
Tanpa terasa waktu bergulir, lima tahun sudah berlalu. Aby and the geng berhasil lulus dengan waktu yang tepat dan sudah satu tahun ini mereka bekerja di perusahaan orangtua mereka.
Aby sebagai CEO, Disil wakil CEO sedangkan Rafa adalah asisten plus penasehat mereka. Karena sifat Rafa yang dari dulu lebih bijaksana dan dewasa membuat semua perkataannya di terima oleh teman-temannya.
Ditha yang mempunyai saham di Perusahaan itu karena orangtuanya adalah salah satu pendiri Perusahaan ADS Corp tidak mau ambil pusing pada urusan perusahaan keluarganya. Semua dia serahkan pada para sahabatnya.
Dia sibuk membesarkan toko busana yang dia bangun bersama Ela dan Sintia sejak masih SMU. Kini toko busana mereka telah berubah menjadi sebuah butik yang cukup besar.
Butik itu juga mereka beri nama ADS Butik. Bukan anak perusahaan dari ADS Corp yang merupakan kepanjangan dari nama pemiliknya yaitu Aditya, Dimas dan Sandy.
ADS Butik kepanjangan dari Ariella, Ditha dan Sintia. Kebanyakan relasi dari ADS Corp yang menjadi langganan mereka. Awalnya para langganan itu mengiran ADS Corp ada hubungannya dengan ADS Butik karena pemilik butik tersebut adalah anak-anak dari pemilik ADS Corp.
Tapi setelah mereka mengenal lebih lanjut dan tau apa kepanjangan dari nama butik tersebut akhirnya mereka mengerti butik itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan perusahaan besar itu.
Ela juga sudah lima tahun tidak pulang ke Indonesia, dia selalu mempunyai alasan yang tepat saat waktu liburan kuliah tiba membuat teman-temannya harus menahan rindu untuk bertemu dengannya.
Sesekali Aby dan kedua orangtuanya yang datang mengunjunginya ke London. Bukan tanpa alasan Ela tidak ingin pulang. Dia belum mau dan belum siap bertemu dengan Rafa.
Keluarganya mengerti dan memaklumi perasaannya itu sehingga mereka tidak pernah memaksa Ela untuk pulang.
Lima tahun sudah cukup membuat nama Ela terkenal di kalangan para designer terkenal dunia. Hanya saja Ela tidak pernah memakai nama aslinya sebagai namanya.
Dia menggunakan nama Princess yang diambil dari nama tengahnya yaitu Putri. Sehingga teman-temannya tidak tau kalau nama Ela sudah sangat terkenal di luar negeri.
ADS Butik juga semakin terkenal di Indonesia karena rancangan busana yang selalu di kirim Ela melalui email. Itu yang membuat ADS Butik cepat berkembang dan semakin besar.
Siang ini butik ramai dengan para tamu langganan. Banyak pesanan yang datang dari dalam dan luar kota.
Semua puas dengan hasil rancangan yang mereka buat.
Ditha dan Sintia sibuk mengecek keuangan butik karena sebulan ini mereka tidak sempat memeriksanya disebabkan jadwal padat dengan para pelanggan.
Tiba-tiba hp Ditha berbunyi.
"Ya Dis, ada apa?" tanya Ditha.
"Tha.. Ntar malam aku dan Aby pakai kalian ya" pinta Disil.
"Barang kali Dis dipakai. Kami ini kan bukan barang" ucap Ditha kesal.
Sejak kepergian Ela, Ditha perlahan semakin dekat dengan Disil. Awalnya Disil sering melepas rindunya pada Ela dengan datang ke Butik dan melakukan video call dengan Ela.
Perbedaan waktu tujuh jam antara Indonesia - London membuat mereka harus menyesuaikan jadwal dengan kegiatan Ela di London.
Disil sering berkunjung ke butik dan sering curhat pada Ditha. Sekarang dia merasa lebih nyaman bisa ngobrol dan bertukar fikiran dengan Ditha. Disil juga sering meminta bantuan Ditha dan Sintia untuk menemani mereka dalam acara perusahaan yang membutuhkan kedatangan mereka dengan membawa pasangan.
Biasanya Disil berpasangan dengan Ditha, Aby dengan Sintia dan Rafa tetap bersama Lisa yang sudah dia pacari sejak SMU. Seperti malam ini Disil kembali meminta bantuan sahabatnya untuk menemani mereka datang ke acara pesta.
