Find The KEY

Find The KEY
Ep. 144



"Subhanallah cantiknya si Kekeeet..." ucap teman - temannya yang melihat Catherine mengenakan jilbab.


Catherine tertunduk malu kemudian duduk tepat di depan Imam Mesjid Istiqlal di dampingi Ela yang duduk di sebelahnya.


Acara di mulai. Imam Mesjid Istiqlal menuntun Catherine untuk mengucapkan syahadat. Catherine mengucapkannya dengan lantang dan tegas.


"Alhamdulillah.." sambut mereka yang mendengar.


Kemudian Imam Mesjid membacakan doa dan Catherine dipersilahkan menandatangani beberapa surat mengenai perpindahan agamanya.


Setelah itu para teman - temannya mengucapkan selamat satu persatu kepada Catherine.


"Selamat ya Ket, semoga kamu bisa Istiqomah di jalan Allah dan kalau ada yang ingin kamu tanyakan pada kami sebisa mungkin akan kami bantu" ucap Aby.


"Iya By terimakasih" jawab Catherine.


"Selamat Keket sayang aku senang sekali melihat kamu seperti ini. Semangat untuk terus belajar ya. Aku akan tetap berada di samping kamu" ujar Ela.


"Makasih El, kamu emang sahabat terbaikku" balas Catherine.


Mereka saling merangkul dan berpelukan. Tangis haru dan bahagia menghiasi siang itu di Mesjid Istiqlal.


"Selamat Ket kamu sangat cantik pakai jilbab seperti ini" ucap Keysha.


"Terimakasih Key" jawab Catherine sambil tersenyum.


"Kekeeet selamat ya, semoga kamu bahagia dan tetap istiqomah ya" ucap Sintia dan disusul Ditha. Begitu juga dengan Disil dan Ryza.


"Ket selamat ya, semoga kamu istiqomah dan semangat belajar. Nih buku - buku yang aku beli tadi. Kalau ada yang tidak kamu mengerti boleh tanya aku kan rumahku dekat rumah Ela tapi lebih baik kalau kamu tanya Ela langsung. Secara kan kamu wanita. Atau nanti kami carikan ustadzah untuk membantu kamu belajar Islam" ucap Rafa.


"Terimakasih Raf, ternyata kamu pengertian juga ya" jawab Catherine.


Pantasan si Ela sempat suka sama kamu habis kamu suka perhatian gini. Tapi Raf aku jangan di PHPin juga kayak Ela hihi. Ealaaah Kekeeet sempat - sempatnya mikir begituan disaat seperti ini. Batin Catherine.


Setelah urusan Catherine selesai mereka kembali pulang menuju apartemen Ryza dan Sintia tapi karena hatinya sudah siang Ryza mengajak mereka singgah ke restourant terlebih dahulu untuk makan.


"Kita makan dulu yuk, sekalian syukuran si Keket" ucap Ryza.


"Iya ya Mas. Si Keket mesti kudu kita buatin acara syukuran biar dia semakin semangat belajar" sambut Sintia.


"Ok Ry kita ikut aja" jawab Aby.


Mereka singgah ke rumah makan terdekat dan ketepatan rumah makan tersebut terkenal enak dan ramai.


"Waaah makan besar ni sepertinya" ucap Catherine sumringah.


"Iya donk, kan demi kamu" balas Sintia.


"Terimakasih ya semuanya... Aku benar - benar terharu dengan kebaikan kalian. Allah yang membalas semuanya ya" jawab Catherine.


"Aamiin..." sambut yang lainnya.


Mereja masuk ke dalam rumah makan dan duduk di meja besar yang muat untuk mereka semua.


"Waaah ternyata dunia sempit ya, ketemu kalian lagi di sini" sapa seorang wanita yang tak lain adalah Lisa.


"Yaelaaah jumpa wanita ini lagi si Mantan Yang Terbuang" ucap Catherine.


"Kamu? Penampilannya sudah berubah. Cih udah sama kayak si Ela muna. Tampilannya aja yang sok alim" umpat Lisa.


"Heh Lisa jaga mulut kamu ya, tadi malam aku diam bukan berarti aku takut sama kamu tapi karena aku gak mau ribut aja. Jadi sekarang kamu nantangin ribut. Ayo.. lo jual gua beli" Ela berdiri dan langsung menatap tajam mata Lisa.


Seketika Lisa merasa takut.


Cih.. rasain lo. Ela di tantangin, di tendang baru tau lo. Batin Catherine.


"Lis aku sudah bilang berulang kali sama kamu kan kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Jadi tolong jangan ganggu aku dan teman - temanku lagi" ucap Rafa.


