SERUNI

SERUNI
BAB 84 Ciuman Pertama



Hari sudah menjelang pagi saat Bagas turun dari taxi online yang ditumpangi.Rasa penasaran membuat ia memilih masuk dan mencari sendiri keberadaan istrinya di Rumah Sakit tersebut.


Ia terus berjalan menyusuri setiap koridor Rumah Sakit, mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru.


Tiba-tiba langkahnya terhenti,ia membalikkan badannya dan melihat dengan seksama Seseorang yang baru saja ia lewati.


Wanita yang sangat mirip dengan istrinya tidur dengan nyenyak berbantalkan dada seorang pria.Dan Pria itu merengkuh penuh kasih, meskipun keduanya tidur dengan posisi duduk dan menyandar di kursi pengunjung rumah sakit .Tapi mereka begitu sangat menikmati.


Bagas memperhatikan sekali lagi,benar...itu adalah Bunga istrinya.Siapa laki-laki yang sedang bersamanya ??? Apakah mungkin Bunga memiliki kekasih ???Oh itu rasanya tidak mungkin,karena setahu Bagas ,Bunga sangat mencintai dirinya.Bunga tidak mungkin punya kesempatan untuk mencintai laki-laki lain.Karena selama ini Bunga hanya mengintili dirinya.


Bagas menendang kaki Bunga hingga gadis itu kaget dan terjaga.Roy pun ikut terjaga akibat gerakan tubuh Seruni.


Seruni/Bunga mengucek-ngucek matanya,memperjelas siapa gerangan yang ada dihadapannya saat ini?


"Ba-Bagas???"Seruni Sontak bangun.Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.Roy menatap heran pria asing yang berdiri menatapnya tajam.


"Siapa dia sayang ??"Tanya Roy masih belum menyadari keadaan.


"Sayang???"mata Bagas bergulir menatap Seruni dengan penuh tanda tanya.Sebelah bibirnya terangkat sinis begitu melihat ekspresi wajah istrinya.


"Kau selingkuh???"Sambung Bagas.Seruni dan Roy saling bertatapan.


"Jawab Bunga!!!"Bentak Bagas ,sampai mengagetkan orang-orang sekitar yang berlalu lalang.


"Hey jangan bentak-bentak dong sama perempuan"Timpal Roy tak terima.


"Kenapa ???dia istri aku..aku berhak berbuat apa aja sama dia...kamu jangan ikut campur,Paham!!!"Bagas memberi tekanan disetiap kalimat nya,matanya penuh dengan cahaya api kemarahan.Roy ingin menyanggah,tapi ditahan oleh Seruni .


"Sudah jangan dilayani,aku pergi dulu ya"


"Tapi..."


Kalimat Roy terpotong oleh kode dari Seruni agar ia diam.Akhirnya Roy memilih diam,dan melihat apa yang akan dilakukan oleh jiwa istrinya.


Seruni meraih kopernya lalu melangkah pergi tanpa mengucapkan apapun kepada Bagas .Bagas yang masih emosi ,mau tak mau harus pergi mengikuti langkah istrinya.


Roy diam tak bergeming,ada rasa tak rela dihatinya dengan kepergian Seruni .Tapi ia masih ingat ucapan Seruni semalam tadi.Bahwa Roy harus sabar menunggu Seruni ,dan harus menjaga raga Seruni dengan baik.


Tapi ada ketakutan yang membuat Roy sangat was-was ,ia takut Seruni akan tertahan terus dalam tubuh itu.Dan yang lebih mengerikan lagi,pria itu akan membuat istrinya tak setia.Bagaimana pun secara kasat mata,tubuh itu adalah tubuh istrinya pria tadi.


Roy berlari kecil menyusul langkah Seruni,ia masih melihat punggung istrinya yang diikuti oleh pria tadi.Terlihat pria itu ingin membantu membawakan koper yang diheret oleh Seruni ,namun Seruni mengelak.Ia justru lebih mempercepat langkahnya.


Roy melihat mereka seperti berdebat sambil lalu berjalan cepat.Lalu kemudian masuk ke sebuah mobil yang mungkin itu adalah taxi online.


Disaat itulah,langkah kaki Roy terhenti secara otomatis.Gerak matanya mengekor laju mobil yang lenyap di depan gerbang Rumah Sakit.


___


"Ngapain kamu nyusul aku sampai kesini?"Seruni baru bisa meluahkan kekesalannya ketika ia dan Bagas sudah masuk ke dalam taxi.