Mereka mendapat undangan dari perusahaan Barrakh Corp yang sedang melangsungkan pesta Ulang Tahun Perusahaannya.
"Tha nanti malam seperti biasa kami mendapat undangan pesta ulang tahun salah satu client perusahaan kita" ucap Disil.
"Jam berapa Dis?" tanya Ditha.
"Jam tujuh aku jemput kerumah, bilang juga sama Sintia ya untuk siap-siap nanti malam di jam yang sama akan di jemput Aby kerumahnya" jawab Disil.
"Soal busana bagaimana?" tanya Ditha lagi.
"Gaun bebas yang penting kalian nyaman aja memakainya" balas Disil.
"Oke aku akan sampaikan pada Sintia dan kami akan bersiap seperti biasanya" jawab Ditha.
"Ada maunya baru muji" ledek Ditha.
"Hahahaha tau aja" canda Disil.
Telepon kemudian di tutup.
"Ada apa Tha?" tanya Sintia penasaran.
"Biasa Sin, mereka butuh bantuan kita" jawab Ditha.
"Kali ini acara apa?" Sintia bertanya lagi.
"Katanya undangan Ulang Tahun Perusahaan salah satu client ADS Corp. Jam tujuh Aby akan jemput kamu di rumah dan gaunnya bebas" jawab Ditha.
"Oke... kita lihat gaun apa yang pantas untuk kita pakai nanti malam" Sintia memilih gaun yang di pajang di etalase ADS Butik dan meraih satu gaun pesta untuk dia pakai nanti malam.
Begitu juga Ditha, dia tak mau kalah cantik dari Sintia. Apalagi dia akan mendampingi pria yang sudah mengisi hatinya beberapa tahun ini. Walau perasaan itu hanya dia pendam sendiri tanpa diketahui oleh pria itu.
Mereka mencoba gaun yang mereka pilih kemudian berdiri di depan kaca.
"Sempurna" ucap mereka berbarengan.
Sesuai janji mereka tadi siang, tepat jam tujuh malam mereka masing - masing sudah di jemput oleh pasangan pesta.
Mengapa disebut pasangan pesta? Ya karena mereka hanya pasangan saat pesta atau acara lainnya, sejatinya mereka hanya sahabatan dan tidak ada hubungan lain.
Tidak sampai satu jam Aby sudah sampai di loby hotel bersama Sintia, disusul oleh Disil yang datang bersama Ditha dan terakhir Rafa datang bersama pacarnya Lisa.
"Kita masuk yuk" ajak Aby.
"Oke" jawab yang lain.
Mereka berenam jalan beriringan masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya acara pesta ulang tahun Perusahaan Barrakh Corp.
"Dengar-dengar CEO nya belum menyerahkan kedudukannya pada penerusnya By" bisik Disil.
"Iya, anaknya Pak Omar Barrakh kan kuliah di luar negeri jadi setelah anaknya tamat kuliah masih memegang perusahaan yang ada di sana" jawab Aby.
"Tapi pejabatnya masih tua-tua By. Wakil CEO dan asistennya juga sama tuanya dengan CEO nya" ucap Rafa.
"Iya mereka sama seperti kita, sahabatan dari kecil bahkan yang aku dengar asistennya menikah dengan adiknya CEO Barrakh Corp, sementara Wakil CEO juga sepupunya CEO nya sendiri. Jadi bisa dibilang ini adalah perusahaan keluarga" jelas Aby.
"Pantesan solid banget ya, perusahaannya bisa berkembang begitu besar. Beruntung kita bisa bekerjasama dengan perusahaan seperti mereka" ucap Rafa.
"Tapi yang aku dengar para pejabatnya serem-serem By, apalagi CEO nya. Gak mau dekat-dekat sama cewek. Dan CEO nya terkenal sebagai CEO yang paling setia pada istrinya" timpa Disil.
"Ya bagus itu, bukan seperti kamu playboy cap biawak bin buaya" ejek Aby.
"Udah By, Disil jangan gosipin mereka lagi entar ada yang dengar gak enak kita" Rafa mengingatkan.
"Selamat datang anak muda"
.
.
BERSAMBUNG