SERUNI

SERUNI
BAB 75 Tak Berjalan Semestinya



"Kamu pikir aku perempuan apa-an???"Hardik Seruni seraya bangkit dari duduknya.Namun Mukhlis bergerak cepat mengoleskan sesuatu ke bagian bawah hidung Seruni .


Gadis itu menekan udara keluar dari hidungnya sambil lalu menggosok hidungnya.


"Apa yang kau oles di hidung ku??"Seruni ingin mengelap hidungnya menggunakan mukena yang ia sandang di lengannya.Namun belum sempat ia melakukan niatnya, kepalanya mendadak pusing.Pandangan matanya gelap,dan ia pun terkulai lemas.


Mukhlis dengan sigap menangkap tubuh Seruni sebelum jatuh ke tanah.Ia pun membopong tubuh Seruni dan dibawanya ke rumah tempat tinggal Ny Desi.


Disaat itu Pak Salam tengah istirahat di dalam kamarnya.Tadi selepas sholat ashar, beliau langsung masuk ke dalam kamar.Jadi Mukhlis bisa dengan leluasa masuk ke dalam kamar Seruni tanpa ada yang tahu.


Pria itu meletakkan tubuh Seruni dengan hati-hati,setelah itu ia mengunci pintu rapat-rapat dari dalam.Senyuman iblis tersungging, Mukhlis menghampiri tubuh Seruni yang sudah tak sadarkan diri.


Ia membuka celana plisket panjang yang dikenakan gadis itu.Terhamparlah paha nan putih mulus.Mukhlis sampai menelan air liur ,ia mengulurkan tangannya hendak mengelus lembut paha mulus tersebut.


Namun angin kencang menghantam tubuh Mukhlis hingga ia terjengkang ke lantai.Pria itu terkesiap,ia belingsatan mencari sebab ia terjungkal.


Pria itu sadar betul ada angin kencang menghantam tubuhnya,namun itu aneh.Karena tak ada jalan bagi angin untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


GLUNDUK...


Terdengar sebuah benda jatuh dan menggelinding.Mukhlis menengok ke kolong tempat tidur, sebuah benda agak bulat menggelinding ke arahnya.Mukhlis menarik tubuhnya ke belakang, berusaha menjauh dari benda bulat yang semakin mendekati dirinya.


Sampai tubuh Mukhlis mentok ke dinding,benda itu pun berhenti menggelinding.Mukhlis mengamati benda aneh itu dengan cermat.Dua pasang mata terbuka dan melotot ke arahnya.Pria itu kaget bukan main,ia ingin bangkit namun lantai terasa licin.


HIHIHIHIHIHI


Tubuh tanpa kepala berjalan mendekat selangkah demi selangkah.Wajah Mukhlis sudah pucat pasi,ia ingin menarik tubuhnya namun sudah tidak bisa.


Tubuh tanpa kepala itu berjongkok mengambil benda bulat tadi,lalu memasangnya ke lehernya.


Barulah Mukhlis sadar jika itu adalah wujud dari Qorin si ILa.Pria itu melotot tak percaya,nafasnya tertahan karena ketakutan yang luar biasa.


"Hay..."Qorin ILa melambaikan tangan


"Lama ya nggak jumpa"


"I-ILa ini kah dirimu??"


"Yaps!!!Nggak nyangka ya?kalau aku masih wujud??meskipun sudah tak sempurna "


UWEEE'...UWEEEEE'.... UWEEEEE'


Suara tangisan bayi mengalihkan perhatian Mukhlis,kini ia melihat wujud lain yang ia kenal.Wujud itu berdiri dengan perut bolong yang penuh dengan belatung.


"Anakmu..."Wujud itu mengulurkan tangannya yang penuh dengan darah dan menggenggam seonggok daging yang bergerak sambil menangis.


"Tidak... kalian sudah mati...Kalian sudah mati!!!" Mukhlis berteriak sambil menutup kedua cuping telinganya.


"Kami memang sudah mati kak..."Suara lain terdengar dan bersahutan.Mukhlis mengangkat wajahnya,kini makhluk tak kasat mata itu muncul lebih dari satu.Dan membuat kamar itu terlihat sesak. Makhluk-makhluk itu mengelilingi Mukhlis.


