SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 29



Reyhan menyesap kopi yang dibuatkan oleh Seruni untuknya.Helaan nafas berat keluar dari rongga mulutnya.Reyhan benar-benar frustasi memikirkan hilangnya Uzma yang belum ada titik temu.


"Kenapa Kakak tidak lapor polisi saja?"ucap Seruni .


"Entahlah Dek...aku merasa kurang yakin untuk melapor ke pihak yang berwajib.Aku hanya bisa mengandalkan Kujang sekarang "


"Emangnya Kujang belum ngasih sinyal apa-apa Kak?"


Reyhan menggeleng pelan.


"Kujang nih ya kadang-kadang bikin Gedeg...kenapa nggak pulang gitu?ngasih kabar gimana -gimana?"Seruni jadi nyerocos.


Reyhan menghela nafas berat untuk kesekian kalinya, sebenarnya ia bisa saja melaporkan hal ini kepada polisi.Tapi ia yakin, pasti Livia akan terkena imbasnya.Bagaimana pun ia masih perduli dengan sahabatnya itu ? Apalagi ia melihat sendiri bagaimana sikap suaminya Livia yang terlihat posesif.Dengan Seruni pun Reyhan tidak menceritakan hal sebenarnya.Ia hanya mengatakan jika Uzma hilang tanpa jejak.


___


Keadaan Uzma sudah semakin membaik,tapi Steven belum mendapatkan informasi apapun dari wanita itu.Sejak Uzma dalam penanganan nya, sepatah katapun ia tidak pernah bicara.Hanya diam,dan pernah sekali ia mendapati wanita itu sedang menangis.


Ketika ditanya kenapa ?ia tetap bungkam dan menunduk.


Akhirnya Steven memutuskan untuk membawanya untuk tinggal bersamanya.Selain kasihan,pria itu juga memikirkan bayi yang ada dalam kandungan Uzma .Jika wanita itu ia telantarkan,apa yang akan terjadi ? Pasti Steven akan sangat merasa bersalah sekali.


"Ini rumahku...kamu bisa tinggal disini untuk sementara waktu sampai kamu bisa mengingat semuanya"ucap Steven saat ia baru saja tiba di depan rumah nya.Uzma tak merespon,ia membuka seatbleat.Steven bertindak cepat,ia keluar mendahului untuk membuka pintu dan mempersilahkan wanita itu keluar.


"Ndoro..."seorang perempuan berkebaya lengkap dengan kain sampir terlilit di pinggangnya datang menghampiri.


"Mbok Atun,kenalkan ini Lily..."Steven memberi nama dengan asal saja.


"Dia pasien ku,dan sekarang sedang hilang ingatan.Tolong rawat dia ya Mbok"


"Oh baik Ndoro,tapi di dalam ada Non Carolina sedang menunggu Ndoro "Mbok Atun menunjuk dengan ibu jarinya.Steven menatap rumahnya,ia menghela nafas berat.


"Ya sudah... tolong bantu dia ya Mbok,saya akan temui dia"


"Baik Ndoro "Mbok Atun membungkukkan badannya.Steven melangkah panjang dan cepat masuk ke dalam rumahnya.


Caroline bingkas bangun saat mendengar derap langkah kaki yang sangat ia kenal.


"Sayang..."Gadis cantik berambut cokelat itu merentangkan kedua tangannya.Namun Steven mengabaikan dengan menyimpan kedua tangannya di dalam saku celana.


Caroline terkesiap melihat sikap dingin tunangannya itu.Apalagi sudah beberapa hari ia tidak bisa menghubungi pria yang akan segera menikahi dirinya itu.


"Kamu kenapa sayang ??"


"Aku tidak apa-apa"Steven menjawab dengan ketus.Tiba-tiba kedatangan Uzma yang dibuntuti oleh Mbok Atun mengalihkan perhatian Caroline.


"Siapa wanita itu ??"


Steven beralih menatap Uzma yang tak merespon apapun,ia mengikuti saja instruksi Mbok Atun.


"Bukan siapa-siapa "


"Bukan siapa-siapa ??kenapa kamu bawa ke rumah ini?"Pertanyaan Caroline sudah seperti tuduhan.


"Kau mencurigaiku?"raut wajah Steven yang santai menusuk relung hati Caroline.


"Bukankah itu pantas ?Aku mengenal mu sudah lama Stev,sejak kita masih kecil.Dan aku tahu kau tidak pernah mempersilahkan wanita masuk ke rumah kecuali aku dan tanpa ijin dari ku.Sekarang???"


