
Seperginya REYHAN ke tempat Putranya,Uzma bersiap untuk pergi ke kediaman Livia . Hatinya masih sakit atas tindakan Livia dulu,ia akan membalasnya jika ada kesempatan.Karena itu,ia ingin memata-matai Livia .
Dan alhasil,baru saja Uzma sampai ditempat parkir apartemen Livia .Dia melihat Khusairi,suami Livia seperti terburu-buru masuk ke dalam mobilnya.Uzma memperhatikan di dalam mobil, sepertinya Livia juga ada disana.
Karena penasaran,Uzma meminta supir taxi online untuk mengikuti mereka.Dan ternyata,mereka menuju Rumah Sakit Mitra Medical.
Livia naik kursi roda dan didorong cepat masuk ke dalam.Rupanya dia sudah mau melahirkan.Uzma tersenyum tipis,ia mempunyai rencana untuk membalas perbuatan Livia .
Uzma menyusup masuk ke ruang kerja suaminya yang sepi, karena hari Sabtu.Jadi memang Reyhan sedang libur.Ia mengambil almamater untuk seorang suster.Dengan memakai masker,Uzma menyamar sebagai suster.Ia ikut berbaur ke sekelompok suster yang bertindak untuk membantu Livia melahirkan.
Nasib tengah mendukung keberuntungan Uzma , dikarenakan Khusairi menolak mendampingi.Pria itu parno terhadap darah.Jadi Uzma bisa bertindak tanpa rasa khawatir.
Disaat Livia sudah mulai mengeran,semua pada sibuk memberi dukungan dan arahan kepada Livia agar segera bisa melahirkan dengan baik.
Uzma mengambil posisi di belakang Dokter yang terus mengintai ************ pasien.Perlahan Uzma membuka masker di wajahnya,ia tersenyum penuh misteri ke arah Livia .
Wanita yang tengah di posisi antara hidup dan mati itu membeliak lebar saat melihat wajah yang sangat tidak asing baginya.
"Ayo Buk... sedikit lagi,ambil nafas dan dorong pelan-pelan..."Dokter memberikan arahan,namun Livia tak merespon.Ia termangu melihat Uzma ,ia takut dan panik Uzma akan melakukan hal yang tidak diinginkan olehnya.Keringat dingin dan kelelahan tidak jauh berbeda.
"Buk...Ibuk...ayo dorong,jangan diam.Nanti bayinya bisa mati karena tercekik"Dokter mulai emosi karena sikap pasien nya.
Uzma tersenyum lagi,dan diam-diam berlalu pergi.
"Buk..."sekali lagi Dokter membentak Livia ,dan wanita itu langsung gelagapan.
"I-iya Dok..."
"Ibu kenapa ?-?Ayo cepat dorong Buk...kok malah melamun sih"
"Ah i-iya..."Livia masih menoleh ke arah Uzma pergi.Perempuan yang sangat ditakuti nya kini sudah tak terlihat lagi.
"Buk !!!"Dokter membentak keras,ia sudah diambang kesabaran.Menghadapi seorang pasien yang seolah kurang siuman.
"Kalau Ibu kayak gini, lebih baik kita bedah saja.Kasian bayinya"
"Hah???"Livia sudah benar-benar seperti orang linglung.
Tak bisa dibiarkan, Dokter pun melakukan jalan alternatif lain.Ia menggores V pasien guna memudahkan bayi itu keluar.Serta memberikan dorongan di bawah perutnya agar cepat keluar.
Tapi sudah terlambat,bayi Livia terjepit karena tidak segera mendapatkan dorongan hingga lehernya tercekik dan mati.
Semua terlihat shock saat Dokter menimang bayi yang sudah kaku itu.
"Dok...ada apa ?Bayi saya sudah keluar bukan?? Kenapa dia tidak menangis ??"
Tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Livia , Dokter menyerahkan bayi itu kepada Suster agar segera di urus.
"Dok...sus...kenapa?kenapa kalian diam??"Livia cemas, pikiran nya muncul praduga yang tak mengenakan.
"Buk... yang sabar ya...kamu sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi bayi Ibuk tidak bisa diselamatkan "ucap Dokter.
