
Roy menunggu di depan ruang UGD dengan rasa was-was dan khawatir yang teramat sangat.Pak Salam pun turut berada di sana, sedangkan Yogi tidak bisa senantiasa menemani karena dia harus bertugas.
Tak lama kemudian Dokter yang tadi langsung menangani Seruni keluar dari ruang UGD.Roy bingkas bangun menyambut kedatangan Dokter dengan perasaan penuh harap akan kabar bahagia.
"Anda siapa pasien ?"Tanya Dokter.
"Saya suaminya"Jawab Roy cepat.
"Saya Bapaknya"Pak Salam turut menjawab.
"Baiklah...Kami butuh tanda tangan dari pihak keluarga untuk penanganan operasi terhadap pasien.Jika pisau itu dicabut,maka akan terjadi kebocoran pada jantung pasien.Sebenarnya kami sangat memerlukan donor jantung,jika ada itu lebih baik.Tapi untuk menemukannya butuh waktu yang cukup lama.Jadi kami terpaksa memilih jalan kedua, Yaitu penutupan kebocoran pada jantung dengan menggunakan bagian dari hati.Mungkin hal itu bisa membuat pasien bertahan hidup sampai kita menemukan donor jantung"Dokter menjelaskan dengan rinci.
"Lalu bagaimana dengan bayi kami Dok?"Tanya Roy.
"Alhamdulillah bayinya tidak apa-apa Pak...Selama menjalani operasi pun kami akan melakukan pembiusan separuh badan,agar tidak berpengaruh terhadap bayi anda"
"Tolong lakukan yang terbaik Dok, untuk anak dan istri saya"Pinta Roy penuh harap.Dokter mengangguk pelan.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin Pak... Tolong anda segera urus registrasi dan persetujuan operasi.Kami akan mengurus sisanya"
"Baik Dok"Jawab Roy tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Seruni bertarung nyawa di meja operasi.Butuh waktu berjam-jam untuk melakukan operasi besar itu.
Roy menunggu dengan perasaan yang tak karu-karuan.Ia duduk dengan tangan menyatu didepan hidung dan mata terpejam.Sedangkan Pak Salam tidak berhenti berzikir sambil memutar tasbih.
Lampu merah yang menyala di atas pintu ruang operasi padam.Itu menandakan operasi sudah selesai.Roy bangkit tak sabar menunggu Dokter keluar.Benar saja,tak lama kemudian dua Dokter keluar.
Mereka mengulum senyum tipis,Roy sedikit lega melihat hal itu.
"Bagaimana istri dan anak saya Dok ?"Tanya Roy tak sabar.
"Operasi berjalan lancar,bayinya juga tidak apa-apa.Kita tunggu saja sampai reaksi obat biusnya hilang"Jawab salah satu Dokter tersebut.
"Alhamdulillah..."Roy mengucap penuh rasa syukur sambil menengadah ke atas.Pak Salam menitikkan air mata haru.
"Lalu kapan kita bisa menemui putri kami Dok?"Pak Salam sudah tak sabar untuk melihat keadaan Seruni .
"Sebentar lagi kami akan pindahkan pasien ke Ruang ICU.Disana kalian bisa menemani nya"Jawab Dokter membuat senyuman terukir dibibir keriput milik Pak Salam.
___
Waktu berjalan begitu lambat,kini sudah tiga hari sejak operasi dilakukan.Tapi Seruni tidak sadar-sadar juga,namun yang melegakan adalah kondisi bayinya normal.Degup jantungnya pun berjalan semestinya , meskipun masih harus dipantau setiap saat.
Dengan menjalani berbagai tes pemeriksaan,dengan berat hati Dokter mengkonfirmasi kan bahwa Seruni dalam keadaan coma.Ternyata penyumbatan jantung itu mengalami ketidak cocokan yang membuat pemompaan darah ke otak tidak stabil.Jadi donor jantung harus segera dicarikan secepatnya.Agar segera dilakukan pergantian jantung.
Roy terdiam menatap tubuh kaku istrinya,ia mengusap lembut perut Seruni yang membusung besar.
"Terimakasih ya Nak...kamu mau bertahan sampai saat ini.Tolong bantu Ibumu untuk kuat sayang..."Gumam Roy dalam kesenduan.Ia tidak menyadari bahwa jiwa Seruni ada didekatnya.Wanita itu menangis tak berdaya.Ia sudah berusaha berkali-kali untuk masuk ke dalam tubuhnya,tapi selalu terpental.
Kali ini ia ingin masuk lagi,namun jiwanya malah tersedot jauh memasuki lorong waktu yang tak berujung.Hingga akhirnya ia terlempar dan terjaga dengan nafas tersengal-sengal.
"Bungaaaa"Sebuah suara yang sangat asing membuat Seruni menatap ke sekitarnya.
Dimana aku?? Pikir Seruni dalam hati.
