SERUNI

SERUNI
BAB 98 Rencana Balas Dendam



FLASH BACK


Sherly berjalan di sepanjang trotoar tanpa alas kaki,ia menangis meratapi nasib yang tidak berpihak kepadanya.


Setelah ia diusir oleh Tuan Hendrie karena ketahuan bahwa anak yang dikandungnya adalah bukan anaknya Roy, melainkan anak dari suaminya yang baru 3bulan ia nikahi.


Rafa, satu-satunya orang yang menjadi tumpuan hidupnya malah mengkhianati dirinya.Ia dicampakkan setelah dinilai tak berarti lagi bagi Rafa.Pria itu memilih berkencan dengan istri orang yang terbilang kaya.Meskipun usianya terpaut jauh lebih tua,Rafa tak masalah.Pria itu hanya ingin hidup enak bermodalkan k0*t0L saja.


Malam semakin larut, Sherly belum menemukan tempat untuknya istirahat.Kakinya sudah bengkak karena tak sampai sebulan lagi ia akan segera melahirkan.Disaat ia berhenti sejenak melihat ke sekeliling, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan membawanya masuk ke dalam sebuah mobil.


Sherly meronta-ronta, memohon agar ia dilepaskan.Namun bukan dilepaskan, melainkan Sherly disuntik dibatang lehernya hingga tak sadarkan diri.


Entah sudah berapa lama Sherly tertidur, samar-samar ia mendengar tawa yang bersahutan.Ia berusaha membuka matanya yang terasa masih sangat berat sekali.


Ternyata kini Sherly berada ditengah-tengah tiga Pria berotot yang menatapnya dengan penuh birahi.Sherly baru sadar bahwa kini ia sudah tak memakai sehelai pun benang.


"Si-siapa kalian ??"


"Eh dia sadar brow... kebetulan nih kita lagi naik-naiknya"


Hahahahahaha


Gelak tawa Membuat Sherly semakin panik,ia berontak tapi kedua tangannya sudah dicekal oleh pria yang berada di hulu kepalanya.


"Hati-hati Brow, kasihan bayinya..."Pria yang mencekal tangan Sherly bersuara.


"Kita santai saja,menggauli wanita hamil memang sangat berbeda nikmatnya..hahahahahaha"


Sherly kebingungan,ia sungguh diposisi sulit.Dua pria lainnya mengambil posisi,satu memberi rangsangan dibagian bawah perut,satu lagi mengambil posisi menyusu.


Sherly menggelinjang, tangannya tetap dicekal oleh pria yang diam menikmati pemandangan didepan matanya.


"Tolong jangan lakukan ini...."Rintih Sherly,kakinya menegang saat mendapat sendutan di bagian bawah perutnya.


"Sudah diam!! nikmatin aja,,,kami nggak akan Bermain kasar sama wanita hamil"Pria yang mencekal lengan Sherly berucap.Sherly menangis sesenggukan , sedangkan dua pria itu tak perduli.Mereka terus saja menikmati tubuh mulus yang tersaji didepan mata secara bergantian.


Pria yang mencekal lengan Sherly pun tak ketinggalan,ia mengambil giliran paling terakhir untuk memuaskan birahinya.Ternyata dia baru bisa naik ketika melihat adegan-adegan yang panas.Jadi pantas dia mengambil giliran terakhir.


Setelah puas, mereka meninggalkan Sherly begitu saja ditempat yang tak ubahnya sebuah gudang tua.


Wanita itu meringis kesakitan, bagian bawah perutnya terasa nyeri seperti hendak melahirkan melalui anus saja.Sherly masih tetap menangis,ia berusaha duduk di atas meja tempat ia dijadikan piala bergilir.


Ia beringsut turun dengan pelan-pelan, memungut bajunya yang berserakan.Saat ia akan melangkah kan kakinya,tungkai kakinya tidak mampu menopang tubuhnya.Ia tersungkur ke tumpukan jerami.


"Tuhaaaannnn kenapa nasibku begitu menyedihkan??...hiks hiks hiks"


Tubuh lemahnya terguncang,ia merasa sangat lelah dan tak sanggup lagi melanjutkan hidup.Sampai terbersit niatan ia ingin bunuh diri saja.


Tapi tiba-tiba seorang wanita tua muncul,di punggungnya terpanggul seonggok kayu-kayu kering yang diikat rapi.Wanita itu adalah Mbah Simah ,ia terkejut melihat keberadaan seorang wanita hamil tua yang tengah menangis disana.Mbak Simah segera menghampiri...