"Hah?tidak ...itu tidak mungkin,tadi saya masih bisa merasakan gerakannya di dalam perut saya.Kenapa tiba-tiba dia mati?"Livia histeris,ia tidak bisa terima kenyataan pahit itu.
Dokter enggan untuk menenangkan lagi,ia masih dongkol karena itu semua terjadi ulah sang Ibu sendiri.Tapi Dokter masih bisa bersikap profesional dengan memilih diam dan pergi.
*
Uzma terus memperhatikan mangsanya, sampai akhirnya ia melihat Dokter memberikan suntikan penenang agar Livia istirahat.
Karena setelah melahirkan dan mendapati bayinya meninggal,Livia terus saja berteriak-teriak histeris.Malah ia menyebut nama Uzma disana.Akan tetapi tak ada yang mempercayainya.Termasuk Khusairi
Setelah Livia terlelap tidur, KHusairi diminta oleh dokter agar keluar dari ruangan tempat Livia dirawat. Di saat itulah Uzma diam-diam menyelinap ke kamar Livia.
Uzma menulis sesuatu,lalu ia selipkan di tangan Livia .Ia ingin Livia akan terus tersiksa oleh kesalahannya sendiri.Sebagai balasan atas apa yang telah Livia lakukan kepada Uzma .Usai melakukan apa yang dia inginkan,Uzma keluar dan segera pulang ke rumahnya.Takut suaminya sudah pulang dan menemukan keberadaannya.
*
*
Taxi online pesanan Uzma sudah berhasil mengantarkannya ke depan rumah.Rupanya Reyhan belum datang.Padahal sudah mau gelap.Uzma berinisiatif akan menelepon suaminya setelah ia masuk.
Akan tetapi tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya saat Uzma sedang membuka kunci pintu utama.Uzma belum sempat melawan,tapi ia sudah lemas karena tercium obat bius.
*
*
Uzma tersadar dari pingsannya ketika mendengar suara gelak tawa seorang bayi.Kedua matanya mengerjap, samar-samar ia melihat ada banyak orang disana.
"Sayang...kamu udah sadar ?"suara Reyhan menyambut,Uzma tersenyum meskipun masih merasa kepalanya cenat cenut.
"Dimana kita Mas?"Uzma merasa tidak mengenal suasana ruangan yang mirip seperti Gudang itu.
"Cucuku...kau sekarang berada bersama dengan Nenek"ujar seorang wanita senja yang sedang duduk disebuah kursi besar.
"Siapa kamu ?"tanya Uzma .
"Aku adalah Nenek mu Nak,Ibu dari Ibumu "
"Ibu dari Ibuku ???"
"Iya..."
Uzma memandang ke sekeliling,ia baru menyadari jika ternyata Suaminya,Seruni ,dan juga Dokter Steven ada di satu ruangan.Yas sendiri berada dalam gendongan adik iparnya.
"Apa mau mu?kenapa kamu seolah-olah menculik kami??"
"Aku hanya ingin kau kembali Nak,,, kembali ke istana tempat asalmu"
"Ke istana ??"Uzma tercengang
"Apa kamu belum tahu,jika sebenarnya kamu itu anak dari seorang Putri.PUTRI KIRANA"
Uzma mengernyitkan keningnya,ia seperti pernah mendengar nama Putri Kirana.
"Kau adalah anak dari Putri Kirana sayang.Seorang putri sah dari raja Mahmud,Slutan Brunei ".
Uzma terlihat kurang percaya,karena Ibunya tidak pernah mengatakan apapun tentang jati dirinya. Uzma hanya ingat jika ibunya dulu selalu mendongengkan seorang putri yang bernama Putri Kirana.Uzma tidak tahu jika sebenarnya Putri Kirana itu adalah ibunya sendiri.
"Lalu untuk apa kalian menangkap kami ?"Timpal Seruni .
"Maaf jika aku terpaksa menangkap kalian, karena aku ingin memberi tahu kepada kalian jika Uzma dan Yas akan kami bawa ke istana "jawab Putri Elisa yang membuat Reyhan terperangah tak percaya.