
Lily menghampiri meja kerja kekasihnya,Qodir melihat sekilas lalu fokus kembali ke layar komputer.
"Ada apa sayang?"Tanya Qodir sambil terus mendekte angka-angka di layar.Sebelum menjawab, Lily meletakkan beberapa papperbag di atas meja.
"Ini beberapa baju untuk Seruni"
Qodir refleks menjedah pekerjaannya,ia memeriksa isi papperbag tersebut.
"Kamu yang beli ini semua sayang?"
Lily mengangguk,Qodir mengelus pipi kekasihnya.
"Terimakasih ya sayang,kamu udah banyak membantu Seruni"
Lily menghempaskan tubuhnya ke atas kursi di depan Qodir.
"Kalau boleh jujur,kamu pernah punya perasaan nggak sayang sama Seruni?"
DEGH
Darah seperti menyirap hangat,Qodir langsung tersenyum.
"Ya nggak lah Sayang,Kita bener-bener temenan.Nggak pernah ada apa-apa?Kenapa kamu bertanya begitu?Kamu cemburu sama Seruni?"
"Nggak sih cuma nanya aja,secara kalian adalah teman sejak lama.Apalagi Seruni itu cantik,mustahil nggak ada cowok yang suka sama dia"Lily mengelak dari kata cemburu.
"Banyak yang suka sama dia pas di sekolah dulu,tapi Seruni ada kriteria tersendiri sayang.Pacar pertamanya adalah cowok terpopuler di kampus,tapi berakhir tragis"
"Kenapa?"Lily jadi penasaran.
"Entahlah alasan yang jelasnya aku tidak tahu,tiba-tiba Seruni berhenti kuliah,dan Roy nikah sama mantan pacarnya"
Lily manggut-manggut.Hatinya sedikit lega karena Qodir mengaku tidak punya perasaan terhadap Seruni.
"Ya udah nanti kita pulang lewat kos sambil hantar barang-barang ini ya sayang"
Lily mengangguk setuju.Kali ini Qodir harus berhati-hati,dia takut jika Lily akan tahu kalau dirinya punya perasaan terhadap Seruni.Kalau sampai tahu,Qodir takut Lily akan meninggalkannya.Habislah kalau sampai ia putus dengan Lily,secara Lily sangat royal kepadanya.Karena itulah Qodir memacari Lily.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekitar jam 8 malam, Seruni pamit pergi ke supermarket yang terletak di depan gank.Ia hendak membeli peralatan mandi,tadi dia mandi hanya mandi bebek saja karena belum punya sabun dan odol.
Sesudah membeli semua keperluan yang penting dulu,maklum uangnya menipis.Seruni gegas pulang,ia sudah melihat ke kanan dan ke kiri sebelum menyebrang jalan.Tapi na'as atau apa ia hampir saja keserempet mobil,masih untung si pengemudi mobil membanting steering ke kiri hingga tak menabraknya.
Seruni mengelus dada sambil membuang nafas dalam-dalam.
"Hey kau buta apa?hah?"Seseorang muncul dari dalam mobil langsung memaki hamun Seruni.Gadis itu terkesiap,bukan masalah makiannya,tapi dia adalah Leo.
Pria itu pun terpegun begitu melihat siapa yang hampir ia tabrak.
"Kamu???"
Seruni diam,arwah Tantri tepat berada di belakang Leo.Keduanya bertatapan secara intens.Leo merasa Seruni menatapnya,membuat pria itu jadi salting.
"Ka-kamu tidak apa-apa kan?"
Seruni menggeleng perlahan.
"Baguslah"Leo bergegas ingin masuk ke dalam mobilnya kembali.
"Bos tunggu!!"
Langkah pria itu terhenti,ia kembali berhadapan dengan Seruni.
"Ada apa?"Tatapannya dingin dengan kerutan di dahinya.
"Tantri...."
Degh!!!
Pasti ini ulah Kakaknya mengobral cerita tentang cintanya.
"Ngapain kamu sebut-sebut nama dia?jangan kurang ajar kamu,belum apa-apa udah mau ikut campur urusan aku.Ingat!kamu belum kerja ditempat aku udah begini!! Jangan sampai aku berubah pikiran!!!Jaga sikap kamu!"Leo benar-benar dibuat emosi.Ia membuka daun pintu mobil.
"Dia sudah meninggal Bos"Ucap Seruni cepat.
Degh!!
