
Pesta terus berlanjut, kini giliran Keysha untuk melemparkan buket bunga yang dia pegang. Saat pesta Ditha kemarin ternyata orang lain yang mendapatkannya.
Sintia menarik tangan Ela dan berjalan menuju pentas.
"Ayo El, kali ini kita harus mendapatkan bunga Keysha" ajak Sintia penuh semangat.
Ela hanya mengikuti kemana arah Sintia mengajaknya pergi. Mereka sudah siap berdiri.
"Ayo para wanita - wanita cantik berdiri di depan pentas. Sebentar lagi pengantin wanita akan melemparkan bunga sebagai tanda pernikahan estafet. Siapakah yang akan menikah selanjutnya?" Teriak pembawa acara.
"Kita mulai ya... Satu.. dua ...tiga....." ucap pembawa acara.
Keysha melemparkan bunganya tinggi dan langsung meluncur ke genggaman tangan Sintia.
Ela langsung berteriak bahagia saat melihat Sintia terkejut dan tidak menyangka bahwa dia berhasil mendapatkan bunga Keysha.
Tiba - tiba musik berbunyi dan terdengar suara seorang lelaki yang sangat di kenal Sintia dan akhir - akhir ini suara itu selalu muncul dan terdengar dalam setiap mimpinya.
Aku 'tak pernah meminta
Sosok pendamping sempurna
Cukup dia yang selalu
Sabar menemani dalam kekuranganku
Namun Tuhan menghadirkan
Kamu wanita terhebat
Kuat 'tak pernah mengeluh
Bahagiaku selalu bersamamu
Andai ada keajaiban
Ingin 'ku ukirkan
Namamu diatas bintang-bintang angkasa
Agar semua tau
Kau berarti untukku
S'lama-lamanya kamu milikku
Kini telah 'ku buktikan
Kamu pendamping setia
Kuat 'tak pernah mengeluh
Bahagiaku s'lalu bersamamu
Andai ada keajaiban
Ingin 'ku ukirkan
Namamu diatas bintang-bintang angkasa
Agar semua tau
Kau berarti untukku
S'lama-lamanya kamu milikku
Namun 'ku sadari diriku
Takkan mampu selalu
Bahagiakan kamu
Tapi akan 'ku perjuangkan
Untukmu yang terhebat
Kekasih impian
Andai ada keajaiban (Andai ada keajaiban)
Ingin 'ku ukirkan
Namamu diatas bintang-bintang angkasa
Agar Semua tau
Kau berarti untukku
S'lama-lamanya
S'lama-lamanya kamu milikku
Sintia menatap ke arah suara itu dan mendapati Ryza yang sedang bernyanyi. Sintia terdiam terpaku saat sebuah tulisan terlihat di belakang Ryza dan tertulis sangat besar.
"Will You Marry Me"
Seluruh tamu undangan bersorak.
"Gila aku tidak percaya Kak Ryza yang melakukannya" teriak Auza.
"Uuuuh romantisnya Kak Ryza" sambung Shakira.
Oryza membalas senyuman suaminya dengan senyum bahagia. Belakangan ini mereka memang merasa kalau putranya itu berbeda. Auranya seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Dan minggu lalu saat pesta pernikahan dari keluarga ADS Corp mereka melihat siapa wanita yang telah mengisi hati putra mereka.
Baik Oryza dan August tidak keberatan dengan pilihan putra mereka karena mereka juga menyukai Sintia yang terlihat cantik, baik dan sholehah. Tentu saja mereka mendukung apa yang Ryza lakukan saat ini.
"Lihat kamu sudah di tinggalkan oleh Ryza dan Keysha. Mereka sudah menemukan pasangan hidupnya. Tinggal kamu yang terlalu sibuk mencari wanita yang tidak jelas di luar negeri sana. Jangankan nama, wajahnya saja kamu tidak kenal" ucap Omar pada putranya Fajar.
"Aku akan menemukan wanita itu segera Pa, percayalah" jawab Fajar.
Sementara di meja Satria dan Cinta.
"Waaah ada kejutan untuk putri kamu Sat. Sepertinya Ryza lelaki yang pemberani ya.. Di depan banyak orang dia berani melamar anak kamu" puji Dimas.
Satria dan Cinta tersenyum melihat kebahagian yang terpancar dari wajah Sintia.
