Find The KEY

Find The KEY
Ep. 193



Tepat pukul enam waktu setempat Ryza sudah menunggu Catherine di depan rumahnya dengan pakaian rapi.


Ting.. Tong..


Rafa memencet bel rumah orangtua Catherine.


"Owww.. Fajar, kemana saja kamu beberapa hari ini. Mengapa tidak pernah datang kemari?" tanya Mr. Wolter ramah.


"Ada suatu urusan yang harus saya kerjakan Mr. Wolter sehingga saya belum sempat datang kemari lagi" jawab Rafa.


"Mau menjemput Catherine?" tanya Mrs. Wolter.


"Iya Mrs. Fajar dan Ela mengajak kami makan malam bersama di TBF Hotel" balas Rafa.


"Tunggu sebentar ya, saya panggil Catherine di kamarnya" sambut Mrs. Wolter.


Mommynya Catherine berjalan ke kamar Catherine.


"Honey ada si tampan sudah datang menjemput kamu" ucap Mrs. Wolter


"Oke Mommy, aku sudah selesai" jawab Catherine sambil meraih tasnya.


"Kamu cantik sekali honey" puji Mrs. Wolter.


"Thanks Mom" balas Catherine sambil tersenyum.


Mereka jalan berdua ke depan. Jantung Catherine kembali berdetak kencang begitu melihat wajah Rafa. Dia teringat pembicaraan mereka terakhir.


Apa maksud dia berkata begitu kemarin, setelah itu dia menghilang dan baru muncul malam ini. Batin Catherine.


Rafa tersenyum menyambut kedatangan Catherine.


Kamu cantik sekali My. Cat. Puji Rafa dalam hati.


"Kamu sudah siap?" tanya Rafa.


"Sudah, yuk kita jalan. Nanti Ela dan Fajar kelamaan menunggu kedatangan kita" jawab Catherine.


"Kami pergi dulu Mr dan Mrs. Wolter" ucap Rafa pamit.


"Hati - hati ya" balas Mr dan Mrs. Wolter.


Mereka melangkah ke dalam mobil, supir hotel sudah menunggu mereka dan siap mengantarkan mereka ke TBF Hotel.


Mobil melaju menuju TBF Hotel.


"Kamu cantik sekali Ket" puji Rafa.


"Terimakasih" jawab Catherine tersenyum malu.


Kulit putih Catherine dibalut gaun biru muda dan jilbab yang senada membuat Catherine terlihat sangat anggun sambil tersenyum malu - malu menambah keindahan wajahnya malam ini.


Rafa tak henti - hentinya melirik kearah Catherine membuat wajah Catherine merah merona.


"Ada yang salah dengan wajahku?" tanya Catherine risih.


"Iya" jawab Rafa singkat.


"Oh ya, dimana?" tanya Catherine terkejut.


"Tuh di mata kamu, di pipi kamu, di bibir kamu" jawab Rafa.


Catherine mengeluarkan bedak padatnya kemudian membukanya dan melirik wajahnya dari kaca yang ada di penutup bedak padat tersebut.


"Nggak ada Raf" balasnya. Catherine merasa aneh, makeupnya terlihat sempurna.


"Ada, kalau di kaca kamu mungkin gak ada salah tapi di kaca mataku ada. Kesalahan kamu malam ini kamu begitu cantik Cat" ucap Rafa lembut dan pelan.


Catherine tertunduk malu, wajahnya merah merona.


"Apalagi saat kamu merah merona dan malu - malu Cat" sambung Rafa.


"Malu - malu Cat?" tanya Catherine.


"Iya malu - malu meong" jawab Rafa.


"Ah kamu ada aja Raf" balas Catherine.


Tak lama sampailah mereka di TBF Hotel. Rafa mengajak Catherine berjalan ke suatu tempat yang sudah dipersiapkan oleh Jimmy dan di bantu oleh Ela dan Fajar untuk mendapatkan konsep romantis dalam acara lamaran Catherine.



Konsepnya dinner di tepi pantai dengan diterangi cahaya lilin dan obor kecil yang mengelilingi meja makan mereka ditambah taburan bungan dilantai dan sisi kanan kiri mejanya. Sungguh indah.


"Kita gak salah jalan Raf?" tanya Catherine.


"Tidak, memang kesanalah tujuan kita" jawab Rafa.


"Mana Ela dan Fajar?" tanya Catherine sambil melihat kanan dan kiri mencari keberadaan sahabat beserta suaminya yang baru satu minggu menikahinya.