"Kamu masih belain wanita ini Raf, bukannya tadi malam kamu udah di tolak Ela? Kamu masih ngarep?" tanya Lisa.


Sontak semua yang duduk di depan meja terkejut mendengar perkataan Lisa.


Apa, Rafa nembak Ela dan si tolak? Bukannya Rafa adalah cinta pertama Ela dan inilah kesempatan Ela bersatu dengan Rafa. Tapi kenapa Ela menolaknya? Batin Disil.


Ela nolak Rafa, berarti si Lampu Aladin masih punya kesempatan donk. Batin Ryza.


Aby dan Catherine hanya diam memperhatikan karena mereka sudah tau cerita itu dari Ela tadi malam.


Duh Fajar kamu kenapa kamu gak ada di sini. Princess kamu sekarang mau berubah jadi wanita jadi - jadian. Batin Keysha.


"Belum cukup penjelasan aku tadi malam Lisa? Apapun yang terjadi aku dan Ela tetap sahabat dan tidak akan ada yang bisa merubahnya" tegas Rafa.


"Sepertinya kamu gak bisa di ajak ngomong baik - baik ya" ucap Ela sambil mengepal tangannya.


"Eel sudah.. sudah.." Ucap Aby mengingatkan. Dia sangat hapal kalau sudah seperti ini sikap Ela itu tandanya sebentar lagi Ela akan meledak.


"Udah El biar aku saja. Heh almarhumah lo yang muna. Wajah aja pura - pura manis anggun dan lemah lembut kelakukan bejat. Sembunyi di balik jilbab, seenaknya bilangin orang muna padahal dia sendiri yang muna. Mending lo lepas aja jilbab lo ini" ucap Catherine sambil menarik jilbab Lisa.


"Ket.. Kekeeet" teriak yang lain mencoba melerai.


Mati lo Lis, lum tau lo kalau Keket bisa gila. Batin Ela.


"Sudah Lisa kamu jangan buat keributan di sini" tegas Rafa setelah berhasil melerai Catherine dan Lisa.


Lisa membetulkan letak jilbabnya yang sudah tidak beraturan karena ditarik Catherine.


"Awas kamu ya bule gila" ancam Lisa.


"Silahkan, aku gak takut" jawab Catherine.


Lisa segera meninggalkan meja Rafa dan teman - temannya.


"Piuuuuh... kok bisa kamu dulu suka sama Lisa Raf?" tanya Disil.


"Aku seperti tidak mengenal Lisa. Kenapa dia bisa berubah ganas seperti itu ya?" ucap Aby tak percaya.


"Jangankan kamu By, aku aja seperti tidak mengenal dia padahal tujuh tahun pacaran baru sekarang aku tau sifat aslinya" jawab Rafa.


"Untung kamu putus sama dia Raf kalau gak waaah merana pasti hidup kamu dapat istri seperti itu" sambung Ryza.


"Betul itu. Gak nyangka ya padahal Lisa yang dulu anggun dan lemah lembut" ujar Sintia.


"Sudahlah mending kita makan. Rugi amat suasana rusak gara - gara si Lisa" ucap Ela.


Mereja kemudian kembali ke kursi masing - masing dan mulai menikmati hidangan makan siang mereka tanpa menghiraukan kejadian yang barusam terjadi.


"Waaah enak - enak ya makanan Indonesia. Aku jadi pengen tinggal di sini" ucap Catherine senang.


"Gampang.. nanti kami carikan jodoh buat kamu di sini Ket biar kamu bisa tetap tinggal di Indo" jawab Ela.


"Susah nyari - nyari lagi El, wong di dekatnya ada yang sudah jomblo. Biar dia cepat move on dari si Lisa" sambung Disil.


"Bener tuh Raf, Keket bisa di perhitungkan ini. Apalagi sekarang sudah seiman gak ada lagi halangan untuk kalian" sambut Aby.


"Aku sama Ular Keket ini? Waah lebih gawat, kalian gak lihat ganasnya dia tadi?" ucap Rafa.


"Aku kan ganasnya sama setan Raf, kalau sama kamu ya nggak lah" Catherine bela diri.


"Keket ini buaaaaik lho Raf" goda Ela.


"No.. no.. no.." balas Rafa.


"Sudah biarin aja. Awalnya aja tuh bilang no nanti juga akan berubah jadi yes" sambut Disil.


"Dasar kalian semua" umpat Rafa kesal campur malu karena digodain semua teman - temannya.


"Cie.. bang Rafa malu" goda Catherine.


"Awas kamu ya ular Keket" ancam Rafa.


Sontak teman - teman mereka tertawa melihat aksi Keket dan Rafa.


.


.


BERSAMBUNG