"Siapapun pria itu asalkan dia bisa membahagiakan putriku satu - satunya aku akan merestuinya" jawab Satria.
Cinta memeluk erat tubuh suaminya.
"Bagaimana Mbak yang sedang memegang bunga. Apakah lamaran Mas nya diterima?" tanya pembawa acara.
"Terima.. terima.. terima..." teriak para tamu.
Sintia masih terdiam dan terpaku. Dia tidak percaya Ryza akan memenuhi perkataannya minggu lalu. Ryza akan melamarnya dengan sangat romantis.
Dan Sintia tidak menyangka Ryza akan melakukannya di depan orang ramai seperti ini.
"Ayo Mbak dijawab" ucap pembawa acara.
Sintia mencari keberadaan kedua orangtuanya dan menatap mereka seolah - olah meminta dukungan.
Satria dan Cinta tersenyum dan menganggukkan kepala mereka. Seketika airmata haru Sintia mengalir.
"Hei... kamu jangan menangis" Ela menyadarkannya.
"Jawablah, aku bahagia melihat kamu bahagia. Ingat, ikuti kata hati kamu" ucap Ela lagi.
Ela menarik tangan Sintia mendekati pentas dan membawanya naik ke ataa pentas.
Ryza menatap wajah Sintia menunggu jawaban. Pembawa acara memberikan mic kepada Sintia.
"Sintia, aku sudah berjanji untuk melamar kamu dengan cara yang lebih baik lagi kan. Saat ini di depan banyak orang, biarlah mereka menjadi saksi bahwa aku memang sungguh - sungguh ingin melamar kamu. Maukah kamu menikah denganku?" tanya Ryza.
Sintia menggenggam tangan Ela dengan kuat dan berkeringat. Ela membalasnya untuk memberikan semangat kepada Sintia.
Sintia segera menganggukkan wajahnya dan berkata.
"Aku mau" Sintia lalu tertunduk malu.
"Yeeeeeaaaaay...." Teriak Ela senang.
"Alhamdulillah" ucap Ryza.
"Akhirnya lamarannya di terima. Selamat ya Mas, Mbak. Sebentar lagi cooming soon menikah, jangan lupa pakai kami juga ya di pesta pernikahannya" goda si pembawa acaranya.
"Benar - benar luar biasa, minggu lalu juga saat pernikahan salah satu sahabat mbak saya merasa takjub dengan persahabatan kalian. Dan saat ini saya juga takjub dengan kisah cinta kalian. Semoga menjangkit ke sahabatnya yang lain ya Mbak, Mas. Kan kami bisa terus mengisi acara di pesta pernikahannya" canda pembawa acara.
Saat Ryza tanpa sadar ingin memeluk Sintia tiba - tiba Ela berdiri diantara mereka.
"Sorry belum waktunya. Belum halal" ucap Ela cuek.
Seketika suasan menjadi riuh kembali karena tertawa melihat tingkah Ela.
"Memang benar - benar tuh anak, cobaan banget kalau ada dia. Ada saja akal bulusnya" umpat Aby dari atas pelaminan.
Keysha tertawa melihat wajah Ryza.
"Aku rasa Ryza lebih berterimakasih Mas sama Ela, kalau tidak dihalangi Ela aku rasa Ryza pasti udah menerkam Sintia tadi di depan orang ramai" jawab Keysha.
Dimeja Rafa, Disil dan Ditha.
"Dasar tuh anak emang suka membuat suasana hancur. Kalau gak kan tadi kita bisa menyaksikan tontonan yang romantis" celetuk Disil.
"Huuus kamu gak lihat tadi Mas, Om Satria sudah berdiri? Untung saja di halangi Ela kalau tidak gak kebayang apa yang akan dilakukan Om Satria" sambung Ditha.
August dan Oryza berdiri menghampiri meja Satria dan Cinta dan menjabat tangan calon besannya.
"Secepatnya kami akan bersilaturahmi ke rumah kalian Pak Satria" Ucap August.
Satria dan Cinta juga berdiri menyambut August dan Oryza.
"Dengan senang hati kami akan menyambutnya Pak August" balas Satria.
Cinta dan Oryza saling berpelukan.
"Senang bisa berbesan dengan keluarga Mbak" ucap Oryza.
"Sama - sama, kami juga sangat senang. Yang penting anak - anak kita bahagia" balas Cinta.
.
.
BERSAMBUNG
Selamat puasa bagi yang berpuasa...