
Om Omar Barrakh
Om, Ela akan ikut pulang ke Indonesia dan dia akan menetap selamanya di Indonesia.
Karena takut Aby curiga Keysha langsung menutup hpnya. Kemudian Keysha ikut bergabung bersama suaminya istirahat sebentar sebelum malam menjelang karena mereka akan segera berangkat ke Bandara kemudian langsung terbang ke Indonesia.
Jam tujuh malam mereka segera turun ke loby hotel untuk checkout. Tetapi sebelum pulang mereka menikmati makan malam terakhir di London.
Karena waktunya tidak banyak lagi mereka hanya makan malam bersama di hotel.
"Ayo makan senyamannya ya sebelum kalian pulang" ucap Fajar mempersilahkan teman - temannya makan.
"Terimakasih Pak GM" ucap Aby sambil tersenyum.
Makan malam kali ini tidak ada drama antara Fajar dan Ela. Mereka makan dalam diam, lagian kali ini mereka duduk berjauhan.
Setelah selesai menikmati makan malam mereka langsung menuju loby hotel.
Di depan loby sudah menunggu satu mobil yang sudah disiapkan pihak hotel untuk mengantar Aby dan teman - temannya ke Bandara.
Semua barang - barang sudah masuk ke dalam bagasi mobil dan mereka juga sudah duduk manis di dalam mobil.
Satu jam kemudian mereka sudah tiba di Bandara. Ternyata orang suruhan Ela yang mengantar barang - barangnya juga sudah tiba di sana. Ela meminta mereka untuk mengangkat semua barang - barangnya.
"Ini semua oleh - oleh untuk dibawa ke Indonesia El?" tanya Disil.
"Nggak. Ini semua barang - barang aku" jawab Ela.
"Ngapain barang kamu dikirim ke Indonesia, emangnya kamu gak butuh lagi?" Disil kembali bertanya.
"Ya karena butuh makanya aku bawa" balas Ela.
"Emangnya kamu mau ke Indonesia" kali ini Sintia yang bertanya.
"Iya aku mau pulang. Kasihan Papa dan Mama kesepian karena Kak Aby akan segera pindah" jawab Ela.
"Jadi kamu mau pulang ke Indonesia, selamanya?" tanya Ditha penasaran.
"Yup" jawab Ela singkat sambil tersenyum.
"Apa, serius?" Ditha masih tak percaya mendengar jawaban Ela.
"Serius Ditha sayaaaaang" ucap Ela.
"Senangnya kamu pulang untuk selamanya" Sintia langsung memeluk Ela dan diikuti Ditha.
Mereka saling berpelukan.
"Syukurlah kamu pulang, berarti aku tidak akan melihat wajah kamu lagi di sini" ejek Fajar.
"Hey cowok pendendam selama ini juga kita tidak pernah bertemu di sini. Malah aku jadi kasihan melihat kamu. Kalau aku tidak ada nanti kamu jangan kecarian ya, soalnya aku sudah jauh. Daaaah cowok pendendam. Bye.. bye.." balas Ela.
"Dua makhluk ini pusing lihatnya, kalau sudah ketemu berasa sepupuan sama tom and jerry. Bawaannya beranteeeem melulu. Aku kutuk jatuh cinta baru tau" potong Disil.
"Gak mempan Dis, lo bukan emak gue. Gak mempan kutukan lo" jawab Ela.
Ryza ngakak karena mendengar jawaban Ela.
"Sudah... sudah.. kita masuk yuk ke pesawat yuk" ajak Keysha.
"Bro kami pulang ya. Secepatnya kamu pulang menyusul kami ke Indonesia" ucap Ryza.
"Iya, setelah aku menemukan wanita itu aku akan pulang menemui Papa dan Mama" jawab Fajar.
"Semoga kamu segera menemukan si antimo ya" ucap Keysha pelan sambil menepuk bahu Fajar.
"Makasih Key" balas Fajar.
"Fa kami pulang ya, terimakasih atas semuanya selama kami berada di sini. Maaf kalau ada kesalahan aku dan teman - temanku yang merepotkan dan menjengkelkan kamu" ucap Aby tulus.
"Tidak masalah By, titip Keysha ya semoga rumah tangga kalian Samawa" sambut Fajar.
Aby memeluk Fajar erat.
"Makasih ya Fa" ucap Disil sambil menjabat tangan Fajar.
Fajar menyambut tangan Disil.