"Ndok...kamu kenapa?"Mbah Simah meletakan kayu yang dipanggulnya,lalu duduk berjongkok disamping Sherly.Tangisan Sherly semakin menjadi saja,ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Sudah cup cup cup Ndok,,,kasihan anakmu,jika kamu menangis dia juga akan stres"


Mendapatkan seseorang yang perduli pada dirinya, Sherly semakin menangis sejadi-jadinya.Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Mbah Simah.Mbah Simah dengan lembut membelai rambut Sherly.


"Aku diculik Mbah...lalu diperkosa "


"Apa???!!"Mbah Simah termenung sesaat"Sungguh biadab orang yang melakukan itu padamu Ndok "


"Ya sudah...kamu ikut Mbah ya,tenangkan dirimu nanti Mbah antar kamu pulang "


Sherly menggeleng pelan... wajahnya tertunduk mendalam.


"Loh kenapa?"


"Aku diusir sama Ayah Mbah... sekarang aku tidak punya arah dan tujuan"


Mbah Simah semakin iba,ia pun menawarkan tempat tinggal.


"Ya sudah, tinggal sama Mbah saja ya.Tapi rumah Mbah hanya sebuah gubuk kecil"


Sherly mengangkat wajahnya,ia tersenyum tipis.


"Yang bener Mbah??"


Mbah Simah mengangguk disertai senyuman di bibirnya yang mengerut.


"Terimakasih Mbah... terimakasih..."Sherly mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga.


Sejak dari pada itu, Sherly tinggal bersama Mbah Simah.Namun Sherly tetap tidak bisa menghapus kepedihan di hatinya.Justru ia semakin merasa benci dengan semua orang yang telah meninggalkannya.


"Ndok...jangan sedih terus,nanti bayinya stres loh"ujar Mbah Sima saat menyuguhkan segelas jamu hangat. Sherly hanya tersenyum getir. Mbah Sima duduk di samping Sherly.


"Jika ada sesuatu yang bisa Mbah lakukan untukmu katakanlah Ndok, apa yang kamu inginkan Ndok? Mbah Nggak tega melihat kamu selalu bersedih seperti ini"


Sherly memalingkan wajahnya menatap wajah tua yang begitu perhatian terhadapnya.


"Aku ingin sekali balas dendam Mbah ,akan aku buat orang-orang yang telah membuatku menderita begini ,tersiksa lebih dari yang aku rasakan saat ini Mbah "


Mbah Sima tersenyum tipis


"Baiklah .....jika itu yang kamu inginkan ?Mbah akan membantumu, tapi semuanya ada akibatnya Ndok. Ada harga yang harus kamu bayar"


"Tapi aku sudah tidak punya apa-apa lagi Mbah, aku tidak punya sepeserpun uang"


"Jika mengikuti aturan ,dia tidak membutuhkan uang Ndok. Nanti buatlah sendiri perjanjian yang bisa kamu berikan kepadanya"


"Kepada nya??? Kepada siapa Mbah???"tanya Sherly kurang paham.


"Nanti akan Mbah tunjukkan...Malam Jum'at ini, tepat dua hari dari sekarang.Adalah malam Jum'at Legi,itu adalah saat yang tepat untuk bisa bertemu dengannya"


Sherly hanya manggut-manggut saja meskipun ia masih penasaran siapa yang dimaksud oleh Mbah Simah?.


"Kamu utarakan lah semua yang kamu inginkan,nanti dia sendiri yang akan menyebutkan bayarannya"


"Tapi bener Mbah ?dia tidak akan minta uang ?"Sherly nampak ragu.Mbah Simah tersenyum lalu mengangguk yakin.Sherly pun ikut tersenyum,ia seperti menemukan secercah harapan.Kebencian sudah mendarah daging dalam dirinya.Apapun caranya ? seperti apapun resikonya ?ia akan tetap balas dendam, terutama kepada tiga pria yang telah memperkosanya tempo hari.


Dengan sambil mengelus perutnya yang membesar, Sherly sudah menciptakan angan bagaimana ia akan membalas dendam?Rafa..ia akan membuat ******** laki-laki itu tak berguna,dan merusak wajahnya sehancur-hancurnya.Sherly tersenyum penuh semangat,tak sabar rasanya hari itu tiba.