"Kau bukan hanya curiga tapi menuduh... Apakah itu murni dari hatimu?ataukah hanya untuk menutupi kebusukanmu ?"


""Apa maksud mu Stev?"Caroline menatap cemas dan ada rasa takut.Steven tersenyum kecut.


"Seharusnya kamu tidak usah bertanya apa maksudku?Karena kamu sendiri lebih tahu apa jawabannya...Jujur...aku malu,sangat malu untuk mengingat kejadian panas di atas ranjang itu bersama Aldo"


Dua bola mata Caroline membulat sempurna.Steven hanya menarik sebelah sudut bibirnya melihat reaksi tunangannya itu.Ia berbalik hendak meninggalkan Caroline,namun wanita itu bergerak cepat menghalangi langkahnya.


"Apa lagi?apa perlu bukti ??"


Mata Caroline langsung berkaca-kaca,ia meluruh ke lantai bersujud memeluk kedua kaki tunangannya.


"Maafkan aku Stev... maafkan aku..."kini Caroline sadar perubahan sikap Steven kepada nya karena pria itu tahu perbuatan curangnya.


"Aku menyesal Stev.."


"Kalau kamu menyesal, seharusnya kamu tidak berusaha menemui diriku"


"Aku mencintai mu Stev"Caroline mendongakkan kepalanya.Memperlihatkan wajahnya yang basah oleh air mata.


"Cinta ??lalu yang kamu lakukan dengan Aldo itu apa?hanya pelampiasan ??"


Caroline menggeleng.


"Aku...aku diberi obat perangsang olehnya "Caroline mulai memberikan alibi yang membuat Steven tertawa mengerikan.


"Alibi??kamu pikir aku hanya tahu disaat kalian di kasur ??hah?hahahahahaha...aku mengikuti mu sejak dari kalian makan bersama, karaoke An bersama, ciuman di mobil lalu lanjut ke atas ranjang dengan penuh gairah.Apakah itu akibat obat perangsang ???"


POK POK POK(Steven bertepuk tangan)


"Hebat...hebat...kau memang hebat Caroline "


Wajah cantik Caroline langsung memucat.Steven melepaskan diri dari pelukan di kakinya membuat Caroline sedikit terdorong dan terduduk di lantai.


"Sudahi sandiwara mu...bukan malah iba,tapi aku semakin muak saja"Steven meninggalkan wanita itu begitu saja.Caroline menutup wajahnya,ia menangis tersedu-sedu.Entah menyesal atau malu karena perbuatannya ketahuan.Entahlah???


___


Steven menghela nafas berat,kedua tangannya terpacak di pinggang.Pandangannya mengedar ke alam bebas.Ia berdiri di balkon menikmati udara yang berhembus kuat.


Sejak kejadian menyakitkan itu,Steven merasa selalu kekurangan oksigen.Dadanya sesak sekali.Hubungannya dengan Caroline bukanlah hubungan biasa ,mereka membesar bersama dengan perasaan yang tidak pernah berubah.


Setelah sepeninggal orang tuanya, orang tua Caroline langsung menjodohkan dirinya dengan Caroline.Dan turut menjaga Steven yang masih duduk di bangku SMA.


Ia sungguh tidak pernah membayangkan jika Caroline akan mengkhianati dirinya.Padahal Steven tidak pernah sekalipun menduakan Caroline.


Dan yang paling menyakitkan adalah, Caroline berselingkuh dengan Aldo.Sepupu Steven dan juga sahabatnya.Entah saat ini bagaimana Steven menghadapi kedua orang yang paling dekat dengannya itu.Sebab itulah Steven berusaha menghindar untuk bertemu dengan mereka.


Kehadiran Uzma membuat kesibukan baru bagi Steven agar bisa menghindari mereka.Mengingat wanita itu,Steven gegas keluar untuk melihat kondisinya.Apakah ia suka tinggal di rumah itu atau tidak ?


"Mbok..."Steven menghampiri pembantunya yang sedang melakukan sesuatu di dapur.


"Iya Ndoro ?"


"Gimana gadis itu?apa dia mengatakan sesuatu ?"


Mbok Atun menggeleng.


"Dia bisu atau gimana Ndoro ?"


"Aku tidak yakin,tapi sepertinya dia tidak bisu.Hanya saja mungkin dia mengalami trauma paska kecelakaan itu terjadi"


"Ooooh gitu"Mbok Atun mengangguk mengerti.


"Iya Mbok...dia tinggal di kamar mana?"


"Di atas Ndoro...bekas kamar Nyonya besar"


"Ohhh ya udah...."Steven mengangguk mengerti.