Find The KEY

Find The KEY
Ep. 88



"Tolooong.. " teriak Ela ketakutan. Dia mulai menangis terisak dan seperti sulit bernafas.


"Hei... kamu kenapa?" tanya Fajar khawatir.


"Aku.. aku merasa sesak. Tolong cari bantuan, aku tidak bisa bernafas" pinta Ela.


Fajar langsung mencoba menghubungi seseorang tapi..


"Akh.. sial gak ada signal" umpatnya.


Ela duduk di lantai dengan lemas sambil memeluk Kaki Fajar.


"Mama... Papa... Kak Aby... tolong aku" isak Ela.


Fajar kasihan melihat keadaan Ela yang lemah seperti ini. Fajar duduk di lantai tepat di samping Ela. Fajar menggenggam tangan Ela dan mencoba memberi kekuatan.


"Hei cewek jadi - jadian. Tenang, ada aku di sini. Kalau pun kita mati di sini kamu tidak akan mati sendirian. Ada aku yang mati bersama kamu" ucap Fajar mencoba bercanda.


"Mamaaaaa..." tangis Ela semakin kencang.


"Cup.. cup.. cup.." Fajar mengusap lembut kepala Ela dan mencoba menghibur.


"Kamu tenang saja, ini Hotel yang besar. Keluargaku pasti bisa segera mengatasi masalah ini. Sebentar lagi aku yakin pasti lampu akan menyala dan pintu akan terbuka" bujuk Fajar.


Di sebuah ruang cctv hotel.


"Lihat Gust pengamatan aku tidak salah kan? Anak itu saja yang gak sadar kalau dia sudah menemukan antimonya" ucap Omar bahagia.


August tersenyum menatap layar monitor.


"Oke Gust kamu simpan rekaman video ini. Suatu saat video ini pasti sangat kita butuhkan. Saat ini kita pura - pura tidak tau saja apa yang terjadi dengan mereka. Biar bagian keamanan yang ngurus" perintah Omar.


"Baik Bos" ucap August singkat.


August mengintruksikan anak buahnya untuk menyimpan video tersebut setelah itu Omar dan August meninggalkan ruangan cctv dan kembali ke acara pesta berlangsung.


Para karyawan bagian pengamanan menghidupkan kembali lampu di lift dan lift aktif kembali.


"Tuh benerkan cuma sebentar. Lampunya udah nyala, liftnya juga udah jalan" ucap Fajar sambil berdiri.


Ela juga ikut berdiri dan menghapus airmatanya.


"Alhamdulillah" ucap Ela.


Akhirnya lift bergerak dan mereka sampai ke lantai paling atas di mana kamar Aby dan Keysha.


"Kamu mau ngapain ke sini sebelumnya?" tanya Fajar.


"Aku di suruh Keysha mengambil sesuatu di kamar mereka. Kamu sendiri ngapain naik ke sini?" tanya Ela curiga.


"Jangan - jangan kamu mau ngikutin aku dan mau ambil kesempatan dalam kesempitan" tuduh Ela.


"Hey otak lo itu di cuci dikit napa, jangan mikirnya kotor melulu. Aku ke sini ya mau ke kamar akulah istirahat. Aku capek dan malas lama - lama di bawah. Bosan" ucap Fajar


"Kamu itu kan cowok pendendam pasti mau melakukan hal buruk padaku" ucap Ela masih curiga.


"Ah terserah lo lah, pusing aku ngdepin cewek fiktor seperti lo" Fajar menyentil kening Ela dan berlalu dari hadapan Ela.


"Awwww... sakit tauuuuk" teriak Ela kesal.


"Cowok gilaaaa" umpat Ela sambil menjerit.


Fajar tidak menghiraukan teriakan Ela. Dia masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. Sementara Ela masuk ke dalam kamar Aby dan Keysha kemudian mengambil sesuatu yang diminta Keysha.


Setelah itu Ela hendak kembali ke bawah di mana pesta masih berlangsung tapi dia masih trauma naik lift sendirian.


Duh gimana ini, aku takut turun ke bawah naik lift sendirian. Apa aku gedor pintu cowok pendendam itu aja kali ya? Nanti kalau dia marah gimana? Perang batin Ela.