Gerak tubuh Leo terdiam bagai patung.Tubuhnya lemas seperti tak bertulang.
"Apa kamu bilang?"
"Yah Bos, Tantri sudah meninggal.Dia ada disini,mengikuti Bos kemana pun Bos pergi"
Hantu Tantri mendekati Seruni.
"Kamu bisa melihat ku"
Seruni mundur beberapa langkah sambil menggosok hidungnya.
"Apa aku bau?"Tanya Tantri lagi,ia mengendus tubuhnya"Yah aku bau"
Leo bersandar ke badan mobil,dadanya bergemuruh hebat.Sekuat apapun ia membenci Tantri,tak mampu menggoyahkan sedikitpun rasa cintanya.
"Bagaimana aku bisa mempercayai kata-kata mu?"Ucap Leo dengan pandangan menerawang.
"Bos pergi saja ke rumahnya"Jawab Seruni.Tantri tersenyum,ia mengacungkan jempol kepada Seruni.Leo diam tak menanggapi.
"Kenapa dia bisa meninggal??Padahal dia sendiri yang bilang akan menikah dengan cinta masa kecilnya di desa sana.Dia juga bilang dia mencintaiku hanya pelarian semata.Berbulan-bulan lamanya aku mengutuk kebodohan ku sendiri karena terlalu percaya akan Cintanya"
Tantri menutup wajahnya,hantu itu menangis meraung-raung dan hanya Seruni yang mendengarnya.
"Cintanya adalah nyata Bos,hanya tentang pernikahan yang tak pernah ada"Tanggap Seruni.
"Maksudmu??"
"Pasti dia berbohong mengatakan dia akan menikah sedangkan dia sangat mencintaimu Bos.Kalau dia tidak mencintai mu tidak mungkin arwahnya mengikuti mu"
"Lalu???"Leo penasaran.
"Datanglah ke desanya,disana pasti Bos akan menemukan jawabannya"
Seruni melangkah pergi begitu saja meninggalkan Leo yang nelangsa.Ia mau pamit pun percuma,karena melihat reaksi wajah Bosnya tidak akan nyambung.
___
"Kok lama nak?"Sapa Pak Salam begitu Seruni masuk.
"Anu Pak,Seruni habis mau diserempet mobil"
"Apa??"Pak Salam terkejut bukan main"Tapi kamu tidak apa-apa kan?"
"Belum diserempet Pak,masih mau"Jawab Seruni cengengesan.
Hufffff Pak Salam menghela nafas lega.
"Terus gimana?supirnya minta maaf nggak?"
"Gimana mau minta maaf Pak,malah Uni dikatain buta"
"Astaghfirullah jahat benar dia punya mulut"
"Apesnya lagi dia Bosnya Uni"
"Hah???terus gimana?"
"Ya nggak gimana-mana Pak,Seruni pulang aja.Toh Uni nggak apa-apa kan?"
Sekali lagi Pak Salam menghela nafas panjang.
"Lain kali hati-hati nak kalau jalan"
"Iya Pak..."
"Ohya tadi ada Qodir kesini sama pacarnya"
"Ngapain Pak?"
"Tuh ngasih oleh-oleh buat kamu"
Pak Salam menunjuk ke arah jejeran papperbag di atas nakas.Seruni tersenyum,ia mengambil oleh-oleh Qodir dan Lily.Gadis itu terharu begitu melihat isi dari papperbag tersebut.
"Waaahhh baju Pak"
"Waahhhh"Pak Salam yang sejak semula bersila diatas sajadah bangun menghampiri putrinya.
"Baik bener si Qodir"
"Ini bukan Qodir yang belikan pastinya,tapi Lily.Tadi dia janji sama Bos kalau akan memperbaiki penampilan Lily.Jadi gini loh Pak,Lily itu kakaknya Si Bos"
"Ohhhh bagitu,,,"Pak Salam manggut-manggut tanda mengerti.
"Bagus ya Pak"Seruni menempelkan sehelai celana.Pak Salam mengangguk,ada rasa lega dihatinya melihat Seruni sekarang sudah tidak sering menyendiri lagi.Gadis kesayangannya itu telah kembali bersemangat menjalani hidup.Pak Salam senyam-senyum memperhatikan tingkah putrinya yang berputar-putar dengan baju-baju yang baru dibelikan pacar Qodir.
ALHAMDULILLAH...Ada rasa syukur tersemat di hati.