"Bunga...Kau hidup lagi ??"Seorang wanita paruh baya namun cantik memeluk Seruni penuh rasa haru.Ia menciumi pipi Seruni bertubi-tubi, seperti rasa kerinduan yang mendalam.
"Kami sudah putus asa dengan keadaanmu sayang,ini sebuah keajaiban bahwa kamu bisa hidup kembali"Ucap pria itu.
Tak semua orang yang ada di dalam ruangan itu menyambut hangat Seruni .Ada seorang Pria menatapnya datar tanpa ekspresi.Dan juga seorang gadis menatapnya sinis seperti sangat jijik dengan dirinya.
Lalu mata Seruni bergulir menatap seorang wanita lagi,ia tersenyum penuh kasih.Sudut matanya berkaca-kaca.Dan disebelahnya seorang gadis, namun ia nampak berbeda.Seperti bayanganmu putih berwujud kabut, tersenyum lalu menghilang seperti buih.
Seruni menautkan kedua alisnya,Ia menemukan dirinya didalam cermin.Tangannya refleks menepuk-nepuk pipinya.
Ini bukan wajahku...lalu sekarang aku dimana??
Seruni masih ingat wajah dari sosok yang berkabut lalu hilang seperti buih.Itu adalah wajahnya.
Apakah aku bertukar tubuh??
"Bunga...kamu kenapa sayang ???"Ny Sasti membelai lembut pucuk kepala Seruni .Seruni hanya menggeleng pelan,ia tidak mungkin mengatakan apa yang ia rasakan.Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disini,jika ia sembarangan bicara.Takut akan memperburuk keadaan si empunya tubuh.
"Bik... tolong temani Bunga dulu ya, sepertinya dia masih kebingungan"Ny Sasti memberikan perintah kepada pengasuh menantunya.Bik Lulu tersenyum disertai anggukan.
"Ayo Pa...kita keluar dulu..Bagas!!ikut Mama,dan kamu"Ny Sasti menuding gadis cantik disamping putranya "Cepat pergi dari rumah ini,aku tidak Sudi kamu berada di rumah ini"Wanita yang penuh keibuan itu terlihat sangat sangar sekali.
Ia berjalan seperti seorang pemimpin yang diikuti oleh semua orang yang berada di dalam kamar itu kecuali Bik Lulu.
Wanita setengah baya itu tersenyum lalu duduk dibibir kasur,ia membelai Seruni penuh kasih.
"Bibik sangat bahagia,Nona bisa hidup kembali"Air Mata yang semula ia tahan tercurah jua.
"Memangnya,aku sudah mati Mbok??"Tanya Seruni .Bik Lulu tercengang,ia menatap Seruni begitu lekat.Seruni jadi merasa ada sesuatu yang salah.
"Kenapa Mbok??"
"Apa Nona hilang ingatan??"
"Hah???"
Benar,ada sesuatu yang salah.
"Emangnya kenapa ??aku bingung..."Seruni memicit pelipisnya.
"Biasanya Non memanggil Bibik dengan panggilan Ibu.Karena Bibik yang membesarkan Nona sedari kecil sejak orang tua Nona meninggal karena kecelakaan"
"Dan Nona dijaga oleh Tuan besar,Kakek dari Nona dengan pengawasan dari Bibik"Sambung Bik Lulu.
"Tolong ceritakan semuanya Bu"akhirnya Seruni mengikuti panggilan yang biasa si empunya tubuh ucapkan.Bik Lulu mengangguk setuju.
"Nona bernama Bunga Seruni ,nama yang cantik sekali.Nona sudah menikah dengan Den Bagaskoro,pria tampan tadi.Kalian menikah karena Nona sangat menyukai den Bagas, sehingga Tuan Besar menikah kan kalian berdua"
"Tapi Den Bagaskoro tidak mencintai Nona,malah ia menyukai sepupu Nona,yaitu Utari.Gadis tadi yang nempel terus sama Den Bagaskoro"
"Dua bulan yang lalu,Tuan Besar meninggal dunia .Utari semakin leluasa menunjukkan kemesraannya dengan Den Bagas didepan Nona.Sampai sebulan yang lalu,Nona ditemukan pingsan dibawah tangga.Bibik segera membawa Nona ke Rumah Sakit"
"Dan sejak saat itu,Nona coma disebabkan mati otak.Kemungkinan besar,Nona jatuh dari atas tangga"
"Dengan permintaan dari Ny Sasti ,polisi menyelidiki kasus itu.Ternyata camera CCTV nya rusak.Dan sebab jatuhnya Nona dari tangga hingga menyebabkan mati otak tidak terpecahkan sampai sekarang "
"Tadi Nona sudah di diagnosa oleh Dokter,bahwa Nona sudah tidak ada harapan lagi.Karena itu selang-selang infus yang menjaga Nona tetap hidup selama Coma dicabut.Eh tidak tahunya setelah Dokter pergi,Nona malah siuman"