Find The KEY

Find The KEY
Ep. 7



Seminggu berlalu.


Aby, Ela dan Rafa sudah berlatih selama seminggu. Tibalah hari yang mereka nanti-natikan. Pertandingan persahabatan antara dua dojang.


Sudah menjadi kebiasaan Geng ERASADIS dari mereka masih kecil. Kalau Aby, Ela dan Rafa bertanding yang lain pasti ikut menyaksikan dan memberi semangat buat mereka.


Berlaku juga untuk hari ini. Dari pulang sekolah mereka sudah datang bersama-sama ke Dojang tempat Aby, Ela dan Rafa latihan.


Sangkin seringnya mereka ikut dalam setiap pertandingan Sang Pelatih sampai kenal sama para sahabat mereka.


Disil, Ditha dan Sintia sudah duduk dan menunggu di kursi untuk penonton diluar area pertandingan.


Aby, Rafa, Ela dan teman-teman yang lain melakukan pemanasan sebelum team lawan datang dan bertanding. Mereka berbaris dan melakukan gerakan pemanasan.


Tak lama kemudian, team lawan dari Dojang lain sudah datang. Mereka mengambil tempat duduk disisi utara Dojang. Dan melakukan pemanasan.


Setelah selesai pemanasan mereka duduk di pinggir ring tepat di depan tempat duduk Aby, Ela dan Rafa.


"Kelihatannya mereka lawan seimbang, badan mereka besar-besar" ucap Aby.


"Kamu siap El?" tanya Rafa khawatir.


"Siap donk, aku gak sabar pengen menghajar mereka" jawab Ela.


"Eh lihat siapa cewek itu?" ucap Rafa.


Aby dan Ela serentak melihat ada seorang anak wanita yang tidak memakai seragam latihan berada diantara para lawan tanding mereka. Anak tersebut terlihat sangat lembut dan cantik. Duduk diapit dua pria yang sepertinya sangat dekat dengannya.


"Cantik ya" ucap Aby.


Ela melirik kearah kakak kembarnya, tidak pernah dia melihat kakak kembarnya ini memuji seorang wanita.


Rafa dan Aby tidak melepas pandangan mereka dari wanita itu.


"Helooolow... kita mau bertanding. Fokus donk, jangan pecah gitu konsentrasi kalian gara-gara seorang wanita" Ela terlihat kesal.


Dua pria yang selalu ada didekatnya, selalu jalan bersama kemanapun kini tiba-tiba mengalihkan pandangan mereka pada wanita lain.


"Kamu tenang aja El konsentrasi kami tidak akan terganggu" jawab Rafa.


Tapi tetap saja Aby dan Ela melirik kearah wanita itu.


Cantik memang, terlihat sangat feminim dan lembut. Batin Ela.


"Pertandingan akan segera dimulai. Siap-siap Rafa, kamu yang akan bertanding pertama kali di putaran ini, sedangkan Deri di sana, satu putaran dua orang yang bertanding" perintah pelatih.


"Siap sabeum" jawab Rafa.


Rafa mulai berdiri dan mendekati arena pertandingan.


"Silahkan maju" ucap pelatih.


Rafa dan lawan bertandingnya sudah berada di dalam arena. Mereka berdiri berhadapan. Setelah wasit memberi aba-aba mereka saling memberi hormat.


Pertandingan segera dimulai. Rafa terlihat beberapa kali melakukan serangan dan menangkis. Jurus-jurus dia pergunakan untuk mengalahkan lawan.


Setelah beberapa kali mencari kelemahan lawan akhirnya Rafa berhasil memenangkan pertandingan.


Rafa dan lawannya memberikan hormat terakhir pertanda pertandingan selesai. Kemudian mereka keluar arena pertandingan.


"Rafa... Rafa... " Teriak Disil, Ditha dan Sintia.


Rafa duduk kembali di dekat Aby dan Ela.


"Kalian harus lebih hati-hati. Sepertinya lawan kita sangat kuat. Aku hampir kewalahan tadi mengalahkannya" ucap Rafa pada Aby dan Ela.


Lagi-lagi Ela melihat Rafa dan Aby seperti saling memberi kode dan melihat kearah wanita yang ada di depan mereka.


Huh... dasar laki-laki. Gak Disil gak mereka sama saja. Kalau udah lewat cewek bening dikiit aja langsung tuh mata gak bisa diajak kompromi. Batin Ela.


"Aby giliran kamu" perintah pelatih.


"Siap Sabeum" jawab Aby.


