krim. Kamu lagi PMS ya?" tanya Rafa penasaran.
"Nggak.... " jawab Catherine singkat.
Tiba-tiba Catherine teringat karena pertanyaan suaminya barusan. Sepertinya sejak menikah dia belum pernah datang bulan. Harusnya kan minggu lalu jadwalnya. Jangan... jangan...
"Mas" teriaknya, membuat Rafa terkejut.
"Apa sih yank, dekat gini teriak - teriak" jawab Rafa.
"Mas aku belum datang bulan" ucap Catherine.
"Lah terus?" Tanya Rafa bingung.
"Harusnya jadwalnya minggu lalu tapi sampai sekarang aku belum datang bulan Mas" jawab Catherine.
"Maksud kamu bisa jadi.... " Rafa berfikir kalau apa yang di tangiskan istrinya tadi malam menjadi kenyataan.
"Iya... apa aku hamil ya?" tanya Catherine.
"Harus segera kita periksa yank" jawab Rafa semangat.
"Yuk Mas kita beli test pack" ajak Catherine.
"Setelah sarapan pagi donk yank, udah jam delapan. Aku udah laper banget tadi malam lelah bertempur sama kamu" ucap Rafa sambil tersenyum nakal pada istrinya.
Seketika wajah Catherine merah karena malu dengan tingkahnya tadi malam. Entah keberanian dari mana tadi malam dia yang ngajak suaminya duluan untuk bertempur suedeeep.
"Iiih Mas diingatin lagi, aku kan jadi malu" balas Catherine.
"Malu tapi mau... Malu - malu meooong... Eh salah, malu - malu My Cat" ledek Rafa.
"Udah ah, jadi makan nggak nih" Catherine mengalihkan pembicaraan.
"Oke kita makan sekarang" Rafa membuka bungkusan lontong Medannya yang dari tadi membayangkannya saja sudah membuat cacing dalam perut Rafa berontak minta diisi.
"Sruuuup... aaah" enak banget Mas" ucap Catherine yang menyicip kuah lontongnya.
"Iya donk, ini makanan favorit aku kalau lagi di Medan" jawab Rafa.
"Kapan - kapan ajak aku ke Medan ya Mas. Aku ingin tau kampung halaman Papa Reza" balas Catherine.
"Sabar sayang, kamu dan anak - anak kita pasti akan aku bawa ke sana" ujar Rafa tersenyum.
"Lama donk kalau nunggu lahir anak - anak" jawab Catherine.
"Balik lagi, udah kita bahas kan tadi malam cutiku sudah habis dan kalau kamu beneran hamil pasti kamu juga gak bisa bebas kesana kemari. Fikirkan kandungan kamu, anak kita" tegas Rafa.
"Iya Mas maaf" jawab Catherine.
Mereka segera menyantap lontong Medan yang sangat menggugah selera sampai tetas kuah lontong yang terakhir.
"Sekarang kamu ganti baju siap- siap kita ke apotik beli test pack, biar aku yang beresin dapur" perintah Rafa.
"Baik Mas, makasih ya sayang" jawab Catherine.
"Ma.. sama My Cat" balas Rafa lembut.
Setelah selesai bersiap mereka segera keluar apartemen dan turun ke lantai bawah. Rafa ingat tak jauh dari apartemen mereka ada apotek 24 jam.
Rafa mengajak istrinya jalan - jalan pagi sambil olahraga menuju apotek tersebut. Setelah mereka dapatkan apa yang mereka cari, mereka kembali ke apartemen dengan perasaan yang dag dig dug.
"Cepetan yank kamu tambung pipis kamu trus ikutin intruksi di test packnya" perintah Rafa tak sabar.
"Iya Mas, sebentar ya" ucap Catherine.
Catherine masuk ke kamar mandi dan melakukan sesuai dengan intruksi yang ada dalam test pack tak lama dia pun menangis melihat hasilnya.
"Huuuu... uuuu.. uu.. hiks.. hiks... " tangisnya pecah.
"Sayaaaaaang"
.
.
BERSAMBUNG