SERUNI

SERUNI
BAB 80 Bunga/Seruni



"Lalu sekarang aku dimana Bu?"Tanya Seruni .


"Di rumah Non"


"Bukan...maksud aku di Kota mana?Apa di Jakarta ??Apa di Tasik?"


Wajah Bik Lulu seperti keheranan,tapi ia menjawab juga.


"Di Balikpapan Non"


"Hah??? Maksudnya di Kalimantan ??"Dua bola mata Seruni membulat sempurna.Bik Lulu mengangguk.


Jadi sekarang aku di Kalimantan.Jauh amat...


Seruni melihat ke arah kalender yang menggantung di dinding.Masih di Tahun yang sama ternyata,hanya beda tempat.


"Ya sudah Bu... tolong biarkan aku sendiri yah ..Aku masih bingung soalnya"


Walau tak rela meninggalkan Nonanya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri,Bik Lulu akhirnya mengangguk dan keluar dari kamar itu.


Seruni menurunkan kedua kakinya menyentuh lantai.Ia menghadap lurus ke arah cermin.Batinnya bermonolog sendiri.


"Kenapa aku bisa bertukar jiwa dengan gadis ini??Apakah dia juga masuk ke dalam tubuhku sekarang??Ah tidak...itu tidak boleh terjadi..Dia akan menjadi istri dari Mas Roy,dan juga Ibu dari calon anakku "


Seruni mengeleng-gelengkan kepalanya.Tiba-tiba sesuatu yang lembut menyentuh pundaknya.Seruni menoleh, ternyata jiwa Bunga ada disampingnya.


"Ka-ka-kamu Bunga?"


Jiwa itu mengangguk.


"Aku pikir kamu masuk ke dalam ragaku,karena aku telah masuk ke dalam ragamu"


"Tolong bantu aku mengungkapkan fakta,siapa orang yang telah mendorong ku hingga jatuh?Dan juga menunaikan sumpahku,aku tidak bisa mati dengan tenang jika semua itu tidak terjadi "


"Memangnya kamu tidak ingat siapa yang mendorongmu??"Tanya Seruni.Jiwa Bunga menggeleng.


"Dia mendorongku dari belakang,jika kamu bisa menunaikan semua permintaan ku,aku akan memberikan jantungku kepadamu"


"Apa???"Seruni kaget bukan kepalang"Kalau kamu memberikan jantungmu?kamu akan mati"


"Sebenarnya aku sudah mati,tapi disaat nafas terakhir ku aku berdoa agar Seseorang bisa membantuku mewujudkan keinginan terbesar ku.Aku siap memberikan apapun kepada orang itu, Ternyata kamu yang dikirim Tuhan untukku.Kamu butuh jantung untuk hidup bukan??"


Seruni mengangguk pelan, Bunga tersenyum tipis.Ia pun lenyap kembali menjadi buih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ny Sasti meminta suaminya, anaknya dan juga Utari duduk di ruang tamu.Semua menurut tanpa bantahan.


"Bagas...istrimu sudah hidup kembali.Cepat tinggalkan gadis murahan itu,jangan buat perkara jadi semakin rumit"Ny Sasti memberi sebuah perintah kepada anak tunggalnya.


"Tapi Tante, aku sedang hamil"Utari langsung membantah.


"Aku tidak perduli,dan aku juga tidak akan percaya sepenuhnya bahwa itu adalah anak Bagas"Ny Sasti tidak mau kalah.


"Maksud Tante apa??"Utari naik emosi,ia bangkit dari duduknya.Namun Bagaskoro menarik tangan Utari hingga terduduk kembali.Ny Sasti tersenyum miring,ia tahu bahwa anaknya tidak akan berani berbuat lebih.


"Bagas...Bunga adalah istri mu yang sah,jika dia tidak menerima tentang kehamilan Utari kau tidak akan bisa apa?Kau tahu sendiri kan, perusahaan yang kau tekuni sekarang adalah milik Bunga.Jika kau berani membuat masalah,maka kau harus terima resikonya"Tambah Tuan Radit.


"Sayang....aku juga cucu kakek,aku juga punya hak atas perusahaan itu.Kau tenang saja,aku akan meminta kepada Bunga agar dia mau menerima ku sebagai madu"Timpal Utari.


"Kau jangan bermimpi anak sund3L... Perusahaan itu bukan milik turun temurun dari Kakekmu,tapi dari orang tua Bunga.Jadi kau tidak punya hak disana"Ny Sasti mulai emosi dengan sikap Utari.


Utari menatap Bagas seperti ingin pembelaan,tapi seperti biasa Bagas hanya diam.


"Sekarang kamu pergi dari sini!!! Kehadiran mu tidak dikehendaki disini,tahu diri sedikit bisa nggak!!!"Ny Sasti kembali menghalau Utari.


"Apa perlu aku seret kamu keluar ??"Ny Sasti memotong kalimat bantahan yang ingin diucapkan oleh Utari.Gadis itu ingin marah,tapi tak bisa karena lawannya adalah Ibu dari kekasihnya.