"Sama - sama" balas Fajar.
Saat Ditha dan Sintia ingin menyalam Fajar, Fajar langsung menjauh.
"Sudah lah kalian tidak usah bersalaman. Kan sudah aku bilang cowok pendendam ini sombong. Dia hanya mau berjabat tangan sama orang - orang tertentu saja" ucap Ela.
"Elaaaa" Aby menegur adik kembarnya.
"Yuk kita naik" ajak Ela pada Sintia.
"Daaah cowok pendendam... Bahagia deh di Indonesia gak ketemu kamu lagi. Ingat jangan rindukan aku karena rindu itu berat hahaha" goda Ela sambil berlalu dari hadapan Fajar.
"Terimakasih ya Fajar" ucap Sintia kemudian menyusul Ela.
Begitu juga dengan Ditha.
"Terimakasih banyak Fajar" ucap Ditha.
"Sama - sama dan hati - hati" balas Fajar.
"Kami pulang ya Fa" ucap Disil lalu berjalan sambil merangkul istrinya Ditha.
"Selamat tinggal Fa, sampai ketemu lagi" ucap Aby.
"Aku pulang ya Fa, secepatnya kamu kembali" sambung Keysha.
"Oke" jawab Fajar.
Keysha dan Aby juga meninggalkan Fajar dan tinggal bersisa Ryza.
"Bro aku pulang, jaga diri kamu di sini, semoga secepatnya kamu pulang dan membawa antimo kamu ke Indonesia ya" peluk Ryza.
"Aamiiiin" sambut Fajar sambil membalas pelukan Ryza.
Akhirnya Aby dan rombongan sudah masuk ke dalam pesawat keluarga Barrakh meninggalkan Fajar sendirian.
Satu persatu sudah duduk nyaman di kursi mereka masing - masing. Mereka sengaja menyetel kursi senyaman mungkin karena ini adalah perjalanan malam yang jauh.
Jadi mereka butuh kursi yang nyaman untuk beristirahat. Di jadwalkan besok jam sepuluh pagi mereka sudah tiba di Indonesia.
Setibanya di sana Aby dan Disil rencananya langsung ke kantor untul mengecek keadaan kantor sebentar setelah itu baru kembali ke rumah untuk istirahat.
"Akhirnya aku pulang dan meninggalkan kota indah ini. Banyak kenangan yang tinggal di sini" ucap Ela sedih sambil menatap ke arah jendela pesawat.
Ela melihat pemandangan kota London malam hari yang penuh dengan gemerlap kelap kelip lampu jalanan.
"Kalau kamu kangen kan nanti bisa main ke sini lagi" ucap Aby yang merasa iba melihat saudara kembarnya yang terlihat sedih.
"Iya El, pulang ke Indonesia kan bukan berarti kamu tidak bisa ke sini lagi" sambung Keysha.
"Haaaah.... belum pergi saja aku sudah kangen London" ucap Ela sambil menarik panjang nafasnya.
"Jangan sedih dek, dulu waktu kamu meninggalkan Indonesia kamu juga merasa sangat berat tapi kamu bisa mengatasi semuanya bahkan kakak rasa waktu itu lebih berat dari hari ini karena kamu akan berpisah dengan keluarga dan teman - teman" Aby memberi semangat.
"Iya Kak tapi London adalah rumah kedua bagiku" balas Ela.
"Kakak mengerti tapi kamu jangan sedih gitu. Semangat donk" hibur Aby.
"Oke semangat... semangat" ucap Ela dengan suara yang tegas dan lantang.
Aby dan Kesyha tersenyum melihat Ela yang duduk di hadapan mereka.
Sedangkan Ditha, Disil, Sintia dan Ryza duduk di kursi yang ada di samping mereka.
Pesawat lepas landas dan segera terbang meninggalkan kota London.
"Selamat tinggal London, sampai jumpa lagi. Nanti aku akan main lagi ke sini" ucap Ela.
Sementara di bawah sana masih di dalam Bandara Fajar menatap kepergian para sahabatnya dari kejauhan tiba - tiba sebuah telepon masuk ke hpnya.
"Haloo.... bagus. secepatnya kamu cari alamat wanita itu"
.
.
BERSAMBUNG
Selamat pagi readers... semoga hari ini cerah ya..
Mau minta kopi lagi puasa, aku minta kembang donk yang banyak biar tambah semangat.
Terimakasih