"Emang nggak boleh ?"Bantah Bagas ,tatapan matanya tak teralihkan dari wajah sengit istrinya.


"Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak ikut campur urusan masing-masing?"


Seruni menoleh, melawan tatapan Bagas dengan sangarnya.


"Aku tentunya tidak pernah mempermasalahkan kamu mengeluarkan uang untuk Utari bukan?"


Bagas seperti diskak mate oleh istrinya sendiri.Pria itu benar-benar tidak menyangka, Bunga yang sejak dulu sangat periang dan tak pernah sekalipun bersedih hati kini sangarnya minta ampun.


Bagas meraih leher istrinya,lalu menarik dalam sebuah ciuman yang tiba-tiba.Apakah yang terjadi ???jiwa Seruni tertarik keluar hingga terduduk di jok kursi paling belakang.


Di tengah kebingungannya dengan apa yang terjadi,ia melihat Bagas berciuman hangat dengan Bunga.Bunga??? Apakah gadis itu masuk kembali ke raganya??Lalu???


Seruni membolak-balik kan telapak tangannya,kenapa ia masih disini ??kenapa ia tidak kembali ke raganya sendiri?? Ciuman hangat itu telah disudahi, tiba-tiba jiwa Seruni tertarik kembali masuk ke dalam raga Bunga.


Refleks Seruni mendorong wajah Bagas yang masih dekat didepan hidungnya.Bagas tersentap,ia terpinga-pinga dengan sikap Bunga yang aneh baginya.


Seruni memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil.Tangannya terlipat di dada,Bagas hanya bisa menelan air liur.Ujung jarinya perlahan menyentuh permukaan bibirnya.Ciuman itu masih terasa ,tapi sikap istrinya langsung berubah.


Sang supir yang sejak tadi mengintip dari balik kaca spion, senyam-senyum sendiri melihat pasangan itu.


Sedangkan jiwa Bunga yang baru saja terlepas dari raganya,juga senyam-senyum sendiri.Ia meraba permukaan bibirnya, akhirnya ia bisa merasakan ciuman pertamanya bersama Bagas .Namun sumpah nya belum terlaksana,jadi ia tidak bisa menghentikan semua ini secepat ini.


___


Utari benar-benar dibuat kesal atas hilangnya Bagas .Ia sudah beberapa kali menelfon tapi tak diangkat.(Bagas sengaja me silent ponselnya,karena tahu kalau Utari akan mencarinya)


Rencana untuk membuat Bagas jatuh ke pelukannya juga sudah gagal total,malah pria itu menghilang entah kemana ?


Utari sudah putus asa,ia ingin pulang saja detik ini juga.Tapi membayangkan bahwa Bunga juga ikut serta,rasanya tak rela jika membiarkan mereka berdua saja.


Utari berdiri di teras hotel , berharap Bagas akan menampakkan dirinya.Ia tidak tahu jika taxi yang dinaiki oleh pasutri muda itu sudah menepi di teras hotel.


Seruni melihat kegelisahan Utari , tiba-tiba timbul ide gila untuk memberikan sedikit pelajaran kepada gadis tak tahu malu itu.


"Aduh...."Seruni menjatuhkan kepalanya ke pundak Bagas yang saat itu hendak keluar dari dalam mobil.


"Ke-kenapa Bunga??"Bagas langsung panik.Seruni melemahkan tubuhnya, berpura-pura pingsan.Bertambah panik lah si Bagas ini.Ia Keluar dengan setengah berlari memutari mobil.


Utari tersenyum senang melihat Bagas datang, namun senyum nya serta merta hilang begitu melihat Bagas membawa tubuh Bunga dalam gendongannya.


"Pak tolong ikut saya bawain koper istri saya yah"Pinta Bagas kepada sang supir.


"Baik Pak"Jawab si supir tanpa bantahan.


"Sayang..."


"Aku hantar Bunga ke kamar dulu ok!!"Bagas memotong kalimat yang hendak diucapkan oleh Utari . Untuk kesekian kalinya gadis itu menelan kecewa.


"ke kamar?? Maksudnya ke kamar Bagas??"


Utari dengan cepat mencerna ucapan Bagas .ia pun berlari kecil menyusul Bagas ,ia akan mengikutinya untuk mengantisipasi keadaan yang tidak -tidak akan terjadi.Utari sungguh sangat tak rela.