"Pergilah,nanti aku akan menemui mu"Ucap Bagas membuat Utari terpaksa menurut.Ia melangkah keluar dengan kaki yang sengaja dihentak- hentakan.


"Mama tidak habis pikir sama kamu Bagas,bisa-bisanya kamu menjalin hubungan terlarang dengan perempuan sund3l itu "Ny Sasti melipat tangan di dada.


"Bagas mencintai Utari Ma...kami saling mencintai sejak lama"Jawab Bagaskoro.


"Apa Bunga tahu hal ini??"Ny Sasti melirik putranya dengan sinis.Bagas mengangguk perlahan.Ny Sasti memejamkan matanya seolah ia merasakan kepedihan Bunga.


"Kau kejam Bagas ,kau sama sekali tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Bunga??Apa kamu tahu??Bunga selalu menyembunyikan perselingkuhan mu dengan perempuan itu!!Dia selalu mengatakan kalau kamu sangat mencintainya,karena itu Mama terkejut kamu akan menikahi Utari saat Bunga masih Coma"


Bagas hanya menundukkan pandangannya menerima kemarahan Ibunya.


"Sekarang Mama sudah tahu semuanya,Mama takkan pernah membiarkan ketidak adilan ini berlarut-larut.Jika Bunga tidak mempunyai keturunan bersamamu,maka harta yang dimiliki Bunga akan Mama sumbangkan"Ny Sasti sudah memantapkan niat dihatinya.


Bagaskoro mendongakkan kepalanya seketika.


"Lalu bagaimana dengan Bagas Ma?"Ternyata Bagas takut juga jika kehilangan harta warisan milik Bunga.


"Ini bukan milik mu Bagas ,juga bukan milik Mama dan Papa.Kita semua tidak berhak atas warisan keluarga Bunga, perempuan itu pun sama.Meskipun dia saudara sepupunya"


"Tapi selama ini Bagas yang mengelolanya sampai bisa ditahap ini Ma"


"Kamu hanya bekerja Bagas ,dan kamu digaji,bukan gratisan.Jadi batasanmu hanyalah seorang staf pekerja saja"Tegas Ny Sasti .


"Ma..."


Ny Sasti membentangkan telapak tangannya menghentikan kalimat yang akan diucapkan putranya.


"Jika kamu ingin harta ini,kamu harus punya anak dengan Bunga.Bukan dengan Utari..."Ny Sasti bangkit lalu menyandang tasnya.


"Ayo Pa...kita pulang dulu"


Tuan Radit mengangguk setuju,ia beriringan melangkah keluar bersama istrinya.Bagas diam menatap punggung kedua orangtuanya yang lenyap di balik pintu.


Bik Lulu menguping pembicaraan keluarga suami majikannya itu.Ia diam-diam sangat mendukung keputusan yang diambil oleh Ny Sasti.


Apa mungkin yang mencelakai Nona adalah suaminya sendiri??


Bisiknya dalam hati.


___


Bagaskoro masuk ke dalam kamar pribadinya,ia menemukan pemandangan yang mengejutkan.Bunga tengah menunaikan sholat,Bagas mematung di sebelah pintu yang sudah tertutup rapat.


Disaat sujud terakhir,ia melihat Bunga bersujud dengan waktu yang lebih lama.Punggung istrinya bergetar, sepertinya dia menangis.


Hati pria itu jadi terenyuh,selama ini tak pernah ia melihat Bunga menangis.Meskipun saat Bagas jujur kalau ia mencintai Utari bukan Bunga.Istrinya memang diam dalam waktu beberapa saat, sepertinya ia kaget.Tapi kemudian Bunga tersenyum indah sembari berkata.


"Suatu hari nanti,Bagas akan mencintai Bunga sepenuh hati.Mungkin saat ini Bagas merasa Utari mencintai Bagas dengan tulus,tapi nanti.Suatu hari nanti Bagas akan tahu bahwa cinta Bunga yang paling tulus kepada Bagas"


Itulah ucapan kalimat yang senantiasa Bagas ingat.Entah kenapa Bagas sangat ingat ucapan Bunga saat itu sampai ke hari ini ?Padahal buat Bagas itu hanya ucapan konyol saja.


Bunga mengangkat wajahnya,Bagas melihat mata istrinya sembab.Setelah mengucapkan salam terakhir dalam sholat, barulah Bagas berjalan naik ke atas tempat tidur.


Bunga/Seruni melihat Bagas dengan tatapan bertautkan kedua alisnya.Seruni merasa neg dengan pria itu, yang menurut cerita tidak mencintai istrinya dan malah mencintai sepupu istrinya.


Seruni dengan cuek bangun dan mengemas peralatan sholatnya lalu disimpan di dalam lemari.


"Tumben aku melihatmu sholat,apa karena kamu baru saja mengalami mati suri?"Ucap Bagas dengan nada seperti mengejek.Seruni hanya mendelik lalu melangkah ke kamar mandi.


Untuk kesekian kalinya Bagaskoro kaget dengan sikap istrinya.Dulu Bunga tidak pernah sekalipun mencueki dirinya,malah terkesan selalu caper.Melakukan segala cara agar Bagas menyukainya,tapi kali ini??Bunga sangat berbeda.