"Sesampainya di sana kamu akan mengetahuinya" balas Rafa lembut.


Akhirnya mereka sampai di tempat makan malam indah di tepi pantai.


"Silahkan duduk My Cat" ucap Rafa dengan penuh kelembutan membuat jantung Catherine berdetak seribu kali lebih kencang dari angka normal.


Catherine tidak tau harus berkata apa, dia mengikuti saja intruksi dari Rafa, dia takut semua pertanyaan yang ingin dia keluarkan merusak rencana Rafa malam ini. Catherine memutuskan untuk diam saja sampai semuanya jelas.


Catherine duduk dengan manis di kursi yang telah disediakan.


Tak lama pelayan datang membawa hidangan pembuka berupa minuman. Karena mereka tidak boleh minum wine pelayan mengganti minuman soda dicampur dengan buah - buahan.



"Minum dulu Cat" ucap Rafa.


Catherine semakin kikuk dengan suasana romantis seperti ini. Dia meraih gelas yang ada di hadapannya. Kemudian meneguk isinya tapi saat minumannya sudah hampir habis Catherine merasa ada sesuatu di dalam gelasnya.


Catherine menurunkan gelasnya kemudian melihat isi di dalam gelasnya. Ternyata ada cincin berbentuk kucing dengan permata pink, sangat indah.



Rafa menatap wajah Catherine dengan tatapan lembut nan mematikan.


"Apa ini Raf?" tanya Catherine.


Catherine meraih cincin tersebut dari dalam gelasnya.


"Untuk kamu My Cat" jawab Rafa.


Catherine menatap ke arah mata Rafa mencari jawaban dari kata - kata Rafa.


"My Cat, kucing?" tanya Catherine.


"Iya entah kenapa setiap menyebut nama kamu aku jadi teringat binatang itu. Sifat kamu sama seperti kucing manja - manja, malu - malu tapi kalau di senggol langsung nyeremin. Apalagi kalau marah bisa langsung diterkam" ungkap Rafa.


Rafa meraih cincin yang ada di tangan Catherine kemudian menatap mata Catherine dengan begitu lembut. Membuat darah dalam tubuh Catherine menghangat.


"Maukah kamu menjadi My Cat? menemaniku mengarungi dunia ini bersama, membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah. Menjadi istriku dan ibu dari anak - anakku?" tanya Rafa serius.


Catherine terpana dan tidak menyangka Rafa akan melamarnya malam ini dengan sangat romantis. Tanpa terasa airmatanya menetes di pipinya.


"Will you marry me My Cat?" tanya Rafa lagi.


"Yes I will" jawab Catherine sambil terisak.


"Alhamdulillah... " Rafa memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Catherine kemudian dia menyerahkan buku yang berjudul 'Kupinang Kau Dengan Hamdalah' yang kemarin dia beli di toko buku.


Catherine semakin terharu karena lagi - lagi Rafa menghadiahinya buku dan kali ini bukunya pasti isinya sangat romantis karena dari judulnya sudah seperti itu.


Catherine menerima buku yang di serahkan Rafa dan menatap lama cincin indah yang sudah tersemat di jarinya.


Tiba - tiba...


Prok.. prok.. prok... Suara tepuk tangan beberapa orang yang menyaksikan dari belakang lamaran Rafa pada Catherine barusan.


"Selamaaat Kekeeeet akhirnya kamu menikah juga menyusul aku. Aku bahagia sekali apalagi kamu menikahnya sama sahabat baik aku" ucap Ela bahagia sambil memegang gagang kaki hpnya untuk melakukan siaran langsung agar teman - temannya yang ada di Indonesia bisa menyaksikan secara langsung acara lamaran Rafa. Walaupun di Indonesia sudah sangat larut malam tapi atas nama persahabatan dan ancaman dari Ela tentunya dengan sangat ngantuk mereka menyaksikan siaran live tersebut.


Ela memeluk dan mencium pipi sahabatnya.


"Guys... Keket di lamar guys... Rafa OTW menikah sama ular Keket eh salah guys malam ini Ular Keket reinkarnasi menjadi kucing. Kucing manisnya si Rafa guys... " ucap Ela seperti seorang pembawa acara dadakan.


Ela mengganti mode hpnya dari siaran langsung menjadi video call. Tak lama terdengar suara riuh dari hpnya.


"Selamaaaat Raket... Rafa dan Keket akhirnya Geng ERASADIS sold out semua yeaaaaay... " teriak mereka.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers... happy Weekend. Jangan lupa kopi dan kembangnya, like serta koment nya.


Semangaaaat