Tiba - tiba, ckleeek.... bunyi pintu di buka.


"Ngapain lo di depan pintu kamarku?" tanya Fajar.


"Mmm anu.. kamu mau ke mana?" Ela balik bertanya.


"Mau ke bawah, Papa manggil. Katanya gak boleh istirahat sebelum acara selesai" jawab Fajar.


"Haaa ketepatan sekali. Aku bareng kamu ya masuk liftnya" ucap Ela lega.


"Males ah bareng kamu lagi. Nanti ada yang peluk - peluk sambil nangis" ujar Fajar.


"Aku masih takut, pleaaaaase" pinta Ela sambil memelas.


"Aku dulu punya trauma" ucap Ela sedih.


Fajar melihat wajah Ela kembali mendung, dan akhirnya dia tidak tega melihat Ela akan menangis lagi.


"Ya sudah tapi jauh - jauh sana, jangan dekat - dekat aku" balas Fajar.


"Iya deh terserah kamu" jawab Ela mengalah. Yang penting aku ada kawan turun. Batinnya.


Fajar dan Ela masuk ke dalam lift bersama - sama. Sesampainya di bawah mereka turun dan berpisah ke meja masing - masing dan bertingkah seperti tidak ada yang pernah terjadi diantara mereka.


"Lama banget di atasnya El?" tanya Rafa khawatir.


"Mm.. iya susah cari apa yang di minta Kak Key tadi" jawab Ela.


Ela melihat sekeliling mencari seseorang.


"Kamu cari siapa?" tanya Rafa penasaran.


"Cari Lisa" jawab Ela.


"Dia sudah pulang" sambut Rafa


Nah lo... kamu aja tau kalau dia udah pulang, pasti masih merhatiin terus kan? ucap Ela dalam hati.


"Tadi dia pamit sama kami semua, makanya aku tau. Jangan lirik seperti itu ah, aku tau apa yang kamu fikirkan" ujar Rafa.


"Serius?" tanya Ela.


"Iya, tadi kamu mau bilang kan ' kok tau Lisa sudah pulang?' gitu kan?" tanya Rafa.


Ela menganggukkan kepalanya.


"Aku kenal kamu El dari kecil. Aku tau apa yang ada di kepala kamu" ungkap Rafa dengan lemah lembut.


Ela tersenyum mendengar perkataan Rafa.


Senyuk kamu manis sekali El, membuat jantungku semakin tak karuan. Batin Rafa.


Acara akhirnya selesai juga, tamu undangan sudah pulang satu persatu. Keluarga utama juga sudah naik ke lantai atas hotel.


Sedangkan para sahabat Aditya juga sudah pamit pulang. Kini hanya menyisakan Aby and the geng yang masih tinggal.


Kini Ryza dan Keysha sudah termasuk dalam Geng ERASADIS karena mereka sudah menjadi pasangan dari salah satu anggota Geng.


"Kita bubaran yuk, besok kan kita mau terbang ke London" ucap Ditha.


"Eh iya sampai lupa. Gak kerasa ya aku udah mau balik lagi ke sana" sambung Ela.


"Aku di tinggal lagi deh" goda Rafa.


"Kan ada Lisa, kejar lagi gih" ujar Ela.


"Ogah balik sama dia" balas Rafa.


"Woi benci sama cinta itu tipis. Sekarang bilang ogah nanti bilang ooo gak mau pisaaah" ledek Ela.


"Hahaha ada aja kamus kamu ya El" sambung Keysha.


"Nih anak emang banyak banget kamusnya" puji Disil.


"Mana cowok pendendam?" tanya Ela sambil mencari sosok Fajar.


"Katanya benci sama cinta itu tipis? Ngakunya benci tapi nyariin?" sindir Aby.


"Aku lupa belum ngucapin terimakasih tadi" jawab Ela.


"Emang tadi kalian ngapain?" tanya Disil.


"Tadi Kak Key kirim pesan minta ambilin sesuatu di kamar. Jadi aku naik ke atas, satu lift sama cowok pendendam tiba - tiba lift dan lampu di dalam mati" jawab Ela.


"Apaaaaaa?????"


.


.


BERSAMBUNG