Aby kemudian berdiri dan ternyata lawannya bertanding adalah salah satu pria yang ada disamping wanita yang dia dan Rafa lirik tadi.


Kesempatan nih, harus aku tunjukkan kehebatanku kepada mereka. Batin Aby.


Beberapa menit kemudian tanpa diduga Aby menerima sebuah tendangan yang tak sempat dia tangkis sehingga Aby terjatuh dan pertandingan berakhir dengan kekalahan Aby.


Setelah memberikan hormat terakhir Aby kembali duduk dekat Rafa dan Ela.


Aby terlihat sangat kesal sekali.


"Sial... aku lengah tadi" umpat Aby.


"Sabar bro, ini kan hanya pertandingan persahabatan" ucap Rafa menghibur.


"Kamu harus menang El, hati-hati mereka sangat kuat. Jangan sampai lengah" Aby mengingatkan.


"Iya kak" jawab Ela.


Aby terlihat jadi malas-malasan dan tidak mau lagi melirik kearah wanita yang ada di depannya.


"Ela maju" perintah Pelatih.


Ternyata lawan Ela adalah pria yang ada disamping wanita itu. Terlihat pria itu sedang berbicara pada pelatihnya.


Pelatih dua Dojang pun saling berbisik. Sepertinya team lawan keberatan dengan Ela. Mungkin karena Ela seorang perempuan mereka terlihat keberatan tapi karena pelatih Dojang Ela memberikan alasan dan jawaban yang tepat akhirnya mereka mau menerima.


Cih... anggap remeh karena aku wanita. Lihat saja akan kuhabisi kalian. Umpat Ela dalam hati.


Ela berdiri dengan gagahnya di pinggir arena pertandingan.


Kini Ela dan lawannya saling berhadapan. Baru Ela bisa melihat dengan jelas wajah lawannya tersebut.


Tampan sih tapi sayang kamu akan menjadi sasaran samsakku hari ini. Batin Ela.


Dari sabuk yang mereka pakai terlihat mereka sama-sama Dan-2 sabuk hitam.


Ela dan sang lawan saling memberi hormat, dan mereka mulai mengambil kuda-kuda.


Ela yang terkenal dengan kekuatan tendangannya mulai melakukan tendangan ke arah lawan, tetapi tendangannya bisa dielakkan oleh lawannya.


Kemudian Ela memberikan pukulan lawannya juga menjauh.


Aneh.. mengapa dia malah berusaha menghindar dariku, bukannya berusaha melawan dan mengeluarkan jurus balasan.


Saat Ela melakukan pukulan dan jarak mereka sangat dekat Ela mengucapkan sesuatu.


"Ayo.. jangan ragu-ragu. Walaupun aku perempuan tapi jangan anggap remeh pada kekuatanku" ucap Ela.


Lawan Ela terlihat terkejut mendengar perkataan Ela barusan. Kemudian pria itu melakukan ancang-ancang dan mengambil kuda-kuda.


Saat lawannya hendak melakukan tendangan Ela sempat mengakap kaki lawannya dan memutarnya sehingga lawannya berputar.


Pria itu sungguh tidak menyangka Ela akan melakukan hal itu. Terlihat dia sangat terkejut dan hampir terjatuh. Pria itu segera sigap berdiri dan melakukan kuda-kuda.


Pertandingan semakin memanas. Sorak-sorak teman-teman dari kedua tim ramai terdengar.


Ela menarik nafas panjang dan mengambil kuda-kuda.


Bersiaplah aku akan memakai jurus mematikan untuk mengalahkanmu. Teriak Ela dalam hati.


Ela memakai jurus Dollyo Chagi yang merupakan jurus tendangan kuat pada bela diri taekwondo. Tendangan Ela mengarah ke samping dengan memutar telapak pada kaki 45 derajat. Pinggang Ela ikut memutar, kemudian Ela menendang ke arah perut maupun kepala. Jurus ini sangat mematikan dan sering dipakai Ela ketika berlatih terus menerus sehingga Ela bisa menghasilkan tendangan kuat.


Dengan sekali tendangan saja sang lawan jatuh tersungkur. Dan pemenangnya adalah...


"Ela.. Ela..." Teriak Disil, Ditha dan Sintia dari kursi pentonton.


Ela melirik kearah Aby dan Rafa. Dua pria itu mengacungkan jempol mereka kearah Ela.


Ela tersenyum senang dan pertandingan berakhir. Ela dan lawannya saling memberikan hormat mengakhiri pertandingan.


.


.


BERSAMBUNG


Teman-teman... aku kangen sama like dan koment kalian..


Mana suaranya.....