Pria itu bangkit dengan tubuh gemetar,ia merapatkan tubuhnya ke dinding dan merambat berjalan ke arah pintu.Dengan tergesa Mukhlis membuka pintu lalu keluar berlari pontang-panting.


HUUUUUFFFFF


Salah satu dari makhluk astral itu menghembuskan nafas panjang.Ia terjelopoh ke lantai, dengan wajah tertunduk.


"Kamu kenapa?"Tanya salah satu temannya.


"Gemetar aku menghadapi dia, kalau saja tidak ada Ibu Kuntilanak itu aku nggak berani muncul dihadapannya"


"Aku juga sama, perlakuannya yang kejam membuat aku trauma"Tambah satu lagi dari teman mereka.


"Terimakasih kalian sudi mengusir pria itu"Ucap Ibu Seruni lembut.


"Kami yang harus berterima kasih Ibu Kuntilanak, karena tanpa kehadiran kamu. Kami selamanya takkan berani muncul dihadapannya "Jawab para makhluk astral itu kompak.


"Dia hebat ya,,,sekali mengibas tangan langsung si jahanam itu terjungkal"Ucap salah satu dari mereka.


Ibu Seruni membelai lembut pucuk kepala putrinya.Seruni masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BRAKK


Muhibbah kaget mendengar pintu didobrak dari luar.Ia segera keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang.Belum sempat ia melewati pintu, tubuhnya sudah ditubruk oleh Mukhlis yang terlihat berlari dengan wajah cemas.Pria itu melompat ke tempat tidur lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Muhibbah melihat selimut yang menutupi tubuh Mukhlis bergetar, berarti Mukhlis sekarang dalam keadaan menggigil.


"Lis...kamu nggak apa-apa??"Muhibbah mendekati pria itu.


"Cepat tutup pintunya!!!Dan kunci rapat-rapat!!!"Seru Mukhlis dari balik selimut.Muhibbah kebingungan,apa gerangan yang membuat Mukhlis ketakutan?Namun ia patuh, segera ia keluar dan mengunci pintu serta pintu kamarnya.


"Lis...kamu kenapa?"


"Jangan berisik!!Jangan banyak tanya"Bentak Mukhlis tanpa perduli perasaan Muhibbah.Gadis itu tertunduk sedih,Ah ia baru ingat tentang hal penting yang ingin ia sampaikan kepada Mukhlis.


"Lis...tadi aku lihat seorang pria membongkar tanah tempat kamu mengubur jenazah para gadis-gadis itu"


Sontak selimut terserlah,Mukhlis melotot menatap Muhibbah.


"Kok bisa??siapa pria itu ???"


Muhibbah menggeleng


"Aku juga tidak tahu Lis...aku tidak pernah melihatnya"


Rasa takut yang tadi berkecamuk mulai memudar.Jiwa psikopat yang mendarah daging dalam tubuh Mukhlis menggelora.


"Kurang ajar !!!Siapa yang berani melakukan ini semua???!!!"


"Apakah ada orang lain lagi selain aku yang tahu??"Tanya Muhibbah, Mukhlis menggeleng pelan.


"Tapi waktu itu aku melihat Seruni sampai di sana,aku tidak tahu apa alasannya dia bisa sampai masuk ke dalam hutan ??Apa kamu pernah bercerita sesuatu??"Mukhlis balik bertanya.Muhibbah pun menjawab dengan gelengan kepala.


"Malah aku berpikir dia jalan-jalan sama kamu,karena itu aku marah dengan nya.Dan menyerang nya"


Mukhlis terdiam,,,ia memutar otak menebak siapa orang yang tahu tempat itu selain dari mereka berdua.


Apakah memang Seruni tahu tempat itu???Apakah sebab hal itu dia takut???


Pikiran Mukhlis bermonolog sendiri.Ia beringsut turun dari tempat tidur.Kakinya melangkah keluar lalu pergi ke dapur.Ia mengambil cangkul dan dipanggulnya keluar.


"Kamu mau pergi kemana??"Seru Muhibbah.


"Ke hutan,akan ku pastikan tak ada jejak yang akan mereka temukan lagi"Jawab Mukhlis.


"Tapi...dia membawa beberapa tulang belulang mereka"Ucapan Muhibbah menghentikan langkah Mukhlis yang hendak membuka pintu.Ia membalikkan badannya 360°.


"Apa kamu bilang???Pria itu membawa tulang belulang mereka??"